<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; cut tari</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/cut-tari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sadar tak sadar</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/07/07/sadar-tak-sadar.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/07/07/sadar-tak-sadar.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 16:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[cut tari]]></category>
		<category><![CDATA[luna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Sadar-tak-sadar, kita telah menempatkan siapapun itu pelaku adegan dan pembuat clip porno mirip artis Ariel-Luna Maya-Cut Tari sebagai ikon pornografi/pornoaksi negeri ini. Ada banyak, setidaknya aku, yang diam-diam mengagumi kemolekan dan kedahsyatan mereka dalam bercinta seperti yang terekam dalam video kualitas abal-abal tersebut. Itu baru dari kalangan yang mengagumi, entah ada berapa ribu orang lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>Sadar-tak-sadar, kita telah menempatkan siapapun itu pelaku adegan dan pembuat clip porno mirip artis Ariel-Luna Maya-Cut Tari sebagai ikon pornografi/pornoaksi negeri ini.</em><br />
Ada banyak, setidaknya aku, yang diam-diam mengagumi kemolekan dan kedahsyatan mereka dalam bercinta seperti yang terekam dalam video kualitas abal-abal tersebut. Itu baru dari kalangan yang mengagumi, entah ada berapa ribu orang lagi lainnya yang lantas kebablasan hingga membayangkan, menghadirkan mereka dalam benak dan fantasi seolah-olah mereka adalah pasangan kita&#8230;<br />
Untuk yang satu ini, maaf, saya bukan salah satunya&#8230; lebih tepatnya, sudah tidak pada tempatnya <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Sadar-tak-sadar, kita telah menempatkan siapapun itu pelaku adegan dan pembuat clip porno mirip artis Ariel-Luna Maya-Cut Tari sebagai kambing terhitam di antara yang paling hitam sekalipun dalam hal perusakan moral bangsa.<br />
</em> Anak-anak ingusan yang belum juga lurus cara kencingnya dan baru tumbuh tunas-tunas kelengkapan seksual sekunder nya pun telah berani berkoar-koar menentang peredaran video porno itu. Mereka berpidato layaknya mahasiswa, mengutuk kemaksiatan seraya membakar serta menginjak-injak foto para artis yang belum tentu adalah pelaku dan pembuat clip tersebut.<br />
Sesuatu yang membuat aku berpikir dan tak sabar menunggu adakah perubahan sikap mereka beberapa tahun ke depan ketika birahi mereka telah matang dan respons-respons biologis mereka telah sempurna.<br />
Akankah mereka tetap bisa berada di baris terdepan dan berteriak lantang menentang seperti itu atau malah sebaliknya, tenggelam, larut dalam samudra kemaksiatan yang dalam&#8230;</p>
<p>Media-media semakin latah memberi judul yang bombastis pada berita-berita kasus pemerkosaan akhir-akhir ini dengan awalan atau embel-embel &#8220;setelah menyaksikan video mesum mirip artis.&#8221;<br />
Seolah-olah, jika sebelumnya tak menyaksikan video mesum itu maka birahi si pemerkosa tak memuncak dan pemerkosaan tak terjadi.  Seolah-olah video mesum itu jadi tetenger, momentum bahwa sebelumnya ada keadaan yang damai dan tanpa nafsu birahi, namun sesudahnya adalah keadaan yang chaos yang penuh dengan birahi.<br />
Benarkah demikian? Tanyakanlah pada benak dan alat kelamin si pemerkosa itu!</p>
<p>Ormas-ormas keagamaan juga jadi semakin sering tampak di layar televisi, menggelar demonstrasi menolak penyebaran video mesum.<br />
Tak hanya sanksi akhirat yang mereka inginkan untuk dijatuhkan, desakan terhadap pemerintah untuk menerapkan sanksi administratif pada para pelaku video mesum (salah satunya dengan cara pencabutan KTP) juga dicoba ditekan-tekan supaya komplit jadinya, hukuman dunia dan hukuman akhirat!<br />
Seolah-olah, pornografi dan pornoaksi adalah dosa tertinggi dan penyebab paling akut untuk seseorang kehilangan surga.<br />
Padahal oh padahal, ribuan lainnya menggenang dan menenggelamkan kita sadar-tak-sadar&#8230;</p>
<p><em>Sadar-tak-sadar, kita telah menempatkan siapapun itu pelaku adegan dan pembuat clip porno mirip artis Ariel-Luna Maya-Cut Tari sebagai tameng yang berjasa menyembunyikan kebusukan ataupun sebaliknya<br />
sebagai perisai penangkal keruntuhan dari tegaknya hegemoni golongan dan kekuasaan. </em></p>
<p>Agak miris melihat bagaimana aparat yang berkuasa bisa meringsek ruang personal yang seharusnya menjadi hak pribadi setiap warga negara.<br />
Mereka dengan seenak hatinya mengecheck keberadaan video-video mesum dari handphone, laptop dan bahkan bilik warnet sekalipun. Pernahkah mereka terpikir bahwa handphone adalah alat pribadi?<br />
Pernahkah mereka terpikir bahwa mungkin saja ada data keluarga dan pekerjaan yang sangat personal di laptop?<br />
Kalau tak mau dibilang tak adil, coba beranikah mereka mengecheck juga piranti-piranti canggih milik sesama penguasa dan sesama aparat?</p>
<p>Ada pula, banyak malah, pihak yang riang gembira karena kehadiran kasus video mesum ini di setiap hot topic media membuat kebusukannya tertutupi.<br />
Meski untuk sementara, tapi siapa yang bisa menjamin bahwa sesudah kasus video clip ini bergeser tak ada kasus lain yang dijadikan tameng oleh mereka? Pihak-pihak penebar bau busuk itu?</p>
<p>Dan, ah hampir kelupaan&#8230; pejabat yang ngebet untuk meloloskan aturan yang so-called moralis nan agamis itupun sekarang bisa tersenyum bangga, menepuk dada bak penyelamat moral sambil berujar betapa negara ini memang harus dikawal dengan begitu banyak aturan moral yang mengikat sekaligus menohok banyak lawan pulitiknya yang memang tak bisa berkelit lagi dan tak bisa bicara apa-apa&#8230;</p>
<p>Sadar-tak-sadar&#8230; dan kitapun semakin tak sadar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/07/07/sadar-tak-sadar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

