Nirmana | January 28, 2008

Susu Setitik Memperbaiki Nila Sebelanga

Bosan dengan publikasi televisi kemarin yang hampir semuanya seragam melaporkan dari Cendana, Halim, Solo serta Astana GiriBangun ?
Nggak papa, hitung-hitung memberikan penghormatan terakhir, apa salahnya….
Lagipula, meski kalian bosan setidaknya ada hal yang patut disyukuri dari apa yang ada di televisi hari itu, adalah karena mendadak sinetron-sinetron yang biasa bertebaran di televisi itu menghilang sementara. Ya bagaimanapun kalau disuruh membanding-bandingkan, sinetron masih tetap acara yang menurutku paling memuakkan.

Lebih bersyukur dan beruntung lagi, malam tadi aku mendapatkan pesan dari salah seorang teman dekat tentang adanya link film-film di bawah ini. Film-film yang bercerita tentang penemuan makam massal yang diduga digunakan untuk mengubur jasad para korban “pembersihan” PKI.
Silakan menikmati. Itung-itung bisa jadi selingan bagi kebosanan Anda.

Semoga tidak membuat rusak susu sebelanga karena nila sebanyak dua titik di atas ya.
Eh… oh atau sebaliknya, tidak memperbaiki nila sebelanga hanya gara-gara susu yang jatuh satu – dua titik dalam satu-dua hari ini.
Salam Merdeka!

{ 9 comments… read them below or add one }

windy January 28, 2008 at 9:13 pm

bukan krn gw ada darah cendananya don…tp hati gw terlalu bersih buat nonton film serem model begituan jadi mendingan lu telp gw aja ceritain felemnya…ok

Reply

DM January 28, 2008 at 9:22 pm

Awalnya aku ngerasa eneg dengan serbuan program TV dalam 48 jam terakhir ini. Tapi begitu kau bilang: bahwa acara-acara itu bisa membuat sinetron sedikit terpending penayangannya, ah, betul juga. Ada hikmahnya… Huehehe!

Reply

windy January 28, 2008 at 9:29 pm

makanya pasang indovision…hare gene kok masih nonton tipi lokal…herann!

Reply

DM January 28, 2008 at 9:35 pm

Aduh, Windy… Gimana sih! Di Yogya mana ada… =))

Reply

Donny Verdian January 28, 2008 at 10:21 pm

@DM: Heh jangan ngawur kau! Jogja itu segala ada! Mulai dari raja yang paling baik di tanah jawa, kami punya! Presiden yang paling kontroversial yang pernah lahir juga tak jauh dari Jogja tanah lahirnya. Kalau cuma tv kabel, kami malah punya yang khusus dewasa! opo Tumon!!!!

Reply

DM January 28, 2008 at 10:54 pm

Hihihi… :D

Reply

wahyuhidayat January 29, 2008 at 1:35 am

sip bos pilemnya ….ga tau mana yang bener mana yang salah

yang pasti yang bener itu ga salah iya to….xxixixix

Reply

ndaru January 29, 2008 at 4:29 am

to mbak windy;

Banyak tv lokal yang program acaranya bagus dan menyentuh kearifan lokal.
Favorit saya adalah menonton “Inyong Siaran” di JogjaTV.
Berita lokal yang dibawakan dengan bahasa Ngapak – ngapak Banyumasan dan sekitarnya
Dan seabreg acara lokal lainnya

Lagipula kalau mbak windy nyetel tv luar terus, bisa – bisa melewatkan wawancara mas donny yang seperti di postingan sebelumnya. apa mbak windy ga nyesel?

Reply

Donny Verdian January 29, 2008 at 5:41 am

@ndaru: anjrit.. jawaban yang ajib!!!!! hidup ndaru, artis serba bisa… linux bisa, SunOS bisa, MacOS jago, Free BSD, tuhannya!

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: