<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; firasat</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/firasat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Firasat Digital</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/01/09/firasat-digital.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/01/09/firasat-digital.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[firasat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Percayakah kalian pada firasat? Kalau percaya, percayakah pula bahwa firasat itu juga tersirat dan tersuarakan melalui hobi kita seperti tulisan via blog misalnya? Hari Natal, 25 Desember 2009, yang lalu setelah melewati masa kritis dua minggu lamanya, salah satu sahabatku, Anton, meninggal dunia, pulang ke Rumah Bapa. Ia pergi &#8216;nyaris&#8217; tanpa pesan meski meninggalkan sejuta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Percayakah kalian pada firasat?</p>
<p>Kalau percaya, percayakah pula bahwa firasat itu juga tersirat dan tersuarakan melalui hobi kita seperti tulisan via blog misalnya?</p>
<p>Hari Natal, 25 Desember 2009, yang lalu setelah melewati masa kritis dua minggu lamanya, salah satu sahabatku, Anton, meninggal dunia, pulang ke Rumah Bapa.</p>
<p>Ia pergi &#8216;nyaris&#8217; tanpa pesan meski meninggalkan sejuta kesan.</p>
<p>Kukatakan &#8216;nyaris&#8217; karena semula aku merasa tak mendapatkan barang satu firasat pun terkait dengan kepergiannya, hingga akhirnya dua hari sesudahnya, aku baru sadar bahwa apa yang kutulis di blog ini pada 23 Desember 2009 adalah sesuatu yang kuyakini bisa kuanggap sebagai sebuah pertanda.</p>
<p>* * * * *</p>
<p>Adalah kebiasaanku bahwa setiap tulisan yang hendak ku-published di media ini, selalu melalui masa &#8216;pengendapan&#8217; selama minimal satu minggu sebelum tayang.<br />
Masa itu kumanfaatkan untuk memantapkan calon tulisan hingga mencapai satu bentuk yang &#8216;pas&#8217; dan layak dihidangkan setiap rabu dan sabtu. Tulisan berjudul &#8220;Natal&#8221; itupun demikian pula adanya, kupersiapkan bahkan sejak awal bulan Desember 2009 silam.</p>
<p>Semula aku merancang untuk menulis sebuah percakapan imajiner antara Yesus dengan Maria yang rencananya akan kulengkapi pula dengan beberapa buah foto hasil jepretanku bertema seputar makna Natal.</p>
<p>Akan tetapi, rupanya semesta berkehendak lain.</p>
<p>Hingga sekitar seminggu sebelum Natal, aku tak jua sanggup meluangkan waktu untuk memotret, maka dengan amat disayangkan tulisan yang kupikir sudah cukup kuat itupun kusisihkan dan aku memulai dari awal lagi, berjuang keras memaknai Natal melalui tulisan yang harus kususun dalam tempo yang sangat singkat, kurang dari tujuh hari.</p>
<p>Maka, nyaris seharian di hari Senin, 21 Desember 2009, disela-sela waktu kerjaku, aku memikirkan tentang apa yang sanggup kukupas dari Natal tahun ini.<br />
Agak tergesa-gesa memang, tapi apa mau dikata ini soal komitmen kepada diriku sendiri bahwa aku memang harus update blog pada rabu, 23 Desember 2009 dengan tema Natal, tidak bisa tidak!</p>
<p>Lalu Sang Ide tiba, ia menghampiri dan terkuaklah topik yang tak pernah kunyana-nyana sebelumnya yaitu tentang himpitan antara kelahiran dan kematian (Yesus) dalam satu tulisan Natal. Untuk menguatkan ide tersebut aku mengambil contoh konkrit pada pemandangan perayaan Misa Natal yang kontras. (<strong><a href="http://donnyverdian.net/2009/12/23/natal-2.html">silakan baca selengkapnya di sini</a></strong>).<br />
Kukatakan &#8216;tak kunyana-nyana&#8217; karena sebelumnya, tema Natal selalu menghasilkan tulisan-tulisan indah yang penuh sanjungan atas perasaan sukacita dan bukannya sebaliknya.</p>
<p>Hari pun berlalu.</p>
<p>Blog ter-update seperti biasa dan menuai banyak komentar (seperti biasa pula).</p>
<p>Hingga akhirnya pada 25 Desember 2009, sekitar pukul 19.00 waktu Sydney, ketika sedang menyetir pulang ke rumah, Blackberryku berdering.<br />
Aku segera meminta istriku untuk melihat pesan yang baru saja masuk dan&#8230;Tanaska, salah satu teman terbaik lainnya yang juga sobat kental Anton mengabariku bahwa Anton telah tiada.</p>
<p>27 Desember 2009.</p>
<p>Dua hari sesudahnya, ketika semua keriaan Natal telah mulai redup dan kesedihan atas kehilangan sahabat sedikit mereda, aku membuka blogku lagi untuk sekadar men-check komentar teman-teman di postingan terakhirku. Sekonyong-konyong, aku tersadar bahwa apa yang kutulis itu kurasai sebagai sebuah firasat akan kepergian Anton.<br />
Firasat bahwa hari Natal kemarin adalah salah satu hari Natal ter-unik dalam hidupku. Tuhan membolehkanku merasakan kegembiraan Natal sekaligus kedukacitaan atas perginya seorang sahabat.</p>
<p>Itulah pertanda, itulah firasat.</p>
<p>Aku menyebutnya firasat digital karena meski ia berada di dalam tulisan namun tak pernah kusangka bahwa justru melalui media baru, digital, &#8220;Sang Waktu&#8221; telah menyuarakan pertandanya, firasatnya.</p>
<p><em>Sing tentrem neng suwargo, Ton! Doaku bersamamu&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/01/09/firasat-digital.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

