Cetusan | September 15, 2009

Yang Satu Ini Untuk Ayahku

Dik
Aku tak pernah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika sejak dulu aku lebih dekat ke Ayah ketimbang Ibu.
Barangkali aku sudah jadi homoseksual karena terlalu dekat dengan sosok Ayah atau, aku akan semakin susah belajar tentang karakter wanita jika aku tak lebih dekat dengan ibu?
Bisa jadi!

Tapi satu hal yang jelas dan pasti, aku memang tak pernah bisa dekat dengan Ayahku sedekatku dengan Ibu.
Atau setidaknya, katakanlah kami dekat, kami sepakat untuk tidak memilih persinggungan badan dan kata-kata sebagai media pengungkapnya.
Ini terjadi bukan karena ada satu masalah besar atau ada rasa benci yang kelewat tinggi antar-kami, tapi entahlah, semenjak dulu seperti ada chemistry yang menganjurkan demikian, itu saja.
Ah, kalian jangan berpikir juga aku ini anak angkat dan dia adalah bapak angkatku! Karena sekalinya kalian bertemu denganku dan ayahku pada saat yang bersamaan, kujamin kalian bisa memastikan berapa besar share nya terhadap adanya aku :)

Bahkan tulisan ini pun sebenarnya tak kan pernah ada jika tak ada usulan dari salah satu pembaca setia blog ini, Riris yang menanyakan kenapa aku tak menuliskan satu hal yang manis tentang Ayahku tepat di hari ulang tahunnya, seminggu lalu. Dan sesudah ia berkata demikian, bukannya aku tergeragap dan tersadar Oh iya aku lupa menuliskannya!”, tapi aku lebih berpikir ada baiknya juga kalau aku menuliskan sesuatu baginya.

Jadi, Pa…
Tulus dari dalam hati, kuulangi sekali lagi ucapanku seminggu yang lalu; Selamat ulang tahun!
Semoga segala yang terbaik yang telah dan sedang diberikan Tuhan, akan selalu terlimpah atasmu untuk hari-hari depan.
Doamu untuk kekuatan yang turun atasku dan keluarga baruku di sini adalah sama juga dengan doaku supaya engkau senantiasa kuat untuk tetap mengayomi keluargamu, keluarga kita juga.


*Oh ya, satu hal yang perlu kuceritakan di sini,
meski tak terlalu dekat, tapi aku cukup takjub melihat bagaimana beratnya ia melepasku pergi ke Australia nyaris setahun yang lalu…
Dibandingkan dengan Mama, Citra serta Nenekku yang bermata sembab, di pelukanku, Papa justru satu-satunya orang yang bisa kudengar isak dan tangisnya…*

{ 31 comments… read them below or add one }

Yoseph September 15, 2009 at 6:36 pm

Salut…ungkapan hati seorang lelaki akan lelaki lainnya yang tertaut dalam sebuah hubungan keluarga….dan bersyukurnya adalah ungkapan tulus seorang anak akan bapaknya…..
sekali lagi salut akan kelugasan pengungkapan, kejujuran dalam penyampaian dan ketulusan dalam perasaan….

Reply

kris September 15, 2009 at 7:55 pm

hehehe, dahinya mirip denganmu, Don ;) selamat ulang tahun buat papanya Donny. semoga selalu sehat :)

Reply

Riris E September 15, 2009 at 9:13 pm

Dulu aku juga kurang dekat dengan Bapak, Don. Pembawaan Beliau yang pendiam sangat membuatku segan untuk dekat, terlebih lagi kami jarang ketemu karena Bapak lebih banyak tinggal di luar pulau.

Hingga akhirnya waktu memberiku kesempatan untuk merasakan bahwa cinta Bapakku sama besar dengan cinta Ibuku, aku mulai mendekat dan sekarang jadi dekat..

Weleh, malah curhat! Btw, memang mirip..cuma kalah Chubby..hehehhe

Reply

heru September 16, 2009 at 12:13 am

salut, katanya2 ju2r

Reply

ajengkol September 16, 2009 at 3:16 am

Menjadi deket sama ayahanda setelah di tinggal bunda almarhumah

Reply

Eka Situmorang - Sir September 16, 2009 at 9:27 am

Hmmm apa memang begitu ya?
anak lanang deket sama ibunya
anak wedhok karo bapake?

Met ultah ya oom :)

Reply

ezri September 16, 2009 at 10:56 am

wah jadi terharu nih,….jadi inget ayah saya yang ada di seberang pulau nih.

Reply

masoglek September 16, 2009 at 10:57 am

saya sampai sekarang masih memandang ayah saya seperti “orang asing” bagi saya

Reply

sawal tuhusetya September 16, 2009 at 11:20 am

mungkin ada benarnya juga kalau ada yang bilang bahwa anak lelaki umumnya akan memiliki kedekatan komunikasi dengan sang ibu ketimbang sang ayah. apa yang dirasakan mas donny sama seperti yang aku rasakan dengan almarhum ayah.

Reply

andif September 16, 2009 at 5:59 pm

anak laki laki harus mempunyai kewajiban membantu orang tua sampai kapan pun,
salam,

Reply

zee September 16, 2009 at 7:27 pm

Katanya justru kalo anak laki dekat dgn ibunya makanya nanti ada kecenderungan dia punya sifat sgt sensitif & cenderung menjadi homoseksual. Makanya si Dhani Dewa bilang klo anak2 dia hrsnya memang dibesarkan sama dia… hihihi…

Memang ada orangtua yg kayak gitu,yg merasa hrs menjaga jarak dgn anaknya, tp ortu sekarang kayaknya dah ga gt lagi, skrg lebih ekpresif dalam menunjukkan sayangnya ke anak.

Selamat ultah utk ayahmu ya, semoga di usia tua2 begini bisa jadi dekat… :)

Reply

samsul arifin September 16, 2009 at 7:43 pm

ternyata ada kesamaan antara aku dan ayahmu, mas: kami sama2 cengeng. hehehe

Reply

Chandra September 16, 2009 at 10:27 pm

akyu dekyat dengyan dyua-dyuanya lyoh…hihihi…so what??? :p

iih kereenn apaan itu yang di blog bagian bawah??

Reply

dhodie September 16, 2009 at 11:14 pm

Kadang apa yang terucap memang tidak selalu menunjukkan apa yang sesungguhnya dirasakan oleh seseorang.

salam kenal mas ^^

Reply

Ikkyu_san a.k.a imelda September 17, 2009 at 12:08 am

Wah pendek sekali sih tulisannya hehehe…

anyway selamay ulang tahun untuk papanya donny… sebentar lagi punya cucu loh. (biasanya berubah banget tuh kalo ada cucu… )

tapi aku maklum kok, adik laki-lakiku juga “tidak dekat” dengan papa. Kalau aku malah biasa-biasa saja atau fifty-fifty dengan papa dan mama.

salam untuk kedua calon ortu

EM

Reply

femi September 17, 2009 at 2:09 am

hikssss…
terharu…
hikssss…
mirip… padahal cuman tahu kamu & papamu dari foto :D

Reply

-GoenRock- September 17, 2009 at 4:22 am

Selamat ulang tahun untuk sang Ayah! Kayaknya memang dimana-mana anak lanang biasanya lebih deket sama ibunya ketimbang dengan ayah

Reply

mandor tempe September 18, 2009 at 4:21 am

Halah, sungguh membawa saya menajdi mellow. Selamat ulang tahun untuk sang bapak.

Reply

haris September 18, 2009 at 4:52 am

saya jg tak dekat dg ayah saya. tapi justru ketika dia sudah meninggal, saya baru sadar bahwa dia sangat berarti bagi saya.

Reply

arham blogpreneur September 18, 2009 at 10:10 am

Jadi inget kalo suatu saat nanti kita bakal berpisah … sedih sekali tentunya…anyway, Blognya lagi di rekon ulang yah.. designna agak beda :D

Reply

Andy MSE September 19, 2009 at 10:50 am

Mari kita selalu mendoakan orang tua kita!

Reply

vizon September 20, 2009 at 9:45 am

Donny, maaf aku sudah cukup lama tidak berkunjung ke sini…

Selamat ulang tahun aku ucapkan buat Papamu, semoga beliau selalu sehat dan beroleh kebahagiaan…

Hubunganmu dengan Papa, sepertinya mirip dengan hubunganku dengan Papaku. Tapi sungguh, aku sangat mencintai dan menghormati beliau, meski tanpa kata-kata dan bahasa tubuh…

Reply

deroc September 21, 2009 at 12:53 am

Coba sambil dengerin lagu, I Love You Daddy….Daddy You know how much I love you…

Reply

Tuti Nonka September 21, 2009 at 9:38 am

Kata orang, banyak anak lelaki memang cenderung lebih dekat pada ibunya. Tapi bagaimanapun, seorang anak lelaki pastilah tidak bisa lepas dari figur ayahnya. Mengapa banyak anak lelaki sukar dekat dengan ayahnya, barangkali karena pada dasarnya lelaki tidak terlalu pandai mengungkapkan perasaan mereka. Tetapi isak papamu ketika melepasmu pergi ke Australia, adalah bukti tak terbantah bagaimana perasaan beliau kepadamu kan, Don?

Selamat ulang tahun untuk papamu, semoga beliau selalu dikaruniai kesehatan dan kebahagiaan. Amin.

Reply

edratna September 21, 2009 at 11:23 pm

Hehehe…ceritamu ini khas lelaki.
Biasanya antara anak lelaki dan ayahnya, kedekatannya akan berbeda jika dibanding kedekatan anak perempuan dan ayahnya. Kan lucu kalau melihat seorang ayah memeluk anak lelakinya yang sudah besar, padahal lumrah jika sang ayah memeluk anak perempuannya

Tapi bagi seorang ayah, anak lelaki adalah penyambung nama keluarga, apalagi keluarga Jawa yang masih sistem patriarhal. Masih teringat jelas, bagaimana bangganya suami saat bayi yang lahir, anak pertamanya adalah laki-laki

Reply

Ria September 23, 2009 at 10:05 pm

heee…kok comment ku gak ada ya?
udah panjang2 hiks :(
atau jangan2 kena moderasi mas????

kalo gitu comment singkat :
walaupun tulisan ini singkat, aku tau kok mas kamu sayang banget sama beliau…walaupun cara kalian berdua mengungkapkannya berbeda :D

Reply

nanaharmanto September 25, 2009 at 10:59 pm

Tulisan yang singkat, dengan bahasa yang jujur…
Aku dulu juga merasa nggak dekat dengan papaku. Ada semacam

Reply

Tuti Nonka September 29, 2009 at 11:15 pm

Waduuh … lagi terserang penyakit malas menjawab komen ya Don? :D

Reply

DV September 29, 2009 at 11:15 pm

Udah sembuh Bu :)

Reply

young alias shancai November 14, 2009 at 2:12 pm

Biasane panggil Pak e’ … kok skrg berubah…
Ingat Pak e’ lbh sreg d panggil Pak e’ ketimbang Papa…
Keaslian dan kejujuran justru membuat seorang pak e’ dr Mblateran bangga…

Pak e’ jenengan mboten ngagem blangkon mas?

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:48 am

Hehehehe, rupanya Mbak Anita ini memang kesengsem berat denganku :) )

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: