<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang Seragam Korpri yang Lucu</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 23:22:06 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kunarso</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-8319</link>
		<dc:creator>Kunarso</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 07:38:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-8319</guid>
		<description>Mencermati Seragam Baru Korpri
Dari Perisai Garuda Tanpa Bintang sampai dengan Tata Letak Daun Berkarang
Oleh Ir Kunarso

TELAH dua kali baju seragam KORPRI mengalami perubahan, hal ini tak lepas dari keinginan organisasi pegawai ini untuk semakin mandiri, maju dan berkembang.

Perubahan pertama pada tahun sembilan puluhan, baju seragam KORPRI yang semula didominasi warna biru dengan gambar rumah di bawah pohon beringin diganti dengan gambar Punokawan yaitu tokoh wayang yang kerjaannya banyak bergurau, serta gambar monyet di hutan. Protes pun bermunculan, sehingga pencetakan kain seragam yang telah dikontrakkan ke Koperasi Batik di Jawa Tengah terpaksa dibatalkan. Koperasi pun dirugikan. Seragam KOPRI lama digunakan lagi. Kini kembali, baju seragam KORPRI mengalami perubahan. Tak jauh beda dengan perubahan yang pertama, perubahan yang kedua inipun mulai terdengar adanya berbagai komentar. Bahkan berita di berbagai media nusantara tak melewatkan tentang adanya reaksi terhadap pembuatan seragam KORPRI yang baru. Di Jawa, seorang Walikota marah karena untuk pembuatan seragam baru membebani anggota KORPRI dengan memotong gaji.

Menyoal Arti Gambar

Dari pengalaman yang cermat terhadap seragam KORPRI yang baru, tidak mustahil timbul berbagai pertanyaan mendasar tentang arti dan maksud gambar yang ada. Pertanyaan itu adalah wajar, karena sebagian anggota KORPRI masih memiliki jati diri dan tidak mudah untuk mau memakai simbol-simbol yang tidak dimengerti. Apalagi jika mengandung simbol yang bertentangan dengan hati nurani.

Apalagi adanya pergantian seragam ini tidak diawali dengan sosialisasi. Alangkah indahnya, jika rencana perubahan motif seragam didahului dengan menggali masukan dari anggota jika perlu diseminarkan dulu agar ada koreksi bila ada kekeliruan.

Perisai Tanpa Bintang

Apabila dicermati, yang terlihat dari seragam baru KORPRI yaitu adanya gambar Burung Garuda, daun-daunan dan garis saling menyilang.

Berbeda dengan Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia, perisai yang tergantung di leher Garuda pada seragam baru KORPRI ternyata kosong, tanpa ada gambarnya, baik bintang, beringin, kepala banteng, rantai maupun padi dan kapas yang sebelumnya dipahami sebagai simbol dari Pancasila. Belum ada penjelasan tentang hilangnya gambar yang menjadi simbol negara itu dari perisai Garuda seragam baru KORPRI, apakah memang demikian menurut keputusan, ataukah ada kesalahan di pencetakan. Mungkinkah hilangnya gambar itu karena diambil untuk menjadi lambang oleh berbagai Partai Peserta Pemilu 2004, atau memang KORPRI yang baru telah demikian berani untuk menyatakan bahwa lambang itu tidak perlu lagi sehingga merasa tidak peduli dan membiarkannya hilang dari dada anggota KORPRI.

Tentang hilangnya gambar bintang dari perisai Burung Garuda, bukan baru kali ini penulis jumpai. Pada tanggal 15 November tahun 2000, ketika Menhutbun saat itu Dr Nur Mahmudi Ismail berada di Gedung Kehutanan, jalan Kusuma Bangsa Samarinda menghadiri suatu acara, segenap undangan yang hadir sempat tertegun saat seorang peserta memberi informasi yang dinilai amat penting sebelum bertanya. Informasi yang disampaikan adalah bahwa pada saat MPR masih terus bersidang menyiapkan amandemen UUD tidak terkecuali membahas dengan hati-hati yang berkaitan dengan lambang negara, ternyata di daerah sudah jauh lebih maju seperti yang terlihat di belakang Bapak Menteri, lambang Burung Garuda itu tanpa bintang.

Bunga Liar Biasa di Belukar

Tentang gambar daun, belum juga ada penjelasan daun apa gerangan sehingga patut dibanggakan dan ditempel di seragam KORPRI untuk dipakai dan dibawa mondar-mandir oleh anggotanya. Alangkah baiknya apabila lambang daun yang dimaksud adalah lambang daun dari tumbuhan produktif dan bernilai tinggi. Jika demikian akan dapat menggambarkan keinginan organisasi ini agar anggotanya mempunyai jiwa yang mulia dan bermanfaat untuk kemajuan negeri. Sebaliknya apabila ternyata bahwa lambang daun itu adalah daun tumbuhan liar, maksimal manfaat yang diperoleh dalah sekadar hiasan penyejuk pemandangan jika dipindah di halaman depan rumah.

Jika memang tumbuhan ini yang dimaksud, lalu apa gerangan yang dibanggakan dan diambil motivasi sehingga perlu menempel terus di baju seragam KORPRI?

Dari tata letak daun, identifikasi suatu tanaman dapat dilakukan. Diketahui ada tumbuhan yang setiap buku batangnya hanya terdapat satu daun saja, ada tumbuhan yang setiap buku batangnya terdapat dua daun yang berhadapan dan ada pula tumbuhan yang setiap buku batangnya terdapat lebih dari dua daun.

Tumbuhan yang pada setiap buku batangnya hanya terhadap satu daun dikatakan bahwa tata letak daun yang demikian dinamakan tersebar (folio sparsa). Walaupun dinamakan tersebar, tetapi jika diteliti justru akan kita jumpai hal-hal yang sangat menarik, dan akan ternyata bahwa ada hal-hal yang bersifat beraturan. Dalam hal ini ada rumus daun, sudut divergensi dan deret Fibonacci. Pada berbagai tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, kadang-kadang kelihatan daun-daun yang duduk daunnya rapat berjejal-jejal, yaitu jika ruas batangnya amat pendek. Daun yang mempunyai susunan demikian disebut roset (rosula). Ada roset akar, yang berjejal di dekat tanah, misalnya pada lobak (Raphanus sativus L), dan ada roset batang yang rapat berjejal di ujung batang, misalnya pohon kelapa (Cocos nucifera L).

Tumbuhan yang pada setiap buku batangnya terdapat dua daun, letaknya berhadapan (terpisah dengan jarak sebesar 180 derajat) dinamakan tata letak daun berhadapan-bersilang (folio opposita), misalnya pada mengkudu (Morinda citrifolia L).

Sedangkan tumbuhan yang pada setiap bukunya terdapat lebih dari dua daun dinamakan tata letak daun berkarang (folio verticillata).

Gambar daun yang terdapat pada baju seragam KORPRI rupanya termasuk tata letak daun berkarang, yaitu pada satu buku batang terhadap lebihd ari dua helai daun, atau tepatnya ada empat helai daun. Daun tumbuhan apakah ada yang demikian, setelah penulis mencoba mencari ternyata tata letak daun yang demikian terdapat pada tumbuhan liar yang sering tumbuh di belukar, berbunga kuning, indah memang, tetapi banyak bergetah.

Dambakan KORPRI yang Lurus

Dambaan untuk menjadikan KORPRI dimasa depan menjadi organisasi mandiri yang bersih dan lurus terkandung dalam sambutan Presiden Megawati pada saat Hari Ulang Tahun KORPRI bulan Desember 2003 yang baru lalu. Diharapkan silang melintang perjalanan KORPRI dimasa lalu yang sering terbawa oleh arus politik saat itu, tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, karena jika terus demikian bukan saja merugikan anggotanya tetapi juga merugikan bangsa dan negara. Akan tetapi jika kembali mencermati seragam baru KORPRI, ternyata garis silang melintang amat sangat nyata mendominasi. Akankah suasana silang melintang nantinya masih mewarnai kelanjutan perjalanan KORPRI? Bolehlah kalau kita berharap agar hal itu tidak terjadi.(***)

pernah di postkan di Kaltim Post Jumat, 23 Januari 2004</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mencermati Seragam Baru Korpri<br />
Dari Perisai Garuda Tanpa Bintang sampai dengan Tata Letak Daun Berkarang<br />
Oleh Ir Kunarso</p>
<p>TELAH dua kali baju seragam KORPRI mengalami perubahan, hal ini tak lepas dari keinginan organisasi pegawai ini untuk semakin mandiri, maju dan berkembang.</p>
<p>Perubahan pertama pada tahun sembilan puluhan, baju seragam KORPRI yang semula didominasi warna biru dengan gambar rumah di bawah pohon beringin diganti dengan gambar Punokawan yaitu tokoh wayang yang kerjaannya banyak bergurau, serta gambar monyet di hutan. Protes pun bermunculan, sehingga pencetakan kain seragam yang telah dikontrakkan ke Koperasi Batik di Jawa Tengah terpaksa dibatalkan. Koperasi pun dirugikan. Seragam KOPRI lama digunakan lagi. Kini kembali, baju seragam KORPRI mengalami perubahan. Tak jauh beda dengan perubahan yang pertama, perubahan yang kedua inipun mulai terdengar adanya berbagai komentar. Bahkan berita di berbagai media nusantara tak melewatkan tentang adanya reaksi terhadap pembuatan seragam KORPRI yang baru. Di Jawa, seorang Walikota marah karena untuk pembuatan seragam baru membebani anggota KORPRI dengan memotong gaji.</p>
<p>Menyoal Arti Gambar</p>
<p>Dari pengalaman yang cermat terhadap seragam KORPRI yang baru, tidak mustahil timbul berbagai pertanyaan mendasar tentang arti dan maksud gambar yang ada. Pertanyaan itu adalah wajar, karena sebagian anggota KORPRI masih memiliki jati diri dan tidak mudah untuk mau memakai simbol-simbol yang tidak dimengerti. Apalagi jika mengandung simbol yang bertentangan dengan hati nurani.</p>
<p>Apalagi adanya pergantian seragam ini tidak diawali dengan sosialisasi. Alangkah indahnya, jika rencana perubahan motif seragam didahului dengan menggali masukan dari anggota jika perlu diseminarkan dulu agar ada koreksi bila ada kekeliruan.</p>
<p>Perisai Tanpa Bintang</p>
<p>Apabila dicermati, yang terlihat dari seragam baru KORPRI yaitu adanya gambar Burung Garuda, daun-daunan dan garis saling menyilang.</p>
<p>Berbeda dengan Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia, perisai yang tergantung di leher Garuda pada seragam baru KORPRI ternyata kosong, tanpa ada gambarnya, baik bintang, beringin, kepala banteng, rantai maupun padi dan kapas yang sebelumnya dipahami sebagai simbol dari Pancasila. Belum ada penjelasan tentang hilangnya gambar yang menjadi simbol negara itu dari perisai Garuda seragam baru KORPRI, apakah memang demikian menurut keputusan, ataukah ada kesalahan di pencetakan. Mungkinkah hilangnya gambar itu karena diambil untuk menjadi lambang oleh berbagai Partai Peserta Pemilu 2004, atau memang KORPRI yang baru telah demikian berani untuk menyatakan bahwa lambang itu tidak perlu lagi sehingga merasa tidak peduli dan membiarkannya hilang dari dada anggota KORPRI.</p>
<p>Tentang hilangnya gambar bintang dari perisai Burung Garuda, bukan baru kali ini penulis jumpai. Pada tanggal 15 November tahun 2000, ketika Menhutbun saat itu Dr Nur Mahmudi Ismail berada di Gedung Kehutanan, jalan Kusuma Bangsa Samarinda menghadiri suatu acara, segenap undangan yang hadir sempat tertegun saat seorang peserta memberi informasi yang dinilai amat penting sebelum bertanya. Informasi yang disampaikan adalah bahwa pada saat MPR masih terus bersidang menyiapkan amandemen UUD tidak terkecuali membahas dengan hati-hati yang berkaitan dengan lambang negara, ternyata di daerah sudah jauh lebih maju seperti yang terlihat di belakang Bapak Menteri, lambang Burung Garuda itu tanpa bintang.</p>
<p>Bunga Liar Biasa di Belukar</p>
<p>Tentang gambar daun, belum juga ada penjelasan daun apa gerangan sehingga patut dibanggakan dan ditempel di seragam KORPRI untuk dipakai dan dibawa mondar-mandir oleh anggotanya. Alangkah baiknya apabila lambang daun yang dimaksud adalah lambang daun dari tumbuhan produktif dan bernilai tinggi. Jika demikian akan dapat menggambarkan keinginan organisasi ini agar anggotanya mempunyai jiwa yang mulia dan bermanfaat untuk kemajuan negeri. Sebaliknya apabila ternyata bahwa lambang daun itu adalah daun tumbuhan liar, maksimal manfaat yang diperoleh dalah sekadar hiasan penyejuk pemandangan jika dipindah di halaman depan rumah.</p>
<p>Jika memang tumbuhan ini yang dimaksud, lalu apa gerangan yang dibanggakan dan diambil motivasi sehingga perlu menempel terus di baju seragam KORPRI?</p>
<p>Dari tata letak daun, identifikasi suatu tanaman dapat dilakukan. Diketahui ada tumbuhan yang setiap buku batangnya hanya terdapat satu daun saja, ada tumbuhan yang setiap buku batangnya terdapat dua daun yang berhadapan dan ada pula tumbuhan yang setiap buku batangnya terdapat lebih dari dua daun.</p>
<p>Tumbuhan yang pada setiap buku batangnya hanya terhadap satu daun dikatakan bahwa tata letak daun yang demikian dinamakan tersebar (folio sparsa). Walaupun dinamakan tersebar, tetapi jika diteliti justru akan kita jumpai hal-hal yang sangat menarik, dan akan ternyata bahwa ada hal-hal yang bersifat beraturan. Dalam hal ini ada rumus daun, sudut divergensi dan deret Fibonacci. Pada berbagai tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, kadang-kadang kelihatan daun-daun yang duduk daunnya rapat berjejal-jejal, yaitu jika ruas batangnya amat pendek. Daun yang mempunyai susunan demikian disebut roset (rosula). Ada roset akar, yang berjejal di dekat tanah, misalnya pada lobak (Raphanus sativus L), dan ada roset batang yang rapat berjejal di ujung batang, misalnya pohon kelapa (Cocos nucifera L).</p>
<p>Tumbuhan yang pada setiap buku batangnya terdapat dua daun, letaknya berhadapan (terpisah dengan jarak sebesar 180 derajat) dinamakan tata letak daun berhadapan-bersilang (folio opposita), misalnya pada mengkudu (Morinda citrifolia L).</p>
<p>Sedangkan tumbuhan yang pada setiap bukunya terdapat lebih dari dua daun dinamakan tata letak daun berkarang (folio verticillata).</p>
<p>Gambar daun yang terdapat pada baju seragam KORPRI rupanya termasuk tata letak daun berkarang, yaitu pada satu buku batang terhadap lebihd ari dua helai daun, atau tepatnya ada empat helai daun. Daun tumbuhan apakah ada yang demikian, setelah penulis mencoba mencari ternyata tata letak daun yang demikian terdapat pada tumbuhan liar yang sering tumbuh di belukar, berbunga kuning, indah memang, tetapi banyak bergetah.</p>
<p>Dambakan KORPRI yang Lurus</p>
<p>Dambaan untuk menjadikan KORPRI dimasa depan menjadi organisasi mandiri yang bersih dan lurus terkandung dalam sambutan Presiden Megawati pada saat Hari Ulang Tahun KORPRI bulan Desember 2003 yang baru lalu. Diharapkan silang melintang perjalanan KORPRI dimasa lalu yang sering terbawa oleh arus politik saat itu, tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, karena jika terus demikian bukan saja merugikan anggotanya tetapi juga merugikan bangsa dan negara. Akan tetapi jika kembali mencermati seragam baru KORPRI, ternyata garis silang melintang amat sangat nyata mendominasi. Akankah suasana silang melintang nantinya masih mewarnai kelanjutan perjalanan KORPRI? Bolehlah kalau kita berharap agar hal itu tidak terjadi.(***)</p>
<p>pernah di postkan di Kaltim Post Jumat, 23 Januari 2004</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nino</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-7842</link>
		<dc:creator>nino</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 11:56:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-7842</guid>
		<description>Emang...seragam Korpri yang baru norak abis, koq orang bodoh sih yang dipilih jadi desainernya.
PNS yang pakai seragam baru Korpri jadi tambah culun pakai seragam Korpri yang baru.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang&#8230;seragam Korpri yang baru norak abis, koq orang bodoh sih yang dipilih jadi desainernya.<br />
PNS yang pakai seragam baru Korpri jadi tambah culun pakai seragam Korpri yang baru.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muflih</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-2146</link>
		<dc:creator>Muflih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 05:06:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-2146</guid>
		<description>silakan join ke facebook group:
Save the Old Blue Batique Korpri...

dibandingkeun yang baru, baju korpri biru tu jadul lebih punya jiwa....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>silakan join ke facebook group:<br />
Save the Old Blue Batique Korpri&#8230;</p>
<p>dibandingkeun yang baru, baju korpri biru tu jadul lebih punya jiwa&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nedi</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-1727</link>
		<dc:creator>nedi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 01:53:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-1727</guid>
		<description>Luar biasa perhatian seorang anak abdi negara terhadap sebuah simbol abdi negara. Saya juga sangat menyukai motif seragam PNS yang lama, cukup memiliki wibawa.
Saya juga anak pensiunan PNS cukup peduli dengan keadaan keluarga besar PNS, untuk itu bagi teman-teman keluarga besar PNS tidak lama lagi kita akan mendeklarasikan HPPPNS-RI Himpunan Putra Putri Pensiunan &amp; Putra Putri Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia
Berdirinya organisasi tersebut agar keluarga besar PNS dapat menyatukan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan keluarga besar PNS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa perhatian seorang anak abdi negara terhadap sebuah simbol abdi negara. Saya juga sangat menyukai motif seragam PNS yang lama, cukup memiliki wibawa.<br />
Saya juga anak pensiunan PNS cukup peduli dengan keadaan keluarga besar PNS, untuk itu bagi teman-teman keluarga besar PNS tidak lama lagi kita akan mendeklarasikan HPPPNS-RI Himpunan Putra Putri Pensiunan &#038; Putra Putri Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia<br />
Berdirinya organisasi tersebut agar keluarga besar PNS dapat menyatukan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan keluarga besar PNS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DV</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-4395</link>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 01:53:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-4395</guid>
		<description>Selamat atas berdirinya HPPPNS-RI.
Kalau saya sih ndak tertarik, cukup diam di sini saja sambi melanjutkan kehidupan :)

Peacee!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat atas berdirinya HPPPNS-RI.<br />
Kalau saya sih ndak tertarik, cukup diam di sini saja sambi melanjutkan kehidupan <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Peacee!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ika</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-1515</link>
		<dc:creator>ika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 23:32:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-1515</guid>
		<description>kalo di amati emnag seragam baru korpri tidak ada wibawa nya sama sekali , karena disitu tidak ada lambang korpri nya,and menurut saya, dan gambar ya pun tidak mempunyai  akna jelas..mendingan ganti saja , dengan seragam yang dulu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo di amati emnag seragam baru korpri tidak ada wibawa nya sama sekali , karena disitu tidak ada lambang korpri nya,and menurut saya, dan gambar ya pun tidak mempunyai  akna jelas..mendingan ganti saja , dengan seragam yang dulu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DV</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-4287</link>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 23:32:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-4287</guid>
		<description>Hehehe, kalo menurut saya, baju Korpri yang sekarang ini udah tercampur sedikit budaya pop, terlihat dari warna2 cerahnya.. bagus sih sebenarnya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe, kalo menurut saya, baju Korpri yang sekarang ini udah tercampur sedikit budaya pop, terlihat dari warna2 cerahnya.. bagus sih sebenarnya <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taktiku</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-1178</link>
		<dc:creator>Taktiku</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 07:35:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-1178</guid>
		<description>hehe.. ada sponsornya sgala ya... di bagian bawah... pasti banyak di kinjungi tuh websitenya. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe.. ada sponsornya sgala ya&#8230; di bagian bawah&#8230; pasti banyak di kinjungi tuh websitenya. <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-1174</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 07:19:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-1174</guid>
		<description>Saya baru saja lepas dari seragam tsb karena pensiun....tapi setelah tahun 1998, upacara tak selalu setiap tanggal 17, hanya pada tanggal penting. Dan dikantorku, upacara tetap berjalan, tapi pake seragam corporate....pakai blouse/hem putih lengan panjang...jika staf ke atas berdasi, dan setingkat Deputy General Manager ke atas pakai jas...akibatnya panas banget (jadi malah sering sembunyi ikutan upacara di tempat staf saja...lha panas-panas kok pake blazer....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru saja lepas dari seragam tsb karena pensiun&#8230;.tapi setelah tahun 1998, upacara tak selalu setiap tanggal 17, hanya pada tanggal penting. Dan dikantorku, upacara tetap berjalan, tapi pake seragam corporate&#8230;.pakai blouse/hem putih lengan panjang&#8230;jika staf ke atas berdasi, dan setingkat Deputy General Manager ke atas pakai jas&#8230;akibatnya panas banget (jadi malah sering sembunyi ikutan upacara di tempat staf saja&#8230;lha panas-panas kok pake blazer&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edy singo </title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/08/13/tentang-seragam-korpriyang-lucu.html/comment-page-1#comment-1171</link>
		<dc:creator>edy singo </dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 00:19:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=204#comment-1171</guid>
		<description>aku PNS .. tapi terus terang aku nggak punya baju KORPRI yang seperti sekarang
Kalo upacara ya kita pake baju putih dan celana gelap ..

salam dahsyat,
JB90</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku PNS .. tapi terus terang aku nggak punya baju KORPRI yang seperti sekarang<br />
Kalo upacara ya kita pake baju putih dan celana gelap ..</p>
<p>salam dahsyat,<br />
JB90</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

