Apa yang aneh dari foto di samping ?
Sepasang manusia sedang berboncengan mengendarai sepeda motor di sepanjang jalan Gereja Ganjuran - Bantul, Yogyakarta beberapa hari yang lalu.
Yang cowok mengendara di depan, sementara si cewek membonceng di belakangnya. Dari cara si cewek bergelanyut di punggung si cowok, sepertinya mereka berdua adalah sepasang kekasih
atau pasangan suami-istri muda.
Perhatikan bagaimana telapak tangan si cowok yang mengendarai motor menyembul di belakang punggung si cewek, memeluknya dengan tipe pelukan yang aneh bin ajaib.
Konstruksinya seperti orang yang melindungi dengan sangat supaya si cewek yang diboncengkannya tidak terjatuh entah ke samping atau ke belakang melawan arus laju motornya.
Awalnya aku berpikir jangan-jangan ini si cewek sedang sakit dan hendak dilarikan ke rumah sakit oleh pacarnya, akan tetapi ketika mencoba untuk menyalip dan melihat dari samping
kondisi si cewek baik-baik saja, mereka malah asyik masyuk bercengkrama di tengah perjalanan mereka. Maka kubiarkan mereka berada di depanku sekali lagi dan ketika tiba di lampu merah,
jepret!
foto itu pun tercaptured.
Melihat hal tersebut, ingatanku pun terbang ke masa SMA dan awal-awal kuliah dulu. Waktu itu, seingatku aku pun juga sering berbuat seperti itu, entah itu memegang paha atau memeluk dengan model yang aneh seperti itu dengan pacarku. Tujuannya apa, yang pasti sekadar untuk menunjukkan pada pacarku bahwa aku sangat memperhatikan keberadaannya yang meski berada di belakangku dan sebenarnya sudah cukup aman karena memeluk pinggangku erat-erat toh tetap saja aku merelakan sebuah tanganku untuk menyentuhnya, setidaknya memastikan ia tetap ada.
Tapi, waktu berlalu dan sekarang aku berpikir, memangnya masih perlu kita seperti itu ? Secara logis, si cewek yang diboncengkan itu kalau dalam kondisi sehat, tak akan terjatuh terjengkang ke belakang maupun ke samping kecuali kalau laju motor dihentakkan tiba-tiba oleh si pengendara sehingga pegangan di pinggang terlepas, bukan ? Apalagi ketika kulihat dari samping tampak si cewek menyandarkan dadanya ke punggung si cowok. Jadi, kecuali hal-hal yang kusebutkan di atas, sangat susah untuk si cewek terjatuh.
Kalaupun si cewek itu terjatuh, akankah tangan yang dipelukkan dengan konstruksi yang cukup aneh itu mampu untuk menopangnya begitu saja? Berapa berat tubuh si cewek ? 40? 50? 60 kilogram ? Apalagi tangan yang digunakan itu adalah tangan kiri, tangan yang pada orang normal memiliki daya kekuatan lebih kecil ketimbang yang kanan dan tampaknya si cowok itu normal, bukan kidal.
Nah, justru dengan kondisi menyetir satu tangan, tugas berat ada di si pengendara sebenarnya. Ia harus berkonsentrasi sedemikian rupa supaya keseimbangan tetap terjaga, belum lagi kalau ada hal-hal yang terjadi di jalan seperti orang yang menyeberangkan kendaraannya tanpa tanda terlebih dahulu, lubang di jalan ataupun lampu lalu lintas.. hal tersebut tentu membutuhkan konsentrasi yang lebih tajam lagi untuk mengendarai sepeda motor tersebut.
Lalu kenapa kira-kira si cowok berposisi seperti itu?
Ada beberapa kemungkinan, menurutku.
Yang pertama,
si cowok memang benar-benar ingin menjadi super hero yang melindungi kekasihnya dengan segala daya dan upayanya.
Ini terkesan konyol mengingat semua yang telah kujelaskan di atas.
Yang kedua,
si cowok ingin menunjukkan kepada dunia betapa ia adalah "si empunya" wanita yang diboncengkannya.
Tangan itu seolah berbicara "jangan ganggu dia, dia miliku bukan milikmu, pergilah kamu jangan kau ganggu!"
Nah yang ketiga,
barangkali si cowok yang semula kalem lantas teringat pada sebuah kisah sinetron nan romantis yang ditontonnya semalam sehingga tiba-tiba terhinggapi perasaan sayang yang meluap-luap
luar biasa dan refleks tangan pun memeluk dengan konstruksi aneh tersebut.
Tapi apakah si cewek menikmati pelukan mesra itu atau justru merasa enggan, risih dan malah cenderung cuek terhadapnya? Tak tahu juga, lain ladang lain belalang, lain lubuk toh lain juga ikannya...
Satu hal yang pasti, setelah sukses mengambil foto ini di perempatan Palbapang Bantul sana, aku pun menyalib dan memandangi sekali lagi pasangan bersepeda motor ini, lalu ketika sedang bersebelahan aku pun tersenyum menatap mereka dan mata si cewek pun liar mencari-cari siapa aku dibalik kaca filmku dengan senyum penasarannya nan menggoda.
Entahlah, si cowok yang tetap memeluknya itu tahu tidak perbuatan ceweknya :)
hebat tuh cowo, kalo sepanjang jalan, mengendarai motor dengan tangan satu
Ahahahaha.. lucu bangett.. Itu cowok kok bisaan banget sih akrobat tangannya, hehehe..
Btw, aku juga pernah liat sepasang sejoli yang berboncengan di sebuah motor sambil bergandengan tangan! Kok bisa ya? hehehe
ah setelah saya praktekan (*tangan kebelakang, tanpa motor) .. ternyata pegel!
jadi kesimpulannya:
1. cowok itu badannya lebih besar dari saya
2. cowok itu kurang kerjaan
omigawd... banyak amat reply nya kekekeke. satu buah pikiran lagi yang sukses don!
kekekekke. eh... ngomong2 masalah pelukan ke arah belakang. aku sie terus terang ga pernah ngelakuin itu.
1. dulu waktu sma, motorku pake kopling, jadi sama aja kalo pake acara pelukan ke belakang bentar2 harus magang stang n kopling. jadi... bayangkan... tangan ke stang, tangan ke belakang... tangan ke stang... tangan ke blakang... tangan ke stang... lama2 koq kaya renang gaya bebas yak. kekekekkeke.
2. mmmmmmmmmmm... belum sempet punya cewe di indo, adanya juga temen... (stt diam don! aku bisa merasakan dikau menyeringai lebar cuih cuih :p xD)
3. nyetir motor emang 2 tangan. 1 tangan kalo lagi ngerokok sambil nyetir.
4. ya sesukanya yang berusaha akrobat dunk kekekekeke. sirik lu don. apa jangan2 pengen ngalamin lagi yakz:D kekekekekke eh cuma jangan tiba2 meluk aku ya kalo kita malem2 kelaparan dan berboncengan naik motor buat makan di pak dul. bisa tabrakan nanti XD
hehe sempat2nya
tapi kenapa ya telapak tangan si cowok menghadap ke belakang????
Demi keamanan, malah membahayakan. ada aja tuh orang. klo di belakang anak kecil sih gak ape. karena cintakah? :p
Dari sandal si Cewek (sandal jepit) sepertinya dia dah kebelet.
Dari si Jaket cewek (Hadiah beli motor) sepertinya dia ga sempat pake pakaian dalam.
**Tambah ngawur**
wah mas, itu bukan menjaga ceweknya mas..
itu udah gak tahan,pinging chek in, hihihi..
(maaf kalo rada saru koment e)
***kaboor ah, keburu di jitak sama mas donny***
oya, lam kenal ya mas...
lha... pose itu bukannya ngedadahin ke sampeyan? hehehehe...
uwweeeeenaaakkkkkkk tuenaaan dibonceng kaya begitu... ;) ga kpikiran lagi mo jatuh mo kagak yang penting hangat dan nikmat *emang goreng pisang dan kopi pas hujan sore-sore?*
hihihi...
*ngacir*
Maksud telapak tangan menghadap ke belakang itu,"Dilarang mendekat apalagi memotret" :)
@Wendra: si komentator yang usil itu, DM, dan Windy adalah sahabat-sahabat saya ;) Mereka kalau nggak usil ya nggak jadi sahabat saya hehehehe...
Cerita nya asyik.....
tapi agak terganggu juga dengan perdebatan yang tak perlu antara penulis dan komentator yang 'usil'.
untungnya lu naik mobil sama teman lu don... jadi itu perempuan bisa liat lu sambil senyum2...gag kebayang klo de em jadi ke jogja.... mati gaya pastinya lu kan....mau nyengir kuda sampe gigi kering juga gag ngepek....
yah ngalah aja lah don.... emang klo urusan ketenaran dan tebar pesona emang kita mah gag ada apa2nya.... beriiii.... kasiiiihhh..... buat yg lg usaha mendingan kita bantu doa....
Yah Don, kok tiba-tiba ada kecebong menyelusup. Sedang enak-enak diskusi tiba-tiba mbuka wacana soal perempuan. Aneh. Siapa sih dia, Don?
@DM: Ya, masukan... inputan itu kan masukan, dalam artian semua data yang masuk ke dalam situs web ini adalah masukan yang setelah ku approve menjadi keluaran, bukan ?
Bung jangan melebarkan persoalan dulu, saya membuka sesi bagi Anda bertanya soal logika tulisan ini, bukan tentang kata MASUKAN itu sendiri.
Mari Bung...
@Windy: Alah Ndi... apalah arti seorang Donny Verdian dimatanya? Hanya debulah aku ;)
Masukan? Masukan apa, Bung? Aku bertanya.
@DVnDM: hmmm.... sebenernya sih gampang ajah... si dm ga mau lu salip urusan menarik perhatian perempuan.... iya bukaann.... gitu aja kok repottt....
@DM: Tidak cukup lengang Bung! Bagi motor mungkin bisa langsung menyalib, tapi aku berada di dalam mobil dan tidak bisa langsung begitu saja bagi kawanku yang menyetir menyalibnya harus menunggu motor-motor yang bejibun di depan melaju duluan
Kami menyalib dari sisi kanan dan aku berada di sisi kiri mobil yang dikendarai temanku sehingga cukup dekat bagiku untuk melihat dia dan ia melihat sedikit senyumku di balik kaca film...
Begitu kronologinya, Bung DM.
Sekali lagi terimakasih atas masukannya.
Kita lihat bersama: cukup lengang suasana jalan itu. Jadi kau menyalib dari arah mana? Kanan atau kiri?
@DM: Bung DM terimakasih atas komentarnya. Sesudah saya menjepret obyek yang berada di depan saya, saya tidak langsung menyalibnya perlu waktu beberapa saat untuk dapat menyalib karena kondisi jalan yang cukup ramai.
Dan pada saat saya hendak menyalib, kepala si cewek sedang menoleh di ke sisi kanan.. sesuatu yang kebetulan memang sudah tidak saya potret lagi.
Saya jadi berpikir, andai saja saya juga sempat memotret ketika ia menoleh ke kanan dan tersenyum ke arah saya... ya andai saja :)
Soalnya adalah: cermati lagi foto itu, Kawan. Saat kau memotretnya, kepala si cewek beradap di kiri kepala si cowok. Lalu kau menulis:
"...setelah sukses mengambil foto ini di perempatan Palbapang Bantul sana, aku pun menyalib dan memandangi sekali lagi pasangan bersepeda motor ini, lalu ketika sedang bersebelahan aku pun tersenyum menatap mereka dan mata si cewek pun liar mencari-cari ..."
Kamu menatap siapa? Si cewek yang dibonceng itu? Bagaimana mungkin? Posisi kepala si cewek ada di kiri kepala si cowok, Don.
Dengan bahasa tubuh seperti itu, sangat tidak mungkin si cowok di depan itu tidak merasakan ada seseorang menyusul dan menjejeri (apa bahasa Indonesianya menjejeri?) sembari tersenyum ke arah mereka... ;)
@Sawali: Betul dan akur, Pak Guru...
@Alwi: Hi Jiran, salam kenal juga!
@Mantan Kyai: Rematik? mungkin pula!
@DM: Saya hanya mencoba menjadi penulis yang jujur :)
Mungkin Don, si lelaki begitu sangat possesif-nya, sehingga ia tak ingin ada kendaraan lain yang berdekat-dekat pada cewek itu. Radiusnya mesti 5 meter kalau bisa.
Tapi Don, jujur saja nih: paragraf terakhir kok terasa hiperbola banget ya... Asli! Pure itu imajinasimu belaka! Yakin deh! ;)
atau mungkin si cewek emang mengidap rematik akut mas :D
Salam Kenal dari Malaysia
---------------------
Kalam Abu Musaddad
http://ibnismail.wordpress.com
waduh, kayak sudah ndak ada tempat lagi utk bermesraan, ya, mas donny, hehehe :lol: kuatnya rasa cinta, terlepas mereka suami-istri atau masih berpacaran, agaknya telah melupakan akal sehat, haks ...
@Windy: Idihh.. sante bos.. sante kayak dipante..:)
Loe nya aja yang iri karena laki loe udah ngga di Jakarta lagi jadi ngga bisa boncengan di atas Ninja :)
Kacian yang ditinggal ke Bali walo cuma buat maen PS doang ahuahuahua
iseng amat sih luw.... gini nih klo boss bentar lg jadi mantan... kaga ada kerjaannya...tp emang sih gw juga suka sebel bgt klo ada org boncengan kekepannya ga kira2 yang ada gw nya yg gerah ngeliatnya secara jakarta panas bgt tp mepeett ajah even di lampu merah sekalipun...

Ya! Sayalah Donny Verdian.
Hingga saat ini, setidaknya saya menetap di Sydney, NSW Australia, menjalani hidup dengan bahagia dan apa adanya. Saya hidup dalam dunia yang saya sendiri terkadang bingung untuk menyatakan dan mengenalinya.
Maka dari itu,saya tak gegabah untuk mengintisarikan keberadaan diri saya, lebih baik membaca/mengamati saja semua konten saya terutama pada kategori: Donny Verdian atau mengunjungi link partisipasi saya di beberapa social-community website di bawah ini:
Kalau Anda ingin menghubungi saya, silakan kirimkan email ke donny[at]verdian.net atau melalui akun YM: donnyverdian


Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.
Logo, desain halaman dan script situs web ini dibangun oleh Donny Verdian - Citraweb Nusa InfoMedia (2007) .
Ilustrasi dan ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Ardian Sukmaji (2007 - 2008), diinspirasi oleh Anjung Sakti (2005).
Foto hasil kreasi Ronny J. Dharma.
Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.
Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini.
Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.