<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; english</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/english/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perlukah diterjemahkan?</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/01/17/perlukah-diterjemahkan.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/01/17/perlukah-diterjemahkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 06:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[adurag]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[flight]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1231</guid>
		<description><![CDATA[Sherly adalah guru yang bekerja di tempatku belajar Bahasa Inggris beberapa bulan lamanya sebelum aku pindah ke Australia, dua setengah tahun silam. Ia, seorang penduduk Amerika yang menikah dengan pria Jawa dan oleh karenanya tinggal di Jogja, berujar bahwa inti dari cara belajar bahasa Inggris adalah jangan menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa utamamu ataupun sebaliknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><span class="drop_cap">S</span>herly adalah guru yang bekerja di tempatku belajar Bahasa Inggris beberapa bulan lamanya sebelum aku pindah ke Australia, dua setengah tahun silam.</p>
<p>Ia, seorang penduduk Amerika yang menikah dengan pria Jawa dan oleh karenanya tinggal di Jogja, berujar bahwa inti dari cara belajar bahasa Inggris adalah jangan menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa utamamu ataupun sebaliknya karena masing-masing bahasa memiliki karakteristik sendiri tentang bagaimana mengungkapkan segala sesuatunya ke dalam wujud kata yang terkadang jika dipaksa untuk diterjemahkan bulat-bulat justru akan menimbulkan silang makna yang berbeda satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Aku setuju dan sangat setuju dengannya!<br />
Kalian belum setuju?</p>
<p>Ini buktinya! Coba simak foto-foto di bawah yang kuambil dari papan keterangan yang banyak ditempelkan di dinding kabin pesawat milik maskapai penerbangan kebanggaan kita, yang kutunggangi selama liburan ke Indonesia dan Hongkong serta Macau akhir tahun silam.</p>
<h3>Sensor asap</h3>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TS--1L9FxrI/AAAAAAAAAys/-MA_yjeHT_s/Garuda-006.jpg" alt="" width="500" height="251" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Di kamar kecil dipasang sensor asap</strong><br />
<em>Lavatory smoke detector installed</em></p>
<p>Salah? Tidak! Tapi apa tidak lebih baik jika ditulis sebagai:<br />
<em>&#8220;Kamar kecil ini dilengkapi sensor asap&#8221;</em><br />
karena toh papan itu dituliskan di dalam kamar kecil jadi tak perlu kata penunjuk &#8220;Di&#8221; dan tergantikan dengan &#8220;ini&#8221;, bukan?</p>
<h3>Bak air? Wastafel kali!</h3>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TS--0vTulsI/AAAAAAAAAyg/Et6c4oQxB_U/Garuda-001.jpg" alt="" width="500" height="278" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Untuk kepentingan penumpang lain mohon anda menyeka kembali bak air. Terimakasih</strong><br />
<em> As a courtesy to the next passenger may we suggest that you use your towel to wipe off the wash basin. Thank you</em></p>
<p>Apa yang kau bayangkan tentang bak air? Kalau aku, bak air adalah besar dan bernama ember.<br />
Atau kalau mau yang permanen, bak air ya bak kamar mandi dan bukannya wastafel mungil seperti yang ada di kamar kecil pesawat yang kutumpangi.<br />
Basin memang bisa diartikan sebagai bak, tapi kalau pada kenyataannya adalah wastafel, kenapa ditulis sebagai bak?</p>
<p>Wipe barangkali juga boleh diterjemahkan sebagai &#8220;menyeka&#8221; tapi apakah kata itu tepat untuk mengartikan bahwa kita harus &#8220;membersihkan&#8221; wastafel.. eh bak, maksudnya?</p>
<p>Kalau aku, papan tersebut akan kuterjemahkan sebagai demikian:<br />
&#8220;Demi kenyamanan bersama, mohon keringkan kembali wastafel setelah Anda memakainya.&#8221; Tak perlu embel-embel Terimakasih pulalah meski ada &#8220;Thank you&#8221; di sana.</p>
<h3>Cidera</h3>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TS--0_hMo4I/AAAAAAAAAyo/_yGzmdDw634/Garuda-005.jpg" alt="" width="500" height="246" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Untuk menghindari cidera jangan tinggalkan bayi sendirian diatas meja</strong><br />
<em> To avoid injuries never leave the infant unattended on the nursing table</em></p>
<p>Cidera atau cedera?</p>
<h3>Bayi dilepaskan?</h3>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TS--04-3dGI/AAAAAAAAAyk/pJXI4W6FxHY/Garuda-002.jpg" alt="" width="500" height="238" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tempat bayi dilepaskan disimpan selama pesawat taxi, take off dan landing</strong><br />
<em> baby bassinet to be removed and stowed during taxi, take off and landing</em></p>
<p>Oh my God! Kalau ini yang paling parah sepertinya&#8230;<br />
Bassinet boleh diterjemahkan sebagai &#8220;tempat bayi&#8221; tapi kalau disatukan dengan &#8220;Tempat bayi dilepaskan&#8221; maka boleh dong kita beranggapan bahwa di situlah tempat bayi (kita) bisa dilepaskan? Kenapa&#8230; kenapa harus dilepaskan?</p>
<p>Lalu &#8220;pesawat taxi&#8221;?<br />
Kenapa tak konsisten dengan menerjemahkan &#8220;bassinet&#8221; tapi tidak dengan &#8220;taxi&#8221;, &#8220;take off&#8221; dan &#8220;landing&#8221;? Atau barangkali sebenarnya &#8216;orang kita&#8217; sebenernya sudah melek dengan Bahasa Inggris sehingga tak perlu lah diterjemahkan bagian-bagian itu?</p>
<p>Lha kalau demikian kenapa tak semuanya saja tak usah diterjemahkan ketimbang diterjemahkan dan malah membuat satu salah paham?</p>
<p><em>&#8220;Oh tapi ini kan soal nasionalisme, Bung!&#8221;<br />
&#8220;Begitu? O well&#8230;&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/01/17/perlukah-diterjemahkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang english yang error (melulu)</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/11/01/tentang-english-yang-error-melulu.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/11/01/tentang-english-yang-error-melulu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 06:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku]]></category>
		<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[donny banget]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 1 November 2010, tepat dua tahun silam aku bermigrasi ke Australia menandai sebuah babak kehidupan yang baru setelah tiga puluh tahun sebelumnya kuhabiskan di Indonesia. Aku sendiri bingung hendak menuliskan apa untuk menandai hal yang bersejarah ini, namun kupikir karena aku suka menghibur kalian hingga membuat kalian tertawa tergelak-gelak, maka kuberikan saja sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Hari ini, 1 November 2010, tepat dua tahun silam aku bermigrasi ke Australia menandai sebuah babak kehidupan yang baru setelah tiga puluh tahun sebelumnya kuhabiskan di Indonesia.<br />
Aku sendiri bingung hendak menuliskan apa untuk menandai hal yang bersejarah ini, namun kupikir karena aku suka menghibur kalian hingga membuat kalian tertawa tergelak-gelak, maka kuberikan saja sebuah catatan tentang <em>&#8220;english error&#8221;</em> atau kesalahan demi kesalahan yang acap kubuat dalamku berbahasa Inggris selama dua tahun ini.</p>
<p>Catatan ini adalah catatan yang selalu kuperbaharui setiap aku melakukan kesalahan dan memang sudah kurencanakan untuk suatu waktu kupublikasikan bukan sebagai ajang untuk mempermalukan diri tapi lebih pada upaya untuk mengingatkanku bahwa sehebat apapun aku dan sesukses apapun itu kelak, aku pernah melakukan hal-hal remeh temeh yang .. semoga bisa membuatmu tertawa <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat menikmati!</p>
<p><strong>Thanks You</strong><br />
Ada begitu banyak &#8216;salam&#8217; yang bisa dijadikan sebagai penutup sebuah email.<br />
Kalau waktu di indonesia dulu aku memilih menggunakan <em>&#8220;salam, Donny Verdian&#8221;</em> maka di sini aku memilih <em>&#8220;Thanks, Donny&#8221;</em> atau<em> &#8220;Cheers, DV&#8221;</em> atau untuk yang resmi <em>&#8220;Regards, Donny Verdian</em>&#8221;<br />
Tapi dulu, sekitar empat bulan setelah aku menetap di Australia atau sebulan setelah akhirnya aku mendapat pekerjaan untuk pertama kalinya, aku menuliskan demikian,<br />
<em> &#8220;Thanks you, Donny Verdian&#8221;</em></p>
<p>Beberapa menit kemudian, dari meja orang yang kukirimi email itu terdengar suara cekikikan tawa yang tertahan&#8230;<br />
Tak lama ia memanggil temannya <em>&#8220;Look at here!&#8221;</em><br />
Lalu teman yang lain datang lagi hingga kira-kira ada empat orang berkumpul dalam cubical itu dan salah satu keceplosan menertawakan tulisanku <em>&#8220;Thanks You!&#8221;</em> Barulah aku sadar seharusnya aku menulis sebagai <em>&#8220;Thank You&#8221;</em> atau <em>&#8220;Thanks, Donny&#8221;</em> saja&#8230;</p>
<p><strong>Tuesday dan Thursday</strong><br />
Suatu waktu, masih di kantor lama, Bos memanggilku untuk mempersiapkan presentasi di hadapan General Manager, <em>&#8220;That would be on this Thursday&#8221;</em> ucapnya. Aku mengangguk lalu keluar ruangannya sambil menggumam <em>&#8220;Damn! Sekarang kan senin alias Monday? Berarti besok!&#8221;</em></p>
<p>Aku lantas menelpon istriku pamit untuk kerja lembur karena janjian presentasi itu tadi. Hingga sekitar pukul 9 malam aku lembur dan persiapan presentasi belum jadi pula. Aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkan pekerjaan di rumah.</p>
<p>1.00 AM, dan akhirnya pekerjaan itupun kelar, aku berangkat tidur dan memasang alarm jam 5.00 AM seperti biasa.</p>
<p>Pagi itu, dengan mata memerah dan muka kusut, sekitar jam 8:05 pagi aku masuk ke ruangan bosku sambil dengan bangga membawa materi presentasi yang dimintanya.<br />
<em> &#8220;Oh, kamu rajin sekali.. sekarang masih Selasa (tuesday) dan kamu sudah mengumpulkannya padaku&#8230;!&#8221;<br />
</em> Sejak saat itu aku belajar mengucapkan dan mendengarkan bagaimana itu Tuesday dan seperti apa itu Thursday <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Thit (This and That)</strong><br />
B: Hey Donny, could you please have a look?<br />
Aku: What&#8217;s that? *mendekat ke screen teman kerjaku<br />
B: Look, which one better? This one or that one? *menunjuk dua hal yang berbeda&#8230; tentang sebuah bingkisan yang menarik.<br />
Aku: THIT* one!<br />
B: What?</p>
<p><em>*THIT adalah kosakata baru yang mendadak keluar karena aku ingin mengucap This tapi kesrimpet That atau mengucap That tapi kesandung This.</em></p>
<p><strong>Foot and Food</strong><br />
B: Hey Donny, could you please browse this URL for me?<br />
Aku: Sure&#8230;<br />
<em> * menunggu sekitar 5 menit</em></p>
<p>Aku: Opened now!<br />
B: Cool, what site is that?<br />
Aku: Ah&#8230; kinda food site.<br />
B: What? Foot?<br />
Aku: Ya&#8230;<br />
B: Foot or Food?<br />
Aku: Ya, food *mulai frustrasi karena ia mengira aku mengucapkan foot yang berarti kaki <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Yes or No</strong><br />
B: Donny, i think you cant do this stuff, can you?<br />
Aku: Yes.. i can&#8217;t<br />
B: Can&#8217;t or can?<br />
Aku: Cant<br />
B: But you said &#8220;Yes i can&#8217;t&#8221; instead of &#8220;No i can&#8217;t&#8221;<br />
Aku: errrrrr&#8230;.</p>
<p><em>Semua itu lahir dari buah kebiasaan dulu selalu ngomong:<br />
Kamu nggak bisa mengerjakan ini kan ya?&#8221; tanya mereka.<br />
&#8220;Iya, aku nggak bisa&#8221; jawabku.<br />
Harusnya &#8220;Nggak, aku nggak bisa&#8221;.</em></p>
<p><strong>Pepper and paper</strong><br />
Suatu waktu, di sebuah restaurant Thai Food pada jam makan siang. Ketika hendak menyantap makan, seseorang menelponku dan kupikir aku perlu untuk mencatat nomer telepon barunya.<br />
<em> &#8220;Eh, bentar aku minta kertas dulu ke waittressnya.&#8221;</em> ujarku ke temanku yang juga adalah sesama Indonesian itu.<br />
<em> &#8220;Excuse me, could you please give me a paper?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Sure.. no worries, mate!&#8221; </em>ujarnya sambil menyorongkan padaku tabung bubuk merica yang di labelnya bertuliskan, Pepper!</p>
<p><strong>Donny, i&#8217;m asking!</strong><br />
Suatu sore, di sebuah bar sepulang kerja, aku dan kawanku, kami bersulang untuk minggu yang telah terlewati.</p>
<p>B: So, how was your week, Donny?&#8221;<br />
Aku: Ah&#8230; that was good.. bloody good!<br />
B: Aha&#8230; Nice. Do you hdkjsajdksa hukdsahkjdsa hdjskahdsjak dsadsadsadadsadsgdfds! *tak jelas terdengar dalam english yang diucapkan seperti orang berkumur.<br />
Aku: Oh really? hahahahahhahaa&#8230; *manggut-manggut<br />
B: What do you mean? I was asking.. please gimme an answer&#8230;</p>
<p><em>Upppssss&#8230;.</em></p>
<p><strong>Much People and many people</strong><br />
Sekitar minggu ketiga dari hari pertama kerjaku di perusahaan pertama di Australia, salah satu temanku yang baru pulang liburan ke Bali datang ke mejaku dan mengajakku ngobrol.</p>
<p>B: Waw.. that&#8217;s so amazing Donny&#8230; Bali is beautiful!<br />
Aku: Oh .. jelas!<br />
B: Udah gitu penduduknya tak terlalu banyak tak seperti yang kubayangkan sebelumnya.<br />
Aku: Wah, you must go to Java and see the difference. So much people there!<br />
B: So many.. not much!</p>
<p><em>Ohh&#8230;.</em></p>
<p><strong>Last and latest bus<br />
</strong> Bis yang biasa kutumpangi untuk pulang dari city ke rumah dulu adalah bus pertama dari dua bus yang disediakan dan biasa datang menjemput jam 6.30 malam (yang kedua adalah jam 7.00 malam).<br />
Tapi malam itu, sejak menunggu dari pukul 6.15, baru sekitar pukul 7.15 datanglah bus yang kupikir adalah bus kedua.<br />
Aku lalu bertanya pada sopir ketika hendak naik ke atas, <em>&#8220;Is this the latest bus?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;What do you mean?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Yea&#8230; i&#8217;m asking, is this the latest bus?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;Hmmm&#8230;&#8221; </em>Ia mengernyitkan dahi <em>&#8220;Quite sure! I think it&#8217;s 2007 bus.. The new one!&#8221;</em></p>
<p>Aku lantas manggut-manggut&#8230; &#8220;Harusnya kupake last bukannya latest!&#8221; gumamku sembari masuk ke dalam bus.</p>
<p><strong>Supper dan super<br />
</strong> Dalam sebuah wawancara kerja, si penginterview menanyaiku berapa gaji yang kuminta lalu akupun menyebut suatu angka.</p>
<p>B: Hmmm&#8230; ttu sudah gaji bersih?<br />
Aku: Hmmm no&#8230; supper excluded!</p>
<p>Pipinya memerah, bibirnya berusaha untuk tidak menertawaiku.<br />
Dan aku.. aku tahu aku telah salah ucap. harusnya super (su-per) bukannya supper (sap &#8211; per). Super adalah singkatan dari superannuation, semacam dana pensiun yang wajib ditarik dari gaji bulanan kita sekitar 9%, sementara supper adalah santapan larut malam sesudah dinner <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Shit dan Sheet</strong><br />
Di kantorku dulu, tiap hari kami harus mengumpulkan laporan yang berlabel Time Sheet yang intinya adalah mencatat apa yang kita kerjakan dalam sehari itu.</p>
<p>Suatu waktu, karena tergesa-gesa pulang, aku lupa mengumpulkannya dan baru pada pagi keesokan harinya aku serahkan ke meja Bos.<br />
<em> &#8220;Sorry maybe it&#8217;s too late.. but this is my time SHIT&#8221;</em> ujarku padanya.</p>
<p>Ia tersenyum&#8230;aku lega karena itu pertanda ia tak memarahiku.<br />
Tapi sejurus kemudian, senyumnya berubah menjadi tawa dan gantian aku yang bertanya-tanya barangkali ia menertawakan keterlambatanku.<br />
<em> &#8220;Why you laugh at me?&#8221;</em><br />
<em> &#8220;No&#8230; but&#8230;&#8221; </em>ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tapi meski demikian kudengar tawanya menggelegak.</p>
<p><em>&#8220;Ok Donny&#8230; come on.. this is Time Sheeetet not Time Shit!&#8221;<br />
Oh..&#8221;</em> Gantian aku yang memerah wajah.<br />
<em> &#8220;You didn&#8217;t give me a shit, did you?&#8221;</em></p>
<p><strong>Prawn and Brown</strong><br />
&#8220;Makan pake apa kau?&#8221; tanya temanku.<br />
&#8220;Oh&#8230; rice with Prawn <em>(aku sebut sebagai PRAUN tapi mendengarnya sebagai BRAUN)&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Oh&#8230;&#8221; temanku bingung &#8220;Jadi kamu campur antara rice dengan BROWN RICE?&#8221;<br />
&#8220;No&#8230; it&#8217;s BRAUN&#8221;</p>
<p>Ia masih bingung lalu aku mainkan telunjuk membentuk bentuk seperti udang tapi astaga&#8230; ia masih juga kebingungan!</p>
<p>Aku mulai frustrasi&#8230; segera sesudah masakanku keluar dari microwave, kutunjukkan padanya dengan agak gemas.. &#8220;<em>L-O-O-K  A-T  T-H-I-S!!!!</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh i c!&#8230;.. that PRAWN (nyebutnya Prown), Donny&#8230; not BRAUN&#8221;<br />
<em> Aku lalu meninggalkan dapur, mendadak aku semakin lapar!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/11/01/tentang-english-yang-error-melulu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Buruk Berbahasa Inggris</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/08/02/hari-buruk-berbahasa-inggris.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/08/02/hari-buruk-berbahasa-inggris.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 11:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[Hampir dua tahun tinggal di Australia, dan hingga hari ini aku masih tetap harus berjuang keras dalam berbahasa Inggris. Perjuangan masif sebenarnya karena aku berasal dan lebih dari 30 tahun tinggal di negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya lalu ujug-ujug pindah ke negara dengan Bahasa Inggris adalah bahasa resmi yang digunakan sehari-hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Hampir dua tahun tinggal di Australia, dan hingga hari ini aku masih tetap harus berjuang keras dalam berbahasa Inggris.<br />
Perjuangan masif sebenarnya karena aku berasal dan lebih dari 30 tahun tinggal di negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya lalu ujug-ujug pindah ke negara dengan Bahasa Inggris adalah bahasa resmi yang digunakan sehari-hari seperti Australia ini.</p>
<p>Aku tidak hendak bericerita tentang bagaimana susah payahnya dan apa yang sudah kucapai dan apa yang belum dalam berpraktik Bahasa Inggris karena aku sedang mengumpulkan semua kejadian-kejadian konyol dan serius terkait dengan hal tersebut untuk kurangkai menjadi tulisan yang semo menarik, kali ini aku akan bercerita tentang apa yang kusebut sebagai <strong>&#8220;Hari Buruk Berbahasa Inggris&#8221;.</strong></p>
<p>What?!?<br />
Bagiku, Hari Buruk Berbahasa Inggris, mudahnya adalah hari dimana aku tak mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik, baik itu dalam pekerjaan maupun pergaulan, lisan ataupun tulisan.<br />
Khusus dalam lisan, kriteria baik buruk yang kukemukakan termasuk tentang pilihan kata yang kugunakan, bagaimana aku berhasil/gagal menangkap pembicaraan lawan bicaraku, serta sebaliknya bagaimana mereka mampu mendengar dan mengerti apa yang kuucapkan. Pada praktiknya, menentukan Hari Buruk Berbahasa Inggris atau bukan adalah denganku menghitung berapa banyak aku berujar <em>&#8220;Sorry, what was it?&#8221;</em> atau <em>&#8220;Say  again please&#8221;</em> pada setiap percakapan atau seberapa banyak teman-temanku yang kuajak bicara dengan muka pasrah nan memelas berujar <em>&#8220;No.. i dont understand what you&#8217;re talking about&#8221;</em> setiap aku menjelaskan secara gamblang tentang satu hal dan kuakhiri dengan pertanyaan <em>&#8220;Do you know what i mean?&#8221;</em><br />
<em> *Yak, silakan tertawa!</em></p>
<p>Lalu kapan terjadinya &#8220;Hari Buruk Berbahasa Inggris&#8221; itu?<br />
Tak tentu, tapi yang paling sering terjadi adalah hari Senin.<br />
Hari senin biasanya (tak selalu) adalah hari yang cukup buruk dalam ku berbahasa Inggris karena semenjak jumat malam hingga minggu aku sangat sedikit mempraktikkan Bahasa Inggris karena praktis aku lebih banyak bersama istriku yang juga orang Indonesia dan anakku yang masih bayi. Adapun teman-teman yang sering kuajak kumpul-kumpul selama akhir pekan juga adalah orang-orang Indonesia yang jarang mempraktikkan Bahasa Inggris ketika berbicara dengan sesama orang Indonesia.<br />
Jadi, ketika Senin tiba dan aku harus kembali masuk kerja, kesalahan demi kesalahan praktik berbahasa Inggris biasanya terjadi dan itu bisa sepanjang hari bisa pula hanya awal-awal hari saja sekali lagi tergantung seberapa banyak aku berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada hari itu.</p>
<p>Lantas bagaimana mengatasi Hari Buruk Berbahasa Inggris tersebut?<br />
Ketika semua sudah terjadi, nggak bisa nggak selain harus berkonsentrasi terhadap apa yang diomongkan lawan bicara atau kalau masih bisa ya &#8216;ngeles&#8217; dengan berujar <em>&#8220;Ahhh.. i&#8217;m in the middle of something and need to be finished by the end of this day&#8230;&#8221;</em> setiap mereka bertanya <em>&#8220;Donny, could you please come to our meeting bla bla bla?&#8221;</em></p>
<p>Selain cara itu, setelah berkali-kali menghadapi hal yang sama setiap Senin, aku lantas memilih untuk bagaimana caranya mencegah terjadinya Hari Buruk Berbahasa Inggris di hari Senin dengan memperbanyak membaca buku berbahasa Inggris pada akhir pekan, menonton DVD film-film &#8216;barat&#8217; serta mendengarkan lagu berlirik Inggris dan mencoba menangkap serta menghayati setiap katanya.</p>
<p>Solusi lain tapi masih harus tunggu waktu adalah menanti Odilia, anakku, tumbuh besar.<br />
Bisa dipastikan, seperti halnya banyak anak-anak Indonesia yang lahir dan tumbuh di sini, ia akan menjadi seorang English native speaker yang baik namun tetap mengerti apa yang diucapkan orang tuanya dalam bahasa Indonesia. Jadi kubayangkan mulai 3 &#8211; 4 tahun mendatang ketika Odi sudah mulai bicara aktif dan &#8216;bermaksud&#8217;, ia akan menjadi &#8216;pemancingku&#8217; untuk selalu berkomunikasi menggunakan Bahasa<br />
Inggris dan di sisi lain, ia juga akan tetap menangkap Bahasa Indonesiaku jika aku tiba-tiba &#8216;mandeg di jalan&#8217; dan memilih berbahasa Indonesia kembali.</p>
<p>Solusi yang lebih dahsyat yang secara instant bisa dilakukan sebenarnya juga ada.<br />
Beberapa kali ketika aku terlalu banyak minum minuman beralkohol lalu bersosialisasi, banyak teman-temanku bilang bahwa kemampuan Bahasa Inggrisku naik begitu tajam.<br />
Tapi tentu saja hal ini tak praktis untuk dilakukan setiap hari karena tak baik untuk kesehatan selain juga aku tak yakin apakah yang dikatakan oleh teman-temanku tadi benar karena bukankah sebagian besar dari mereka juga sedang sama-sama mabuknya&#8230; <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/08/02/hari-buruk-berbahasa-inggris.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jason belajar Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/05/29/jason-belajar-bahasa-indonesia.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/05/29/jason-belajar-bahasa-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 16:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun silam, sekitar seminggu sebelum aku pindah ke Australia, kegiatan yang paling banyak menyita waktu dan perhatian adalah berpamitan dengan rekan serta handai taulan. Salah satu yang kami temui waktu itu adalah Alin, teman lama yang anggaplah bernama demikian. Lima tahun sudah aku tak pernah bertemu dengannya dan selama itu pula aku telah ketinggalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Dua tahun silam, sekitar seminggu sebelum aku pindah ke Australia, kegiatan yang paling banyak menyita waktu dan perhatian adalah berpamitan dengan rekan serta handai taulan.</p>
<p>Salah satu yang kami temui waktu itu adalah Alin, teman lama yang anggaplah bernama demikian.<br />
Lima tahun sudah aku tak pernah bertemu dengannya dan selama itu pula aku telah ketinggalan banyak kabar tentangnya. Salah satunya adalah kabar tentang ia yang ternyata sudah menikah dan dikaruniai seorang anak.</p>
<p>Mengingat kesibukan mereka, kami lantas sepakat untuk bertemu pada sebuah makan siang di kafe dekat pusat perbelanjaan di tengah kota. Pertemuan yang sungguh hangat dan penuh dengan nuansa kekakraban karena tak hanya menjadi ajang perpisahan namun sekaligus reuni untuk kami bercerita tentang masa-masa lalu yang pernah kami lewati. Aneh memang, kami melakukan reuni tepat di bibir perpisahan&#8230;</p>
<p>Alin memperkenalkan suami serta anaknya yang datang lima belas menit lebih lambat ketimbangnya.<br />
Kesanku yang pertama tentang suaminya, Alin memang tak salah pilih pasangan. Suaminya, Alan, adalah seorang yang menarik. Tongkrongannya tinggi lagi besar. Sorot matanya memperlihatkan ia adalah pejuang tangguh namun dari bagaimana caranya memperlakukan Alin serta anaknya, ia adalah pecinta kaliber juara.</p>
<p>Adapun Jason, anaknya, sangatlah menggemaskan&#8230; Pipinya gembul, rambutnya seperti jarum hitam yang menantang langit, matanya meski sipit tapi aku bisa melihat sorot yang tajam dan pipi serta bibirnya begitu merah. Siang itu, Jason yang berumur empat tahun, tampak sebagai anak yang tumbuh dengan baik dan cerdas. Ia tak banyak bicara dan tenggelam dalam kesibukannya mewarnai tokoh-tokoh idola kartun yang ada di buku gambarnya. Beberapa pensil warna dan penghapus serta setumpuk buku mewarnai lainnya terhambur di meja kecilnya yang diletakkan tak jauh dari tempat kami duduk di meja utama.</p>
<p>Lalu tiba saat dimana kami rasakan stock cerita hampir tandas di ujung bibir. Kami tak tahu mau bicara apa lagi tapi masih pula enggan untuk menyudahi pertemuan.<br />
Keadaan itu lantas kumanfaatkan untuk mendekat pada Jason.</p>
<p>&#8220;Halo Jason&#8230; sibuk amat mewarnainya? Sini ngobrol sama Om..&#8221; Ia melirik sebentar ke arahku, tersenyum lalu kembali sibuk dengan tokoh-tokoh idolanya.</p>
<p>&#8220;Dia ngga ngerti kamu ngomong apa, Don&#8230;&#8221; tutur Alin sementara suaminya mengangguk mengiyakan.<br />
&#8220;Maksudmu?&#8221;<br />
&#8220;Iya.. dia sejak kecil kubiasakan berbahasa Inggris di rumah. Lalu sejak umur dua tahun hingga sekarang masuk ke pre-school yang bahasa pengantarnya berbahasa Inggris.&#8221; Alin menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Oh&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Sekarang baru mau kucarikan guru Bahasa Indonesia karena kemungkinan dia akan kumasukkan TK dan SD katholik yang pake Bahasa Indonesia&#8230;&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Mendengar penjelasan itu, usahaku untuk mendekati Jason pun surut.<br />
Bukannya ogah berbahasa Inggris, tapi aku tak bisa.<br />
Saat itu, aku belum terlalu percaya diri untuk bahkan sekadar ber-cas-cis-cus dalam bahasa Inggris dengan anak seumuran Jason. Istriku lantas mengambil alih pembicaraan dan sejak saat itu hingga akhir pertemuan, bahasa Inggris mendominasi sementara aku hanya ber &#8220;Ahhh&#8230;&#8221; dan &#8220;Ohhhh&#8221; saja pertanda terkadang mengerti apa yang diomongkan dan terkadang tidak.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, di dalam taksi, aku lantas berpikir tentang &#8216;fenomena&#8217; unik yang kutemui barusan.<br />
Anak berumur empat tahun yang tinggal di negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-harinya dipaksa belajar bahasa Inggris sejak bayi dan sekarang orang tuanya kerepotan mencarikan guru bahasa Indonesia, bahasa ibunya.</p>
<p>Aku selalu percaya bahwa apa yang diberikan orang tua kepada anaknya adalah yang terbaik. Aku juga percaya bahwa pada usia-usia seperti Jason, perkenalan bahasa adalah menjadi satu yang sangat efektif, akan tetapi dalam soalan ini kesalahan, kalau bisa disebut begitu, orang tua Jason adalah bahwa ia memberikan satu pola pembelajaran yang tidak terlalu tepat urutannya. Mereka, Alin dan Alan, lupa mengurutkan mana bahasa yang utama yang harus dipelajari dan dipakai dan mana bahasa lain yang menjadi &#8216;bahasa sekunder&#8217; yang bisa diajarkan sesudahnya.</p>
<p>&#8220;Lho tapi kan di rumah pun orang tua dan kerabatnya berbahasa Inggris dengannya, begitu pula di pre-schoolnya?&#8221;<br />
OK, fair enough kalau kalian bilang begitu kepadaku. Tapi dunia tak seluas rumah dan pre-school, toh?</p>
<p>Coba bayangkan peristiwa di bawah ini&#8230;<br />
Anggaplah, sekali lagi ini perandaian, ia pada suatu siang bersama Alin, mamanya, pergi ke sebuah pusat perbelanjaan.<br />
Karena saking repotnya Alin berbelanja dan saking asyiknya Jason memelototi mainan-mainan yang dipajang di toko mainan, keduanya lantas terpisahkan. Beberapa saat setelah tersadar bahwa anaknya hilang, Alin panik. Ia lantas bersicepat menuju ke Pusat Informasi dan meminta pada resepsionist untuk memanggil Jason yang hilang itu.  Paniknya semakin menjadi-jadi karena receptionist menolak untuk mengumumkan berita hilangnya Jason dalam bahasa Inggris dengan alasan yang simple, &#8220;Ini kan di Indonesia, Bu.. lagipula kalau kita mengumumkan dalam Bahasa Inggris akan semakin banyak orang yang tak tahu&#8230;&#8221;</p>
<p>Maka tersiarlah melalui pengeras suara ke seantero pusat belanja itu.<br />
&#8220;Panggilan&#8230; panggilan&#8230; untuk adik Jason ditunggu Mamanya di depan Pusat Informasi&#8221;</p>
<p>Bayangkan bagaimana Jason akan kebingungan mendengarkan informasi itu.<br />
Ia tahu namanya disebut, tapi ia tak mengenali apa arti kata-kata lainnya selain namanya sendiri, Jason, JA-SON.</p>
<p>Selamat berakhir pekan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/05/29/jason-belajar-bahasa-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

