Bosan dengan publikasi televisi kemarin yang hampir semuanya seragam melaporkan dari Cendana, Halim, Solo serta Astana GiriBangun ?
Nggak papa, hitung-hitung memberikan penghormatan terakhir, apa salahnya....
Lagipula, meski kalian bosan setidaknya ada hal yang patut disyukuri dari apa yang ada di televisi hari itu, adalah karena mendadak sinetron-sinetron yang biasa bertebaran di televisi itu menghilang sementara. Ya bagaimanapun kalau disuruh membanding-bandingkan, sinetron masih tetap acara yang menurutku paling memuakkan.
Lebih bersyukur dan beruntung lagi, malam tadi aku mendapatkan pesan dari salah seorang teman dekat tentang adanya link film-film di bawah ini. Film-film yang bercerita tentang penemuan makam massal yang diduga digunakan untuk mengubur jasad para korban "pembersihan" PKI.
Silakan menikmati. Itung-itung bisa jadi selingan bagi kebosanan Anda.
Semoga tidak membuat rusak susu sebelanga karena nila sebanyak dua titik di atas ya.
Eh... oh atau sebaliknya, tidak memperbaiki nila sebelanga hanya gara-gara susu yang jatuh satu - dua titik dalam satu-dua hari ini.
Salam Merdeka!
@ndaru: anjrit.. jawaban yang ajib!!!!! hidup ndaru, artis serba bisa... linux bisa, SunOS bisa, MacOS jago, Free BSD, tuhannya!
to mbak windy;
Banyak tv lokal yang program acaranya bagus dan menyentuh kearifan lokal.
Favorit saya adalah menonton "Inyong Siaran" di JogjaTV.
Berita lokal yang dibawakan dengan bahasa Ngapak - ngapak Banyumasan dan sekitarnya
Dan seabreg acara lokal lainnya
Lagipula kalau mbak windy nyetel tv luar terus, bisa - bisa melewatkan wawancara mas donny yang seperti di postingan sebelumnya. apa mbak windy ga nyesel?
sip bos pilemnya ....ga tau mana yang bener mana yang salah
yang pasti yang bener itu ga salah iya to....xxixixix
Hihihi... :D
@DM: Heh jangan ngawur kau! Jogja itu segala ada! Mulai dari raja yang paling baik di tanah jawa, kami punya! Presiden yang paling kontroversial yang pernah lahir juga tak jauh dari Jogja tanah lahirnya. Kalau cuma tv kabel, kami malah punya yang khusus dewasa! opo Tumon!!!!
Aduh, Windy... Gimana sih! Di Yogya mana ada... =))
makanya pasang indovision...hare gene kok masih nonton tipi lokal...herann!
Awalnya aku ngerasa eneg dengan serbuan program TV dalam 48 jam terakhir ini. Tapi begitu kau bilang: bahwa acara-acara itu bisa membuat sinetron sedikit terpending penayangannya, ah, betul juga. Ada hikmahnya... Huehehe!
bukan krn gw ada darah cendananya don...tp hati gw terlalu bersih buat nonton film serem model begituan jadi mendingan lu telp gw aja ceritain felemnya...ok

Ya! Sayalah Donny Verdian.
Hingga saat ini, setidaknya saya menetap di Yogyakarta, menjalani hidup dengan bahagia dan apa adanya. Saya hidup dalam dunia yang saya sendiri terkadang bingung untuk menyatakan dan mengenalinya.
Maka dari itu,saya tak gegabah untuk mengintisarikan keberadaan diri saya, lebih baik membaca/mengamati saja semua konten saya terutama pada kategori: Donny Verdian atau mengunjungi link partisipasi saya di beberapa social-community website di bawah ini:
Kalau Anda ingin menghubungi saya, silakan kirimkan email ke donny[at]verdian.net atau melalui akun YM: donnyverdian

Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.
Logo, desain halaman dan script situs web ini dibangun oleh Donny Verdian - Citraweb Nusa InfoMedia (2007) .
Ilustrasi dan ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Ardian Sukmaji (2007 - 2008), diinspirasi oleh Anjung Sakti (2005).
Foto hasil kreasi Ronny J. Dharma.
Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.
Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini.
Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.