Cetusan | August 30, 2009

Seberapa Malaskah Kalian?

Menilai tingkat kemalasan seseorang itu bagiku mudah.
Hitung saja dari berapa pasang percakapan yang terjadi sampai akhirnya mentok di kata “Repot” atau “Malas ah!” atau “Takut!” atau kata-kata lain yang senafas dengannya.

Orang Males Tingkat Satu

Orang 1: “Kamu besok sore datang ke acara kerja bhakti kampung, tho?”
Orang 2: “Nggak ah, repot!”

Orang 2 adalah penderita malas repot tingkat satu karena hanya dengan satu pertanyaan/ajakan langsung berucap “repot”.
Tingkat ini adalah yang paling akut!

Orang Males Tingkat Dua

Orang 1: “Kamu mau bantu aku ngangkatin meja ini supaya kita bisa makan malam bersama-sama?”
Orang 2: “Bentar ya, nanti pasti kubantu tapi… tapi bentar ya…”
Orang 1: “Woi, itu masakan sudah matang bentar lagi dituang dan kita semua makan! Nggak bisa ninggalin game-mu sebentar untuk bantu ngangkat meja ini?”
Orang 2: “Aduh! Kenapa yang nggak lain sih? Repot amat? Ntar gw makan sendiri aja deh!” *sigh*

Orang 2 adalah pemalas tingkat dua karena dalam dua kali pertanyaan/ajakan langsung berucap “repot”

Orang Males Tingkat X
Bayangkanlah sendiri orang malas pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi dari dua tingkat yang kulukiskan di atas cukup dengan membayangkan percakapan dan menghitung berapa banyak pertanyaan/ajakan yang dilancarkan si penanya/pengajak sampai si terdakwa bilang “Repot” atau “Malas”.

Bajaj Pemalas
Diluar tingkatan-tingkatan orang repot seperti di atas, bagiku Bajaj Pemalas adalah tingkatan tersendiri .
Hah? Apa itu Bajaj Pemalas? Sssstttt, tunggu, baca dulu kilasan percakapan berikut ini:

Orang 1: “Kamu ada waktu? Aku perlu bantuanmu untuk menelpon Penyedia Gas karena gas kita habis.”
Orang 2: “Kenapa bukan kamu? Aku kan sibuk kalau di kantor!”
Orang 1: “Ah, aku kan juga sibuk, lagipula sejak kapan kamu sibuk di kantor? Kamu kan sering cerita kalau kamu lebih banyak ber-FB an ketimbang bekerja?”
Orang 2: “Eh, please deh ya! Eike emang sering FB tapi eike kalau pas kerja beneran ya kerja beneran nggak kayak elo!”

Dan waktu pun berlalu, hari pun berganti dan kedua orang itu terus berkutat pada pertanyaan siapa yang lebih nggak sibuk untuk menelpon penyedia gas.

Hingga akhirnya hari ke-7 pun datang.
Orang 1: “Gara-gara kamu yang males dan repot nelpon penyedia gas aku jadi masuk angin karena mandi pake air dingin!”
Orang 2: “Eh enak aja kamu nyalain aku!! Aku kan REPOT kalau harus nelpon, kemarin-kemarin sibuk buanget!”
Orang 1: “Sibuk????? Kamu sibuk sementara facebook status kamu berganti 15 kali sehari di siang hari, kamu bilang sibuk?”
Orang 2: “Aduhh.. aku tuh males kalau harus telpon Penyedia Gas karena nanti pasti ditanya macam-macam, lagipula kenapa nggak disuruh bikin account di Facebook sih Penyedia Gas itu jadi nggak perlu mencet-mencet nomer telp, nggak perlu nunggu diangkat dan nggak perlu ngomong udah kelar!”

Cukup!
Jelas bukan? Orang 2 adalah Bajaj Pemalas!
Seperti layaknya pengemudi bajaj yang pintar meliuk-liuk di tengah padatnya lalu lintas ibukota, Bajaj Pemalas adalah orang yang pandai meliuk-liuk kesana kemari hanya demi menghindari stempel pemalas…

{ 39 comments… read them below or add one }

Febry September 1, 2009 at 4:24 pm

Hehe… ide untuk mencap tingkat malas seseorangmu boleh juga diamalkan. :) Terilhami dari apa bos?

Reply

DV September 1, 2009 at 4:24 pm

Ilham datang dari para pemalas :)

Reply

joyce September 1, 2009 at 5:59 pm

mmmm jadi kamu termasuk yg mana hon?

Reply

DV September 1, 2009 at 5:59 pm

Aku… hmm aku yang menuliskan hahahah.
Lho kamu kok nggak kerja? Malah ngomentarin blog? Wah kamu malas ya? hahaha :)

Reply

samsul arifin September 1, 2009 at 8:21 pm

untung aku bukan pemalas, mas. semoga selalu demikian.

Reply

DV September 1, 2009 at 8:21 pm

Amin!

Reply

Angga September 1, 2009 at 10:08 pm

ada bajaj malas, kalo malasia?, berarti saknegoro malas kabeh yo? lagu kebangsaan wae nyadur prancis, ketok le malas ngarang, kebetulan yang aneh…

Reply

DV September 1, 2009 at 10:08 pm

Hahahahahah, Malasia adalah bangsa malas yang beruntung :)

Reply

vizon September 1, 2009 at 11:08 pm

kalau ditambah satu lagi bisa gak kategorinya? “kursi malas” a.k.a kursi goyang, yaitu pemalas yang benar-benar malas, bahkan menjawab pertanyaan saja juga malas… hahaha… :D

Reply

DV September 1, 2009 at 11:08 pm

Hehehehe tadinya aku pengen nulis ini di tingkat teratas, tapi ntah kenapa nggak jadi :)

Reply

zam September 1, 2009 at 11:15 pm

headernya bagus!! met ultah (mbuh ultah opo)

*males baca*

Reply

DV September 1, 2009 at 11:15 pm

suwun!

Reply

frozzy September 2, 2009 at 3:34 am

saya orang malas tingkat dua kalo untuk urusan kondangan kawinan. hihihihihi

Reply

DV September 2, 2009 at 3:34 am

Hahahaha, saya tingkat pertama :)

Reply

arham blogpreneur September 2, 2009 at 11:53 am

waahhh maap nih mas Donny, sekalipun memang tampak malas. Tapi penggunaan FB plus idea orang k-2 ituh benar2 bagus. ada baiknya dia jadi supervisor dibanding buat telponan.. passionnya bukan pada tempatnya

Reply

DV September 2, 2009 at 11:53 am

Hehehe iya sih hehehe…

Reply

femi September 2, 2009 at 7:25 pm

Kalau aku??
Kalau ada yang minta aku melakukan sesuatu yang aku tidak senang, ya talak eh tingkat satu.

Hubby : Ayukkk sekali-sekali ikutan nembak dong… kamu jalan-jalan pakek mobil di dalem.

Me : Gak ah… udah tahu pasti bengong aja, malessss!

Walaupun ada alasan lain, olahragalah, belajar nembaklah… tetep ogah… soalnya udah tahu medannya gak asik :p

wkwkwkwkwk

Reply

DV September 2, 2009 at 7:25 pm

Hehehehe, ya, kalau dalam hal kayak gitu istriku juga pemalas tingkat 1. Kalo disuruh nonton U2 misalnya… :)

Reply

Rusa Bawean September 3, 2009 at 5:22 am

aku keknya malas tingkat tinggi deh
:)

Reply

DV September 3, 2009 at 5:22 am

Oh ya, Kek?

Reply

Tuti Nonka September 3, 2009 at 11:35 am

Kalau malas menjawab komentar di blog, itu malas tingkat berapa Don? (yang jarang menjawab komen mudah-mudahan tersinggung … :mrgreen: )

Reply

DV September 3, 2009 at 11:35 am

Hahahahaha, itu bukan satu kemalasan, Bu tapi barangkali memang lagi pada sibuk bener hihihihi.. kasian ya mereka yang sibuk ituw :)

Reply

Eka Situmorang-Sir September 3, 2009 at 9:37 pm

hehehehe kocak kocak…
tapi kenapa kalo buat FB tuh org gak malas ya :D
huahahahha
btw ini keknya kisah nyata ya?
Hayooo ngaku jangan malas-malasan gitu ah njawabnya :p

*PS. hadiah buat komentator, dijawabin komennya xixixi

Reply

DV September 3, 2009 at 9:37 pm

Hihihihihiih, kisah nyata gimana, anda sok tau deh ih :) Ayo, mana laptop gratisnya..??!??!!!

Reply

zee September 3, 2009 at 10:02 pm

hihihihh….
aduh lucu nih.
aku masih mikir aku masuk yg mana ya.
mgkn yg pertama ya don, karena kalau aku tidak tertarik melakukan sesuatu aku gak akan lama2 tanya jawab pdhl ujungnya pasti aku gak bakal kerjakan. :D

Reply

DV September 3, 2009 at 10:02 pm

Hahahaha, ngaku deh!

Reply

Arie September 3, 2009 at 11:12 pm

Hihihihihihihihi…
Lucu tenan
ne aku bisa masuk disemuanya, BoS.
Pye jal?

Reply

DV September 3, 2009 at 11:12 pm

Lha piye? Cen kowe berarti cah kesed hehehe

Reply

sawali tuhusetya September 4, 2009 at 3:56 am

hmmm…. ternyata begitu ya cara menilai kemalasan seseroang. saya bisa jadi masuk orang malas tingkat I, maa don, karena sering bilang repot kalau diajak orang mancing, hehe ….

Reply

DV September 4, 2009 at 3:56 am

Iya, ternyata begitu ya Pak, haksss!

Reply

p u a k™ September 4, 2009 at 4:24 am

Hahaha..sepertinya ini sedang memceritakan pengalaman pribadi!..
semangat!! :D

Reply

DV September 4, 2009 at 4:24 am

Wekssss… menudoohhh :)

Reply

Nana Harmanto September 4, 2009 at 6:16 am

wah, aku dan suami kayaknya sama-sama malas..suka nunda2, suka nego..

-kamu yang turun beli air minum ya? aku tunggu di sini.

-kamu aja deh, panas…

*lain kali, balapan bilang “kamu yang beli ya?”

super akut malasnya kali ya?

Reply

DV September 4, 2009 at 6:16 am

Hahahaha, no comment :)

Reply

Ria September 7, 2009 at 8:22 pm

wakakakaka…dan orang nomer dua itu adalah kamu ya mas :P

hihihihi…aku ketawa sendiri membayangkan muka orang pertama ketika di berikan argument tukang gas disuruh masang facebook…:D

Reply

DV September 7, 2009 at 8:22 pm

Weks, menudoohhh..:) Berzuudson :)

Reply

zulhaq September 9, 2009 at 2:20 am

huahaha, merasa tersindir nih, saiah ini pemakas kelas berat. apalagi suruh bangun pagi2 he2…

Reply

DV September 9, 2009 at 2:20 am

Heheheh aku ngga nyindir padahal :)

Reply

Ikkyu_san a.k.a imelda September 17, 2009 at 12:37 am

waaahhhhh kalo aku paling malas untuk telepon atau kirim kartu ucapan terima kasih atau pemberitahuan lain apalagi kalau orgnya tidak aku kenal (dari pihak Gen) Padahal di Jepang itu keharusan tuh… Kalau email masih mending deh, biasanya langsung aku balas.

sekarang sih malah percakapan dengan kata”malas” itu ngga pernah ada lagi karena sudah tau bahwa memang aku yang harus bikin …hiks….
EM

EM

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: