Sejatinya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan maraknya penutupan gereja serta apapun yang semakin menunjukkan betapa pemerintah tak mampu menjaga hak kebebasan beribadah warganya. Kalau memang terpaksa sekali, tak bisa beribadah di gereja yang satu toh masih bisa ke gereja yang lainnya. Kalaupun semua gereja pada akhirnya dibakari dan kita semakin sesak untuk bergerak, itu ... more →
Aku bingung menyikapi dua kejadian yang terjadi di Indonesia minggu lalu. Yang pertama adalah peristiwa kisruh antara warga kampung di Solo dengan para anggota sebuah ormas keagamaan. Kedua, peristiwa pembubaran diskusi buku di sebuah galeri budaya di Jakarta oleh, sekali lagi, para anggota ormas keagamaan yang disinyalir sama dengan yang ada di Solo. Lalu kebingungan itu? ... more →
Tayangan televisi, bagiku kalau tak bisa dipercaya ya bisa memperdaya penontonnya. Siaran berita nasional. Orang yang ngakunya berpikir positif menganggap siaran seperti itu memperdaya orang untuk tunduk pada mitos bahwa Indonesia adalah negara rusuh dengan sejuta problematika. Sebaliknya, orang yang apriori terhadap ‘kebangsaan’ berkata, “Nah, liat sendiri kan betapa busuknya bangsa kita!” Orang yang terlampau ... more →
Sebagai orang Jogja, aku bangga membaca laman facebook teman memuat berita tentang bagaimana rakyat Jogja turun ke jalan bertoleransi terhadap perbedaan agama, meski di akhir cerita aku cukup mengernyitkan dahi ketika kutemukan satu foto spanduk bertuliskan, “My religion is not better than yours!” Sekilas mungkin terbaca indah apalagi di tengah iklim begitu maraknya orang memaksakan agamanya ... more →
Ada baiknya, mereka yang sedang hobi-hobinya melarang konten pornografi/pornoaksi itu memikirkan kenapa mereka tidak juga melarang tayangan kisah liburan seru artis bareng kekasih di luar negeri maupun di tempat-tempat tujuan wisata domestik? Mungkin kalian akan bertanya, “Dimana letak pornografi/pornoaksinya?” Nah, justru itu! Pastinya ada sesuatu yang menarik, karena kalau tidak, hari ini kalian tak membacanya ... more →
Oleh Blontank Poer* Bagi kaum melek politik, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta kali ini bakal menjadi tonggak sejarah penting kehidupan politik Indonesia. Langgeng atau usangnya permainan uang akan diuji di kota yang disebut etalase raksasa sebuah bangsa, yang politisinya selalu lantang mengaku beradab tanpa pernah merasa berdosa. Pemilihan secara langsung terhadap legislator dan ... more →
Sikap inferior terhadap bangsa lain tampak sangat nyata ketika misalnya suatu waktu kita mendapati ada karya seni anak bangsa yang terdengar/terlihat ‘mirip’ atau bahkan ‘sama betul’ dengan karya dari luar negeri. Biasanya sih komentar yang keluar seperti ini, “Nah! Ketahuan kan! Ternyata artis kita ngejiplak karya luar negeri!” Atau mau yang lebih nylekit lagi, “Tau ... more →
