<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; hemat</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/hemat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Untung yang kikir</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/07/10/untung-yang-kikir.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/07/10/untung-yang-kikir.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 22:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[kikir]]></category>
		<category><![CDATA[pelit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[Untung kalian tak mengenal Untung. Temanku yang kali ini aku ingin kalian menyapanya demikian. Ia seorang yang pandai lagi kaya. Prestasi belajarnya di sekolah selalu mengagumkan padahal semestinya tak perlu menjadi orang yang pintar secara akademis sekalipun, &#8216;teorinya&#8217;, Untung tak bakalan miskin tujuh turunan berkat warisan toko kelontong yang dirintis puluhan tahun oleh moyangnya. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Untung kalian tak mengenal Untung.<br />
Temanku yang kali ini aku ingin kalian menyapanya demikian.<br />
Ia seorang yang pandai lagi kaya. Prestasi belajarnya di sekolah selalu mengagumkan padahal semestinya tak perlu menjadi orang yang pintar secara akademis sekalipun, &#8216;teorinya&#8217;,<br />
Untung tak bakalan miskin tujuh turunan berkat warisan toko kelontong yang dirintis puluhan tahun oleh moyangnya.</p>
<p>Tapi diantara semua keadaan &#8216;unggulnya&#8217; itu, satu hal yang menjadi &#8216;kekurangan&#8217; di mata teman-temannya adalah sikap kikirnya yang aujubilah akutnya!<br />
Untung sendiri barangkali lebih dari ribuan kali selalu menampik tuduhan itu.<br />
&#8220;Aku itu ndak kayak yang mbok duga! Aku itu ndak pelit&#8230; mung aku mikir gimana carane biar hemat!&#8221;<br />
Meski tak selalu, tapi alasan yang diucapkannya selalu kurang lebih demikian dan itu tak mengubah sedikitpun ke-kikir-annya di mata kami, orang-orang yang masih mau dianggapnya sebagai teman.</p>
<p>Kalian mungkin penasaran, seberapa parah sih ke-kikir-annya?</p>
<p>Coba simak.<br />
Baju yang dikenakannya selalu yang itu-itu saja.<br />
Ia begitu setia pada polo shirt mengkilap berhias tekstur tak jelas serta celana jeans baggy yang jelas sudah tak model lagi!<br />
Kalau ditanya kenapa tak ganti-ganti, ia selalu menjawab &#8220;Ini warisane Papahku, Don! Masih enak dipake kenapa mesti beli lagi?&#8221;</p>
<p>Ketika keluar makan bareng teman-teman di fast food restaurant, ia pasti memilih untuk membeli sebotol air mineral lalu duduk bersama kami yang rata-rata &#8216;makan besar&#8217;!<br />
&#8220;Tung, kamu nggak laper tho?&#8221;<br />
&#8220;Ndak ik! Aku dah makan da rumah&#8230; lagian aku tahu sing mbok makan itu ndak sehat jadi ya aku ndak terlalu doyan!&#8221;<br />
Wuuttttt!!! Ngaku makanan ngga sehat dan nggak doyan tapi masih tak lepas dari ingatanku tentang bagaimana lahapnya ia menyantap double sandwidch saat ditraktir makan ulang tahun Mei-Mei, temanku yang lainnya, sebulan lalu.</p>
<p>Dan yang paling parah adalah cerita kesialannya diputus si Ling-Ling, pacar yang semoga bukan satu-satunya wanita yang pernah mau dipacarinya.<br />
Ceritanya, waktu itu Papa si Ling-Ling mendadak sakit dan butuh diantar ke rumah sakit.<br />
Karena si Ling-Ling tak memiliki mobil, ia lantas menelpon Untung untuk minta tolong supaya Papanya diantar ke rumah sakit.<br />
Sialnya, Untung saat itu sedang ke gereja sehingga ia harus mematikan suara handphonenya.<br />
Barangkali kalian bertanya kenapa Ling Ling tak mengirim sms? <em>Ya, kalian tak salah duga.. baik Untung dan Ling-Ling, keduanya sama-sama pelit dan kikirnya!</em><br />
Sepulang dari gereja, Untung mendapati sebuah miss called dari Ling Ling.<br />
Dasar pelit, Untung memilih untuk tak menelpon kekasih hatinya itu. Ia hanya mengirimkan sms &#8220;Ada apa say? Sorry tadi aku lagi ke gereja!&#8221;<br />
Tentu saja Ling-Ling tak membalas sms itu karena pada saat itu, ia sedang jatuh pingsan, tak kuat menahan duka tentang Papanya yang meninggal beberapa saat setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, tempat yang akhirnya dengan susah payah ditempuhnya dengan menggunakan jasa angkutan taksi.</p>
<p>Teman, kisah si Untung dan Ling-Ling itu hanyalah murni rekaan saja.<br />
Hanya sebuah pengumpan untuk mengajak kalian berpikir, &#8220;Kenapa kita perlu jadi kikir kalau hidup ini hanya sebentar?&#8221;<br />
Kenapa kita harus terlampau berhemat seandainya sedetik ke depan pun kita tak tahu akan seperti apa rupa dan wujud dunia dan kehidupan ini.</p>
<p>Simply, bagiku, mempersiapkan dan menyikapi kehidupan dalam kaitannya dengan rejeki adalah tentang bagaimana kita mampu bertahan untuk berjalan dan berdiri di atas garis keseimbangan antara jurang &#8220;hemat&#8221;dan jurang &#8220;boros&#8221;</p>
<p>Misalnya dalam hal membeli celana.<br />
Adalah salah apabila kita harus merogoh kocek untuk menebus jeans Italia ber-merk Diesel Jeans seharga 700 dollar tapi sesudahnya lantas kita harus mengemis untuk makan. Itu pertanda kita terlalu menghambur-hamburkan uang untuk hal yang lebih sekunder ketimbang lainnya yang primer. Namun ketika kita sudah bisa me-manage keuangan termasuk menabung dan masih menyisakan lembaran-lembaran dollar sebanyak itu di saku celana, kenapa tak kita ambil saja celana jeansnya dan berpikirlah betapa kita akan sangat tampak menarik dan percaya diri jika mengenakannya?</p>
<p>Menghabiskan jutaan rupiah untuk menelpon kekasih yang tinggal di lain benua adalah sesuatu yang jahat jika untuk itu harus berhutang dan meninggalkan nama buruk atas hutang tersebut bertahun-tahun kemudian. Tapi jika tak harus berhutang karena memang ada &#8216;spare&#8217; untuk itu, apa perlu kita sesali jika cinta adalah taruhannya?</p>
<p>Hidup ini adalah perkara &#8216;waktu&#8217; yang terus berjalan maju dan kita akan menyusut lantas menghilang di peredarannya. Masalahnya adalah, kita hanya tahu kekalnya hukum itu tanpa tahu tepat dan pastinya kapan kita akan menghilang. Maka, marilah kita menikmati hidup sewajarnya.  Jangan menghambur-hamburkan uang namun juga jangan sebaliknya, bersikap terlampau kikir dan pelit atas nama &#8216;hidup hemat&#8217; karena itu hanya akan menenggelamkan kalian ke kubangan comberan yang bernama penyesalan <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jangan sampai, lima tahun dari sekarang kalian berujar &#8220;Wah, bagus ya jeans itu&#8230; pengen beli tapi kayaknya aku kok sudah tua sekarang&#8230;&#8221; atau &#8220;Wah, pantas dulu dia mutusin aku, lha wong<br />
keluarin pulsa aja aku nggak mau kok!&#8221;</p>
<p>Ketika semua itu terjadi, layaknya sebuah kereta kehidupan yang sudah hampir berangkat dari stasiun pemberhentian, kalian adalah sosok tergopoh-gopoh yang mengejar gerbong terbelakang dari rangkaiannya.</p>
<p>Selamat berakhir pekan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/07/10/untung-yang-kikir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

