Tustel | August 20, 2009

Menyaksikan Disney on Ice

Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar.
Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.


DisneyonIce

Cara termudah bagiku untuk menilai sebuah pertunjukan itu menarik atau tidak adalah sebagai berikut:

Jika aku merasakan pertunjukan berjalan begitu lambat, maka itu pertanda pertunjukan yang tak menarik dan sebaliknya, jika belum apa-apa kok rasa-rasanya sudah selesai padahal sudah 2 jam pertunjukan berjalan itu berarti pertunjukan yang menarik.

Beberapa waktu lalu, bersama istri, janin yang dikandungnya, serta ibu mertua, aku menonton pertunjukan Disney on Ice di Acer Arena. Kukatakan “janin yang dikandungnya” bukan semata-mata karena aku ingin mengabarkan bahwa istriku sedang hamil anak pertama, tapi lebih dari itu karena ketika sampai di halaman parkirnya aku terkesiap dan berujar, “Loh, kok yang nonton anak-anak semua dan cuma kita yang orang-orang dewasa datang tanpa anak?” dan istriku menjawab “Ah, kan kita datang berempat bukannya bertiga!”
Dan sejak saat itu aku merasa bahwa kami bertiga yang gerang-gerang ini pada kenyataannya juga datang bersama anak kami yang masih ada di dalam kandungan istriku.

DisneyonIce

Disney on Ice menyuguhkan para tokoh yang sebelumnya sudah begitu banyak dikenal lewat film-film produksi Disney dalam format opera lip-synch dengan penekanan pada gerak yang menawan: menari-nari dan berformasi di atas panggung yang adalah paparan es berukuran sekitar 40 x 100 meter.

Ada begitu banyak sisi yang menarik dari pertunjukan itu. Namun, yang bisa kuceritakan di sini salah satunya adalah kepiawaian tim produksi yang mampu merangkai cerita dengan latar belakang serta karakter penokohan yang berbeda selama pertunjukan dengan begitu halus dan brillian.

DisneyonIce

Kalian bisa bayangkan, dari cerita Aladin dan lampu ajaibnya yang digeber selama 15 menit, tiba-tiba bisa nyambung ke kisah Little Mermaid dan pasukan bawah lautnya. Proses penyambungannya sendiri berjalan dengan sangat mulus, hanya ditengarai dengan lampu yang diredupkan sedikit (tak semua) dan pergeseran properti dari si Aladin ke Little Mermaid dengan cepat lalu tiba-tiba ketika lampu telah terang benderang kembali, kita telah diajak untuk menyimak kisah si Mermaid dan meninggalkan Aladin layaknya membuka lembaran buku yang baru.

DisneyonIce

Selain itu, yang juga tak kalah menariknya adalah respon para penonton yang didominasi anak-anak.
Yah, namanya juga anak-anak, kalau ada apa-apa sedikit sudah teriak, sudah tertawa terpingkal-pingkal dan lucunya ketika ada sebagian anak yang diberi kesempatan untuk menaiki model perahu-perahuan ke atas panggung, yang lain tak sungkan menangis dan menarik-narik baju ibu bapaknya supaya ia juga bisa diperkenankan menaiki perahu.

DisneyonIce

Dan ekspresi mereka adalah ekspresi kemerdekaan dalam berapresiasi.
Sesuatu yang barangkali jauh lebih mahal ketimbang harga tiket yang siang itu dibandrol hingga 39 AUD saja.
Karena apa… karena, coba kalian bayangkan kisah teriak-teriak mereka itu dengan teriak-teriak dalam arti rintihan ketakutan yang sesungguhnya yang dialami anak sepantaran mereka nun jauh di Afrika, Timur Tengah dan beberapa negara miskin di Asia.

DisneyonIce

Anak-anak di Irak, Afganistan hingga Palestina misalnya… mereka bahkan mungkin belum sempat akrab dengan pahlawan-pahlawan Disney. Mereka barangkali hanya bisa menemukan gambar Donald Bebek, Aladin serta Mickey Mouse dari remah-remah kertas yang ditemukannya di bekas tempat pendirian barak tentara Amerika dan sekutunya; sesuatu yang barangkali dulunya dipakai sebagai kertas surat anak-anak tentara yang dikirimkan kepada ayahnya dan lantas karena usai berperang dan barak dirubuhkan kertas itu tak sempat terbawa, teringgal.

DisneyonIce

Mereka, anak-anak penerus generasi di Afganistan, Irak dan Palestina itu barangkali juga lebih akrab dengan bom roket yang meluluhlantakkan kampungnya, biji peluru yang menembus lengan kanannya atau sesosok tubuh tak bernyawa yang hangus sebagian yang bahkan kemarin pagi masih bisa dipanggilnya sebagai Ibu; sosok yang melahirkannya dulu.

Ah sudahlah…
Aku tahu kalian sudah mulai kecewa dengan akhir tulisan yang tiba-tiba kehilangan mood ceria seperti ini…
Aku tahu…

{ 36 comments… read them below or add one }

MisterWho August 21, 2009 at 5:22 pm

Kok kelihatane bagus ya dan tokoh yg dipertunjukkan macam2x. Aku dulu lihat yg Nemo dan krg bergitu bagus menurutku.
Tapi tiap taon mereka temanya ganti2x…

Reply

DV August 21, 2009 at 5:22 pm

Thanks, Bud. Piye kabarmu? :)

Reply

Chandra August 21, 2009 at 6:02 pm

Jadi…
Cewe apa cowo, Don?

Reply

DV August 21, 2009 at 6:02 pm

Lom tau, awal september baru di USG lagi :) Apa aja yang penting sehat :)

Reply

narpen August 22, 2009 at 12:53 am

Hai Mr. Moody :p
kok bisa tiba2 berubah mood dalam satu postingan..? tapi memang ironi sih ya..
heuu.. -terbawa mood postingan-
Btw emang disney cenderung buat anak2 lagi bang.. udah ntn film-nya yg UP belum? suka bgt.. ^___^

Reply

DV August 22, 2009 at 12:53 am

Hihihi entahlah, tapi memang sejak pertama kali datang ke acara itu aku terjebak dalam mengkomparasi antara keceriaan anak2 itu dengan nestapa anak-anak di belahan dunia lainnya.

Reply

genthokelir August 22, 2009 at 12:15 pm

peringatan pertama tidak berlaku untuk genthokelir gunung hotspot wakakaka
semua foto dan cerita terlihat secara utuh di sini
kok endingnya tukang postingnya nggak moood kenapa apa kerasa……. wakakakaka

Reply

DV August 22, 2009 at 12:15 pm

Hahahahaha, Gunung Kelir memang pengecualian, Mas Totok.

Pripun kabare? Sae kemawon tho? :)

Reply

Tuti Nonka August 22, 2009 at 6:12 pm

Satu : seperti biasa, fotonya alamaak! …
Dua : selamat atas kehadiran calon bayi yang masih dalam kandungan Mbak Joyce :)
Tiga : tentang anak-anak afganishtan, palestina, dll itu … kita benar-benar hanya bisa menangis …

Reply

DV August 22, 2009 at 6:12 pm

Satu: makasih!
Dua: makasih lagi (plus mohon doanya, Bu)
Tiga: jangan hanya menangis, Bu, setidaknya tuliskanlah, doakanlah :) )

Sugeng siyam, Bu!

Reply

arham August 23, 2009 at 10:53 am

mas saya mulai berpikir Blog ini mau dimasukan photoblog untuk PB yah :D

Reply

DV August 23, 2009 at 10:53 am

Ah, nggak juga:)
Saya cuma memasukkan ke lomba Blog kategori Umum aja, mas.. lom berani untuk masuk ke photoblog :) Masih belajar hehehe :)

Reply

Riris E August 23, 2009 at 7:46 pm

1. untuk photo..i just wanna say,”Alamak!”
2. Tulisannya : keren ban get..hehehe
3. Joyce : Jaga kesehatan ya
Salam.

Reply

DV August 23, 2009 at 7:46 pm

Kirain kamu mau nyanyiin lagunya Melly, I just wanna say i love you xixixixixix!

Reply

edratna August 23, 2009 at 8:22 pm

Fotomu indah Don…bener juga, mungkin bisa diikutkan lomba foto blog.

Don, terasa betapa engkau terbawa perasaan, dari membayangkan anakmu ikut menonton, betapa menyenangkan antusias anak-anak menonton pertunjukan (justru itulah sejak anak-anak kecil saya suka mengajak nonton film, juga pertunjukan seperti “Holiday on Ice”, atau yang lain-lain). Dan kebahagiaan itu, juga membawa pikiranmu terbang ke anak-anak yang tak beruntung.
Don, engkau dikaruniai hati yang tulus dan bersih, semoga engkau berhasil sehingga suatu ketika makin banyak yang bisa kau lakukan pada anak-anak yang kurang beruntung.

Jaga Joice baik-baik ya, selama hamil, sifat ayah ibunya serta perilakunya, yang kata orang Jawa, akan berpengaruh pada anak. Tanyakan si bungsu, perdebatanku dengan ayahnya, yang diawali saat hamil si bungsu…hehehe

Reply

DV August 23, 2009 at 8:22 pm

Makasih, Bu.
Nyuwun pangestu untuk kehamilannya Joyce, Bu. Semoga Joyce diberi kekuatan dan kesehatan, anak saya diberi kelengkapan hidup dan kesehatan dan saya sendiri pinansah diparingi rejeki kagem ngrejekeni keluarga :)

Reply

kris August 23, 2009 at 10:01 pm

Hore, akhirnya bisa buka postinganmu yg penuh foto ini! Nice pictures, Don! Keren deh!

Reply

DV August 23, 2009 at 10:01 pm

Thanks, Kris :)

Reply

vizon August 23, 2009 at 10:19 pm

terasa sekali kalau dirimu memiliki sensifitas yang sangat tinggi terhadap anak-anak Don… dari cerita soal pertunjukan, tiba-tiba berubah menjadi luapan emosional tentang nasib para bocah itu… its great my brother, I like it!

Reply

DV August 23, 2009 at 10:19 pm

Thanks, Brotha!
Selamat berpuasa…

Reply

p u a k™ August 24, 2009 at 7:55 am

dih, ini pasti kameranya yang bagus.. bukan jari yang nge-klik. Pisssss….! :D
(orang sirik, boleh dong komen apa saja)

Reply

DV August 24, 2009 at 7:55 am

Weksss :) ) Loe si sirik, gw cowoknya Juwita :) Hihihihi!

Reply

sawali tuhusetya August 24, 2009 at 4:13 pm

walah, saya malah suka ending tulisannya yang reflektif seperti itu, mas don. sunggiuh beruntung mas donny bisa langsung menyaksikan pertunjukan Disney on Ice. hmm … mantab toh!

Reply

DV August 24, 2009 at 4:13 pm

Wah Pak Sawali saya amat2i akhir-akhir ini semakin meninggalkan trend haks dan beralih ke Mantab toh.. Kayak Mbah Surip haks!

Reply

femi August 25, 2009 at 1:36 am

eh ya kalo ending-nya gitu malah bagus tuh :D

berarti mood yang gak pas juga ok buat ditulis hehehehe…

sayang aku blom bisa liat disney on ice di sini… ntar aja kalo dah di jkt lagi :D

Reply

DV August 25, 2009 at 1:36 am

Makasih :) Iya, smoga Disney on Ice mampir ke Jakarta lagi dan menghadirkan hiburan rakyat yang murah :)

Reply

Eka Situmorang-Sir August 25, 2009 at 2:36 am

Heeem… kirain tadinya bener2 mo deskriptif soal pertunjukkannya, ternyata jadi reflektif (bukan pijat refleksi lho :p) hehehe

Cantik mas.. setuju kata bu enny… ikutan lomba foto blog yah…

Reply

DV August 25, 2009 at 2:36 am

Aih, makasih…

Reply

arikaka August 25, 2009 at 11:35 am

bakalan ada d Indonesia ga ya tuh..???

oya mas, semoga anaknya lahir dengan sehat dan selamat sama ibunya juga…
amin…

Reply

DV August 25, 2009 at 11:35 am

Katanya dulu awal 90an pernah datang ke Indonesia dan main di Istora Jakarta.
Makasih doanya, Mas Arikaka

Reply

tanti August 25, 2009 at 5:47 pm

Disney memang amazing. Meskipun ngefans-nya udah sejak kecil dulu, aku bersyukur sempat menyaksikan pertunjukannya setelah puluhan tahun kemudian.. hehe..

Selamat buat kalian berdua ya, dikaruniai anugerah yang sangat mulia. Salam !

Reply

DV August 25, 2009 at 5:47 pm

Makasih doanya….
Btw kamu seperti istriku, meski sudah dewasa tetap suka Disney…

Reply

Ikkyu_san a.k.a imelda August 26, 2009 at 4:51 pm

figure skating tanpa cerita saja sudah indah, apalagi kalau dikemas dengan cerita Disney. Disney stories memang abadi, akupun selalu suka cerita disney, sampai sekarang, meskipun aku tidak pernah memimpikan untuk menjadi disney princess (dan benci sekali melihat anak perempuan yang didandani ala putri-putri Disney hihihi). Cerita disney untuk dinikmati bukan untuk dijadikan pedoman hidup. Meskipun itu sah sah saja. (Tiap orang punya pendapatnya sendiri kan?)

Orang hamil memang harus banyak melihat yang indah-indah. Semoga kehamilan Joyce lancar ya Don.

EM

Reply

DV August 26, 2009 at 4:51 pm

Makasih doanya, Imel….

Reply

zulhaq August 27, 2009 at 1:15 am

benar2 menggambarkan penantian kelahiran si kecil. catatan anak2, coretan disney, seakan tuangan perasaan akan kehadiran bayi mungil :)

semoga semuanya lancar ya om :)

Reply

DV August 27, 2009 at 1:15 am

Thanks doa2nya, Mas!

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: