Nirmana | January 23, 2010

Hujan Emas Hujan Batu

Dalam konteks kasus Artalyta Suryani dengan sel mewahnya, kupikir pepatah lama yang tepat untuk menggambarkan keadaannya dibandingkan dengan keadaanku di sini adalah “hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri”

Seenak-enaknya tinggal di luar negeri, bekerja dengan gaji ‘dollar’ serta ditunjang fasilitas, sarana dan prasarana yang OK dari pemerintah secara cuma-cuma, aku masih harus tetap bekerja membanting tulang dan memeras keringat.

Sementara baginya, meski statusnya adalah terpidana kasus penyuapan yang seharusnya bisa diibaratkan sebagai ‘hujan batu’ karena terpenjara, tapi toh fasilitas yang ia dapatkan di dalam bui luar biasa enaknya! Kasur empuk dan sofa barangkali sudah ‘terlalu biasa’.. tapi perawatan dokter ahli kosmetik hingga ijin meninggalkan penjara sekadar untuk  cabut gigi… itu adalah sesuatu yang luar biasa.

Selamat berakhir pekan!

Sumber berita salah satunya di sini.  Foto diambil dari sini.

{ 41 comments… read them below or add one }

genthokelir January 23, 2010 at 5:13 am

hehhehehe jadi sampean hujan emas di negri orang tapi tetep kringeten mas hehehehe kapan mulih jogja mas hehehe gimana kabarnya kalo aku baik baik saja cuman jarang post maklum sama sama harus kemringet tidak seperti A suryani sudah tidak kerja namun fasilitasnya enak
selamat akhir pekan juga salam buat keluarga ( istri )

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:25 pm

Hehehehe, kabar saya baik, Mas Tok!
Jaga kesehatan ya, jangan terlampau kesel nyambut damel-nya, Mas… :)
Selamat berakhir pekan bersama keluarga, Mas!

Reply

sawali tuhusetya January 23, 2010 at 5:58 am

sebuah bukti betapa lemahnya pengawasan lembaga pemasyarakatan selama ini, mas don. kasus artalyta di rutan ibarat gunung es. semakin dibuka, ternyata semakin banyak kasus serupa. lapas yang seharusnya menjadi media pertobatan, justru malah menjadi sarang menuntut ilmu2 kejahatan yang jauh lebih parah. doh!

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:30 pm

Betul, Pak Sawali…
Saya sedang menunggu gebrakan pemerintah, berani nggak mereka menghancurkan gunung es itu atau lantas menutupnya lagi yang penting toh citranya sudah terangkat dengan pengungkapan sel mewah Ayin, Pak…

Reply

vizon January 23, 2010 at 12:37 pm

masih mending dirimu yang mendapat hujan emas meski masih harus bekerja keras Don, kalau masyarakat di indonesia, sudahlah sakit karena hujan batu, masihlagi harus banting tulang hingga remuk demi sesuap nasi…

aku tiba-tiba jadi ingat lagunya ebiet:
kemanakah sirnanya
nurani embun pagi

segelintir manusia indonesia, dengan tega menari-nari di atas penderitaan jutaan rakyatnya… argh…

sebuah permenungan akhir pekan yang dahsyat Don

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:31 pm

Thanks, Uda…
Hehehe… komentar Uda ini malah memberi permenungan super dahsyat bagiku karena kenyataannya banyak pula yang merasakan hujan batu yang benar-benar seperti dirajam….

Reply

edratna January 23, 2010 at 1:53 pm

Hujan emas tapi keringatan kan masih mendingan, daripada hujan batu, terseok-seok….dan bukan keringatan lagi…tapi mandi keringat.

Ya, yang seperti gambar di atas hanya segelintir, yang lain masih susah untuk mendapatkan serupiah demi serupiah…

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:32 pm

Ah benar, Bu… komentar Ibu, seperti halnya komentar Uda, membuat saya merenung juga…

Reply

Bantal January 23, 2010 at 4:09 pm

Dulu sapa itu ya yang pernah bilang begitu ke aku, lupa.

“Jadi memang lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang ya ley?”

Aku cuman inget “Ley” nya, berati pasti anak blogbugs hahaha…

Tapi anjrit, itu penjara atau losmen? O_O

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:37 pm

Hahahahaha… kebanyakan nama loe!

Reply

zee January 23, 2010 at 6:14 pm

Kalo kayak artalita pastinya hujan emas di negeri manapun dia berada kekeke..

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:38 pm

Hehehehehe, tapi aku nggak yakin dia akan tetap hujan emas di Penjara Tangerang hahahaha.. We’ll see! Semoga nggak ke-gep lesbi :)

Reply

imadewira January 23, 2010 at 8:26 pm

dan dengan keadaan begitu mereka masih minta dikasihani sambil menangis, mungkin mereka belum pernah melihat tangisan rakyat yang uangnya mereka rampok.

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:39 pm

Ketika mereka jatuh, mereka berubah menjadi seperti rakyat kebanyakan, menangis.. Mereka juga manusia, Bli :)

Reply

oglek January 23, 2010 at 9:43 pm

kamu mau Don tukar guling ama Artalyta :p

Reply

Donny Verdian January 23, 2010 at 11:39 pm

Nggak mau! Maunya tukar bantal! :)

Reply

Bantal January 24, 2010 at 2:00 am

Hey, dilarang menyebut nama Bantal dengan sembarangan!

Reply

babi ngepet January 24, 2010 at 6:32 am

selamat malam…..ini kunjungan perdana di blognya mas, wakh keren buanget nih informasinya. tukeran linknya mas, boleh gag? ya begitulah kalo yang banyak uang…kemana mana kudu selalu ada aja fasilitasnya

Reply

Donny Verdian January 25, 2010 at 9:55 am

Salam kenal juga, Babi Ngepet…
Maaf saya belum kepikiran untuk membuat feature tukaran link di sini. Tapi kupikir dengan Anda berkomentar, otomatis link sudah terjalin, dan sesegera mungkin saya akan segera mengunjungi blog Anda, berkomentar sehingga link juga akan ada juga…

Salam hangat!

Reply

babi ngepet January 25, 2010 at 11:33 pm

wakh makasih om…..sippp

Reply

Riris E January 25, 2010 at 12:12 pm

Mbok aku dikirimi EMAS-e…hehehehe….Jakarta Hujan Air, Don, kelamaan dikit jadi Banjir.

*gaknyambung.com*

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 12:55 pm

Halah, emasmu yo akeh neng kono tho?:)

Reply

Bro Neo January 25, 2010 at 8:54 pm

ketika “keadilan” dapat dibeli dengan uang

pengadilan yg sdh dijalani, spt sandiwara saja… miris mengetahuinya

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 12:56 pm

Hehehehe, ini perkara mamon, Dab… Orang mengabdi pada Mamon harus mengalahkan segalanya :) Pilihan, Dab.. Pilihan…

Reply

tukangpoto January 26, 2010 at 2:04 am

Masih banyak rakyat yang nasibnya Senen-Kemis, kalo ayin itu penjara aslinya ya di akhirat nanti..kita lihat saja siapa yang tertawa paling akhir…Salam jepret!

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 12:57 pm

Hahahaha… saya malas bicara soal penjara asli di akhirat, Bung.. Saya lebih berpikir apa yang bisa dikerjakan sekarang ya sekarang ini saja :)

Reply

boyin January 26, 2010 at 1:47 pm

kata om bill gates..”live is not fair, get used to it”

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 12:57 pm

Wah, barangkali itu adalah quote yang bagus banget dari seorang Gates yang… ya gitu deh :)

Reply

cuma 13 January 26, 2010 at 2:28 pm

Yang paling gong buat saya itu masalah AC yang disembunyikan alias disamarkan jadi lemari itu loh…kayaknya bela-belain banget pengen ruangan ber AC

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 12:58 pm

Hahahahahaha…. soalnya mungkin kalau tanpa AC, kulitnya bisa mencair kepanasan, Sob :)

Reply

aldy January 26, 2010 at 6:59 pm

Mas Donny,
Pepatah ini dalam kondisi tertentu terus terang tidak saya sepakati (heh ?), untuk Cici Artalyta berbanding dengan Mas Donny mungkin pepatah ini ada benarnya.
Tapi kalau Kondisi mas Donny dibandingkan dengan kondisi saya, pepatah ini tidak berlaku.
Lho ? saya sudah kerja banting tulang, sakit pinggang sampai sakit gigi tetap aja dapetnya nggak emas, dapatnya batu kali yang harganya jauh lebih murah dari emas yang mas Donny dapatkan dinegeri orang. (*ngeles mode on*)….he..he…he..

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 12:59 pm

Mas Aldy, tapi ini perkara wang sinawang, Mas..:)
Saya boleh bergaji dollar, tapi saya ndak bisa mendapatkan makanan dan semua kehangatan khas Indonesia lho..:)

Reply

afwan auliyar January 26, 2010 at 9:53 pm

mm, memang cuman beda duit saja perlakuan pun akan beda :)

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 1:04 pm

Hehehehe, duit menentukan posisi ya brarti?

Reply

Antyo Rentjoko January 27, 2010 at 2:33 am

Yah dunia kadang berisi ironi. Ladang? Teman saya tak setuju. “Selalu,” katanya.

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 1:04 pm

Hahahaha, komentarmu simple tapi nyentil, Man :)

Reply

krismariana January 27, 2010 at 12:25 pm

sik… sik.. kok aku jadi kelingan karo kancaku sing ngomong: “ngono kuwi kan sawang-sinawang.” :D

tapi satu hal yang aku nggak rela soal mbak artalita itu, aku tak rela uang pajak yg kubayarkan itu dipakai untuk menyokong penjara yang dipakainya. oke, segala fasilitas mewah itu mungkin pakai duit dia sendiri, setidaknya dia masih memakai pasokan listrik dari PLN di penjara itu kan? dan itu tidak lepas dari pajak yg dibayarkan rakyat. menyedihkan…

Reply

Donny Verdian January 27, 2010 at 1:05 pm

Hahahahaha, sebenarnya ndak usah mikir listrik penjara yang mbayari pajaknya siapa, pikirkan saja kejahatan yang ia lakukan.. kuwi wes merugikan negara jhe.. merugikan kita pula sebagai warganya ;)

Reply

anak muda January 31, 2010 at 1:59 am

negeri ini memang kacau. ikut pusing juga gw kalo nonton berita di tv. pemimpin kok kayaknya tdk pro rakyat, malah mikirin kesejahteraannya sendiri2

Reply

Ria February 2, 2010 at 2:07 am

kapan aku ngerasain hujan emas ya mas?
kamar kost ku aja kalah dengan ruang tahanan yang ada di gambar itu.

kalau di indonesia lagi banyak hujan tanah mas., maksudnya gempa dan tanahnya menghujam rumah orang2nya :(

Reply

Dhany February 11, 2010 at 12:32 pm

Ini yang namanya ironi ya.
Tapi barangkali ayin itu udah “banting tulang” juga, jadi apa yang diterimanya adalah hasil “jerih payahnya”. :D

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: