Sewaktu kecil dulu, aku paling suka melihat Papa mengenakan kemeja Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang berwarna biru tua serta
berlengan panjang di setiap hari senin dan tanggal 17 tiap-tiap bulannya.
Ada kesan gagah dan begitu berwibawa ketika melihatnya berangkat kerja di pagi hari, dan bahkan ketika lelah ia pulang di malam harinya,
seragam itu tak membuat ia tampak begitu lunglai setelah berjuang seharian di tempat kerjanya. Pakaian itu malah membuat ia tetap tampak sebagai pejuang dan pengabdi yang sesungguhnya.
Mengabdi pada negara dan berjuang untuk keluarga.
Pandangan seperti itu barangkali wajar. Aku hidup di lingkungan keluarga pegawai negeri dan mendapat rejeki juga dari seorang ayah yang adalah pegawai negeri.
Jadi maklum kalau aku lantas beranggapan demikian, bukan ?
Hingga akhirnya selepas merantau ke Jogja sejak 1993, aku pun mulai tidak terlalu memperhatikan "kedigdayaan" kemeja seragam Korpri itu lagi. Entahlah karena aku yang jelas jadi tak pernah melihat Papa mengenakannya atau barangkali karena lingkungan dan egoisme ku yang tak terlalu menghiraukan lagi hal-hal semacam itu.
Lebih-lebih setelah Papa pensiun pada 1998, praktis aku sangat jarang untuk melihat orang-orang berbaju Korpri di depanku. Selepas kuliah pun aku tak memilih untuk menjadi penerus Papa bekerja sebagai pegawai negeri, aku memilih jalur swasta karena kuyakin meski tak secara langsung mengabdi pada negeri, bukankah dengan bekerja dimanapun secara sungguh-sungguh itu sama saja dengan mengabdi pada kejayaan bangsa ini ?
Lima tahun sesudahnya, aku kembali "berpapasan" dengan soal baju Korpri lagi.
Waktu itu, pertengahan tahun 2003, aku kebetulan mendapat tugas dari kantor untuk mengerjakan proyek di sebuah kantor pemerintahan daerah di luar Jawa.
Aku sempat bingung ketika pada sebuah hari senin di tempat itu mendadak semua pegawai berseragam dalam pakaian yang belum pernah kukenali sebelumnya.
Aku pun plonga-plongo lalu bertanya kepada salah satu pegawai disitu.
"Pak, itu seragam apa?" seingatku, begitu pertanyaanku padanya.
"Oh, ini kan seragam Korpri, Pak?" jawabnya singkat sambil memandangku aneh.
"Ouww... hmm anu, bukannya yang biru tua itu, Pak seragam Korpri itu?"
"Hehehehe, aduh Pak Donny kemana aja, seragam yang itu kan seragam lama. Ini seragam barunya..."
Aku pun manggut-manggut dan membiarkannya berlalu tanpa ia sempat mendengar bahwa aku bergumam "Kok aneh dan lucu ya seragamnya?"
Maka sejak saat itu aku pun semakin merasakan betapa dunia telah banyak berubah tanpa harus kuketahui setiap detailnya. Betapa ternyata bukan aku saja pemutar roda dunia ini, tanpa aku, mereka tetap giat memutar kehidupan dan saling berubah satu sama lain termasuk soal baju Korpri itu.
Lalu yang terakhir hari minggu yang lalu, ketika sedang mengantar Mama dan Citra untuk berbelanja kain, tak kusangka dan tiada dinyana aku melihat bergulung-gulung kain berlogo Korpri seperti yang kulihat pada tahun 2003 itu yang dijajakan bersama ribuan gulung kain lainnya di areal pengap Beteng Trade Center, Gladhak, Surakarta. Aku pun langsung tertarik untuk melihat secara detail seperti apa kain dan motifnya.
Belum sempat kuberkomentar, Bulik Menuk, adik ipar Mama yang ikut menemani kami pun berujar
"Kayak taplak meja ya, Mas Donny?"
"Halah.. nggih mboten, lha wong sae ngoten kok (Ah ya nggak, bagus kok)" ujarku spontan kepada Bulik yang berprofesi sebagai guru di sebuah SMA negeri ini.
Sejenak kuusap-usap kainnya, kuperhatikan detail desain kain tersebut dan.. ah gumamanku pun berulang seperti lima tahun yang lalu "Kok aneh dan lucu ya seragamnya?"
Keterangan foto: Perhatikan penampakan alamat website dan email yang tertera pada pinggir kain tersebut! Cool, huh ?!?
Link tambahan, klik di sini untuk melihat Spesifikasi Teknis, Warna Kain/Bahan Pakaian Seragam Korps Pegawai Republik Indonesia.
Foto seragam Korpri lama diambil dari blognya Bli Saylows
Luar biasa perhatian seorang anak abdi negara terhadap sebuah simbol abdi negara. Saya juga sangat menyukai motif seragam PNS yang lama, cukup memiliki wibawa.
Saya juga anak pensiunan PNS cukup peduli dengan keadaan keluarga besar PNS, untuk itu bagi teman-teman keluarga besar PNS tidak lama lagi kita akan mendeklarasikan HPPPNS-RI Himpunan Putra Putri Pensiunan & Putra Putri Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia
Berdirinya organisasi tersebut agar keluarga besar PNS dapat menyatukan potensi yang dimiliki untuk kesejahteraan keluarga besar PNS.
Selamat atas berdirinya HPPPNS-RI.
Kalau saya sih ndak tertarik, cukup diam di sini saja sambi melanjutkan kehidupan :)
Peacee!
-DV-
kalo di amati emnag seragam baru korpri tidak ada wibawa nya sama sekali , karena disitu tidak ada lambang korpri nya,and menurut saya, dan gambar ya pun tidak mempunyai akna jelas..mendingan ganti saja , dengan seragam yang dulu....
Hehehe, kalo menurut saya, baju Korpri yang sekarang ini udah tercampur sedikit budaya pop, terlihat dari warna2 cerahnya.. bagus sih sebenarnya :)
-DV-
hehe.. ada sponsornya sgala ya... di bagian bawah... pasti banyak di kinjungi tuh websitenya. :D
Saya baru saja lepas dari seragam tsb karena pensiun....tapi setelah tahun 1998, upacara tak selalu setiap tanggal 17, hanya pada tanggal penting. Dan dikantorku, upacara tetap berjalan, tapi pake seragam corporate....pakai blouse/hem putih lengan panjang...jika staf ke atas berdasi, dan setingkat Deputy General Manager ke atas pakai jas...akibatnya panas banget (jadi malah sering sembunyi ikutan upacara di tempat staf saja...lha panas-panas kok pake blazer....
aku PNS .. tapi terus terang aku nggak punya baju KORPRI yang seperti sekarang
Kalo upacara ya kita pake baju putih dan celana gelap ..
salam dahsyat,
JB90
oooo
itu seragam KORPRI ya?
kirain cuma seragam Pegawai PEMDA doang.
:D
bkannya udh lama bgt yak gantinya... ?!?!
orang tua gw jg PNS, & lom pensiun...jd msh update lah....
tp memang, utk yg sekarang, terkesan gak formal bgt
Salam
Ga penah pake soale bukan PNS he..he..
Memakai seragam adalah konsekuensi dari pilihan kita akan sebuah profesi. Akan terasa sangat naif jika kita mengampu profesinya tetapi menolak mengenakan atributnya.
Semoga kita termasuk orang yang konsekuen dengan pilihan kita sendiri.
Selamat mengakrabi seragamnya, Mas!
Tabik!
hehehehe :lol: meski PNS, jujur saja saya jarang mengenakan seragam kebanggaan warga Korpri itu, mas donny, hehehehe :grin: upacara pun hanya ikut pada momen2 tertentu.
Iya baru tahu... xi..xi xi
Kemana saja aku ini :)
Lebih suka yang biru tua,kalem.
Memang segala sesuatu yang biasa kita lihat dan menurut anggapan kita sudah melekat erat sebagai identitas suatu objek, apabila berubah akan terlihat aneh pada awalnya Pak Donny. Inilah mungkin yang membuat sebagian besar orang enggan untuk berubah, walaupun perubahan itu ke arah yang lebih baik.
ah jadi inget bapakku juga ... pegawai negeri. memang seragam itu menjadi kebanggaan mereka dan kita. abdi negara !
He..he...
Saya pribadi lebih suka lihat motif yang lama, yang biru tua. Tapi saya si waktu itu masih belum jadi PNS.
Saat saya PNS, seragam korpri begitu. Saya gak suka. Sampai hari ini saya gak punya, bukan gak punya kainnya. Ada di lemari, tapi malas menjahitkannya.
Saya ini contoh yang jelek. Kalau ada PNS yang membaca komentar ini, jangan ditiru ya ;)
korpri keknya butuh desainer ya pak ... ngajuin proposal aaah *ngarep*
ooooo pantes aja... kirain kenapa koq sekarang ngga ada men in blue lagi di ruas jalan malioboro setiap senin siang. padahal dulu kan kalo jam 12 di sana biru2 pada makan siang dan sliweran kekekke.
anyways... iya yang biru memang lebih keren. memang terkesan ndeso, kurang luwes, terlalu apa ya? mmmm... konservatif? hihihihi cuma bukannya korpri itu stereo-typenya emang konservatif ya?
Sudah lama, Don...
Biar ramah lingkungan kali, hihihi.
Ah aku pribadi lebih suka sama sragam yang lama, lebih gagah dan berwibawa, sragam yg sekarang beraneka warna.. jadi keliatan agak 'kemayu' :D
haha, mesakne ke tenan to, kok yo baru mudeng seragam korpri anyar..
gubraakkkss...!!!
lu baru tau korpri udah ganti....?
akut emang yaa.... akuuttt.....

Ya! Sayalah Donny Verdian.
Hingga saat ini, setidaknya saya menetap di Sydney, NSW Australia, menjalani hidup dengan bahagia dan apa adanya. Saya hidup dalam dunia yang saya sendiri terkadang bingung untuk menyatakan dan mengenalinya.
Maka dari itu,saya tak gegabah untuk mengintisarikan keberadaan diri saya, lebih baik membaca/mengamati saja semua konten saya terutama pada kategori: Donny Verdian atau mengunjungi link partisipasi saya di beberapa social-community website di bawah ini:
Kalau Anda ingin menghubungi saya, silakan kirimkan email ke donny[at]verdian.net atau melalui akun YM: donnyverdian


Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.
Logo, desain halaman dan script situs web ini dibangun oleh Donny Verdian - Citraweb Nusa InfoMedia (2007) .
Ilustrasi dan ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Ardian Sukmaji (2007 - 2008), diinspirasi oleh Anjung Sakti (2005).
Foto hasil kreasi Ronny J. Dharma.
Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.
Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini.
Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.