<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; Tustel</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/category/tustel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Vivid Festival 2011</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 06:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[light]]></category>
		<category><![CDATA[opera house]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[vivid festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1565</guid>
		<description><![CDATA[Macam-macam saja cara orang menghayati seni lalu menuangkannya melalui media. Vivid Festival adalah sebuah festival seni yang diadakan di Sydney, pada 27 Mei hingga 13 Juni 2011, sebuah festival tahunan yang identik dengan festival cahaya dalam rangka memasuki musim dingin, meski ada juga sih pertunjukan musik dan macam-macam keriaan lain yang mengikutinya. Festival cahaya, maksudnya? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html" title="Permanent link to Vivid Festival 2011"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_vivid.jpg" width="230" height="230" alt="Post image for Vivid Festival 2011" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">M</span>acam-macam saja cara orang menghayati seni lalu menuangkannya melalui media.</p>
<p><strong><a href="http://vividsydney.com">Vivid Festival</a></strong> adalah sebuah festival seni yang diadakan di Sydney, pada 27 Mei hingga 13 Juni 2011, sebuah festival tahunan yang identik dengan festival cahaya dalam rangka memasuki musim dingin, meski ada juga sih pertunjukan musik dan macam-macam keriaan lain yang mengikutinya.</p>
<p>Festival cahaya, maksudnya?<br />
Begini, karena sedang musim dingin, dimana durasi malam harinya jauh lebih panjang ketimbang musim lainnya, para seniman cahaya memanfaatkan keadaan ini dengan mengadakan pertunjukan cahaya laser yang ditembakkan melalui proyektor ke dinding-dinding gedung kota seperti <strong>Custom House</strong>, <strong>Museum of Contemporary Art</strong> dan apalagi kalau bukan landmark kota Sydney, <strong>The Opera House</strong> (Sydney Opera House &#8211; SOH). Ketiganya berada di kawasan The Rock, kawasan wisata yang merupakan tempat terbaik untuk melihat Opera House dan <em>Harbour Bridge</em> dari satu titik.</p>
<p>Menarik? He eh!<br />
Tapi lebih dari itu, menyimak bagaimana persiapan yang dilakukan dalam rangka itu, adalah sesuatu yang mengagumkan.</p>
<p>Adalah <a href="http://www.theelectriccanvas.com.au/"><strong>The Electric Canvas</strong></a>, perusahaan spesialis <em>large projection</em> yang berpengalaman dalam beberapa event termasuk <em>The Lights of Christmas 2010</em> and <em>Enlighten 2011</em> (Canberra), yang ditunjuk sebagai penyelenggara Vivid Festival tahun ini.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, untuk acara ini dibutuhkan lima desainer beserta puluhan kru yang membantunya, aplikasi-aplikasi mutakhir peraga 2D dan 3D, proyektor-proyektor laser seberat 73 kilogram beserta lensa seharga puluhan ribu dollar yang menempel padanya. Dukungan IT ter-mutakhir juga tak bisa dihindarkan lagi untuk membantu implementasi acara yang meski hanya berlangsung setengah bulan ini namun persiapannya membutuhkan waktu yang tak singkat.</p>
<p><strong>Peter Milne</strong>, founder perusahaan itu bahkan ikut turun tangan dalam melakukan detail persiapan mulai dari analisa gedung, perencanaan tata cahaya, perhitungan pembiayaan, persiapan akhir bahkan bagaimana acara itu nantinya dapat ramah lingkungan dan bisa lolos dari uji karbon, adalah hal yang tak ketinggalan untuk dipersiapkan dan diperhitungkan.</p>
<p>Sedikit yang bisa kuceritakan karena itu juga yang hanya kuketahui, ketika proses set-up tiba, kegiatan tak bisa dilakukan begitu saja dengan menutup akses umum ke gedung-gedung yang akan digunakan sebagai &#8216;kanvas&#8217;. Malah, Peter dan kawan-kawan &#8216;ngalah&#8217; untuk menyiapkan semuanya setelah akses umum ditutup, sekitar pukul 11 malam dan semua harus selesai sebelum jam 7 pagi hari berikutnya. Demikian terus-menerus hingga tenggat waktu persiapan kelar yang berarti harus tuntas pula segala tetek-bengek persiapan yang mendukungnya.</p>
<p>Jadi, alangkah bersyukurnya aku bersama keluarga dan teman-teman dekat sesama Indonesian bisa berkunjung ke Vivid Festival 2011 hari minggu, 5 Juni 2011 silam. Sepulang dari gereja, kami berdelapan mengunjungi The Rock, membaur bersama ribuan orang yang sama-sama terpana dengan pertunjukan sinar laser yang memesona itu sementara sahabatku, <a href="http://www.facebook.com/wijaya.trio"><strong>Wijaya Trio</strong></a>, memotret &#8216;aksi&#8217; lukis cahaya itu dengan kamera dSLR nya. Simak foto-fotonya di bawah ini.</p>
<div style="text-align: center; overflow: auto;">
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255685_10150208127193451_753613450_7135587_198461_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255685_10150208127193451_753613450_7135587_198461_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247190_10150208127113451_753613450_7135586_6991487_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247190_10150208127113451_753613450_7135586_6991487_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251342_10150208126828451_753613450_7135580_6581099_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251342_10150208126828451_753613450_7135580_6581099_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255066_10150208125673451_753613450_7135558_2960804_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255066_10150208125673451_753613450_7135558_2960804_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252179_10150208125633451_753613450_7135557_1867620_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252179_10150208125633451_753613450_7135557_1867620_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254048_10150208125533451_753613450_7135556_3217520_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254048_10150208125533451_753613450_7135556_3217520_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251493_10150208125183451_753613450_7135547_5335410_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251493_10150208125183451_753613450_7135547_5335410_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/248708_10150208124593451_753613450_7135535_3143534_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/248708_10150208124593451_753613450_7135535_3143534_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
</div>
<p>Seperti biasa, di tengah keterpanaan itu, aku sempat-sempatnya melamun membayangkan andai&#8230; ya andai Vivid Festival diadakan di kota-kota di Indonesia, Jakarta lah misalnya. Nah, ketahuan deh, kalian mulai mencibir dan menggumam, <em>&#8220;Mana mampu kita? Apa bisa?&#8221;</em></p>
<p>Aku barangkali orang pertama yang berani bilang, &#8220;Bisa! Kita pasti bisa! Bersama kita bisa!&#8221; *eh&#8230;</p>
<p>Aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada negara yang miskin, yang ada hanyalah negara salah kelola. Dan kuyakin Indonesia bukan negara miskin, bukan pula negara salah kelola. Oleh karena itu aku yakin Indonesia, khususnya Jakarta, pasti mampu mengadakan hal seperti Vivid Festival bahkan lebih bagus dari apa yang dimiliki Sydney!</p>
<p>Kita punya begitu banyak gedung dan landmark yang bisa &#8216;dilukisi&#8217; cahaya, semisal Gedung DPR-RI di Senayan. Kubahnya kan seksi? Belum lagi kalau nanti gedung barunya sudah berhasil didirikan? Alangkah baiknya kalau waktu launching diadakan &#8216;pertunjukan lukisan cahaya&#8217; begitu ya? Biayanya paling nggak sampai 10 persen dari harga proyek pengadaan gedung itu sendiri kok.</p>
<p>Ada juga gereja katedral yang kuyakin tak susah untuk mendapat ijin dari &#8216;penguasanya&#8217; untuk dilukisi cahaya. Monas itu juga tak kalah tangguh kan tongkrongannya? Disorot sinar berwarna-warni seperti yang ada di sini, bangunan Monumen Nasional made in Orde Lama itu pasti tampak lebih gagah lagi. Masih kurang? Istana merdeka, Keong Mas Taman Mini, Gelora Bung Karno, dan masih banyak lagi, <em>you name it!</em></p>
<p>Masalah tenaga kerja dan tenaga kreatif tak usah ragu! Datangkan saja seniman-seniman dari Jogja digabung dengan ahli-ahli IT dari Bandung. Orang-orang kita sejatinya pintar-pintar dan kreatif-kreatif kan.</p>
<p>Kalaupun ada yang diperlukan tinggal niat, kemampuan untuk memanage dan kemauan untuk dimanaged. Masalah uang kan bisa dimintakan ke para koruptor itu&#8230; uang segitu mah bagi mereka nggak ada apa-apanya&#8230;</p>
<p>So, gimana? Brani?<br />
<em> Etapi&#8230;duh, PLN gimana ya? <strong>*tepokjidat</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Indonesia</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/05/26/festival-indonesia.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/05/26/festival-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 06:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[festival indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1526</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu aku datang ke acara Festival Indonesia, di sebuah taman di Marickville, suburb yang jaraknya sekitar 15 kilometer selatan Kota Sydney. Festival-festival seperti ini sebenarnya bukan merupakan hal yang baru dan bukan pula sesuatu yang jarang dilakukan. Barangkali karena begitu besar komunitas Indonesia yang ada di Sydney, bisa dibilang hampir setiap tiga bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/05/26/festival-indonesia.html" title="Permanent link to Festival Indonesia"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_festivalIndonesia.jpg" width="230" height="230" alt="Post image for Festival Indonesia" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">B</span>eberapa waktu lalu aku datang ke acara Festival Indonesia, di sebuah taman di Marickville, suburb yang jaraknya sekitar 15 kilometer selatan Kota Sydney.</p>
<p>Festival-festival seperti ini sebenarnya bukan merupakan hal yang baru dan bukan pula sesuatu yang jarang dilakukan. Barangkali karena begitu besar komunitas Indonesia yang ada di Sydney, bisa dibilang hampir setiap tiga bulan sekali, acara-acara seperti itu diadakan berganti-gantian tempat dan komunitas penyelenggaranya. Belum lagi kalau menjelang hari-hari peringatan nasional seperti 17 Agustusan, Sumpah Pemuda ataupun Lebaran (eh ini sebenarnya bukan peringatan nasional tapi lebih ke peringatan keagamaan yang diperingati nasional ya?), frekuensi penyelenggaraannya bisa lebih acap lagi.</p>
<blockquote class="left"><p>&#8220;&#8230;karena aku ini adalah anak Indonesia yang sampai kapanpun tak kan mau dan mampu melepas takdir itu.&#8221;</p></blockquote>
<p>Berbekal pamflet pengumuman perhelatan yang disebar lewat internet, buletin Indonesia yang terbit di Australia serta restaurant-restaurant penyaji masakan khas Indonesia, acara festival biasanya dimulai sejak pagi hingga berakhir menjelang sore meski beberapa ada yang hingga larut malam baru berakhir keriaannya. Biasanya, festival diadakan di sebuah taman atau hall dengan sebuah panggung utama ada di tengah untuk menampilkan beberapa aksi kesenian daerah di Indonesia, sementara beberapa staal/booth makanan dan berbagai penjual merchandise pernak-pernik khas Indonesia berada di kelilingnya.</p>
<p>Eh jangan anggap bahwa makanannya nggak enak atau &#8216;asal kelihatan seperti masakan Indonesia&#8217; lho ya&#8230;<br />
Beruntung, jarak Australia ke Indonesia tak terlalu jauh sehingga beberapa bumbu asli masakan khas Indonesia dengan mudah bisa didapatkan di toko-toko asian grocery atau bahkan Indonesian grocery yang ada di beberapa kawasan yang banyak didominasi orang-orang &#8220;kita&#8221;. Kalaupun repot untuk mengirim bumbu asli dari Indonesia, struktur iklim kawasan Australia bagian utara yang berbatasan dengan Samudra Indonesia (Hindia) memiliki kesamaan dengan iklim tropis kita sehingga, meski tak semua, banyak bumbu yang &#8216;mirip&#8217; asli yang bisa ditanam dan diproduksi di sana.</p>
<div style="text-align: center; overflow: auto;">
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/-ms0PrCMX9jQ/Td3bUpOJpiI/AAAAAAAAA_U/Z_5x2m-dd1Q/festivalIndonesia%252520001.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-ms0PrCMX9jQ/Td3bUpOJpiI/AAAAAAAAA_U/Z_5x2m-dd1Q/festivalIndonesia%252520001.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/-2LYxmP7K6vM/Td3bbTMfVBI/AAAAAAAAA_Y/FUEBnn-sIlw/festivalIndonesia%252520008.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-2LYxmP7K6vM/Td3bbTMfVBI/AAAAAAAAA_Y/FUEBnn-sIlw/festivalIndonesia%252520008.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/-29yT9hEUYKQ/Td3bcIougkI/AAAAAAAAA_c/dHmyuKmpmAk/festivalIndonesia%252520002.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/-29yT9hEUYKQ/Td3bcIougkI/AAAAAAAAA_c/dHmyuKmpmAk/festivalIndonesia%252520002.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/-CqJ7qGj1HW8/Td3bcwQGrnI/AAAAAAAAA_g/ctLKsEiIqVk/festivalIndonesia%252520003.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-CqJ7qGj1HW8/Td3bcwQGrnI/AAAAAAAAA_g/ctLKsEiIqVk/festivalIndonesia%252520003.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/-nIazpBpZ0e0/Td3bdoL2VjI/AAAAAAAAA_k/hi59kEGFe1g/festivalIndonesia%252520004.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-nIazpBpZ0e0/Td3bdoL2VjI/AAAAAAAAA_k/hi59kEGFe1g/festivalIndonesia%252520004.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/-2R2P0ranG4A/Td3beJrHwjI/AAAAAAAAA_o/mGnTGi66My0/festivalIndonesia%252520005.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-2R2P0ranG4A/Td3beJrHwjI/AAAAAAAAA_o/mGnTGi66My0/festivalIndonesia%252520005.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/-1eSCvO5MTXE/Td3be0PUiUI/AAAAAAAAA_s/SsbfkKvuY2I/festivalIndonesia%252520006.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/-1eSCvO5MTXE/Td3be0PUiUI/AAAAAAAAA_s/SsbfkKvuY2I/festivalIndonesia%252520006.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/-UBlW2ez_bT0/Td3bfr5q-hI/AAAAAAAAA_w/nrt1tFl1z0U/festivalIndonesia%252520007.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/-UBlW2ez_bT0/Td3bfr5q-hI/AAAAAAAAA_w/nrt1tFl1z0U/festivalIndonesia%252520007.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
</div>
<p>Namanya juga Festival Indonesia, maka kebanyakan yang datang ya para Indonesians meski ada sedikit warga bangsa lain yang turut hadir. Ditilik dari sisi usia, kalau mau dikelompokkan, kita bisa sebut ada tiga kelompok rentangan yang hadir.</p>
<h3>Senior ( &gt; 50 )</h3>
<blockquote class="right"><p>&#8220;&#8230;Lugas dalam arti kata bahwa mereka tidak canggung untuk mencoba mencintai kebudayaan Indonesia&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p>Mereka yang bisa dikategorikan dalam strata ini adalah mereka yang telah tinggal lama, menetap, di Australia. Kukatakan lama karena ada yang bahkan sejak awal dekade 70-an mereka telah bermigrasi kemari meski ada juga mereka yang telah senior secara usia tapi pindah kemari &#8216;baru-baru saja&#8217; seiring perpindahan studi anak-anak mereka atau keputusan untuk bermigrasi begitu saja dari Indonesia ke Australia.</p>
<p>Aku tak kan membahas yang terakhir, karena lebih menarik yang pertama yaitu mereka yang telah sejak awal dekade 70-an berada di sini. Rata-rata mereka dari penampilan dan tingkah laku sudah sangat western meski secara bahasa dan lidah perasa makanannya masih tetap Indonesia. Ngomongin soal ke-Indonesia-an dengan mereka, kebanyakan sudah tak terlalu nyambung karena misalnya kita mau omongin karakter gubernur Jakarta sekarang, FoKe, mereka cuma akan manggut-manggut tapi tetap nggak ngeh siapa dan seperti apa FoKe itu. Di mata dan pikiran mereka, gubernur Jakarta yang berkesan ya Ali Sadikin tiada lain karena ketika mereka tinggal di Indonesia dan awal-awalnya pindah kemari, ya dialah gubernurnya.</p>
<p>Ngomongin musik juga demikian adanya. Mereka tentu tak kan bisa terlalu menikmati sajian musik-musik terkini ala ST12 ataupun Ungu. Barangkali itu pula yang menyebabkan panggung kesenian di tiap acara festival tak pernah bisa beranjak dari lagu-lagu daerah yang bukannya usang, tapi terlalu repetitif untuk diperdengarkan dalam setiap kesempatan.</p>
<h3>Medior ( 30 &#8211; 50 )</h3>
<p>Generasi ini, aku ada di dalamnya, biasanya didominasi oleh mereka para pelajar penempuh jenjang studi S2 ke atas maupun mereka yang bermigrasi kemari sejak kuliah lantas melanjutkan bekerja di sini atau mereka yang bermigrasi ke sini karena alasan keluarga dan atau pekerjaan. Kebanyakan dari golongan ini adalah mereka yang masih tetap menjaga ke-Indonesia-annya baik dari sisi penampilan maupun bahasa apalagi lidah perasa makanannya.</p>
<p>Susah untuk menjelaskan seperti apa penampilan yang &#8216;Indonesia&#8217; itu dalam kata-kata, maaf <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Tapi yang jelas, kalau di hadapan kalian dijajarkan seorang dari generasi ini dan seorang dari generasi sebelumnya (senior) atau generasi yang akan kuceritakan di bawah ini, kalian akan bisa menebak mana yang &#8216;lebih Indonesia&#8217; ketimbang dua lainnya <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salah satu ciri lain dari generasi ini terutama yang sudah memiliki anak berusia di atas balita, adalah bagaimana mereka berjuang untuk mengenalkan bahasa Indonesia ke anak-anaknya meski sang anak memilih untuk membalasnya dalam Bahasa Inggris.</p>
<p>Nah, anak-anaknya itu, akan kuceritakan dalam golongan usia di bawah ini.</p>
<h3>Junior ( &lt; 30 )</h3>
<blockquote class="left"><p>&#8220;&#8230; meski tak jarang yang sudah melepas kewarganegaraan Indonesia namun tetap begitu cinta pada tanah air &#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p>Yang paling banyak menghuni golongan ini sebenarnya adalah mahasiswa/i Indonesia yang baru pindah ke Australia seusia pendidikan mereka. Meski demikian, tak jarang dari mereka yang lantas memilih untuk tinggal dan bekerja di sini karena &#8216;ogah pulang&#8217;. Kebanyakan dari mereka tentu masih sangat Indonesia baik dari sisi apapun kecuali tempat tinggalnya saja.</p>
<p>Namun yang lebih menarik adalah mereka yang berada di usia ini namun lahir di Australia atau setidaknya mengenyam pendidikan sejak jenjang dasar di Australia. Kebanyakan dari mereka, seperti yang kuceritakan di golongan sebelumnya, Medior, tak lagi menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa percakapan dan tulisan. Cara mereka ber-cas-cis-cus English pun sudah berbeda dengan kami yang belajar Bahasa Inggris di Indonesia baik dari sisi cengkok dan pilihan katanya.</p>
<p>Namun bukan berarti mereka tak &#8216;kenal&#8217; lagi Bahasa Indonesia. Semua tergantung bagaimana didikan keluarganya. Ada keluarga yang memang telah menggunakan bahasa Inggris dalam bahasa keseharian meski masih sangat banyak keluarga yang memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia untuk sehari-hari; setidaknya untuk bagaimana sang orang tua bertutur kepada anak sementara si anak ya tetap menjawab dengan menggunakan Bahasa Inggris meski sekali lagi, mereka tahu apa yang diucapkan orang tua dalam bahasa ibu mereka.</p>
<p>Kira-kira mengapa kebanyakan anak Indonesia kelahiran/besar di Australia tak mau menggunakan Bahasa Indonesia? Meski tak bisa menjaring jawaban dari setiap anak Indonesia, tapi beberapa dari mereka yang kutemui merasa enggan karena mereka sadar bahwa mereka tak lancar berbahasa Indonesia, terkait logat dan kebiasaannya. Beberapa yang kutemui yang &#8216;memaksa&#8217; untuk berbahasa Indonesia, logat mereka terdengar seperti banyak bule-bule yang ada di sinetron dan infotaintment yang sibuk belajar Bahasa Indonesia. Ya, kalian benar&#8230; mirip Irfan Bachdim dan Cinta Laura begitulah! <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, dimana mereka lantas meletakkan ke-Indonesia-an mereka kalau sekadar untuk berbahasa saja mereka susah? Entahlah, tapi kupikir kalian akan menemukan jawaban kalian dari bagaimana cara mereka berpartisipasi dalam festival demi festival Indonesia.</p>
<p>Meski tak merasa nyaman untuk bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia, kebanyakan penyaji hiburan kesenian daerah yang dipertontonkan di atas panggung adalah mereka yang ada di kelas &#8216;Junior&#8217; itu utamanya mereka yang lahir dan besar di sini. Dengan susah payah, mereka belajar menarikan tarian Dayak maupun tarian Saman Aceh meski seumur hidup mereka barangkali belum pernah pergi ke pedalaman Kalimantan dan Aceh.</p>
<p>Hasilnya kaku? Jelas! Tapi aku lebih senang menggunakan istilah lugas! Lugas dalam arti kata bahwa mereka tidak canggung untuk mencoba mencintai kebudayaan Indonesia dengan melakukannya terlepas dari ketidakmampuan, sesuatu yang sayangnya justru kerap kita jadikan topeng di wajah supaya kita tampak sebaliknya, mampu.</p>
<p>Masih terkait dengan bagaimana hebohnya mereka mencoba menghargai Indonesia, kuceritakan satu momen yang kerap membuatku tergetar ketika datang ke festival seperti itu.<br />
Tak lain adalah saat dinyanyikannya Indonesia Raya. Mereka tak hapal? Tentu saja! Tapi terlepas dari ketidakhapalan itu, mereka tetap tegak berdiri, menaruh tangan di dada kanan, tempat jantung kita bertugas dan berdetak demi kehidupan, hingga lagu usai dikumandangkan.</p>
<p>Pemandangan seperti itu tak jarang membuatku merinding dan seperti ada satu kekuatan besar yang menyesakkan kerongkongan yang mengharukan.  Bukan! Bukannya aku terharu hanya karena aku ini adalah anak Indonesia yang sampai kapanpun tak kan mau dan mampu melepas takdir itu. Bukan pula karena aku terharu karena aku telah berada di negara lain; sesuatu yang kerap disambut teman-teman yang tinggal di Indonesia dengan satu ujaran sinis &#8220;Wah, enak ya kamu sudah di luar negeri!&#8221; Bukan, sekali lagi bukan itu penyebabnya.</p>
<p>Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah kilasan-kilasan hal yang tak jarang memalukan terkait berita-berita politik tanah air yang kerap kutonton di siaran televisi nasional yang kutangkap lewat saluran parabola. Semua itu lantas kubandingkan dengan betapa kami di sini, meski tak jarang yang sudah melepas kewarganegaraan Indonesia namun tetap begitu cinta pada tanah air, sebagai sesuatu yang setidaknya adalah tempat lahir dan kami bertumbuh untuk pertama kali <em>(dan itu adalah hal yang tak bisa kami pungkiri bahkan dihadapan Tuhan sekalipun).</em></p>
<p>Nun jauh dari sisi selatan negeri kangguru, ketika musim dingin 2011 mulai menampakkan kelambunya, aku menuliskan semua ini untuk kalian yang mendiami zamrud khatulistiwa, Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/05/26/festival-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Andalan. Punya?</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/03/24/foto-andalan-punya.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/03/24/foto-andalan-punya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 06:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[Tustel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1375</guid>
		<description><![CDATA[Foto andalan? Ya, foto yang kalian anggap sebagai foto terbaik untuk beberapa waktu lamanya karena menurutmu atau sebagian orang yang melihatnya, kamu tampak menawan di situ! Dalam pembahasaan yang agak sedikit berbeda, foto andalan bisa juga berarti foto dengan penampakanmu yang sedemikian rupa sehingga bisa membuat kalian menggumam &#8220;Ah, untung hidungku yang pesek tak kelihatan..&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/03/24/foto-andalan-punya.html" title="Permanent link to Foto Andalan. Punya?"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_andalan.jpg" width="230" height="230" alt="Post image for Foto Andalan. Punya?" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">F</span>oto andalan?<br />
Ya, foto yang kalian anggap sebagai foto terbaik untuk beberapa waktu lamanya karena menurutmu atau sebagian orang yang melihatnya, kamu tampak menawan di situ!</p>
<p>Dalam pembahasaan yang agak sedikit berbeda, foto andalan bisa juga berarti foto dengan penampakanmu yang sedemikian rupa sehingga bisa membuat kalian menggumam <em>&#8220;Ah, untung hidungku yang pesek tak kelihatan..&#8221;</em> saat temanmu berkomentar, <em>&#8220;Wah, hidungmu mancung sekali ya!&#8221;</em></p>
<p>Lalu dimana dan kapan foto andalan biasa digunakan? Entah kalau sebelum akhir 90-an, namun yang jelas sejak awal 2000-an saat internet mulai &#8216;mencengkeram&#8217; jalur komunikasi kita dan terlebih lagi sejak social media mulai membiak, foto andalan adalah salah satu piranti penting dalam kita berkomunikasi dengan sesama. Foto andalan banyak menghiasi profil picture di <strong>Facebook</strong>, <strong>Friendster </strong>(eh, masih ada yang pake?!), <strong>Twitter</strong>, profil di banyak <strong>blog </strong>serta sesuatu yang kerap dilampirkan ke dalam email perkenalan.</p>
<p>Tak banyak cingcong lagi Cong.. eh Cing! Simak foto-foto yang pernah dan saat ini jadi andalanku di bawah ini!</p>
<h3>Helm-an (1997 &#8211; 2000)</h3>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 127px">
	<img src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TYmpCtLauDI/AAAAAAAAA80/JQfM7e6ArHg/blog_andalan001.jpg" alt="" width="127" height="227" />
	<p class="wp-caption-text">photo by Danny Sentanu</p>
</div>
<p>Ini adalah foto andalan pertama hasil jepretan kawan lama, <strong>Danny Sentanu</strong>, berbarengan &#8216;sentuhan&#8217; pertamaku dengan internet.</p>
<p>Foto ini diambil sekitar pertengahan tahun 1996 pada sebuah pentas musik di Stadion Kridosono Yogyakarta&#8230; Aku bersama teman-teman satu angkatan di <strong>SMA Kolese De Britto </strong>Yogyakarta manggung di situ dan.. ah, aku pake helm warna merah karena waktu itu helm-an adalah sesuatu yang menjadi trend di Yogyakarta tak hanya dipake saat berlalu lintas saja.</p>
<p>Foto ini jadi foto andalan karena ia mampu &#8216;menjawab&#8217; banyak pertanyaan teman-teman baru mulai dari,<br />
<em> &#8220;Kamu tampan?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Badan kamu tinggi?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Kamu bisa main musik?&#8221;</em></p>
<p>Semua terjawab &#8220;IYA&#8221; di foto itu, kan? Ya kan? <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div style="clear: both;"></div>
<h3>Bak fotografer (2000 &#8211; 2003)</h3>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 195px">
	<img src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TYmpCo9SfDI/AAAAAAAAA84/eLUBg8W4wOQ/blog_andalan002.jpg" alt="" width="195" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Photo by Valens Riyadi</p>
</div>
<p>Foto di samping dijepret <strong>Valens Riyadi</strong>, eks kolega sekaligus eks bos di perusahaan yang dulu, pada 31 Desember 2000. Saat itu, bersamanya serta satu teman lain, <strong>Adhit Omphonk</strong>, kami meliput acara race competition di lapangan parkir Stadion Mandala Krida Yogyakarta untuk sebuah media online yang dulu kami miliki bersama, <strong>GudegNet</strong>.</p>
<p>Pada saat itu, kamera dengan lensa yang panjang seperti yang tampak di samping belumlah menjadi sesuatu yang menjamur seperti sekarang ini. So, meski kameranya juga kamera pinjaman (dan honestly at that time aku nggak tahu gimana pula cara pakainya) tapi aku tampak keren kan? <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto ini pernah kujadikan sebagai foto utama di website lamaku dulu, <strong>donnie.or.id</strong>.</p>
<div style="clear: both;"></div>
<h3>Puncak Suroloyo (2004 &#8211; 2007)</h3>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 300px">
	<img src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TYmpClnlW6I/AAAAAAAAA8w/r6bG2rLViiE/blog_andalan003.jpg" alt="" width="300" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Photo by Victor Elvino</p>
</div>
<p>Suatu malam, pertengahan tahun 2003, ketika sedang tak bisa tidur dan tak ada pula hal yang perlu dikerjakan bersama beberapa rekan termasuk <strong>Valens Riyadi </strong>dan <strong>Viktor Elvino</strong>, teman dekatku, kami pergi ke Puncak Suroloyo di sisi barat Yogyakarta untuk mengejar sunrise keesokan harinya.</p>
<p>Karena sunrise toh hanya sekian menit saja lamanya dan kawan-kawanku yang hobi motret itu sudah kehabisan akal untuk melampiaskan nafsu memotretnya, maka jadilah aku menyediakan diri sebagai model bagi mereka <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sekejap kemudian, terciptalah foto andalan ini hasil jepretan Viktor Elvino.</p>
<p>Foto ini kupilih jadi foto andalan meski dari sisi &#8216;tampang&#8217; lebih menyenangkan dua foto sebelumnya, namun entah kenapa aku berpikir bahwa &#8216;wujudku&#8217; disitu cukup.. <em>iconic</em>! <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto ini pernah kupakai sebagai header blog lama, donnie.or.id dan menjadi avatar pertamaku di Friendster, si pemula social media itu. Beberapa forum yang kuikuti di internet juga memuat foto ini sebagai profile picture-nya.</p>
<div style="clear: both;"></div>
<h3>Menggendong anak orang (2004 &#8211; 2005)</h3>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 266px">
	<img src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TYmpDsKxb-I/AAAAAAAAA9A/px0Rxq7WBw8/blog_andalan004.jpg" alt="" width="266" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Photo by... ah lupa!</p>
</div>
<p>Bukan! Yang kugendong itu bukan anakku tapi anaknya <strong>Sari</strong>, front officer di kantor lama dulu. Pada saat itu, entah kenapa, aku ingin mencitrakan diri sebagai &#8216;pria dewasa&#8217;, maka si orok itupun kugendong dan jadilah foto itu. Foto ini diambil saat mantan kolega, <strong>Riza Tantular</strong>, menggelar house warming awal tahun 2005 di Yogyakarta.</p>
<p>Khalayak sempat gaduh *halah* dengan beredarnya foto itu (terutama di Friendster) karena banyak yang mulai bertanya dan berpendapat <em>&#8220;Ah, Donny! Kamu lama tak kelihatan ternyata udah merit dan punya anak!&#8221;</em></p>
<p>Mereka patah hati? Entah, tapi mereka, yang bertanya itu, kebanyakan pria! Percayalah! <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div style="clear: both;"></div>
<h3>Di angkringan (2005 &#8211; 2010)</h3>
<p>Narsisme tingkat tinggi-ku pernah memantik niat untuk benar-benar mengadakan photo session dengan aku sebagai modelnya&#8230; dan uniknya, hal itu terlaksana!</p>
<p>Ceritanya, sekitar pertengahan tahun 2005 aku hendak me-redesign website lamaku dulu. Untuk itu aku minta bantuan <strong>Martho</strong>, teman dekat yang punya hobi fotografi untuk &#8216;mengeksekusi&#8217; ideku tadi.</p>
<p>Tanpa malu (dan kenapa pula harus malu?!) aku menjadi model di tengah Stasiun Tugu Yogya yang ramainya seperti pasar itu. Seingatku banyak orang yang mencermati kegiatan photo session itu dan aku toh tak perlu mendengar dan ingin tahu apa yang menghuni di benak mereka hanya karena mereka melihatku, toh? <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, setelah session itu selesai dan hari beranjak malam, aku dan Martho lalu nongkrong di Angkringan Lek Man (Angkringan Tugu) yang letaknya tepat di sebelah utara stasiun. Martho lalu iseng memotretku dan terciptalah foto di atas yang melebihi kualitas foto-foto yang justru dihasilkan pada session yang baru saja dilalui.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TYmpEJvy14I/AAAAAAAAA88/rtv4bE-OULM/blog_andalan005.jpg" alt="" width="500" height="254" />
	<p class="wp-caption-text">Photo by Wahyu Martho</p>
</div>
<p>Mungkin kalian menganggap foto di atas biasa saja tapi bagiku, dengan melihat foto itu, lebih dari sekedar aku sebagai obyek utama, aku merasakan adanya &#8216;feel&#8217; foto yang menurutku Jogja sekali, lengkap dengan meja angkringan, gelas kopi dan semuanya dibalut dalam nuansa hitam-putih.</p>
<p>Foto ini pernah kupakai untuk profil picture di Facebook, menggantikan beberapa avatar foto di beberapa forum internet dan yang lebih penting daripada itu, foto ini kupasang di Curicullum Vitae  pertamaku yang kukirimkan ke perusahaan-perusahaan di Australia hingga akhirnya aku mendapatkan pekerjaan di sini, Januari 2009 lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Keluarga (2010 &#8211; now)</h3>
<p>Saking senangnya dengan foto andalan di atas, hingga lima tahun ke depannya, tak ada satupun foto yang kuanggap bisa menandinginya sebagai foto andalan.</p>
<p>Baru setelah aku punya anak, pada suatu sore, sahabat baruku, sesama Indonesian yang tinggal di Sydney, <strong>Wijaya Trio</strong>, memotretku bersama <strong>Joyce</strong>, istriku, dan <strong>Odilia</strong>, anakku.<br />
Voila! inilah hasilnya!</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TYmpCL1gXhI/AAAAAAAAA8s/3s4UydTfm1U/blog_andalan006.jpg" alt="" width="500" height="361" />
	<p class="wp-caption-text">Photo by Wijaya Trio</p>
</div>
<p>Bagiku foto ini sangat rileks dan ceria! Tak pelak lagi, kujadikan foto ini sebagai foto andalan dengan memuatnya di Facebook sebagai profile picture mengalahkan foto-foto andalan lainnya yang pernah kupunya.</p>
<p>Kalian tahu sebabnya? Karena di foto ini, tak hanya aku saja yang tampak &#8220;handal&#8221; tapi justru karena di foto inilah, aku bisa memuat andalan-andalanku yaitu anak dan istriku! Ya, merekalah andalan-andalanku sesungguhnya!</p>
<p>OK, sekarang gantian kalian yang cerita&#8230; mana fotomu? Foto andalanmu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/03/24/foto-andalan-punya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Tram Festival</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/03/03/menikmati-tram-festival.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/03/03/menikmati-tram-festival.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 06:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[festival]]></category>
		<category><![CDATA[train]]></category>
		<category><![CDATA[tram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[Sehebat-hebatnya orang berinovasi dengan pesawat terbang, bagiku kereta entah itu api maupun listrik tetap menghadirkan nuansa tersendiri yang tak bisa diraih oleh pesawat terbang. Aku menyebutnya sebagai romantisme meski entah kenapa bisa hal itu justru yang tercipta di tengah bau apek keringat penumpang kelas ekonomi/bisnis yang tak ber-AC serta riuh rendahnya penjual makanan dan pernak-pernik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/03/03/menikmati-tram-festival.html" title="Permanent link to Menikmati Tram Festival"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/tram-003.jpg" width="230" height="230" alt="Post image for Menikmati Tram Festival" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">S</span>ehebat-hebatnya orang berinovasi dengan pesawat terbang, bagiku kereta entah itu api maupun listrik tetap menghadirkan nuansa tersendiri yang tak bisa diraih oleh pesawat terbang.<br />
Aku menyebutnya sebagai romantisme meski entah kenapa bisa hal itu justru yang tercipta di tengah bau apek keringat penumpang kelas ekonomi/bisnis yang tak ber-AC serta riuh rendahnya penjual makanan dan pernak-pernik yang kadang tak tahu aturan menaiki gerbong dan terkesan lebih mengganggu penumpang ketimbang menawarkan solusi kepenatan. Tak heran kalau akhirnya Ismail Marzuki menggunakan &#8216;obyek&#8217; kereta untuk menghantarkan sebuah cerita kepahlawanan nan syahdu pada Sepasang Mata Bola yang kalau aku mendengarnya, membuat pikiranku melayang ke Stasiun Tugu di Yogyakarta tercinta sana&#8230;</p>
<p><em>Ngomongin </em>soal kereta, hari minggu lalu, bersama anak, istri, mama mertua dan teman-teman dekat, aku pergi ke acara <strong>Tram Festival</strong> di <a href="http://www.sydneytramwaymuseum.com.au">The Sydney Tramway Museum</a> dalam rangka memperingati 150 tahun tramways di Sydney. Meski labelnya &#8220;Sydney&#8221; tapi kenyataannya, lokasi museum sendiri cukup jauh dari Sydney, sekitar 30 kilometer ke arah selatan kota.</p>
<p>Eh sebentar, kalian tahu nggak apa beda tram dengan kereta? Tak ada perbedaan yang pasti dan definitif, sejauh yang kutahu, kecuali dari sisi ukuran saja. Tram lebih &#8216;kecil&#8217; ketimbang train (kereta) sehingga untuk pembangunan jalurnya tak membutuhkan rel sebesar dan selebar kereta (train). Karena ukurannya pula, tram lalu banyak diimplementasikan dalam perspektif transportasi dalam kota sedangkan train lebih ke antar kota, antar propinsi bahkan di Eropa, kereta dijadikan transportasi antar negara. <strong><em>(Click di tiap foto untuk melihat versi besarnya)</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: center; overflow: auto;">
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xvFcRguI/AAAAAAAAA5g/AezwKVao_zI/tram%20001.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xvFcRguI/AAAAAAAAA5g/AezwKVao_zI/tram%20001.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xv8yinnI/AAAAAAAAA5k/c30muoASu_o/tram%20002.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xv8yinnI/AAAAAAAAA5k/c30muoASu_o/tram%20002.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xwc7cZ3I/AAAAAAAAA5o/7wAi7sECGKs/tram%20003.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xwc7cZ3I/AAAAAAAAA5o/7wAi7sECGKs/tram%20003.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xw3rgVcI/AAAAAAAAA5s/iwyaJe3IRe8/tram%20005.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xw3rgVcI/AAAAAAAAA5s/iwyaJe3IRe8/tram%20005.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xxVotWmI/AAAAAAAAA5w/9ALCFp5mI-Q/tram%20006.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xxVotWmI/AAAAAAAAA5w/9ALCFp5mI-Q/tram%20006.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xyMifqGI/AAAAAAAAA50/YYZaVnIqQcY/tram%20007.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xyMifqGI/AAAAAAAAA50/YYZaVnIqQcY/tram%20007.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xy6V5tII/AAAAAAAAA54/Nh5CKJFum6w/tram%20008.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xy6V5tII/AAAAAAAAA54/Nh5CKJFum6w/tram%20008.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xzQLRBrI/AAAAAAAAA58/hDSWJo8FsOI/tram%20009.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xzQLRBrI/AAAAAAAAA58/hDSWJo8FsOI/tram%20009.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
</div>
<div style="text-align: center; overflow: auto;">
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xz3qh_oI/AAAAAAAAA6A/Yaw1yNMq4Rs/tram%20010.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8xz3qh_oI/AAAAAAAAA6A/Yaw1yNMq4Rs/tram%20010.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x0odmlYI/AAAAAAAAA6E/jVN3CAjY4rU/tram%20011.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x0odmlYI/AAAAAAAAA6E/jVN3CAjY4rU/tram%20011.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x1ZMTPQI/AAAAAAAAA6I/Vo_PBsOInz0/tram%20012.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x1ZMTPQI/AAAAAAAAA6I/Vo_PBsOInz0/tram%20012.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x1-W8oII/AAAAAAAAA6M/-wyrhS-H_3I/tram%20013.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x1-W8oII/AAAAAAAAA6M/-wyrhS-H_3I/tram%20013.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x2YEhZkI/AAAAAAAAA6Q/-wssy00VVCY/tram%20014.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x2YEhZkI/AAAAAAAAA6Q/-wssy00VVCY/tram%20014.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x3GMjKMI/AAAAAAAAA6U/FG4nfdiQ5oY/tram%20015.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x3GMjKMI/AAAAAAAAA6U/FG4nfdiQ5oY/tram%20015.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x3qXml3I/AAAAAAAAA6Y/Z16Jtv2G1N0/tram%20016.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x3qXml3I/AAAAAAAAA6Y/Z16Jtv2G1N0/tram%20016.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x4UT0igI/AAAAAAAAA6c/NcaqrqpsisY/tram%20017.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x4UT0igI/AAAAAAAAA6c/NcaqrqpsisY/tram%20017.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
</div>
<div style="text-align: center; overflow: auto;">
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x4-AR3BI/AAAAAAAAA6g/Fr7depGUbI4/tram%20018.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x4-AR3BI/AAAAAAAAA6g/Fr7depGUbI4/tram%20018.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x5e-FxaI/AAAAAAAAA6k/eMFbzsr44_E/tram%20019.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x5e-FxaI/AAAAAAAAA6k/eMFbzsr44_E/tram%20019.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x6NNtuUI/AAAAAAAAA6o/6gIF5BqiYWA/tram%20020.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x6NNtuUI/AAAAAAAAA6o/6gIF5BqiYWA/tram%20020.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x6iILVTI/AAAAAAAAA6s/wP3ECcUgl8k/tram%20021.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x6iILVTI/AAAAAAAAA6s/wP3ECcUgl8k/tram%20021.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x7LRnnoI/AAAAAAAAA6w/3btKJc_KTPk/tram%20022.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x7LRnnoI/AAAAAAAAA6w/3btKJc_KTPk/tram%20022.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x7zhqQEI/AAAAAAAAA60/1CNCbuvazvw/tram%20024.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x7zhqQEI/AAAAAAAAA60/1CNCbuvazvw/tram%20024.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x8dD2MBI/AAAAAAAAA64/4KoJwh_YNwQ/tram%20025.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x8dD2MBI/AAAAAAAAA64/4KoJwh_YNwQ/tram%20025.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[tram]" href="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x8_YCk2I/AAAAAAAAA68/WUMfVPL_lYs/tram%20026.jpg"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_Rd9gRsjPSek/TW8x8_YCk2I/AAAAAAAAA68/WUMfVPL_lYs/tram%20026.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Sydney sendiri, tram sudah begitu tersingkir keberadaannya. Hanya satu lingkar kecil di daerah Chinatown di kawasan city yang masih menggunakan tram sebagai sarana transportasi. Di tempat lain, keberadaannya telah tergantikan oleh bis, ferry, kereta (train) antar suburb dan apalagi kalau bukan mobil pribadi.</p>
<blockquote class="left"><p>&#8220;&#8230;dan semuanya itu seperti benar-benar menghadirkan kenangan yang tak hanya sepenggal tapi sepenuhnya. Justru sepertinya kita yang adalah penggalan masa kini yang terbawa ke masa itu.&#8221;</p></blockquote>
<p>Beda dengan Melbourne. Kota terbesar nomer dua di Australia setelah Sydney itu, pada ruas-ruas jalannya, masih didominasi tram yang menjadi urat nadi transportasi penduduknya.<br />
Bagiku ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Pengalaman naik tram di dalam kota ditingkahi suara bel yang selalu berbunyi setiap tram melewati perempatan yang menandakan perhatian yang harus diindahkan para pengendara mobil/motor adalah hal-hal yang membuat aku selalu kerasan dan ingin kembali ke Melbourne.</p>
<p>Kembali ke soal pameran tram yang kukunjungi. Acara pameran sendiri berjalan begitu menarik. Kita memang diharuskan membayar tiket seharga 15 dollar, tapi dengan itu kita berhak untuk menyimak The Sydney Tramway Museum, menggunakan areal pikniknya bersama keluarga (dilengkapi perlengkapan barbeque) serta boleh pula menaiki tram-tram kuno yang hari itu &#8216;dilepas dari kandangnya&#8217; ke beberapa jurusan dekat seperti <em>Sutherland</em> ataupun <em>Bundeena National Park.</em></p>
<p>Pada kesempatan itu, tak tanggung-tanggung aku naik tram hingga dua kali kesempatan. Suasana di dalam tram sendiri sungguh menakjubkan. Usia boleh di atas 50 tahun, tapi nyatanya tram itu tetap tampak kukuh dan sangat terawat. Besi-besi rangka yang dibalut dengan kayu lalu dijadikan tempat duduk penumpang masih tampak bersih jauh dari kesan lapuk dan tak juga kita takut kalau sewaktu-waktu ambruk karena usia. Beberapa papan petunjuk keselamatan juga tampak terjaga benar terpasang di tempatnya dan semuanya itu seperti benar-benar menghadirkan kenangan yang tak hanya sepenggal tapi sepenuhnya. Justru sepertinya kita yang adalah penggalan masa kini yang terbawa ke masa itu.</p>
<p>Sesekali petugas pemeriksa karcis, dengan bergelantungan pada sisi luar tram, mendatangi kita untuk menanyakan tiket. Cara mereka berpakaian dan mengenakan perlengkapan dinas masih disesuaikan dengan apa yang pendahulu-pendahulu mereka lakukan pada jamannya. Joke-joke yang mereka lontarkan kepada penumpang yang rata-rata adalah mereka yang berusia lanjut adalah sesuatu yang sepertinya menjadi trigger bagi mereka untuk mengingat alangkah indahnya masa lalu.. Masa ketika mereka masih muda dan menikmati saat-saat berangkat atau sepulang kerja di atas tram seperti yang mereka naiki sekarang ini.</p>
<p>Barangkali ini adalah gambaran yang sama tentang bagaimana kita nanti, 50 tahun dari sekarang, menikmati kenangan-kenangan yang sedang kita cetak hari-hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/03/03/menikmati-tram-festival.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hipstamatic</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 07:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[hipstamatic]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan di postingan sebelum ini. Begini isinya, &#8220;Don, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?&#8221; Hehe, baiklah&#8230;. Foto-foto yang kujepret saat acara syukuran ulang tahun istriku hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TIhUA4jXuxI/AAAAAAAAAE0/jMVqkLxCZm8/G_Photo_2.jpg" alt="" width="192" height="190" />Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan di <a href="http://donnyverdian.net/2010/09/06/kali-ini-to-the-point.html"><strong>postingan sebelum ini</strong></a>. Begini isinya,</p>
<p><em>&#8220;Don, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?&#8221;</em></p>
<p>Hehe, baiklah&#8230;.<br />
Foto-foto yang kujepret saat acara syukuran ulang tahun istriku hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan &#8216;mode&#8217; seperti itu.<br />
Aku sedang tergila-gila pada aplikasi iPhone yang bernama <a href="http://hipstamaticapp.com/"><strong>Hipstamatic!</strong></a> Hipstamatic adalah aplikasi seharga 2.95 AUD yang bisa diinstall di piranti iPhone dan memanfaatkan kamera yang menempel (embed) di iPhone serta pengolahan gambar digital, ia menghadirkan foto-foto dalam nuansa kuno/analog ala 1970-1980an. Hipstamatic sendiri aslinya adalah nama sebuah kamera yang digagas pada November 1982 oleh <a href="http://hipstamatic.com/"><strong>Bruce and Winston Dorbowski</strong></a> dengan tujuan awal membuat kamera dengan harga lebih rendah dari kamera yang sedang beredar di pasaran kala itu.  Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kuceritakan terkait dengan Hipstamatic ini.</p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://lh5.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TId8yCJNRqI/AAAAAAAAAEg/XSCaSCMtZok/G_Photo_1.jpg" alt="" width="192" height="190" />Proses olah digital yang disamarkan dengan proses pemotretan</strong><br />
Kalau kalian motret dengan kamera digital lalu memainkan efek-efek digital di software pengolah gambar sehingga menimbulkan efek kuno/analog, itu adalah dua proses yang tak bisa disatukan yaitu, memotret lantas mengolah. Nah, dengan Hipstamatic ini kita tak perlu lagi mengolah karena proses pengolahannya telah dikerjakan aplikasi dan seolah-olah disatukan dengan proses menjepret, modularisasi. Jadi, begitu kalian menjepret, tampilan mengisyaratkan proses tunggu untuk &#8220;developing&#8221; beberapa detik dan jadi!</p>
<p><strong>Lensa, Film dan Flash &#8216;lepasan&#8217;</strong><br />
Satu hal yang menarik dalam menjalankan hobi fotografi adalah bagaimana kita mampu memfasilitasi ide dan obyek pemotretan dengan mengkombinasikan alat fotografi terutama dengan lensa serta flash yang bisa diganti-ganti, lepasan. Namun, yang jadi tak menarik adalah ketika itu semua harus berhadapan dengan yang namanya biaya. Tentu kalian semua mengerti betapa beratnya menjalankan fotografi sebagai hobi karena mahalnya piranti-piranti seperti lensa dan flash bahkan konon ada banyak lensa yang harga satuannya sudah bisa untuk beli satu rumah jadi tipe sedang di kota-kota di Indonesia.</p>
<p>Nah, dalam aplikasi Hipstamatic, kita pun diberi keleluasaan untuk menambah lensa, flash dan bahkan film dengan cara membelinya secara terpisah di Application Store tentu dalam wujud virtual meski bayarnya ya tetap pake uang beneran.<br />
Dibandingkan dengan beli lensa dan flash asli, &#8216;belanja&#8217; di Application Store untuk kebutuhan &#8216;piranti fotografi&#8217; Hipstamatic tak ada apa-apanya. Hingga saat ini, harga lensa maupun film dan flash tambahan dipatok tak lebih mahal dari sebungkus rokok yaitu sekitar 0.99 cent.<br />
Murah bukan?</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TIhUmK7-YfI/AAAAAAAAAE4/BkMnEM7fG1o/G_Photo_3.jpg" alt="" width="192" height="190" />Motret tanpa mikir</strong><br />
Para pelaku hobi fotografi digital dengan taraf serius biasanya selalu mikir panjang sebelum motret karena mereka berorientasi pada bagus/tidaknya hasil foto mereka (dan semoga bukan karena mahalnya peranti fotografi yang telah mereka beli). Sementara dengan Hipstamatic, kita tak perlu mikir karena bisa dibilang hasil akhir pemotretan tak bisa ditebak tergantung keadaan objek dan bagaimana rangkaian lensa-flash-film mengolahnya. Barangkali ada yang bertanya, wah berarti semangatnya  sama dengan apa yang ditawarkan dengan kamera-kamera jenis Lomography dong? Absolutely yes karena heyyy&#8230;. para pecinta lomography, bahkan kalian bisa menemukan sang legendaris helga lens di Hipstamatic lho!</p>
<p><strong>Sebar&#8230; Sebarkan!</strong><br />
Kombinasi antara Hipstamatic dan Social Media (Flickr dan Facebook) adalah kerjasama yang apik. Selesai memotret dan melihat hasil, kalian bisa langsung mengunggah (halahh.. maksudnya meng-upload) hasil jepretan ke Facebook maupun Flickr. Jadi, nggak pake lama, kalian sudah bisa pamer ke teman-teman sejaringan tentang foto terbaru yang dipotret a minute ago! Meski demikian, khusus yang satu ini, aku menunggu feature tambahan untuk feature upload ke Google Photos/Picasa karena kebetulan aku tak menggunakan Flickr.</p>
<p>Nah, jadi buat kamu yang tiba-tiba mengirim pesan, di atas  jawabanku <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Leicchardt</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 17:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Leicchardt adalah mini Italy di selatan katulistiwa. Kakak ipar istriku yang asli Italy pun, ketika berkunjung kemari, harus merasa perlu memotret beberapa spot di sana untuk dikirimkan ke ibunya sekadar untuk menunjukkan bahwa nun jauh di Australia sini, pernak-pernik budaya khas Italy masih sanggup ditemukan. Aku sendiri belum pernah pergi ke Italy dan hanya tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div id="_mcePaste">Leicchardt adalah mini Italy di selatan katulistiwa.</div>
<div>Kakak ipar istriku yang asli Italy pun, ketika berkunjung kemari, harus merasa perlu memotret beberapa spot di sana untuk dikirimkan ke ibunya sekadar untuk menunjukkan bahwa nun jauh di Australia sini, pernak-pernik budaya khas Italy masih sanggup ditemukan.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viKXKYJI/AAAAAAAAAY0/cSErg8pfkSg/001.jpg" alt="" width="550" height="365" /></div>
<div>
<p>Aku sendiri belum pernah pergi ke Italy dan hanya tahu tentang seperti apa kira-kira gambarannya dari beberapa film berlatar belakang Italy yang pernah kutonton seperti <em>Godfather </em>dan <em>Italian Job</em>. Tapi dari apa yang kulihat, tampaknya memang sedikit bagian dari Italy telah dihadirkan dengan sedemikian baiknya di Leicchardt. Gedung apartemen berwarna-warni ceria lengkap dengan kursi-kursi santai yang ditampakkan di teras berteralis besi yang tak terlalu luas dengan sebuah penunjuk waktu besar terpampang di atapnya, pelataran publik yang lapang dengan lampu-lampu menawan, kursi taman panjang, patung, air mancur serta burung-burung yang seenak hati bercengkrama disela-sela kaki pengunjung&#8230;</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viF3EXzI/AAAAAAAAAY4/O3k-ZRHupwA/002.jpg" alt="" width="550" height="483" /></div>
<div>
<p>Lalu kenapa ada Italy di Australia? Australia pada dasarnya adalah negara berkonsep multi-rasial dan multi-kultural, jadi tak heran kalau kampung Italy, sama halnya dengan kampung-kampung lainnya ada dan terselenggara dengan baik di sini menyatu sekaligus berdampingan dengan orang-orang dari suku bangsa lainnya.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viRb_BHI/AAAAAAAAAY8/XZGpsUTCNnc/003.jpg" alt="" width="400" height="539" /></div>
<div>
<p>Ingin mencari makanan dan barang-barang khas Vietnam, datanglah ke Cabramatta. Mau lihat pertunjukan barongsay saat imlek tiba dan rindu rempah-rempah khas China? Daerah-daerah seperti Sussex St (city), Chatswood, Eastwood, Carlingford dan Flamington adalah basisnya.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">Orang-orang Korea beserta rumah makan BBQ nya bisa ditemui di Campsie sementara orang-orang Jepang ada di daerah Willoughby dan St Leonard (dan lucunya sangat jarang resto Jepang ditemukan di dua daerah itu!).</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Sementara orang-orang India dan bolonya bisa dicari di daerah Parramatta, Strathfield dan kebanyakan daerah barat Sydney sana. Orang-orang Thailand, meski susah untuk menspesifikasikan kampung khasnya, tapi uniknya nyaris di semua suburb selalu dengan mudah ditemukan restaurant Thai. Atau kalau mau masakan-masakan halal khas timur tengah? Lakemba dan Auburn adalah tempatnya.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viYlPm_I/AAAAAAAAAZA/VVwe_3AWlzs/004.jpg" alt="" width="400" height="599" /></div>
<div>
<p>Kampung Indonesia? Meski tak terlalu signifikan, tapi di kawasan Eastern Suburb kita bisa temui banyak restaurant Indonesia dan toko-toko grocery Indonesia. Ketika berjalan-jalan di sana, tak jarang telingamu akan mendengar kata-kata &#8220;Gue!&#8221;, &#8220;Loe!&#8221; , atau makian semacam &#8220;Bangsat!&#8221; &#8220;Anjing, loe!&#8221;  dan sebagainya.</p>
</div>
<div>
<p>Yang membanggakan, kawasan eastern suburb, tempat yang banyak ditinggali orang-orang Indonesia ini adalah tergolong kawasan di Sydney dengan harga properti yang sangat mahal karena letaknya yang merapat ke pantai namun sekaligus tak jauh dari pusat kota.</p>
</div>
<div>
<p>Sebuah oase dari sekian banyak gelontoran berita yang memprihatinkan tentang Indonesia?</p>
<p>Bisa jadi!</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Watsons Bay</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 17:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[watsons bay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah. Dibandingkan Bondi dan Manly, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah. Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEJ0wvZFI/AAAAAAAAAT0/FCTnBAoyeSg/watsonsbay_1.jpg" alt="" width="550" height="342" /></p>
<p>Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah.<br />
Dibandingkan <strong>Bondi</strong> dan <strong>Manly</strong>, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKEc_h0I/AAAAAAAAAT4/UFRXh5QcaKQ/watsonsbay_2.jpg" alt="" width="400" height="612" /></p>
<p>Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 menit perjalanan dari Sydney ini berpasir putih serta berkarang pada beberapa bagian sisinya dengan ombak yang nyaris tak ada, tergantikan oleh alun serta riak karena watsons Bay hanyalah ceruk dan tidak menghadap ke lautan lepas.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKGc5mrI/AAAAAAAAAT8/jxFIclW-f5M/watsonsbay_3.jpg" alt="" width="400" height="600" /></p>
<p>Sementara nun jauh di belakangnya, gugusan <em>skycrapers </em>Sydney CBD menjadi latar pemandangan yang menyatu dengan matahari, yang ketika kudatangi sore itu tampak men-emas dan nyaris larut tenggelam ke peraduannya.</p>
<p>Beberapa buah kursi , meja serta alat pemanggang makanan yang terpatri permanen di hamparan rumput yang terletak di bibir pantai lantas menjadi tempat paling menarik karena dengan cuma-cuma kita bisa menikmati Watsons Bay sembari mengaso dan menyantap daging panggang bersama orang-orang yang kita cintai di sana.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKFz7tKI/AAAAAAAAAUA/C5yy7i6FT5A/watsonsbay_4.jpg" alt="" width="550" height="550" /></p>
<p>Tapi kalau mau yang lebih nyaman, namun tak cuma-cuma, deretan kafe serta rumah makan pun tersedia.<br />
Alunan musik berirama swing, gelas-gelas anggur dan keratan daging dibakar yang lantas dinamai steak, pria-pria berjas dan wanita-wanita bergaun indah&#8230; mereka semua bersatu pula untuk mengagumi keindahan Watsons Bay di senja itu&#8230;</p>
<p>Selamat berakhir pekan, selamat beriang ria!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Penjuru</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[penrose park]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas. Beberapa minggu yang lalu di sebuah Ahad yang kerontang, bersama istri dan ibu mertua, aku pergi ke Penrose Park, sebuah tempat peziarahan umat Katolik yang letaknya sekitar 150 km dari kota Sydney, NSW, Australia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.</em></p>
<p>Beberapa minggu yang lalu di sebuah Ahad yang kerontang, bersama istri dan ibu mertua, aku pergi ke <strong>Penrose Park</strong>, sebuah tempat peziarahan umat Katolik yang letaknya sekitar 150 km dari kota Sydney, NSW, Australia.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 495px">
	<img class=" " src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5QZcEnI/AAAAAAAAAMw/SGowxXAy9UM/001.jpg" alt="Sacred Place - Pintu gerbang menuju tempat peziarahan." width="495" height="330" />
	<p class="wp-caption-text">Sacred Place - Pintu gerbang menuju tempat peziarahan.</p>
</div>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5rzPFDI/AAAAAAAAAM0/nxDyTaEIZIQ/s640/002.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<p>Penrose Park bagiku pada akhirnya bukan lagi hanya bermakna sebagai tempat ziarah dan berdoa saja.<br />
Ia lebih cenderung menjadi batu penjuru yang layak untuk dikunjungi tiap-tiap aku mengenang tentang migrasiku ke Australia.<br />
Satu setengah tahun silam, satu tahun yang lalu, kemarin dan waktu-waktu yang akan datang&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5oOdIxI/AAAAAAAAAM4/32BVMCfMLyg/s640/003.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 427px">
	<img src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5uXRzHI/AAAAAAAAAM8/44fbX2xblHE/s640/005.jpg" alt="Di Penrose Park, pada sebuah lahan disediakan tempat untuk setiap komunitas-komunitas katolik migran membangun kapel (gereja kecil) untuk berdoa. Dan ini adalah kapel milik CIC (Catholic Indonesia Community) dengan bentuk bangunan rumah gadang." width="427" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Di Penrose Park, pada sebuah lahan disediakan tempat untuk setiap komunitas-komunitas katolik migran membangun kapel (gereja kecil) untuk berdoa. Dan ini adalah kapel milik CIC (Catholic Indonesia Community) dengan bentuk bangunan rumah gadang.</p>
</div>
<p>Aku seperti mendapatkan re-energi setiap pulang dari sana.<br />
Jangan berpikir yang bukan-bukan, ini bukan perkara magis melainkan justru kesadaranku terpacu untuk berpikir mengenang tentang apa yang telah kulalui, bersyukur untuk semua itu dan dari situlah ia mengisi optimisme untuk menatap yang ada di depan.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM535qiTI/AAAAAAAAANA/02b2uBodH-o/s640/006.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<p>Selamat berakhir pekan!</p>
<p><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="http://donnyverdian.net/2009/06/04/untaian-cinta-kepada-bundadi-penrose-park.html"> Untaian Cinta Kepada Bunda di Penrose Park</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luna Park</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/11/14/luna-park.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/11/14/luna-park.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 17:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[luna park]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[taman ria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas. Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu taman ria ternama di Sydney, Luna Park. Letaknya berada di sisi barat sebelah bawah Harbour Bridge; sudut-menyudut dengan Sydney Opera House, bangunan yang menjadi landmark [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><strong>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 438px">
	<img class=" " title="Luna Park 001" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwApBcj8I/AAAAAAAAAGk/MAjZKcit1pI/s640/lunapark_01.jpg" alt="" width="438" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Warna-warni dan... berputar!</p>
</div>
<p>Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu taman ria ternama di Sydney, Luna Park.<br />
Letaknya berada di sisi barat sebelah bawah Harbour Bridge; sudut-menyudut dengan Sydney Opera House, bangunan yang menjadi landmark kota Sydney itu.<br />
Satu ciri khas yang menjadi keunikan Luna Park adalah meskipun namanya taman ria, tapi ia berada di tengah kungkungan gedung-gedung lantai tinggi perkantoran yang angkuh dan menawarkan keganasan dan kerasnya persaingan hidup; sebuah keterbalikan yang berhimpitan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 540px">
	<img class=" " title="Luna Park 002" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwA94VdJI/AAAAAAAAAGo/Ojp53OiNPRo/lunapark_02.jpg" alt="" width="540" height="637" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Terhampar di langit nan biru!</p>
</div>
<p>Luna Park menempati areal yang tak begitu luas dengan anjungan permainan yang jumlahnya tak terlampau banyak.<br />
Kalau kalian terbiasa dengan luas dan komplitnya Dunia Fantasi di Ancol, kujamin akan sedikit kecewa melihat &#8216;sempitnya&#8217; Luna Park. Aku tak berlebihan kalau berani bilang bahwa Luna Park ini dari sisi luas areal tak ubahnya seperti sebuah arena pasar malam tahunan yang digelar di alun-alun, namun bedanya ia permanen sejak dibuka pada 4 Oktober 1935.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 466px">
	<img class=" " title="Luna Park 003" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwA_xRq5I/AAAAAAAAAGs/AhEFq4ZbvBM/s640/lunapark_03.jpg" alt="" width="466" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Mlongo...</p>
</div>
<p>Meski lebih kecil dan sederhana, satu hal yang stereotipikal bahwa dimanapun dan seperti apapun adanya taman ria, mereka mewarisi dan menawarkan satu hal yang sama, yaitu keriaan. Taman ria tak ubahnya seperti sebuah stasiun yang menyiarkan aura keriaan; memaksa orang untuk berada pada frekuensi perasaan yang sama, meninggalkan duka, sedih, dendam serta hal-hal negatif lainnya lewat warna-warni, gelak tawa, tantangan permainan hingga makanan dan minuman ringan yang dijual di sekitarnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px">
	<img title="Luna Park 004" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwBBMwZDI/AAAAAAAAAGw/NSYqtEWqvak/s640/lunapark_05.jpg" alt="" width="465" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Paras-paras yang tak ceria di taman ria</p>
</div>
<p>Namun sekali-kalinya, ia kerap gagal pula karena keriaan bukanlah harga mati yang hadir tanpa resiko.<br />
Kecelakaan pada sisi operasional anjungan permainan hingga tingkat kerawanan aksi para pencopet serta-merta akan menyulap suasana, menguapkan keriaan dan menghadirkan duka yang pekat dalam sekejap.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 540px">
	<img title="Luna Park 005" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwBPo6fXI/AAAAAAAAAG0/UcFU2iuyY-k/lunapark_06.jpg" alt="" width="540" height="360" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Padat, menyiarkan keceriaan</p>
</div>
<p>Hidup memang selalu begitu polanya, ada yang tiba-tiba muncul sebagai efek dari yang mendadak tergantikan&#8230;<br />
Selamat berakhir pekan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/11/14/luna-park.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival India</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/10/08/festival-india.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/10/08/festival-india.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas. Selain Cina, barangkali bangsa India adalah salah satu bangsa yang penyebarannya begitu merata di seluruh dunia. Anak-anak bangsa yang berasal dari jazirah Asia Selatan ini sepertinya ditakdirkan untuk selalu mengembara, memulai kehidupan yang baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p align="center">
<b><i>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar.<br />
Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.</p>
<p></i></b><br />
<img src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/Ss6uQrhgeqI/AAAAAAAAABw/33Lzn2BvN-0/india_001.jpg" border="0" alt="Festival India"></p>
<p>
Selain Cina, barangkali bangsa India adalah salah satu bangsa yang penyebarannya begitu merata di seluruh dunia.<br />
Anak-anak bangsa yang berasal dari jazirah Asia Selatan ini sepertinya ditakdirkan untuk selalu mengembara, memulai kehidupan yang baru dari awal di tanah yang baru, bergumul dengan tantangan lalu menang!</p>
<p align="center"><img src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/Ss6uRG3hVoI/AAAAAAAAAB0/dQsrdQ0PIp0/india_002.jpg" border="0" alt="Festival India"></p>
<p>
Di Indonesia, misalnya. Mereka banyak merenda sukses dari bisnis kain hingga pengusaha film dan sinetron.<br />
Di negara-negara maju semisal Amerika Serikat dan Australia, mereka banyak merambah dan menguasai sektor teknologi dan telekomunikasi.</p>
<p align="center"><img src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/Ss6uRMwUWDI/AAAAAAAAAB4/oUR7GsyvP4o/india_003.jpg" border="0" alt="Festival India"></p>
<p>
Makanya tak heran kalau untuk peringatan hari jadi negaranya yang jatuh pada tanggal 15 Agustus 1947, bangsa India yang bermukim di Sydney dan sekitarnya mengadakan India Festival yang tak tanggung-tanggung diadakan di salah satu gelanggang olahraga di Olympic Complex di Homebush, tempat yang dulu dijadikan pusat penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas tahun 2000. Bandingkan dengan Pesta Kemerdekaan RI yang diadakan seminggu sesudahnya yang lebih memilih tempat nan mungil dengan tata panggung serta pertunjukan seni dan budaya yang terkesan seadanya.
</p>
<p align="center"><img src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/Ss6uRI0of0I/AAAAAAAAAB8/pKmPzZrno0I/india_004.jpg" border="0" alt="Festival India"></p>
<p>Acaranya sendiri berlangsung meriah.<br />
Sound system serta tata panggung berukuran wah dipasang untuk mempertontonkan puluhan aksi seni dan budaya khas India.<br />
Beragam boots yang menyediakan makanan khas India bertebaran di sekeliling stadion sebelah menyebelah dengan belasan stand lainnya yang menyediakan banyak hal seperti informasi imigrasi, paket wisata dan tiket murah pulang ke India hingga stand-stand rohani yang khas Hindu.</p>
<p>
Itulah mereka! Itulah pesta kemenangan mereka!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/10/08/festival-india.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

