November 2008

Aku

Antara Anjing, Gitar dan Tunggonono

Diantara banyak hal yang ada di dunia ini, banyak diantaranya bisa membuatku sangat-sangat tertarik. Dan dua diantaranya adalah anjing dan musik. Semenjak memelihara Pluto dan Ellen di Klaten serta di sini aku bertemu Simba, boleh dibilang aku sangat dekat dengan anjing peliharaan. Sungguh sebenarnya kalau dipikir-pikir hal ini lucu juga karena jauh sebelum itu semua ...more →

17 comments
Aku

Hadiah yang Menyebalkan

Hidup di Australia, aku semakin diperlihatkan pada cara berpakaian penduduk sini yang cuek bebek. Mereka sama sekali tak mempedulikan apa komentar orang sekitar pokoknya selama itu tidak merugikan orang lain dan menyenangkan hatinya, go for it! Terlebih saat summer seperti ini, wah yang namanya mata, terutama lelaki, harusnya dipasangi kacamata kuda kalau ndak mau nolah-noleh ...more →

23 comments
Aku

Anjiiii… Eh Kepiting!

Ada pelajaran yang cukup menarik yang kudapat hari itu, Selasa, 11 November 2008. Dulu, aku memiliki ritual yang unik. Setiap pagi, aku tak pernah bisa mandi dengan nyaman kalau belum buang air besar (BAB), dan BAB yang belum tuntas sangatlah menyebalkan! Moodku bisa rusak seharian karena rasa tak enak pada perut dan akhir-akhirnya buang gas ...more →

17 comments
Aku

Rindu Lewat Sepucuk Amplop

Hari Senin, 10 November 2008, aku tak berniat pergi kemana-mana. Selain jadwal kerja proyek yang semakin mepet untuk dikebut penyelesaiannya, aku juga menunggu kabar kiriman paket dari Citra, adikku, yang berisi dokumen-dokumen pendukung untuk penyelesaian urusan visa tinggal dan bekerja di sini. Maka, setelah melepas istriku berangkat kerja aku langsung menghidupkan Powerbook dan asyik bekerja ...more →

14 comments
Aku

Saint Patrick

Yang terkadang membuat aku begitu tertarik untuk melihat tata arsitektur bangunan pada sebuah kota adalah bagaimana bentuk gerejanya. Ini semata-mata bukan karena aku adalah seorang pemeluk Katolik, tapi lebih karena bagiku gereja adalah bangunan yang biasanya sudah terlebih dahulu ada ketimbang bangunan lainnya. Tentu pernyataan ini juga tak berlaku bagi semua tempat, tapi di beberapa ...more →

13 comments
Aku

Welcome Home My Blackberry Bold

Weekend nggak weekend, untuk seorang yang belum mendapatkan pekerjaan seperti aku sebenarnya sama saja. Tapi meski demikian satu hal yang membedakan adalah karena pada weekend, istriku libur bekerja dan kami bisa menghabiskan hari bersama-sama sejenak. Ada banyak hal yang harus kami lakukan pada hari itu, Sabtu 8 November 2008 yang juga adalah hari ke delapanku ...more →

23 comments
Aku

Main Musik Lagi, Pelayanan Lagi

Sewaktu aku memutuskan untuk membawa dua buah gitar dari beberapa yang kukoleksi di Indonesia sana, Mamaku sempat bertanya kenapa tidak satu saja yang dibawa. Tapi setelah kujelaskan bahwa aku harus membawa dua untuk keperluan pelayanan di Australia, dia pun ngeh dan mendukung-dukung saja meski tetap bertanya-tanya apa nanti ndak mberat-mberati bagasi dan ongkos. Pada awalnya, ...more →

10 comments
Aku

Mulai Kerasan di Hari Keenam

Akhirnya aku percaya bahwa “kerasan” itu adalah soal tahapan, soal proses yang nggak akan pernah kita bisa ukur pada titik-titik dan saat-saat tertentu saja. Bisa jadi hari ini kalian bilang krasan di kantor baru tapi besoknya sudah mulai eneg dan mau muntah setiap melihat gedung kantor kalian. Kalaupun ada orang yang bilang bahwa ia sudah ...more →

20 comments
Aku

Bertemu William Pramana

Akhirnya, seorang WILLIAM PRAMANA, dikirim Tuhan untuk menjadi temanku, yang bukan kukenal lewat Joyce, yang pertama-tama kali bertemu denganku di tanah yang baru ini. Kukatakan sebagai teman yang kukenal bukan lewat Joyce karena melalui istriku akupun telah dikenalkan oleh banyak kawan yang menyenangkan sebelumnya. Kami berjanji untuk bertemu sekitar pukul 3.30 pm di Dymocks, Westfield, ...more →

13 comments
Aku

Berkaca dari Sulur-Sulur Tarzan

Waktu kecil dulu, aku sering berpikir kenapa Tarzan yang di film-film itu selalu menemukan sulur-sulur yang baru kemanapun ia mengayunkan tubuhnya. Ia seperti tak pernah kehabisan sulur baru untuk menggelanyut dan bekoar “Auououo.” Waktu aku sudah cukup besar, pada akhirnya aku memahami kisah Tarzan itu sebagai satu bentuk kebesaran Tuhan. Manusia itu seperti Tarzan. Sehebat ...more →

13 comments