Meski memiliki beat yang sedikit lebih cepat, akan tetapi semangat dan "pola" lagu ini sangat mirip dengan lagu sebelumnya, New Year's Day. Ya, inilah Like a Song... lagu yang dipasang pada track keempat, album ketiga U2 yang bertitle War.
Tidak seperti biasanya, ketika sedang membuat ulasan dari lagu ini aku tak menemukan ada banyak informasi mengenai Like a Song di rimba internet kecuali liriknya saja.
Untuk sebuah grup band megablast sekelas U2 hal ini tentu cukup mengherankan. Akan tetapi rasa heran tersebut akhirnya pupus setelah mengetahui bahwa U2 pun tercatat hanya sekali
membawakan lagu ini secara live yaitu di dalam rangkaian War Tour di Dundee, Scotland - Caird Hall pada tanggal 26 Februari 1983.
Ah, semoga saja frekuensi yang hanya sekali ini tidak lantas menjadikanku beranggapan "Jangankan kita para fansnya, lha wong U2 nya aja ndak suka dengan lagu ini kok!"
Ya, sekali lagi, semoga tidak demikian adanya.
Padahal, menurut penilaian pribadiku, lagu ini tidak kalah menarik dengan tiga lagu sebelumnya, Sunday Bloody Sunday, Seconds dan New Year's Day. Baik dari sisi musik maupun lirik ada semangat yang diteruskan antar-lagu, seperti sesuatu yang sambung menyambung, menjadi satu...
Lagu ini sebenarnya memiliki komposisi yang sederhana ditandai dengan dua bait yang singkat dan diakhiri dengan chorus yang juga singkat dan berbeda-beda pada enam stanza sepanjang lagu ini.
Tapi uniknya, tak seperti biasanya, lagu ini diawali dan diakhiri dengan gebukan drum Larry Mullen Jr yang mendominasi.
Sunday Bloody Sunday memang memiliki awalan yang didominasi oleh suara drum juga, akan tetapi Like a Song, tak hanya di awal saja tapi juga di akhir, tercatat nyaris seperempat masa dari lagu
yang berdurasi 4:47 menit ini pada encore-nya Bono berhenti bernyanyi kemudian track dipenuhi dengan suara drum Larry Mullen Jr dipertebal dengan bassline-nya Adam Clayton dengan
menyisakan "ruang-ruang sempit" yang dimanfaatkan The Edge untuk memberikan riff-riff singkat hingga akhir yang diselesaikan dengan fade out.
Indah nan unik, bukan?
Dan seperti biasanya, bukan U2 namanya kalau nggak menang dalam hal penulisan lirik yang matang, lugas dan garang.
Kalau soal ginian mah, Simbah Bono adalah jagonya!
Coba simak di bawah ini:
Like a Song ...
Like a song I hope to sing
I sing it for you
Like the words I have to bring
I bring it for you
And in leather, lace, and chains
We stake our claim
Revolution once again
No I won't...
I won't wear it on my sleeve
I can see through this expression
And you know I don't believe
Too old to be told
Exactly who are you
Tonight
Tomorrow's
To late
And we love to wear a badge, a uniform
And we love to fly a flag
But I won't...let others live in hell
As we divide against each other
And we fight amongst ourselves
Too set in out ways to try to rearrange
Too right to be wrong, in this rebel song
Let the bells ring out
Let the bells ring out
Is there nothing left?
Is there, is there nothing?
Is there nothing left?
Is honesty what you want?
A generation without name, ripped and torn
Nothing to lose, nothing to gain
Nothing at all
And if you can't help yourself
Well take a look around you
When others need your time
You say it's time to go...it's your time
Angry words won't stop the fight
Two wrongs won't make it right
A new heart is what I need
Oh God, make it bleed
Sumber:
Wikipedia, Macphisto (lirik)
Hai Mas!
Saya nggak ngikutin lagu-lagunya U2 (kecuali with our without you itu, Mas!), tapi saya tahu kalau Bono adalah orang yang luar biasa. Dia kan getol banget memperjuangkan Afrika dan ini menular sampai ke artis-artis yang lain. I got to say, he's a great role model for a celebrity, dimana segala kelakuannya adalah contoh.
Eniwei,
lagu di atas ngingetin saya soal film The Hunting Party. Sudah nonton? Film yang bercerita tentang jurnalisme dengan latar belakang perang Bosnia. Kalau belum nonton, silahkan nonton.. Bagus banget... :)
salam kenal...
Dari seorang writer (ga pake wannabe lagi... hehehe)
Suwe ora jamu...
Syalalalalala...
musik membuat inspirasi, musik bisa membuat kita tenang. taspi musik juga bisa membuat kita "gila". seperti kegilaan fans pada artisnya.
salam
radenbeletz.blogspot.com
dalam soal musik U@, saya hanya bisa selalu idem-dito review-nya mas donny. musik sbg salah satu cabang seni termasuk "ruh" kehidupan yang akan membawa peradaban yang lebih santun dan bermartabat. salam kreatif, mas donny!
keren loh headerna...
Kesibukkan minggu ini tidak bisa membiarkan saya menikmati musik barang sejenak. Sungguh sedih rasanya membaca tulisan Mas Donny yang masih bisa mengulas masalah musik. Thanks.
tadinya aku kirain bakal lihat review lagu "gundul pacul", dv.
taunya lagu ini.
review-nya keren euy, komprehensif.

Ya! Sayalah Donny Verdian.
Hingga saat ini, setidaknya saya menetap di Sydney, NSW Australia, menjalani hidup dengan bahagia dan apa adanya. Saya hidup dalam dunia yang saya sendiri terkadang bingung untuk menyatakan dan mengenalinya.
Maka dari itu,saya tak gegabah untuk mengintisarikan keberadaan diri saya, lebih baik membaca/mengamati saja semua konten saya terutama pada kategori: Donny Verdian atau mengunjungi link partisipasi saya di beberapa social-community website di bawah ini:
Kalau Anda ingin menghubungi saya, silakan kirimkan email ke donny[at]verdian.net atau melalui akun YM: donnyverdian


Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.
Logo, desain halaman dan script situs web ini dibangun oleh Donny Verdian - Citraweb Nusa InfoMedia (2007) .
Ilustrasi dan ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Ardian Sukmaji (2007 - 2008), diinspirasi oleh Anjung Sakti (2005).
Foto hasil kreasi Ronny J. Dharma.
Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.
Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini.
Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.