<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; atm</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/atm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>ATM, Anjungan Tunai Mandiri</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/01/30/atm-anjungan-tunai-mandiri.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/01/30/atm-anjungan-tunai-mandiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 17:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[atm]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Persoalannya adalah, aku tak terlalu pintar untuk menulis sesuatu yang brilian terkait dengan kasus bobolnya rekening tabungan ratusan orang di Bali beberapa waktu silam. Jadi, kupikir ada baiknya kucuekin saja permintaan seorang teman tentang tulisan &#8216;tips and trik menggunakan kartu ATM yang aman&#8217; lalu kurangkai cerita-cerita ringan yang semoga menarik yang masih terkait dengan pengalamanku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Persoalannya adalah, aku tak terlalu pintar untuk menulis sesuatu yang brilian terkait dengan kasus bobolnya rekening tabungan ratusan orang di Bali beberapa waktu silam. Jadi, kupikir ada baiknya kucuekin saja permintaan seorang teman tentang tulisan &#8216;tips and trik menggunakan kartu ATM yang aman&#8217; lalu kurangkai cerita-cerita ringan yang semoga menarik yang masih terkait dengan pengalamanku menggunakan jasa bank khususnya kartu ATM.</p>
<p><strong>Kena Hipnotis! Cukup 20 ribu saja <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p><strong><span style="font-weight: normal;"><strong><span style="font-weight: normal;"><strong><span style="font-weight: normal;"><strong><span style="font-weight: normal;">Aku pernah terhipnotis ketika sedang menarik uang di sebuah bank di Yogyakarta. <strong><span style="font-weight: normal;">Kejadiannya terjadi pada sebuah akhir bulan di sekitar awal 2000-an, pada suatu siang yang ramai, aku berniat mengambil uang sebesar 20 ribu saja melalui anjungan ATM karena memang hanya jumlah itulah yang kuingat tersisa di dalam tabunganku.</span></strong></span></strong></span></strong></span></strong></span></strong></p>
<p>Ketika sampai di hilir antrian, aku segera memasukkan kartu ATM, menekan tombol kombinasi password lalu menunggu sang mesin mengeluarkan uang. Lantas tiba-tiba hidupku seperti berhenti seketika, aku tak ingat apa-apa selama at least 10 menit lamanya.</p>
<p>Hingga akhirnya aku tersadarkan kembali ketika Pak Satpam yang semula berjaga di pintu menyapaku, <em>&#8220;Mas, sampeyan itu ngapain kok nongkrong lama benar di depan ATM? Kan kasian yang belakangnya sudah pada nunggu. Lho, lho.. Kartu ATM-nya Masnya mana?&#8221;</em></p>
<p>Akupun gelagapan tak keruan seperti orang yang baru sadar dari lamunan super dalam.</p>
<p><em>&#8220;Aduh! Tadi kayaknya saya barusan tadi sudah memasukkan kartu lalu bersiap mengambil uang lho Pak!&#8221;</em></p>
<p>Aku raba-raba saku celana dan memeriksa bibir anjungan yang biasa dijadikan tempat memasukkan kartu.. dan tak kutemukan kartu di sana juga di dalam mesin itu sendiri, baik kartu ATM maupun uang 20 ribu yang seharusnya kuterima lenyap tanpa bekas.</p>
<p>Aku segera beringsut pergi dengan perasaan tetap bingung, apa yang terjadi!?!</p>
<p>Dengar punya dengar, dari orang-orang berbisik di sekitarku, &#8220;<em>Mas-e bar keno hipnotis!</em>&#8221; (Si Mas abis dihipnotis)<br />
Akupun lantas mendefinisikan keadaan yang aku sendiri tak bisa mendefinisikannya sebenarnya, bahwa aku terkena hipnotis.</p>
<p>Tapi tak lama kemudian aku tak terlalu memedulikannya.<br />
Aku lebih berkonsentrasi untuk mencari hutangan 20 ribu untuk menyambung hidup selama beberapa hari ke depan tanpa harus menghipnotis orang yang akan meminjamiku nantinya!</p>
<p><strong>Dua Minggu, Dua Kartu ATM!</strong><br />
Sekitar awal tahun 2003, ketika trauma soal hipnotisku mereda, kali ini justru karena keteledoranku, aku kehilangan kartu ATM dengan cara yang sangat <em>silly</em>, meninggalkan kartu sesaat setelah uang kutarik dari anjungan. Untung tabunganku yang tak seberapa itu tak lenyap dan tak sampai seminggu kemudian, pada tanggal yang telah ditentukan, aku bergegas menuju ke kantor cabang bank tersebut untuk mengambil kartu ATM yang baru.</p>
<p>Dari petugas customer service, kuperoleh informasi bahwa untuk menggunakan kartu tersebut, aku harus segera melakukan proses inisalisasi dengan cara mengakses kartu di anjungan ATM menggunakan password yang telah ditentukan dan tertera di amplop. Namun sayangnya, anjuran dari petugas itu tadi tak kuindahkan. Aku memilih untuk bergegas makan siang terlebih dahulu baru kemudian kembali ke anjungan untuk melakukan inisiasi. Dan satu keteledoran lain telah kulakukan nyaris tanpa sadar; aku membuang amplop yang berisi PIN standard yang harusnya kumasukkan untuk proses insialisasi kartu ATM tadi ke tempat sampah ketika aku keluar dari kantor bank.</p>
<p>Di depan anjungan, aku berjuang keras untuk mengingat PIN yang tadi sempat kubaca.</p>
<p>Sekali&#8230; gagal!</p>
<p>Dua kali&#8230; gagal pula!</p>
<p>Dan untuk yang ketiga kalinya, aku nekat.. aku gagal!</p>
<p>Anjungan tak memberiku kesempatan yang keempat, kartu ATM yang umurnya belum sehari itu telah kembali ke alam asalnya, bersatu kembali dengan kartu-kartu yang bernasib sama dengannya. Dengan sangat menyesal, aku kembali ke customer service untuk me-request kartu yang baru.</p>
<p>Dan sialnya, si Bapak petugas itu masih pula ingat</p>
<p><em>&#8220;Lho, Mas kayaknya tadi kan barusan ambil tho?&#8221;</em> Aku menjelaskan dan dia berkomentar <em>&#8220;Walah.. ketelan lagi?&#8221;</em></p>
<p><strong>Kartu tertelan lagi, kali ini di Australia</strong></p>
<p>Sebuah pagi di depan Wynyard Station, aku butuh mengambil 20 dollar untuk membeli kopi dan memenuhi kebutuhan makan siang hari ini. Aku segera mampir ke sebuah ATM dan seperti biasa memasukkan kartu ATM.</p>
<p>Setelah memasukkan jumlah uang yang kumaksud, kutekan Enter, dan kertas note keluar.</p>
<p><em>&#8220;Wah, kok ra metu tho duite?&#8221;</em> (wah kok nggak keluar uangnya) gumamku.</p>
<p>Kukeluarkan kartuku, kumasukkan ulang dan kulakukan hal yang sama, mengetikkan jumlah uang yang kumaksud, tekan Enter&#8230; dan kertas note keluar lagi.</p>
<p><em>&#8220;Asu! Kok ra metu tho duite?!??!&#8221;</em> (Asu! Kok nggak keluar uangnya) gumamku lagi.</p>
<p>Sekali lagi, kukeluarkan kartu, kumasukkan ulang dan kulakukan hal yang persis sama&#8230; dan kertas note yang keluar.</p>
<p><em>&#8220;Munyuk!&#8221;</em> (Munyuk) Aku baru tertarik untuk membaca kertas notenya dan ASTAGANAGAAA!!!!! Di kertas note itu tertulis<em> </em><em>&#8220;Password yang Anda masukkan salah!&#8221;</em> Dan di layar tertulis <em>&#8220;Anda telah mencoba tiga kali tanpa memasukkan password&#8221;</em></p>
<p>Mukaku memerah, dadaku berdegup, dan mendadak kebelet pipis tapi kesemuanya itu tak bisa mengibakan hati anjungan untuk mengeluarkan kartuku daripadanya.</p>
<p><strong>Sebulan, Lupa Password</strong></p>
<p>Sebulan sesudah aku mendapatkan kartu ATM yang baru, pada sebuah malam, istriku menawariku untuk membawa uang lebih untuk esoknya masuk kerja karena aku perlu membeli sesuatu.</p>
<p><em>&#8220;Ambil di dompetku aja Hon, semaumu&#8221;</em> ujar istriku padaku.</p>
<p><em> &#8220;Ah males harus naik ke atas, aku ambil pake ATM aja deh besok&#8221;</em> tukasku dan oppsss mendadak aku ingat bahwa aku mendadak lupa password yang baru diberi oleh Bank, belum pernah kugunakan dan belum kuganti dengan password yang biasa kupakai.</p>
<p>Esok sorenya, setelah mengajak makan &#8216;enak&#8217;, aku ngomong ke istriku</p>
<p><em> &#8220;Nah, suasana hati kita kan udah enak.. kamu juga udah kenyang makan.. aku mau omong sesuatu!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Apaan tuh?&#8221; <span style="font-style: normal;">tanya istriku.</span></em></p>
<p><em>&#8220;Kamu jangan marah tapinya&#8230;.&#8221;</em> ujarku.</p>
<p><em> &#8220;Apaan tuh?&#8221;</em> kadang istriku memang tak terlalu kreatif dan lebih banyak mengulang-ulang kata seperti itu.</p>
<p><em> &#8220;Nganu&#8230; aku lupa password kartu ATM ku lagi&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Whatttt???! Lagi?&#8221; Nah, kali ini ia agak sedikit kreatif dibandingkan yang tadi&#8230;</p>
<p>Sekian!<br />
Selamat berakhir pekan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/01/30/atm-anjungan-tunai-mandiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

