<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; photo</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/photo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hipstamatic</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 07:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[hipstamatic]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan di postingan sebelum ini. Begini isinya, &#8220;Don, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?&#8221; Hehe, baiklah&#8230;. Foto-foto yang kujepret saat acara syukuran ulang tahun istriku hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TIhUA4jXuxI/AAAAAAAAAE0/jMVqkLxCZm8/G_Photo_2.jpg" alt="" width="192" height="190" />Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan di <a href="http://donnyverdian.net/2010/09/06/kali-ini-to-the-point.html"><strong>postingan sebelum ini</strong></a>. Begini isinya,</p>
<p><em>&#8220;Don, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?&#8221;</em></p>
<p>Hehe, baiklah&#8230;.<br />
Foto-foto yang kujepret saat acara syukuran ulang tahun istriku hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan &#8216;mode&#8217; seperti itu.<br />
Aku sedang tergila-gila pada aplikasi iPhone yang bernama <a href="http://hipstamaticapp.com/"><strong>Hipstamatic!</strong></a> Hipstamatic adalah aplikasi seharga 2.95 AUD yang bisa diinstall di piranti iPhone dan memanfaatkan kamera yang menempel (embed) di iPhone serta pengolahan gambar digital, ia menghadirkan foto-foto dalam nuansa kuno/analog ala 1970-1980an. Hipstamatic sendiri aslinya adalah nama sebuah kamera yang digagas pada November 1982 oleh <a href="http://hipstamatic.com/"><strong>Bruce and Winston Dorbowski</strong></a> dengan tujuan awal membuat kamera dengan harga lebih rendah dari kamera yang sedang beredar di pasaran kala itu.  Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kuceritakan terkait dengan Hipstamatic ini.</p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://lh5.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TId8yCJNRqI/AAAAAAAAAEg/XSCaSCMtZok/G_Photo_1.jpg" alt="" width="192" height="190" />Proses olah digital yang disamarkan dengan proses pemotretan</strong><br />
Kalau kalian motret dengan kamera digital lalu memainkan efek-efek digital di software pengolah gambar sehingga menimbulkan efek kuno/analog, itu adalah dua proses yang tak bisa disatukan yaitu, memotret lantas mengolah. Nah, dengan Hipstamatic ini kita tak perlu lagi mengolah karena proses pengolahannya telah dikerjakan aplikasi dan seolah-olah disatukan dengan proses menjepret, modularisasi. Jadi, begitu kalian menjepret, tampilan mengisyaratkan proses tunggu untuk &#8220;developing&#8221; beberapa detik dan jadi!</p>
<p><strong>Lensa, Film dan Flash &#8216;lepasan&#8217;</strong><br />
Satu hal yang menarik dalam menjalankan hobi fotografi adalah bagaimana kita mampu memfasilitasi ide dan obyek pemotretan dengan mengkombinasikan alat fotografi terutama dengan lensa serta flash yang bisa diganti-ganti, lepasan. Namun, yang jadi tak menarik adalah ketika itu semua harus berhadapan dengan yang namanya biaya. Tentu kalian semua mengerti betapa beratnya menjalankan fotografi sebagai hobi karena mahalnya piranti-piranti seperti lensa dan flash bahkan konon ada banyak lensa yang harga satuannya sudah bisa untuk beli satu rumah jadi tipe sedang di kota-kota di Indonesia.</p>
<p>Nah, dalam aplikasi Hipstamatic, kita pun diberi keleluasaan untuk menambah lensa, flash dan bahkan film dengan cara membelinya secara terpisah di Application Store tentu dalam wujud virtual meski bayarnya ya tetap pake uang beneran.<br />
Dibandingkan dengan beli lensa dan flash asli, &#8216;belanja&#8217; di Application Store untuk kebutuhan &#8216;piranti fotografi&#8217; Hipstamatic tak ada apa-apanya. Hingga saat ini, harga lensa maupun film dan flash tambahan dipatok tak lebih mahal dari sebungkus rokok yaitu sekitar 0.99 cent.<br />
Murah bukan?</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TIhUmK7-YfI/AAAAAAAAAE4/BkMnEM7fG1o/G_Photo_3.jpg" alt="" width="192" height="190" />Motret tanpa mikir</strong><br />
Para pelaku hobi fotografi digital dengan taraf serius biasanya selalu mikir panjang sebelum motret karena mereka berorientasi pada bagus/tidaknya hasil foto mereka (dan semoga bukan karena mahalnya peranti fotografi yang telah mereka beli). Sementara dengan Hipstamatic, kita tak perlu mikir karena bisa dibilang hasil akhir pemotretan tak bisa ditebak tergantung keadaan objek dan bagaimana rangkaian lensa-flash-film mengolahnya. Barangkali ada yang bertanya, wah berarti semangatnya  sama dengan apa yang ditawarkan dengan kamera-kamera jenis Lomography dong? Absolutely yes karena heyyy&#8230;. para pecinta lomography, bahkan kalian bisa menemukan sang legendaris helga lens di Hipstamatic lho!</p>
<p><strong>Sebar&#8230; Sebarkan!</strong><br />
Kombinasi antara Hipstamatic dan Social Media (Flickr dan Facebook) adalah kerjasama yang apik. Selesai memotret dan melihat hasil, kalian bisa langsung mengunggah (halahh.. maksudnya meng-upload) hasil jepretan ke Facebook maupun Flickr. Jadi, nggak pake lama, kalian sudah bisa pamer ke teman-teman sejaringan tentang foto terbaru yang dipotret a minute ago! Meski demikian, khusus yang satu ini, aku menunggu feature tambahan untuk feature upload ke Google Photos/Picasa karena kebetulan aku tak menggunakan Flickr.</p>
<p>Nah, jadi buat kamu yang tiba-tiba mengirim pesan, di atas  jawabanku <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kali ini, to-the-point saja</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/09/06/kali-ini-to-the-point.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/09/06/kali-ini-to-the-point.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 08:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[joyce]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1052</guid>
		<description><![CDATA[Dibandingkan dengan dua tulisan sebelumnya (tahun 2008 dan 2009) yang kurangkai untuk menyambut ulang tahun istriku, barangkali ini adalah yang terpendek, terlugas, tak berulir-ulir kata indah dan apa-adanya. Jadi, singkatnya, &#8220;Selamat ulang tahun, Honey!&#8221; Dan berikut adalah penjelasan kenapa semua jadi sesingkat ini Sebelum menulis posting dan meng-upload foto-foto di bawah ini, semalam aku menyadari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Dibandingkan dengan dua tulisan sebelumnya (tahun <strong><a href="http://donnyverdian.net/2008/09/04/happy-birthday-honey.html">2008</a></strong> dan <strong><a href="http://donnyverdian.net/2009/09/04/happy-birthday-joyce.html">2009</a></strong>) yang kurangkai untuk menyambut ulang tahun istriku, barangkali ini adalah yang terpendek, terlugas, tak berulir-ulir kata indah dan apa-adanya. Jadi, singkatnya,<strong> &#8220;Selamat ulang tahun, Honey!&#8221;</strong></p>
<p>Dan berikut adalah penjelasan kenapa semua jadi sesingkat ini <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Sebelum menulis posting dan meng-upload foto-foto di bawah ini, semalam aku menyadari satu hal betapa kesibukanku pada pekerjaan akhir-akhir ini telah &#8216;membungkam&#8217; otakku untuk mampu merangkai kata indah sebagai &#8216;hadiah&#8217; ulang tahun istriku yang jatuh hari Minggu kemarin.  Mencoba untuk menyelam ke dasar-dasar ingatan, menggali-gali dan mengulang tentang bagaimana dulu &#8216;bisa&#8217; merangkai kata indah, namun entah kenapa semua jadi serba straight-to-the-point tanpa lagi bisa mengukir-ukir terlebih dahulu &#8216;atur pembuka&#8217; sebelum menuju ke &#8216;sasaran&#8217; <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><em>Aku tak bilang bahwa hidupku telah terampas oleh rutinitas atau &#8220;Ah, ada sesuatu yang hilang dariku!&#8221;, tidak sama sekali!<br />
Bagiku ini lebih pada pilihan karena bukankah hidup ini memang sejatinya adalah pilihan?<br />
Aku memilih untuk bersibuk-sibuk di kantor, memeras otak dan keringat, mengumpulkan dollar demi dollar lalu sepulang dari kantor maupun sabtu-minggu memilih untuk membantu istri mengurus anak demi  kebahagiaan keluargaku ketimbang santai dan ongkang-ongkang kaki, membaca begitu banyak literatur hanya demi mampu selalu merangkai kata-kata indah untuk ucapan ulang tahun istriku.</em></p>
<p><em>Jadi demikian&#8230; selanjutnya selamat menikmati hasil jepretanku di bawah ini dari acara syukuran sederhana ulang tahun istriku kemarin siang.</em></p>
<p>[picasaview album='5Sept2010UltahHoney' instantview='yes']</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/09/06/kali-ini-to-the-point.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Leicchardt</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 17:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Leicchardt adalah mini Italy di selatan katulistiwa. Kakak ipar istriku yang asli Italy pun, ketika berkunjung kemari, harus merasa perlu memotret beberapa spot di sana untuk dikirimkan ke ibunya sekadar untuk menunjukkan bahwa nun jauh di Australia sini, pernak-pernik budaya khas Italy masih sanggup ditemukan. Aku sendiri belum pernah pergi ke Italy dan hanya tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div id="_mcePaste">Leicchardt adalah mini Italy di selatan katulistiwa.</div>
<div>Kakak ipar istriku yang asli Italy pun, ketika berkunjung kemari, harus merasa perlu memotret beberapa spot di sana untuk dikirimkan ke ibunya sekadar untuk menunjukkan bahwa nun jauh di Australia sini, pernak-pernik budaya khas Italy masih sanggup ditemukan.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viKXKYJI/AAAAAAAAAY0/cSErg8pfkSg/001.jpg" alt="" width="550" height="365" /></div>
<div>
<p>Aku sendiri belum pernah pergi ke Italy dan hanya tahu tentang seperti apa kira-kira gambarannya dari beberapa film berlatar belakang Italy yang pernah kutonton seperti <em>Godfather </em>dan <em>Italian Job</em>. Tapi dari apa yang kulihat, tampaknya memang sedikit bagian dari Italy telah dihadirkan dengan sedemikian baiknya di Leicchardt. Gedung apartemen berwarna-warni ceria lengkap dengan kursi-kursi santai yang ditampakkan di teras berteralis besi yang tak terlalu luas dengan sebuah penunjuk waktu besar terpampang di atapnya, pelataran publik yang lapang dengan lampu-lampu menawan, kursi taman panjang, patung, air mancur serta burung-burung yang seenak hati bercengkrama disela-sela kaki pengunjung&#8230;</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viF3EXzI/AAAAAAAAAY4/O3k-ZRHupwA/002.jpg" alt="" width="550" height="483" /></div>
<div>
<p>Lalu kenapa ada Italy di Australia? Australia pada dasarnya adalah negara berkonsep multi-rasial dan multi-kultural, jadi tak heran kalau kampung Italy, sama halnya dengan kampung-kampung lainnya ada dan terselenggara dengan baik di sini menyatu sekaligus berdampingan dengan orang-orang dari suku bangsa lainnya.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viRb_BHI/AAAAAAAAAY8/XZGpsUTCNnc/003.jpg" alt="" width="400" height="539" /></div>
<div>
<p>Ingin mencari makanan dan barang-barang khas Vietnam, datanglah ke Cabramatta. Mau lihat pertunjukan barongsay saat imlek tiba dan rindu rempah-rempah khas China? Daerah-daerah seperti Sussex St (city), Chatswood, Eastwood, Carlingford dan Flamington adalah basisnya.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">Orang-orang Korea beserta rumah makan BBQ nya bisa ditemui di Campsie sementara orang-orang Jepang ada di daerah Willoughby dan St Leonard (dan lucunya sangat jarang resto Jepang ditemukan di dua daerah itu!).</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Sementara orang-orang India dan bolonya bisa dicari di daerah Parramatta, Strathfield dan kebanyakan daerah barat Sydney sana. Orang-orang Thailand, meski susah untuk menspesifikasikan kampung khasnya, tapi uniknya nyaris di semua suburb selalu dengan mudah ditemukan restaurant Thai. Atau kalau mau masakan-masakan halal khas timur tengah? Lakemba dan Auburn adalah tempatnya.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viYlPm_I/AAAAAAAAAZA/VVwe_3AWlzs/004.jpg" alt="" width="400" height="599" /></div>
<div>
<p>Kampung Indonesia? Meski tak terlalu signifikan, tapi di kawasan Eastern Suburb kita bisa temui banyak restaurant Indonesia dan toko-toko grocery Indonesia. Ketika berjalan-jalan di sana, tak jarang telingamu akan mendengar kata-kata &#8220;Gue!&#8221;, &#8220;Loe!&#8221; , atau makian semacam &#8220;Bangsat!&#8221; &#8220;Anjing, loe!&#8221;  dan sebagainya.</p>
</div>
<div>
<p>Yang membanggakan, kawasan eastern suburb, tempat yang banyak ditinggali orang-orang Indonesia ini adalah tergolong kawasan di Sydney dengan harga properti yang sangat mahal karena letaknya yang merapat ke pantai namun sekaligus tak jauh dari pusat kota.</p>
</div>
<div>
<p>Sebuah oase dari sekian banyak gelontoran berita yang memprihatinkan tentang Indonesia?</p>
<p>Bisa jadi!</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Watsons Bay</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 17:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[watsons bay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah. Dibandingkan Bondi dan Manly, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah. Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEJ0wvZFI/AAAAAAAAAT0/FCTnBAoyeSg/watsonsbay_1.jpg" alt="" width="550" height="342" /></p>
<p>Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah.<br />
Dibandingkan <strong>Bondi</strong> dan <strong>Manly</strong>, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKEc_h0I/AAAAAAAAAT4/UFRXh5QcaKQ/watsonsbay_2.jpg" alt="" width="400" height="612" /></p>
<p>Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 menit perjalanan dari Sydney ini berpasir putih serta berkarang pada beberapa bagian sisinya dengan ombak yang nyaris tak ada, tergantikan oleh alun serta riak karena watsons Bay hanyalah ceruk dan tidak menghadap ke lautan lepas.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKGc5mrI/AAAAAAAAAT8/jxFIclW-f5M/watsonsbay_3.jpg" alt="" width="400" height="600" /></p>
<p>Sementara nun jauh di belakangnya, gugusan <em>skycrapers </em>Sydney CBD menjadi latar pemandangan yang menyatu dengan matahari, yang ketika kudatangi sore itu tampak men-emas dan nyaris larut tenggelam ke peraduannya.</p>
<p>Beberapa buah kursi , meja serta alat pemanggang makanan yang terpatri permanen di hamparan rumput yang terletak di bibir pantai lantas menjadi tempat paling menarik karena dengan cuma-cuma kita bisa menikmati Watsons Bay sembari mengaso dan menyantap daging panggang bersama orang-orang yang kita cintai di sana.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKFz7tKI/AAAAAAAAAUA/C5yy7i6FT5A/watsonsbay_4.jpg" alt="" width="550" height="550" /></p>
<p>Tapi kalau mau yang lebih nyaman, namun tak cuma-cuma, deretan kafe serta rumah makan pun tersedia.<br />
Alunan musik berirama swing, gelas-gelas anggur dan keratan daging dibakar yang lantas dinamai steak, pria-pria berjas dan wanita-wanita bergaun indah&#8230; mereka semua bersatu pula untuk mengagumi keindahan Watsons Bay di senja itu&#8230;</p>
<p>Selamat berakhir pekan, selamat beriang ria!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Penjuru</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[penrose park]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas. Beberapa minggu yang lalu di sebuah Ahad yang kerontang, bersama istri dan ibu mertua, aku pergi ke Penrose Park, sebuah tempat peziarahan umat Katolik yang letaknya sekitar 150 km dari kota Sydney, NSW, Australia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.</em></p>
<p>Beberapa minggu yang lalu di sebuah Ahad yang kerontang, bersama istri dan ibu mertua, aku pergi ke <strong>Penrose Park</strong>, sebuah tempat peziarahan umat Katolik yang letaknya sekitar 150 km dari kota Sydney, NSW, Australia.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 495px">
	<img class=" " src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5QZcEnI/AAAAAAAAAMw/SGowxXAy9UM/001.jpg" alt="Sacred Place - Pintu gerbang menuju tempat peziarahan." width="495" height="330" />
	<p class="wp-caption-text">Sacred Place - Pintu gerbang menuju tempat peziarahan.</p>
</div>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5rzPFDI/AAAAAAAAAM0/nxDyTaEIZIQ/s640/002.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<p>Penrose Park bagiku pada akhirnya bukan lagi hanya bermakna sebagai tempat ziarah dan berdoa saja.<br />
Ia lebih cenderung menjadi batu penjuru yang layak untuk dikunjungi tiap-tiap aku mengenang tentang migrasiku ke Australia.<br />
Satu setengah tahun silam, satu tahun yang lalu, kemarin dan waktu-waktu yang akan datang&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5oOdIxI/AAAAAAAAAM4/32BVMCfMLyg/s640/003.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 427px">
	<img src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5uXRzHI/AAAAAAAAAM8/44fbX2xblHE/s640/005.jpg" alt="Di Penrose Park, pada sebuah lahan disediakan tempat untuk setiap komunitas-komunitas katolik migran membangun kapel (gereja kecil) untuk berdoa. Dan ini adalah kapel milik CIC (Catholic Indonesia Community) dengan bentuk bangunan rumah gadang." width="427" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Di Penrose Park, pada sebuah lahan disediakan tempat untuk setiap komunitas-komunitas katolik migran membangun kapel (gereja kecil) untuk berdoa. Dan ini adalah kapel milik CIC (Catholic Indonesia Community) dengan bentuk bangunan rumah gadang.</p>
</div>
<p>Aku seperti mendapatkan re-energi setiap pulang dari sana.<br />
Jangan berpikir yang bukan-bukan, ini bukan perkara magis melainkan justru kesadaranku terpacu untuk berpikir mengenang tentang apa yang telah kulalui, bersyukur untuk semua itu dan dari situlah ia mengisi optimisme untuk menatap yang ada di depan.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM535qiTI/AAAAAAAAANA/02b2uBodH-o/s640/006.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<p>Selamat berakhir pekan!</p>
<p><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="http://donnyverdian.net/2009/06/04/untaian-cinta-kepada-bundadi-penrose-park.html"> Untaian Cinta Kepada Bunda di Penrose Park</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

