Kasihan betul si Yoki!
Barangkali niat bapaknya sangat baik, menjalankan ajaran agama sekaligus pengiritan biaya maka ia pun menyertakan anaknya dalam sebuah acara khitanan massal.
Tapi tak seperti jutaan anak lain di Indonesia yang sepertinya baik-baik saja seusai dikhitan baik yang massal maupun tidak, si Yoki ini tak hanya terkerat daging kulitnya saja tapi sekalian organ vitalnya pun terpotong karena ulah dokter yang lalai.
Haduh! Ndak usah dibayangkan bagaimana rasanya... Lagipula kalau soal rasa sakit pasti akan terobati akan tetapi organ vital terpotong... wew, teman-temanku dulu sering bilang itu sebagai MaDeSu, Masa Depan Suram!
Kenapa masa depan suram?
Ya jelas suram karena kalau tak bisa dibetulkan tentu akan mempengaruhi kinerja tubuhnya.
Ia barangkali akan kesulitan ketika akan pipis, "Mana atau apa yang harus saya pegangi sekarang? Selang?" Begitu mungkin rintihnya setiap kali ke belakang melihat organnya yang telah tumpul.
Selain itu dia juga mesti pintar-pintar pilih istri nantinya. Setidaknya dia harus mendapatkan istri yang betul-betul mengerti kekurangannya itu dan ini bukan perkara mudah! Terlebih pasti terbayang di dalam pikiran Yoki dan orang tuanya bagaimana nanti mereka akan mendapatkan keturunan kalau keadaan organ terpenting dalam penghasil keturunan (?) itu terpotong oleh dokter yang mengkhitannya ?
Saya sendiri ndak tahu sepanjang apa yang terpotong dari organ vitalnya....tapi anyway ya sudahlah, Yoki! Tuntut saja sebisanya si dokter yang bedebah itu! Suruh dia berpikir bagaimana seandainya dia yang seperti ada di posisimu? Apa tidak madesu juga dia? Saya sih, walau ndak ngerti, percaya kalau teknologi dan kemajuan dunia kedokteran akan mampu mempertampan organ vital dan menumbuhkan kembali bagian yang hilang itu meski yah sudah bukan lagi buatan alam melainkan rekayasa manusia oleh karena itu suruh dia mengongkosi biaya renovasinya! Sekalian pesan bentuk yang lebih indah dan lebih gahar bahkan ketimbang bentukmu yang semula kalau bisa!
Yah begitulah!
Saya merasa kejadian demi kejadian di dunia ini memang semangkin menganeh-anehi.
Tapi anyway, saya agak geli setelah membaca komentar Pak Effendi (bapak si Yoki) yang saya kutip di bawah ini:
"Tapi sekali lagi saya tekankan, itu sama sekali bukan harga anak saya. Saya hanya menginginkan masa depan yang lebih cerah bagi anak saya karena mahkota seorang lelaki lebih penting dibanding harta.... kutipan dari sini
Ya, ya, ya! Saya ndak memungkiri apa yang ia katakan. Teramat sangat setuju untuk hal itu!
Akan tetapi ada rasa yang menggelikan ketika ia memilih kata "mahkota" untuk menggambarkan sesuatu yang sangat penting dan bahkan lebih penting ketimbang harta.
Kenapa saya geli karena bukankah mahkota biasanya ada di kepala, Pak Effendi?
ada fotonya ga don...? jadi penasaran bentuk yg terbarunya...hehe
Apa bedanya? Pada perempuan pun kerap digunakan istilah "mahkota" (bisa menggunakan tanda seru ataupun tidak). Masalah persepsi saja: seberapa bernilai sehingga disebut mahkota! ;)
Apakah berarti itu mengapa disebut "vital"? ;p

Ya! Sayalah Donny Verdian.
Hingga saat ini, setidaknya saya menetap di Yogyakarta, menjalani hidup dengan bahagia dan apa adanya. Saya hidup dalam dunia yang saya sendiri terkadang bingung untuk menyatakan dan mengenalinya.
Maka dari itu,saya tak gegabah untuk mengintisarikan keberadaan diri saya, lebih baik membaca/mengamati saja semua konten saya terutama pada kategori: Donny Verdian atau mengunjungi link partisipasi saya di beberapa social-community website di bawah ini:
Kalau Anda ingin menghubungi saya, silakan kirimkan email ke donny[at]verdian.net atau melalui akun YM: donnyverdian

Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.
Logo, desain halaman dan script situs web ini dibangun oleh Donny Verdian - Citraweb Nusa InfoMedia (2007) .
Ilustrasi dan ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Ardian Sukmaji (2007 - 2008), diinspirasi oleh Anjung Sakti (2005).
Foto hasil kreasi Ronny J. Dharma.
Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.
Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini.
Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.