Cetusan | March 3, 2009

Dosa

Beberapa waktu yang lalu, pada sebuah kesempatan berkumpul dan mengatasnamakan kegiatan rohani keagamaan, salah seorang tetua yang tak bisa kusebutkan namanya bahkan kuidentifikasikan jenisnya di sini, ber-sharing begini:

“Saya paling nggak suka kalau dibilang dosa! Dosa itu cuma Tuhan yang berhak ngomong!
Coba kita belajar sama bule-bule di sini! Mereka paling cuma ngomong “Its not good!” dan anti bilang “Dosa!”

Sebagai orang yang telah dilatih menjadi MUNAFIK sejati, akupun manggut-manggut munafik!
Tapi dalam hati aku bilang “Munyuk!”

Bagiku, temanku itu sungguh teramat sangat hmmm… kurang pintar, pandir tepatnya :)
Yang pertama, ia membagikan cerita yang sama sekali pointless, menurutku.
Ia bicara soal dosa, suatu predikat yang sangat memiliki relativitas tingkat tinggi!
Orang bisa bilang “dosa” ke orang lain dan sebaliknya juga!
Orang bisa bilang “Kamu dosa melakukan persetubuhan itu!” Dan orang yang dituduh dosa bisa balik bilang “Kamu juga dosa sudah menuduh aku berdosa!”

Yang kedua, ketika ia bilang bahwa “hanya Tuhan yang berhak ngomong” itu sama artinya bahwa ia membuat sesuatu jadi tidak mungkin! Secara harafiah aku akan selalu bertanya “Oh ya? Tuhan kalau ngomong pake bahasa apa? Biar aku ikut kursusnya dulu!”
Lalu pasti dia menjawab “Oh, Tuhan ngomong lewat kehidupan sehari-hari!”
Dan aku akan balas menjawab “Oh.. gitu, jadi Tuhan juga ngomong lewat perselingkuhanmu?”
Dan dia pasti akan terdiam dan menyingkir!
Please, ada satu aras yang sama dimana kita bisa bicara, logika!

Yang ketiga, membandingkan orang Indonesia dengan bule termasuk menyertakan bahasanya adalah sesuatu yang jauh dari benar!
Dulu aku suka bingung kenapa ABG luar negeri sering bilang “Youre rock!!!” untuk bilang bahwa “Kamu hebat!”
Kamu tahu kenapa aku bingung, karena apa benar hebat itu adalah “batu” karena rock berarti “batu” bukan ?
Aku dulu pernah bermimpi punya pacar bule dan ia bilang “Dont drive me crazy!” lantas gimana mengartikannya?
“Jangan menyetiri aku gila!” Begitu?
Lantas kalau ada orang bilang “Its not good” dan kamu bilang bahwa bule itu baik karena nggak bilangin kamu “You re sinner!” woalahhh, kan artinya kurang lebih sama bagi mereka?

Entahlah…
Aku yang semakin menjadi gila, atau memang orang-orang disekitarku yang banyak menjadi “sakit” karena agama?

{ 22 comments… read them below or add one }

Chandra March 3, 2009 at 5:17 pm

Ngeri juga ngobrol ma lu, Don!
Ntar jikalau apabila kita tidak sepaham, gue dibilang “Munyuk” lagi…ih, ogah! Mending unyil deh…

Reply

LC pianist March 3, 2009 at 5:58 pm

itu harusnya YOU ROCK, instead of Youre Rock.. jd bener maksudnya.. kau hebat, bukan kau adalah batu.. heuehehe.. its slang, koh.. :P

trus..tetua ? wah..siapa itu ?? *jd nginget2 satu persatu tetua2 itu..*

Reply

Dewi March 3, 2009 at 6:54 pm

sangat menarik…tapi bagiku agama dan tetek bengeknya adalah suatu yang benar-benar pribadi…benar, relativitasnya tingkat tinggi..
Maka agama hanya urusan antara aku dan Tuhanku..

Reply

kris March 3, 2009 at 7:57 pm

kayaknya itu pinter2nya orang membolak-balik kata. kalau kamu belajar bahasa (linguistik dan semua hal yg berkaitan dengannya), kamu akan lebih tahu :)

Reply

edratna March 3, 2009 at 8:58 pm

Dosa bisa diartikan karena: melanggar aturan agama, atau melakukan perbuatan salah. Jika melakukan perbuatan salah, kita bisa melihat hukum yang mengaturnya, dan pada saat itu kita berada di negara mana, dan tunduk pada hukum apa.

Cuma dalam pergaulan sehari-hari, kadang kita bergurau…”Ehh dosa lu…”
Sama seperti ucapan….”You are rock” …kedua istilah tadi mengikuti perkembangan zaman, terutama bahasa gaul, yang mudah berubah-ubah.

Reply

yessy muchtar March 3, 2009 at 10:18 pm

Aku setuju..urusan agama/kepercayaan memiliki hak pribadi tertinggi..dan tidak bisa dibandingkan.

Tapi gue juga setuju sama Chandra..kok gue jadi serem ngobrol sama elo ya Don…entar salah salah lo panggil gue “munyuk”…entar gue marah!..berantem lagi!…gituh??..CABE DEEEE!

PS ”

Hari ini gue masuk kantor setengah hari…hiks..Tangguh belum pulih benar ni…

Reply

imoe March 5, 2009 at 6:11 am

hahahahaha berat banget niy bahasannya…mempertanyakan tuhan, dosa, pahal, syurga, neraka, dan sejenisnya…habisnya abstrak siy….

Reply

Yoga March 5, 2009 at 9:35 am

Saking jarangnya kolega bule ku menyebut kata “sin”, aku jadi berpikir, yang bisa nyebut kata itu cuma pendeta-pendeta mereka, dan aku tahunya dari film-film.

Asli dalam banget isi tulisanmu ini dan kamu meringkasnya dengan cemerlang.

Reply

DV March 5, 2009 at 9:35 am

Makasih Yog…

Reply

Dony Alfan March 5, 2009 at 1:23 pm

Yeah, ini cuman soal istilah aja kali ye? Mumet berkata-kata :D

Reply

DV March 5, 2009 at 1:23 pm

Inggih Pakde, tapi lucunya banyak orang ribet dan bertengkar cuma gara-gara istilah gini :)

Reply

mascayo March 5, 2009 at 5:10 pm

“Sebagai orang yang telah dilatih menjadi MUNAFIK sejati” … Ahahaha .. kesindir gue nih .. kesindir!

Reply

DV March 5, 2009 at 5:10 pm

Hahahahaha, nggak ada yang nggak munafik kecuali Gusti Allah, mas :)

Reply

Jamal eL Ahdi March 17, 2009 at 5:43 am

Dosa = Pelanggaran yah versi hukum manusia dan versi hukum tuhan.

Biarkanlah masing2 menyebut apa saja,tinggal kita nikmati saja.

Reply

DV March 17, 2009 at 5:43 am

Yuk, mareeeee!

Reply

Arie March 18, 2009 at 1:08 am

Ya begitulah manusia, kadang suka “kemajon”.

-orang-orang disekitar anda yang banyak menjadi “sakit” karena agama-

Reply

ndaru March 19, 2009 at 1:11 pm

tapi mas don seharusnya bersyukur masih ada orang yang sanggup(?) berbicara tentang dosa, sekalipun itu terucap dari mulut seorang yang pandir. benar begitu? :)

Reply

DV March 19, 2009 at 1:11 pm

benar begitu, begitu benar!

Reply

nady March 19, 2009 at 7:39 pm

ada baiknya kata dosa memang tidak lagi digunakan dan lebih baik kata buruk atau tidak baik digunakan, sebab kata dosa, seperti juga ungkapan kafir terhadap seseorang memiliki dimensi berbeda antar tiap orang, apalagi untuk negara yang prural, kata dosa dan kafir sering menimbulkan pertikaian karena landasannya bias, maka biarlah tuhan saja yang menilai untuk dosa atau kafirnya seseorang. … peace.

Reply

DV March 19, 2009 at 7:39 pm

Betul, aku sangat setuju..
tapi lebih setuju kalau dosa dihilangkan dari perbendaharaan kata maka semua kata yang merujuk pada sesuatu “yang tidak baik” pun juga harus demikian, biar adil kan?

Reply

genthokelir March 21, 2009 at 10:03 am

wah wah sampean ki mulai memainkan filosofi bahasa mas hahaha
aku sendiri malahan tambah bingung bar moco tulisan sampean iki mas
opo iyo yah dosa itu ada hahahaha
coba kalo dosa itu berakibat menjadi benjolan di kepala atau tubuh mungkin aku benjol benjol banget yah mas hahahaha

Reply

DV March 21, 2009 at 10:03 am

hahahaha sebaliknya Mas, dosa itu ada nggak ya? kok kita nggak benjol2 dibuatnya hahaha mari kita berbuat dosa nek dosa itu beneran ndak ada :)

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: