Hikayat Tattoo

Aku adalah pecinta tattoo.
Tulisan-tulisan di tagar ini terkait dengan ‘perjalanan’ yang kutempuh dalamku menambah koleksi tattoo di atas tubuhku se-inchi demi se-inchi

Aku

Hikayat Tattoo (6), Akhir yang bukan akhir

Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Semula, aku ingin mewujudkan tattoo El Shaddai yang telah sedemikian lama kurencanakan tepat pada hari pertama di tahun 2005. Tapi apa daya, karena kesibukan baik aku maupun Munir, semua baru terealisasi sehari sesudahnya. Perlu persiapan fisik yang khusus mengingat area ...more →

37 comments
Nirmana

Hikayat Tattoo (5), El Shaddai

Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. El Shaddai dalam bahasa Israel adalah salah satu gelar untuk Tuhan, Allah Maha Besar. Aku jatuh cinta pada ungkapan “El Shaddai” sejak aku mengenal lagu dengan judul yang sama yang pertama kali kudengar pada awal dekade 2000 an silam. Demikian ...more →

19 comments
Nirmana

Hikayat Tattoo (4), Aku duwe konsep!

Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Kerumitan dan betapa menyiksanya proses pembuatan dan penyembuhan tattoo yang keempat yang kuceritakan di Hikayat Tatto (3) ternyata membuatku harus berhenti sejenak untuk melanjutkan tattooku setahun lamanya. Bukannya jera atau tak bisa ditattoo dengan pertimbangan kesehatan, tapi lebih karena kupikir ...more →

16 comments
Nirmana

Hikayat Tattoo (3), sakit yang tak terperikan

Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Juni 2003. Pembuatan tattoo yang ketiga adalah pengalaman yang sangat berharga. Letaknya di bawah betis, mata kaki hingga sedikit menutupi punggung telapak kaki kanan. Kukatakan berharga karena pada fase ini aku menemui kenyataan bahwa sakitnya ditattoo di daerah itu adalah ...more →

27 comments
Nirmana

Hikayat Tattoo (2), sejarah yang berkelanjutan

Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Suatu malam, setelah tattooku yang pertama mulai mengering, sembuh dari luka pembuatannya, Martho, teman baikku berujar padaku, demikian. “Don, smalam aku mimpi kakimu dua-duanya bertattoo dari bawah sampai atas!” “Hah? Atas gimana maksudmu?” “Ya, atas, sampai segini!” ujarnya sambil mengangkat ...more →

25 comments
Nirmana

Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk mencintai, pelajaran untuk tidak menyesal

Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Orang-orang yang memutuskan untuk bertattoo, biasanya sudah memiliki konsep sejak awal sebelum tinta ditorehkan ke kulitnya, akan tetapi tujuh tahun silam, ketika pertama kali aku ditattoo, tidaklah demikian. Bisa dibilang aku tak punya konsep apalagi hal-hal berbau filosofis yang biasanya terdengar ...more →

42 comments
Nirmana

Tattoo, Dosa dan Surga

Selasa lalu, 9 Maret 2010, aku menghadiahkan kulit leherku untuk ulang bulan Odi yang pertama. Sebuah tattoo bertuliskan “Odilia” sejak hari itu bertengger di sana. Ini bukan kali pertama aku ditattoo dan bukan pula sebuah kebetulan kenapa aku memilih hari selasa silam selain karena Munir, tattoo artist langgananku di Jogja dulu sedang berkunjung ke Sydney ...more →

40 comments