Nirmana | March 10, 2010

Siapa pencetus ASI mula-mula?

Aku sedang berpikir, mungkin agak nyentrik…

Katakanlah tak ada Tuhan, katakanlah semua yang dikatakan di kitab suci tentang manusia pertama itu salah.

Maka, pernahkah kamu membayangkan bagaimana seorang ibu yang hidup pertama-tama di dunia ini bisa memiliki ide bahwa oroknya yang baru lahir akan kenyang kalau ia menyodorkan puting buah dadanya?

Kenapa ia tak menyodorkan jempolnya atau ia tak menyuapi anaknya batu karena bukankah saat itu ia belum tahu bahwa ia memiliki ASI untuk disuapkan pada anaknya?

Katakanlah semua yang terjadi di bumi ini selalu memakan proses belajar, maka kemudian ada berapa ratus ribu bayi yang harus ‘lewat’ karena ibu mereka semula belum mengerti bahwa susu adalah makanan pertama yang bisa diasup oleh orok dan bukan batu dan bukan pula nasi ataupun jagung?

* * *

Lantas, katakanlah seorang Ibu yang pertama kali mengerti ASI itu tinggal di daratan China misalnya, maka bagaimana nasib ibu-ibu yang ada di Eropa atau di Afrika yang mungkin saja belum tahu tentang ASI saat itu?

Bagaimana si Ibu di China itu memberi tahu kepada ibu-ibu lainnya bahwa ASI adalah makanan utama bagi orok?

Butuh berapa ratus ribu bayi yang harus ‘lewat’ di tempat lain karena samudra ketidaktahuan itu tadi?

Mungkinkah mereka semua mengerti karena angin yang membisikkan?

Mungkinkah mereka semua mengerti secara bersama-sama secara tak sengaja?

Atau ah, entahlah…. pusinglah!

Mari kita pasrahkan saja pemikiran tiada guna ini pada satu pernyataan fundamental “Semua karena Tuhan!”

Begitu?

{ 51 comments… read them below or add one }

Dewa Bantal March 10, 2010 at 8:10 am

Hmm… menurutku si… si Adam dan Hawa belajar dari kambing, sapi, monyet, dan hewan mamalia lainnya.

Nonton mereka…. cara kawin, melahirkan dan cara menyusuinya juga :)

Terus begitu deh… akhirnya menjadi hikmat awal, dan diwariskan turun temurun hikmat tersebut, hingga akhirnya manusia memenuhi dunia ini… Hahaha.

Kowe iki ono angin opo kok reti2 kepikiran ASI… mesti gara gara liat si Odil ya hehehe.

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 11:22 am

Yakin bahwa Adam dan Hawa ada sungguhan?
Kalau ada lantas siapa penerus Kain soalnya Habil kan dibunuhnya?
Menikah dengan siapakah Kain?

Jawab itu dulu sebelum mbahas soal ASI hahaha :) )

Reply

Dewa Bantal March 11, 2010 at 11:32 am

Adam dan Hawa bikin anak lagi, banyak sekali, terus diantara mereka pada incest semua kali. Lalu berkembang biak, wahaha. Kan sudah makan buah pengetahuan baik dan jahat, tau lah yang namanya pelanggaran norma wakakaka.

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 12:58 pm

Lha, gitu ya hahahah! Brarti kita smua produk incest? ;)

Reply

Dewa Bantal March 11, 2010 at 7:20 pm

yaaa anggap saja begitu. Sama halnya dengan Nabi Nuh to, seng selamet yo cuman keluarga mereka.

Reply

Tuti Nonka April 1, 2010 at 11:42 am

Weeh … diskusi yang menarik sekali ! Baru sekarang terpikir, kita ini berasal dari hubungan incest anak-anak Adam dan Hawa ya? Selama ini nggak pernah ada cerita kalau Adam dan Hawa punya anak-anak lain selain Habil dan Kabil. Tapi kalau nggak incest, mau kawin sama siapa, hawong Tuhan nggak menciptakan manusia ‘jadi’ selain Adam dan Hawa …

Reply

Arie March 11, 2010 at 8:51 pm

Konsep yang membingungkan.

Reply

Dewa Bantal March 13, 2010 at 7:15 am

sama, aku yo bingung…

Reply

Arie March 15, 2010 at 12:32 pm

Adam dan Hawa memiliki Ras apa ya? (sorry rasis)
knp skrg bs begitu banyak ras?

Reply

wahyurez March 10, 2010 at 10:47 am

yup, Tuhan itu causa prima :)

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 11:30 am

Yiha ;)

Reply

pendapat March 10, 2010 at 4:49 pm

Setuju dengan kalimat terakhir. Bukan karena tidak ada alasan lain tapi karena tidak ada alasan lain. Sama hal nya dengan pertanyaan; kenapa kita harus makan dengan mulut? kenapa tidak dengan hidung? saya rasa semanya sudah diatur dan “kita -manusia” merupakan Masterpiece dari Tuhan. Itu pendapat saya :D

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 11:31 am

Anda bilang “Bukan karena tidak ada alasan lain tapi karena tidak ada alasan lain”
Maksudnya gimana ya hehehe :)

Reply

AFDHAL March 10, 2010 at 8:34 pm

*nunggu comment lainnya*

heheheheh
suwi ra mampir nang kene

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 12:43 pm

Lha kok ra mampir, hayo ;)

Reply

zee March 11, 2010 at 2:35 am

Simpel Don. Itu semua insting Don,kan manusia jelas akalnya lbh tinggi dr makhluk lainnya. Let say si A adalah ibu pertama di jaman purba. Saat seorang ibu melahirkan anak dr rahimnya, saat itulah payudaranya mengeras dan bengkak. Lalu asi itu merembes, dan dia cb cicipi pake jari ke mulutnya lalu kemudian ke mulut babynya. Kemudian si baby mencecap2 lapar. Then she find out, ohhh jadi payudaraku ini memang utk bayiku. Semua ibu pasti tahu,tanpa perlu belajar hehee. Insting Don. Kec si ibu malas kasih asi, ya lain crt. :)

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 12:46 pm

Ini jawaban yang sangat brillian, Zee!
Kamu hebat karena kamu sama sekali ngga mendekatkan diskusi pada “yang kuasa” tapi lebih menyeretku pada hal yang ‘instinct’ dan akhirnya mau-tak-mau akupun bersyukur atas ‘instinct’ yang berasal dari ‘Yang Kuasa’ itu.

Splendid!

Reply

tikno March 11, 2010 at 6:18 pm

Pertanyaan yg sebaliknya: “Kenapa bayi baru lahir sudah pintar menyedot susu?”
Barangkali jawabannya seperti yang dikatakan Zee : “Insting”

Reply

ArD March 11, 2010 at 2:52 am

hahahaha…. si kk lucu sekalee postingannya ^^

menurut saya mah karena manusia diciptakan sudah dengan pengetahuan yang seperti itu dari awal bumi ini diciptakan bersamaan dengan segala isinya…. dan kayanya mah negh… gara – gara si Adam dan Hawa makan buah pengetahuan baik dan buruk makanya bisa tau hal – hal kaya begini maksudnya ASI. Kalo ga salah gara2 makan buah itu maka si Adam n Hawa nyadar kalo mereka telanjang bulat dan merasa malu….. so mungkin gara2 itu tuh kenapa manusia bisa mengerti tentang postingan kk ^^

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 12:48 pm

Hehehe, terimakasih sudah menganggap saya ini lucu..
Saya lucu karena dianggap olehmu… dan belum tentu aku nganggap kamu nggak lucu hihihi..

*orang gila slalu nganggap orang waras itu gila dan sebaliknya… kamu mau yang mana hihihihihih*

Reply

old friend March 11, 2010 at 10:59 am

sebuah tulisan yang menggambarkan kehampaan jiwa dan sedikitnya ilmu si penulisnya. seorang anak manusia yang berusaha melogikakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini dengan kedangkalan akalnya. anda tidak perlu mati dulu untuk mengetahui kebenaran, anda hanya tinggal membuka mata dan mau belajar, serta menempatkan akal dan logika pada porsinya. selama akal dan logika anda ada pada urutan nomer satu anda tidak akan pernah bisa mendapat pencerahan.

cobalah jawab pertanyaan sederhana ini: “untuk apa anda hidup dan dihidupkan?”, jawabannya sungguhlah sangat sederhana bagi orang-orang yang memahami…

Reply

t4mp4h March 11, 2010 at 11:29 am

ncen bocahe suwung koq mbah,.. mohon dimaklumi. coba situ kasih pencerahan deh mbah

hahahaha
**** kepingkelen

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 12:51 pm

Ouch… so nice, Old friend :)

Anda memang pintar, tapi sepintar-pintarnya, Anda telah salah mengira bahwa saya ini pintar dengan mengajukan pertanyaan “untuk apa anda hidup dan dihidupkan?”

Bukankah Anda menganggap saya hampa jiwa dan sedikit ilmu sementara nyata-nyata anda bilang bahwa jawabannya sungguh sangat sederhana bagi orang-orang yang memahami?

Reply

edratna March 11, 2010 at 12:11 pm

Saya lebih berpikir pada naluri..bayi yang digendong, dan entah kenapa cara menggendong lebih enak seperti mendukung agak di dekat asi…

Tahukah Don, bahkan saat perempuan hamil beberapa bulan (saya lupa tepatnya..lha anaknya udah gede)..air susu sudah berlimpah keluar…dan pernahkan Donny mencoba asinya Joice (agak saru nihh). Ternyata asi kehangatannya pas, tak terlalu manis, dan segar…(hasil percobaan para suami yang mencoba minum asi saat isterinya melahirkan). Dan jika asi ini tak dikeluarkan, setelah bayi lahir..maka akan keluar dengan sendirinya..dan karena tak ada yang menyedot, banyaknya asi yang terkumpul dan keluar tak berimbang, menyebabkan susu bengkak…dan harus dipompa. Makanya ibu-ibu yang ke kantor.. saat habis melahirkan bawa pompa untuk mengeluarkan asi..betapa sayangnya jika hanya dibuang sia-sia..

Jadi menurutku banyak dari sisi naluri, melihat alam…manusia juga belajar dari binatang, bukankah saat manusia turun ke bumi (Adam dan Hawa) sudah ada binatang?

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 12:52 pm

Wah, penjelasan Ibu bener banget tapi saya belum pernah nyoba ASI istri saya, Bu hahahaha.. takutnya nanti Odi ngga kebagian hahahaha…

Soal Adam dan Hawa saya ngga bisa menjawab Bu soalnya waktu itu saya belum lahir :)

Reply

anakdewa March 11, 2010 at 12:17 pm

haahhaa,,,,tulisan yang bagus,,,menggelitik,,,,dan memacu otakku untuk ikut berpikir mas,,,,
cuman gara2 pengen tau comment aneh itu,,,,akhirnya ak terbawa apa sih tulisan utamanya? apa aja tanggapannya,,,dan emang bener,,,kenapa harus puting susunya?? kenapa ga ibu jari atau kelingkingnya,,,,
hmmm,,,,,baca2 tulisan yang lain ahh.,.:D

Reply

Donny Verdian March 11, 2010 at 2:44 pm

Hehehehe… makasi :)

Reply

Susan Noerina March 11, 2010 at 4:28 pm

Salam kenal Mas. Nice blog. Suka banget gw liat stempelnya yang di atas.

Anyway, kayanya tentang ASI ini ga usah diragukan lagi deh bahwa setiap baby pasti punya insting. Andaikata jempol kaki letaknya dekat dengan payudara, gw yakin baby akan tetap memilih PD. Kenapa? Coz PD kalo diisap keluar susunya, ato bahkan banyak yang udah keluar dengan sendiri tu ASI kalo PD sedang bengkak2nya. Coba jempol kaki diisap, ga keluar apa2 kan? Apalagi kalo emaknya abis pulng dari sawah, dan lupa cuci kaki langsung nyodorin tu jempol, yang ada si baby udah mah hausnya ga terobati, malah jadi cacingan [hihihi geli sendiri bayanginnya]. Yang pasti kalo hewan ajah punya ‘animal instinct’ apalagi manusia. Iya toh??

Btw boleh di link kah blognya? Thanks. Kalo sempat mampir yah ke blog gw (keluargazulfadhli.blogspot.com). Bye :-)

Reply

Donny Verdian March 12, 2010 at 10:08 am

Silakan link, Susan…
Saya nyoba datang ke blog Anda tadi.. nice eh :)

Reply

fekhi March 11, 2010 at 5:27 pm

itu artinya Tuhan menciptakan manusia dengan daya struggle yang kuat dan cerdas. bayi yang baru lahir masih bisa bertahan 2 minggu walaupun asupan terbatas (dengan catatan waktu hamil ibunya makan makanan bergizi). dengan kata lain, ibu yang masih belajar ngasih asi tetap diberi kesempatan berjuang untuk memaksimalkan asi, dan bayi juga belajar.

tapi di lain pihak karena daya struggle itu juga manusia suka merasa kuat sendiri, jadi lupa kalau yang kasih kekuatan itu ya Tuhan, bukan dari dirinya sendiri.

itu aja don komentar dari seorang ibu hehehe…
suka posting-nya

Reply

Donny Verdian March 12, 2010 at 10:09 am

Ehmmmm…. bentar Fem, aku cocokin dulu postinganku dengan komentarmu… :)

Reply

Mas Ben March 11, 2010 at 6:10 pm

Filsafat banget ik :)

Salam bentoelisan
Mas Ben

Reply

Donny Verdian March 12, 2010 at 10:14 am

Halah, filsafat opo, Mas.. lha wong mung pikiran iseng..
Suwun, salam kenal!

Reply

hendry March 11, 2010 at 6:19 pm

lucu2 ya komentarnya, ada yang ngomong insting, ada yang ngomong belajar dari bintang (untung dulu anak ga disusukan ama kambing atau sapi heheheh) ada yang ngomong tulisan menunjukkan kehampaan jiwa dan sedikitnya ilmu si penulisnya, padahal tulisan ini kalo kita mau telusuri ga usah ngomong “kok bisa kepikir dikasih ASI” tapi harusnyakita ngomong untung punya ibu2 punya pikiran ngasih ASI,
penulis ini keliatan kurang kerjaan tapi yang ditulis jauh lebih dalam daripada politikus yang cuman mau menang sendiri, atau tokoh2 hebat yang cuman mau cari sensasi. yang ditulis seolah ga mutu padahal ini intisari dari kehidupan yang bisa menciptakan orang2 “pintar” yang sebenernya mikirin hal yang ga perlu. semua karena TUHAN itu yang penting

Reply

Donny Verdian March 12, 2010 at 10:18 am

Hehehehe, makasih Koh :)

Reply

Ria March 11, 2010 at 8:27 pm

karena tuhan mas…pasti karena DIA
manusia itu mahluk paling sempurna dari semua ciptaanNYA jadi dengan kesempurnaan itu pula lah manusia bisa membagi gizi dan vitamin sang Ibu kepada anaknya lewat ASI.

Reply

Donny Verdian March 12, 2010 at 10:18 am

Oh, karena Dia ya? *manggut-manggut*

Reply

Arham blogpreneur March 12, 2010 at 2:25 am

Mungkin kali ini jawabannya “NALURI” kalau menurut bang donny ??? apa naluri cukup kuat untuk memberi suggest “Ayo berikan ASI mu” ;-)

Reply

Donny Verdian March 12, 2010 at 10:44 am

Hhehehe kalo saya tau jawabannya saya pasti nggak bertanya via postingan, Mas…
Dan kupikir saya nggak akan pernah tahu karena saya manusia ;)

Reply

elia|bintang March 12, 2010 at 8:35 am

insting sih sepertinya. dan insting inilah yg banyak diabaikan org2 saat ini. bukankah orang dulu lbh pinter dari org saat ini? bisa tau bintang dgn mata telanjang, bangun piramid. ada hal2 yg ga bisa dimengerti manusia sekarang mengenai manusia dulu karena kita semua terperangkap oleh science. itu mnrt saya sih..

ngmg2 ttg manusia awal, coba kita tarik lebih awal lagi. terang diciptakan pd hari pertama. benda2 penerang di langit, salah satunya matahari, diciptakan pd hari (kl ga salah) ke 4. kl gitu darimana sumber terang dari hari pertama sampe tiga? dan saat matahari blm ada, bumi ini mengitari apa? krn alam semesta ini kan matahari-sentris..

banyak lah hal2 yg kita ga bisa ngerti.. :D

Reply

Donny Verdian March 30, 2010 at 9:47 am

Dari seluruh buku, aku paling malas baca Genesis, Sob hehehe :)

Reply

nanaharmanto March 12, 2010 at 11:49 am

Menurutku, insting dari ibu dan si bayi deh Don….
>> Insting Ibu ingin selalu memberi , dan tak mengharapkan kembali… sakjane, ide tulisanmu ini sudah diterjemahkan dengan sangat manis dan sederhana dalam lagu: “Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”.
Nggak ada Ibu yang menagih kembali ASI yang pernah diberikannya pada bayinya kan?

>> Insting bayi yang berjuang untuk hidup, dengan menangis, dan secara naluriah mencari puting susu ibunya. lha kok enak, wareg, dan itulah penyambung hidupnya.
pernah liat video inisiasi awal bayi menyusu? begitu lahir, si anak diletakkan di dada ibunya, skin to skin, dan si bayi bergerak mencari sendiri puting ibunya. menakjubkan!

komenku kali ini nyambung nggak, Don? :)

Reply

Riris E March 12, 2010 at 1:42 pm

mendadak aku jadi tambah pusing nich!! Tulisanmu mengajak aku memikirkan sesuatu yang tak mampu aku pikirkan..heheh (atau lagi males mikir ya? ;) )

Reply

sawali tuhusetya March 12, 2010 at 5:24 pm

begtiulah kira2, mas don, hehe … konon setiap ibu punya naluri untk menghidupi anak2nya. manusia punya naluri karena ada yang memberi. karena yang memberi Tuhan, pastinya naluri sang ibu utk menyusui hanya kerena petunjuk Tuhan semata, hehe …

Reply

bukan detikcom March 12, 2010 at 5:33 pm

mungkin belajar dari mamalia lain kali bro, jadi kita cuma nyontek yang udah ada ajah.

Reply

Yoga March 13, 2010 at 1:55 pm

the same thought while I was thinking…. kenapa semua buah durian di belahan bumi manapun, hanya jatuh di malam hari? Mengapa semua rambutan di dunia berbuah pada saat yang sama? Mengapa monyet di Kalimantan dan di Afrika, tingkah lakunya basically sama.

Aku pikir, itu masalah coding genetik yang prima. Siapa yang bisa bikin bahasa kode yang paling prima?

Reply

edratna March 13, 2010 at 2:42 pm

Horeee…Yoga ikut komen…kapan nulisnya Yog???

Reply

Yoga March 13, 2010 at 10:51 pm

aih kepergok Bu Enny, malu dehh :) )

Reply

hitamputih March 29, 2010 at 6:46 pm

Mungkin sebenarnya pertanyaannya hampir sama kalo di tujukan buat para hewan bin atang.
Siapa yang ngasih tau mereka kalo anaknya kudu disusuin??
Siapa yang ngasih tau mereka kalo telur2 harus di eramin biar netes??
Ya pokoke kayak kuwe lah…

Reply

alfred January 19, 2012 at 12:50 am

Bersyukurlah para suami yg memiliki istri dg stok ASI melimpah, susu formula disini mahal harganya don. Gak tau dah kalo di negerimu susu buat balita disubsidi penuh ma pemerintah :D

Reply

DV January 19, 2012 at 7:31 am

Tetep sing salah pemerintah, Fred! Mereka harusnya pintar mengatur regulasi harga susu krn ini penting untk generasi berikutnya, jgn malah mengkampanyekan anak mami-anak sapi.. Itu sesat!:) Terus berjuang, tiada lain!

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: