Dirgahayu Indonesia

11 Juni 2008 : Permenungan

Musim Gampang Jadi Pahlawan

hero Kalau mau jadi pahlawan sekelas Zorro, Robin Hood ataupun Ned Kelly di sini sekarang ini lagi gampang-gampangnya!

Let's say kamu bukan siapa-siapa awalnya, maka bekal awalmu adalah jeli-jelilah mengamati isu! Lalu tentukanlah satu topik dari pihak mainstream yang sedang mengemuka dan menyisakan satu pertentangan yang kental dengan isu-isu sensitif di tengah rakyat.

Beranikan diri untuk menentangnya dan seolah kamu berdiri di depan rakyat, "pasang badan" lah. Tapi jangan nanggung! Iya, bolehnya menentang jangan nanggung hanya dengan berkoar-koar di opini koran-koran serta majalah, infotaintment ataupun berita serta talkshow di televisi.

Itu solusi jaman kuno!
Sedangkan solusi jaman sekarang adalah turun ke lapangan!
Kalau perlu bawa pasukan sekompi.
Hajar! Lawan!

Sesudahnya barulah berkoar-koar di media-media itu. Katakan kaulah penanggungjawabnya! Jangan lupa melarikan diri sambil meninggalkan tuntutan yang tidak terlalu susah untuk didapatkan dari pihak mainstream dalam bentuk seonggok cd rekaman pernyataan diri atau kalau perlu bikin website dan tinggalkan pesan di sana atau kalau nggak sempat bikin, kumpulkan email redaksi media-media terkemuka, bikin akun email gratisan lalu kirimkan press release-mu.

Selebihnya asingkan diri selama kurang lebih sembilan hari sambil menunggu media-media itu mencari-cari kita. Ketika tuntutan yang kita yakin akan segera keluar itu betul-betul released dan terpublikasi, menyerahlah! Katakan pada istri/suami dan anak-anakmu bahwa pengurunganmu tak kan lebih dari sembilan bulan. Tapi... ah itu pun juga kalau tanpa remisi dan segala macamnya, nanti kamu bisa urus remisi itu asal.. ada uang, abang disayang!
You know lah!

Oh ya jangan lupa, pada saat hari penyerahan dirimu, tersenyumlah dengan senyuman yang tersombong yang pernah kamu sombongkan! Katakan pada dunia bahwa kau bukan dari kalangannya orang-orang pengecut! Katakanlah pula bahwa kamu adalah pejuang konsisten yang tau kapan harus membelokkan lidah dan kapan harus bertanggung jawab secara ksatria! Maka seketika itu juga, dari pedagang sate, lonte sampai pejabat teras akan menganggap bahwa kamu adalah pahlawannya karena publik telah mensupremasikannya! Bahwa tahun depan atau entah kapan, ketika pemilihan tiba, kamu sudah punya mesiu yang bubuknya adalah epos kepahlawananmu itu, itu adalah keuntungan gandanya!

Jadi, tertarik untuk jadi pahlawan ?

Foto dimontase oleh saya sendiri dan masing-masing elemennya diambil dari sini, sini, dan sini


Posting Terkait Kategori "Permenungan"

Kalau Bisa Mudah, Kenapa Harus Dipersulit ?

26 Agustus 2008 - 14 tanggapan

Sejak Kapan Sebaiknya Anak Bersekolah ?

20 Agustus 2008 - 18 tanggapan

Kisah Tentang 100, 99, 58 Persen, 68 Persen dan Fifty-Fifty

19 Agustus 2008 - 17 tanggapan

lintasberita

delicious delicious digg Furl Stumbleupon Technorati Newsvine Magnolia Reddit

Icons by: FastIcon.com



ada 8 tanggapan

Donny Verdian - 15 Juni 2008

@Juliach & Aley: Komentar Anda berdua menampakkan Anda memang tidak sedang tinggal di Indonesia hahahaha

Jessica Wuysang - 13 Juni 2008

Mei - bulan lalu, adalah bulan yang paling ramai di Pontianak. Tiap hari selalu saja ada pahlawan kesiangan. Ngakunya memikirkan rakyat, padahal sebenarnya? Omong kosong semuanya :)

Seperti biasanya, aku selalu mengagumi tulisanmu, Don. Pasti bosan yah denger ini terus :p

Aley - 13 Juni 2008

hahaha, cara yang baik dan benar belajar jadi teroris.

ada apa kok tiba2 bikin artikel beginian don? Mau mencoba jadi wakil para bloggers indonesia ngebungkam roy surya? =D

Kalo masuk TV, salam penutupnya nyengir kekamera, model peace "Halo le" gitu ye, wakakaka.

Daniel Mahendra - 13 Juni 2008

Zaman sekarang sudah susah cari pahlawan macam Robin Hood. Paling kalau mencuri, ya dipake buat diri sendiri. Hihihi!

Ersis Warmansyah Abbas - 13 Juni 2008

Hayya kalau pahlawan menulis tidak bukan?

windy - 12 Juni 2008

akulah pahlawan bertopeengg..... jadi ngepitaph gw sama sinchan....huahahaha

ndaru - 12 Juni 2008

Orang - orang hari ini lebih banyak memakai topeng dari Zapatista. Hampir sulit membedakan antara bacot patriot dan miskin logika ;)

Juliach - 12 Juni 2008

Di Indonesia mo jadi pahlawan wajib bawa duit (entah darimana asalnya). Jika tidak pupus duluan


Nama. -- wajib isi

Email. -- wajib isi

URL. -- lengkapi dengan http://

Pesan. -- wajib isi

kode

arsip / peta situs / depan

Saya, Donny Verdian!

DonnyVerdian

Ya! Sayalah Donny Verdian.
Hingga saat ini, setidaknya saya menetap di Yogyakarta, menjalani hidup dengan bahagia dan apa adanya. Saya hidup dalam dunia yang saya sendiri terkadang bingung untuk menyatakan dan mengenalinya.

Maka dari itu,saya tak gegabah untuk mengintisarikan keberadaan diri saya, lebih baik membaca/mengamati saja semua konten saya terutama pada kategori: Donny Verdian atau mengunjungi link partisipasi saya di beberapa social-community website di bawah ini:

flickrfriendsterdeliciousfacebook View Donny Verdian's profile on LinkedIn Add to Technorati Favorites


Kalau Anda ingin menghubungi saya, silakan kirimkan email ke donny[at]verdian.net atau melalui akun YM: donnyverdian




Versi Beta

Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

Logo, desain halaman dan script situs web ini dibangun oleh Donny Verdian - Citraweb Nusa InfoMedia (2007) .

Ilustrasi dan ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Ardian Sukmaji (2007 - 2008), diinspirasi oleh Anjung Sakti (2005).

Foto hasil kreasi Ronny J. Dharma.

Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini.

Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.