Tustel | November 14, 2009

Luna Park

Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.

Luna Park: Warna-warni dan... berputar!

Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu taman ria ternama di Sydney, Luna Park.
Letaknya berada di sisi barat sebelah bawah Harbour Bridge; sudut-menyudut dengan Sydney Opera House, bangunan yang menjadi landmark kota Sydney itu.
Satu ciri khas yang menjadi keunikan Luna Park adalah meskipun namanya taman ria, tapi ia berada di tengah kungkungan gedung-gedung lantai tinggi perkantoran yang angkuh dan menawarkan keganasan dan kerasnya persaingan hidup; sebuah keterbalikan yang berhimpitan.

Luna Park: Terhampar di langit nan biru!

Luna Park menempati areal yang tak begitu luas dengan anjungan permainan yang jumlahnya tak terlampau banyak.
Kalau kalian terbiasa dengan luas dan komplitnya Dunia Fantasi di Ancol, kujamin akan sedikit kecewa melihat ‘sempitnya’ Luna Park. Aku tak berlebihan kalau berani bilang bahwa Luna Park ini dari sisi luas areal tak ubahnya seperti sebuah arena pasar malam tahunan yang digelar di alun-alun, namun bedanya ia permanen sejak dibuka pada 4 Oktober 1935.

Luna Park: Mlongo...

Meski lebih kecil dan sederhana, satu hal yang stereotipikal bahwa dimanapun dan seperti apapun adanya taman ria, mereka mewarisi dan menawarkan satu hal yang sama, yaitu keriaan. Taman ria tak ubahnya seperti sebuah stasiun yang menyiarkan aura keriaan; memaksa orang untuk berada pada frekuensi perasaan yang sama, meninggalkan duka, sedih, dendam serta hal-hal negatif lainnya lewat warna-warni, gelak tawa, tantangan permainan hingga makanan dan minuman ringan yang dijual di sekitarnya.

Luna Park: Paras-paras yang tak ceria di taman ria

Namun sekali-kalinya, ia kerap gagal pula karena keriaan bukanlah harga mati yang hadir tanpa resiko.
Kecelakaan pada sisi operasional anjungan permainan hingga tingkat kerawanan aksi para pencopet serta-merta akan menyulap suasana, menguapkan keriaan dan menghadirkan duka yang pekat dalam sekejap.

Luna Park: Padat, menyiarkan keceriaan

Hidup memang selalu begitu polanya, ada yang tiba-tiba muncul sebagai efek dari yang mendadak tergantikan…
Selamat berakhir pekan!

{ 55 comments… read them below or add one }

mascayo November 14, 2009 at 5:40 am

tapi kalau dekat sini alun-alunnya seperti Luna Park di Sydney, bisa jadi saban minggu Zia minta diajak main-main kesitu.
Om Donny .. kapan-kapan ajak Zia main ke Luna Park dung :)

Reply

Donny Verdian November 14, 2009 at 2:13 pm

Hheheheheh nggak papa, Dik Zia kuajak ke Luna Park tapi syaratnya satu… Om Donny dikasi Luna Maya dong hahaha :)

Reply

Riris November 14, 2009 at 1:18 pm

Don, aku penasaran sama boneka-boneka yang melongo itu lho.. itu buat main apa ya?

Photonya bagus-bagus..kalau pesen photo sama kamu mahal tidak ya?

Reply

Donny Verdian November 14, 2009 at 2:14 pm

Kayaknya buat dilemparin bola gitu deh, Ris….Aku nggak terlalu memperhatikan soalnya…

Soal photo? Halah aku masi belajar.. manasuka silakan ambil :)

Reply

morishige November 14, 2009 at 1:43 pm

luna park ini mirip yang di film2 hollywood itu ya, mas? :mrgreen:

keren.

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:50 am

Hehehehehe, anda terlalu banyak nonton pelem holiwut :)

Reply

Eka Situmorang-Sir November 16, 2009 at 2:31 pm

Gak mungkin itu gue! Rambut gue kriwil2x tauuu :)
hehehe

Reply

genthokelir November 14, 2009 at 1:53 pm

wah ini membangkitkan imaginasi pembaca dan penikmat foto mas weeeeh keren abis mas kui sing mlongo kui do nopo mas wakakakakaka

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:49 am

Halah, Mas Totok berlebihan… saya baru belajar memotret kok Mas.
Yang mlongo itu patung yang muter ke kanan dan ke kiri perlahan lalu anak2 yang nonton (dan membayar) bisa melemparkan bola untuk dimasukkan tepat di mulutnya. Kalau masuk dapet hadiah :) )

Reply

Sash November 14, 2009 at 3:18 pm

Wah mas liat poto-potonya jadi pengen naik dremolem di sekaten hehe,, sebenarnya nama ‘resmi’ permainan itu apa sih? kincir, bianglala, dremolem?

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:48 am

Wah mbuh, saya juga kebingungan makanya saya ndak berani kasi caption dengan nama permainan :)
Tapi yang lucu adalah, istilah “Tong Setan” itu sebenarnya plesetan yang dipaksakan dari nama aslinya “Tank Stand” :) )

Reply

narpen November 15, 2009 at 11:28 am

aku suka banget foto pertama dan kedua :)
cantikk…
mainan ga seru? ah.. kayanya asik buat ngedate (teup yang dipikirin, ngedate :p)
kebetulan adrenalinku emang ga minta dipompa, ehehe.

wah disana ada copet jg tho mas?
main silet2an ga? :D
*jadi keinget nasib sepupuku*

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:25 am

Halah.. bukannya ngedate itu memompa adrenalin juga?
Karena di satu sisi kita pengen ‘berbuat’ tapi di sisi lain kita harus ‘menjaga’..
Hakakakakakka….

Di sini copet jarang tapi rampok ada..:)

Reply

fekhi November 15, 2009 at 11:45 am

fotonya keren :)
keriaan yang akhirnya jadi tidak ria karena kecopetan atau bencana… ya itu sih nasib deh hihihi…

resiko emang harus selalu dihadapi demi kebahagiaan wkwkwkwk

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:24 am

Thanks..:)

Reply

haris November 15, 2009 at 2:03 pm

menarik, mas, tempatnya. taman ria seperti itu memang menyembunyikan ancaman, selain juga memancarkan kebahagiaan. kita harus ati2.

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:24 am

Betul, makasih komentarnya…

Reply

Eka Situmorang-Sir November 15, 2009 at 6:26 pm

Lho Don kamu digaji berapa untuk pasang muka melongo begitu? :P
ah mentang2 tamannya namanya Luna Maya, jadi mau maen situ terus ya… :P

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:04 am

Lho, itu bukannya kamu yang melongo? Aku kan yang moto :) )

Reply

Eka Situmorang-Sir November 16, 2009 at 2:33 pm

Kayaknya komen gue tadi salah kolom :P hehehe

Gak mungkin itu gue! Rambut gue kriwil2x tauuu :)
hehehe

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 4:38 pm

Kamu emang kriwil tapi kan direbounding :)

Reply

oglek November 16, 2009 at 5:21 am

waaaa….. pengen maen kesana. BTW disana ada patungnya Luna Maya gak mas :D

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 9:04 am

Hehehehehe nanti saya coba usul ke pemerintah untuk membangun tugu Luna Maya tapi syaratnya si LunMay harus dikirim kemari dulu :) )

Reply

krismariana November 16, 2009 at 10:17 am

penasaran, kalau naik kereta yang muter2 (halah, opo to kuwi jenenge…), saat berada di puncak, yg kelihatan apa saja sih don? nggak naik kereta itu trus motret dari atas don? atau mencari tempat yg tinggi untuk memotret si Luna Park itu dari atas? mungkin–mungkin lo iki–kalau dicari angle yg pas dari atas, ketoke apik yo? tapi foto2 hasil jepretanmu tetep apik kok don… :)

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 1:52 pm

Hehehehe masalahe aku ra wani munggah.. singunen..
Tur sakjane ono spot sing apik tenan dinggo moto LUna Park soko nduwur.
Carane munggah Harbour Bridge sing ono neng cedhake Luna Park.
Tur yo kuwi mau, dinggo munggah jembatan sing pembangune salah sijine adalah simbahe Nicole Kidman kuwi aku kudu mbayar sekitar 200 AUD jhe.. Larang :) )

Reply

Momon November 16, 2009 at 2:46 pm

Ferris wheel doooonnn namanya byeyehehehe. Luna Park tu agak2 nakutin kalo buat gue hehehe, abis muka2 karakternya banyak yang spuki. Lu moto pintu utamanya dia nggak tuh yang muka dengan cengiran sangat2 jahat itu :P

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 4:39 pm

Hehehe kebanyakan nonton IT, loe :)
Gw nggak motret karena takut *ngeles padahal lupa gw hahaha*

Reply

Ria November 16, 2009 at 3:29 pm

hihihihi lucu ya…mas Donny ke pasar malam :D bedanya cuman pasar malem ini buka di siang hari :D *halah aku nih hihihihi*

dan foto2mu as always keren mas!!

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 4:39 pm

Makasih, Ria…

Reply

linduaji November 16, 2009 at 4:45 pm

walah gengsinya beda mas ancol sama luna park :-)

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 4:53 pm

Halah.. sama-sama gembiranya kok mikir gengsi lho :)

Reply

anderson November 16, 2009 at 7:15 pm

Hebat yah, pengaruh Luna Maya sampe ke Aussie :-D *ngga nyambung*

Foto-fotonya keren Don.. Sama kayak usulnya krismariana, kok ngga ambil fotonya dari atas komedi putar itu, Bro? Takut ketinggian ya? ;-P

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 8:12 pm

Iya, gw emang takut banget ama yang namanya ketinggian meski gw tinggi *loh ngga nyambung*

Reply

Bro Neo November 16, 2009 at 7:38 pm

wowww… foto2nya indah sekali.. so colorfull

keren bro.. :-)

kapan yach bisa belajar foto ama DV ??

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 8:13 pm

Thanks…
halah, aku wae lagi sinau motret jhe :)

Reply

riFFrizz November 16, 2009 at 8:02 pm

kayak alun2nya wong PONOROGO tuh !

Reply

Donny Verdian November 16, 2009 at 8:13 pm

Hehehehe oh ya? Besok kalau pulang Indonesia mau maen ke Ponorogo ah :)

Reply

Chandra November 16, 2009 at 8:59 pm

Liat foto-foto itu membuat gue teringat pada film-film horor… :p

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 8:59 am

Hahahahahaha.. kebanyakan nonton It ya?

Reply

zam November 16, 2009 at 9:02 pm

foto bianglalanya keren!!

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 8:58 am

Tenkyu :)

Reply

elia bintang. November 17, 2009 at 1:55 am

ga di indo ga di aussie, copet tetep berkeliaran.. :mrgreen:

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 8:57 am

Hehehehehe, tidak ada hal yang baru di bawah matahari yang sama… Begitu kata pepatah :)

Reply

sawali tuhusetya November 17, 2009 at 5:36 am

gambar yang luar biasa, mas don. tingkat kekontrasan dan angle-nya benar2 bikin saya iri. kapan saya bisa motret setajam ini?

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 8:55 am

Halah, saya juga sedang belajar, Pak Sawali… Makasih sanjungannnya

Reply

and1k November 17, 2009 at 12:01 pm

itu taman hiburanya di daerah mana mas

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 12:06 pm

Waduh.. iya ya.. di daerah mana ya..? Kayaknya Lor Kretek deh Mas…

Reply

boyin November 17, 2009 at 1:39 pm

wah koneksi internetku berarti cepet nih..buktinya langsung kebuka..luna parknya keren yau…

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 3:54 pm

Hehehehehe.. iya sob.. makasih kunjungannya dan … bandwidthnya heheheh :) )

Reply

Yessi Greena November 17, 2009 at 2:47 pm

hmmm…kapan ya bisa maen kesana? ;)
*sandar di pohon mangga sambil liat bintang di langit*

Reply

Donny Verdian November 17, 2009 at 3:54 pm

Maenlah ke sini… nanti kita jalan2 bareng2..:)

Reply

edratna November 18, 2009 at 1:12 am

Fotomu apaik-apik Don….
Namanya Luna Park?

Reply

Donny Verdian November 18, 2009 at 9:40 am

Iya, Bu.. Luna Park… tamannya Mbak Luna (Maya) :) )

Reply

vizon November 19, 2009 at 12:24 pm

kenapa dinamakan Luna Park, Don? apa ada hubungannya dengan nama seseorang yang menjadi tokoh di Ausi?

soal foto… dengan jepretan yang penuh jiwa, sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa… tuh contohnya patung yang gak bisa mingkem itu, hehehe… :D

Reply

Donny Verdian November 19, 2009 at 2:56 pm

Konon Luna Park ini world wide brand sejak dulu kok, Uda. Ada banyak Luna Park di dunia… tapi Indonesia malah punya yang lebih besar yaitu Dufan dan “luna” yang kecil nan mungil lagi cantik.. ya Luna Maya :) )

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: