<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; sydney</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/sydney/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Vivid Festival 2011</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 06:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[light]]></category>
		<category><![CDATA[opera house]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[vivid festival]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1565</guid>
		<description><![CDATA[Macam-macam saja cara orang menghayati seni lalu menuangkannya melalui media. Vivid Festival adalah sebuah festival seni yang diadakan di Sydney, pada 27 Mei hingga 13 Juni 2011, sebuah festival tahunan yang identik dengan festival cahaya dalam rangka memasuki musim dingin, meski ada juga sih pertunjukan musik dan macam-macam keriaan lain yang mengikutinya. Festival cahaya, maksudnya? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html" title="Permanent link to Vivid Festival 2011"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_vivid.jpg" width="230" height="230" alt="Post image for Vivid Festival 2011" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">M</span>acam-macam saja cara orang menghayati seni lalu menuangkannya melalui media.</p>
<p><strong><a href="http://vividsydney.com">Vivid Festival</a></strong> adalah sebuah festival seni yang diadakan di Sydney, pada 27 Mei hingga 13 Juni 2011, sebuah festival tahunan yang identik dengan festival cahaya dalam rangka memasuki musim dingin, meski ada juga sih pertunjukan musik dan macam-macam keriaan lain yang mengikutinya.</p>
<p>Festival cahaya, maksudnya?<br />
Begini, karena sedang musim dingin, dimana durasi malam harinya jauh lebih panjang ketimbang musim lainnya, para seniman cahaya memanfaatkan keadaan ini dengan mengadakan pertunjukan cahaya laser yang ditembakkan melalui proyektor ke dinding-dinding gedung kota seperti <strong>Custom House</strong>, <strong>Museum of Contemporary Art</strong> dan apalagi kalau bukan landmark kota Sydney, <strong>The Opera House</strong> (Sydney Opera House &#8211; SOH). Ketiganya berada di kawasan The Rock, kawasan wisata yang merupakan tempat terbaik untuk melihat Opera House dan <em>Harbour Bridge</em> dari satu titik.</p>
<p>Menarik? He eh!<br />
Tapi lebih dari itu, menyimak bagaimana persiapan yang dilakukan dalam rangka itu, adalah sesuatu yang mengagumkan.</p>
<p>Adalah <a href="http://www.theelectriccanvas.com.au/"><strong>The Electric Canvas</strong></a>, perusahaan spesialis <em>large projection</em> yang berpengalaman dalam beberapa event termasuk <em>The Lights of Christmas 2010</em> and <em>Enlighten 2011</em> (Canberra), yang ditunjuk sebagai penyelenggara Vivid Festival tahun ini.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, untuk acara ini dibutuhkan lima desainer beserta puluhan kru yang membantunya, aplikasi-aplikasi mutakhir peraga 2D dan 3D, proyektor-proyektor laser seberat 73 kilogram beserta lensa seharga puluhan ribu dollar yang menempel padanya. Dukungan IT ter-mutakhir juga tak bisa dihindarkan lagi untuk membantu implementasi acara yang meski hanya berlangsung setengah bulan ini namun persiapannya membutuhkan waktu yang tak singkat.</p>
<p><strong>Peter Milne</strong>, founder perusahaan itu bahkan ikut turun tangan dalam melakukan detail persiapan mulai dari analisa gedung, perencanaan tata cahaya, perhitungan pembiayaan, persiapan akhir bahkan bagaimana acara itu nantinya dapat ramah lingkungan dan bisa lolos dari uji karbon, adalah hal yang tak ketinggalan untuk dipersiapkan dan diperhitungkan.</p>
<p>Sedikit yang bisa kuceritakan karena itu juga yang hanya kuketahui, ketika proses set-up tiba, kegiatan tak bisa dilakukan begitu saja dengan menutup akses umum ke gedung-gedung yang akan digunakan sebagai &#8216;kanvas&#8217;. Malah, Peter dan kawan-kawan &#8216;ngalah&#8217; untuk menyiapkan semuanya setelah akses umum ditutup, sekitar pukul 11 malam dan semua harus selesai sebelum jam 7 pagi hari berikutnya. Demikian terus-menerus hingga tenggat waktu persiapan kelar yang berarti harus tuntas pula segala tetek-bengek persiapan yang mendukungnya.</p>
<p>Jadi, alangkah bersyukurnya aku bersama keluarga dan teman-teman dekat sesama Indonesian bisa berkunjung ke Vivid Festival 2011 hari minggu, 5 Juni 2011 silam. Sepulang dari gereja, kami berdelapan mengunjungi The Rock, membaur bersama ribuan orang yang sama-sama terpana dengan pertunjukan sinar laser yang memesona itu sementara sahabatku, <a href="http://www.facebook.com/wijaya.trio"><strong>Wijaya Trio</strong></a>, memotret &#8216;aksi&#8217; lukis cahaya itu dengan kamera dSLR nya. Simak foto-fotonya di bawah ini.</p>
<div style="text-align: center; overflow: auto;">
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255685_10150208127193451_753613450_7135587_198461_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255685_10150208127193451_753613450_7135587_198461_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247190_10150208127113451_753613450_7135586_6991487_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247190_10150208127113451_753613450_7135586_6991487_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251342_10150208126828451_753613450_7135580_6581099_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251342_10150208126828451_753613450_7135580_6581099_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255066_10150208125673451_753613450_7135558_2960804_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255066_10150208125673451_753613450_7135558_2960804_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252179_10150208125633451_753613450_7135557_1867620_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252179_10150208125633451_753613450_7135557_1867620_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254048_10150208125533451_753613450_7135556_3217520_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/254048_10150208125533451_753613450_7135556_3217520_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251493_10150208125183451_753613450_7135547_5335410_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251493_10150208125183451_753613450_7135547_5335410_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
<div style="float: left; margin: 0px 5px; width: 100px;"><a rel="shadowbox[vivid]" href="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/248708_10150208124593451_753613450_7135535_3143534_n.jpg"><img class="aligncenter" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/248708_10150208124593451_753613450_7135535_3143534_n.jpg" alt="" width="90" /></a></div>
</div>
<p>Seperti biasa, di tengah keterpanaan itu, aku sempat-sempatnya melamun membayangkan andai&#8230; ya andai Vivid Festival diadakan di kota-kota di Indonesia, Jakarta lah misalnya. Nah, ketahuan deh, kalian mulai mencibir dan menggumam, <em>&#8220;Mana mampu kita? Apa bisa?&#8221;</em></p>
<p>Aku barangkali orang pertama yang berani bilang, &#8220;Bisa! Kita pasti bisa! Bersama kita bisa!&#8221; *eh&#8230;</p>
<p>Aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada negara yang miskin, yang ada hanyalah negara salah kelola. Dan kuyakin Indonesia bukan negara miskin, bukan pula negara salah kelola. Oleh karena itu aku yakin Indonesia, khususnya Jakarta, pasti mampu mengadakan hal seperti Vivid Festival bahkan lebih bagus dari apa yang dimiliki Sydney!</p>
<p>Kita punya begitu banyak gedung dan landmark yang bisa &#8216;dilukisi&#8217; cahaya, semisal Gedung DPR-RI di Senayan. Kubahnya kan seksi? Belum lagi kalau nanti gedung barunya sudah berhasil didirikan? Alangkah baiknya kalau waktu launching diadakan &#8216;pertunjukan lukisan cahaya&#8217; begitu ya? Biayanya paling nggak sampai 10 persen dari harga proyek pengadaan gedung itu sendiri kok.</p>
<p>Ada juga gereja katedral yang kuyakin tak susah untuk mendapat ijin dari &#8216;penguasanya&#8217; untuk dilukisi cahaya. Monas itu juga tak kalah tangguh kan tongkrongannya? Disorot sinar berwarna-warni seperti yang ada di sini, bangunan Monumen Nasional made in Orde Lama itu pasti tampak lebih gagah lagi. Masih kurang? Istana merdeka, Keong Mas Taman Mini, Gelora Bung Karno, dan masih banyak lagi, <em>you name it!</em></p>
<p>Masalah tenaga kerja dan tenaga kreatif tak usah ragu! Datangkan saja seniman-seniman dari Jogja digabung dengan ahli-ahli IT dari Bandung. Orang-orang kita sejatinya pintar-pintar dan kreatif-kreatif kan.</p>
<p>Kalaupun ada yang diperlukan tinggal niat, kemampuan untuk memanage dan kemauan untuk dimanaged. Masalah uang kan bisa dimintakan ke para koruptor itu&#8230; uang segitu mah bagi mereka nggak ada apa-apanya&#8230;</p>
<p>So, gimana? Brani?<br />
<em> Etapi&#8230;duh, PLN gimana ya? <strong>*tepokjidat</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/06/13/vivid-festival-2011.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>transformasi&#8230;</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 06:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini akan (telah) muncul tepat pada hari Senin, 13 Desember 2010 jam 5.00 pm (GMT + 10) (atau, 13.00 WIB). Pada saat yang kutentukan di atas, aku telah sedang menuju ke tempat penyelenggaraan acara U2-360 Concert di ANZ Stadium Arena, Homebush, NSW, Australia, bersatu dengan puluhan ribu orang lainnya untuk merayakan keajaiban Tuhan atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html" title="Permanent link to transformasi&#8230;"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blogU2.jpg" width="300" height="332" alt="Post image for transformasi&#8230;" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">T</span>ulisan ini akan (telah) muncul tepat pada hari Senin, 13 Desember 2010 jam 5.00 pm (GMT + 10) (atau, 13.00 WIB).<br />
Pada saat yang kutentukan di atas, aku telah sedang menuju ke tempat penyelenggaraan acara<strong> U2-360 Concert</strong> di <strong>ANZ Stadium Arena</strong>, Homebush, NSW, Australia, bersatu dengan puluhan ribu orang lainnya untuk merayakan keajaiban Tuhan atas musik dan grup musik terdahsyat di dunia, U2.</p>
<p>Inilah saat dimana salah satu mimpi lawasku ter-realisasi.<br />
Saat dimana aku bisa bernyanyi bersama tembang-tembang kugiran semacam <em>Sunday Bloody Sunday</em>, <em>With or Without You</em> atau bahkan <em>Walk On</em> bersama penyanyi aslinya diiringi pemain band aslinya pula. Saat dimana aku tertransformasikan ke dalam golongan <strong>&#8220;Orang-orang yang pernah menonton U2 secara live&#8221;</strong> dari yang semula <strong>&#8220;Orang-orang yang belum pernah menonton U2 secara live&#8221;</strong></p>
<p>Dan, aku bersyukur atas semua ini!</p>
<p><em>U2 is an original species&#8230; there are colours and feelings and emotional terrain that we occupy that is ours and ours alone. <strong>(Bono &#8211; U2)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antri</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/12/02/antri.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/12/02/antri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 06:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[Aku merasa &#8216;puas&#8217; bahkan cenderung &#8216;nyukurin&#8217; ketika beberapa hari lalu sedang mengantri tiket kereta api melihat seorang ibu yang nyelonong masuk ke antrian dari jalur yang salah lalu ditegur oleh ibu-ibu lain yang tepat ada di depanku. &#8220;Lewat jalur yang sini, bukan yang situ..&#8221; ujarnya tegas tapi tak ketus. Si ibu yang nyelonong tadi pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2010/12/02/antri.html" title="Permanent link to Antri"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_queue1.gif" width="400" height="206" alt="queue" /></a>
</p><p>Aku merasa &#8216;puas&#8217; bahkan cenderung &#8216;nyukurin&#8217; ketika beberapa hari lalu sedang mengantri tiket kereta api melihat seorang ibu yang nyelonong masuk ke antrian dari jalur yang salah lalu ditegur oleh ibu-ibu lain yang tepat ada di depanku.</p>
<p>&#8220;Lewat jalur yang sini, bukan yang situ..&#8221; ujarnya tegas tapi tak ketus.<br />
Si ibu yang nyelonong tadi pun memerah muka, malu. Dengan wajah tertunduk, ia yang seharusnya sudah berada di depan bibir antrian harus kembali ke ujung belakang antrian yang benar plus bonus jadi perhatian sekian banyak orang sekaligus jadi korban &#8220;Sukurin kamu!&#8221; setidaknya dariku.</p>
<p>Antri memang menjadi budaya yang selalu digalakkan di sini. Ia telah begitu mendarah daging dan menyatu dengan hasil budaya yang lainnya.<br />
Saking menyatunya, orang dididik untuk secara otomatis mau antri sejak usia dini sehingga sangat jarang di sini ditemukan papan petunjuk <em>&#8220;Harap Antri&#8221;</em> karena begitu percayanya penyelenggara pemerintahan di sini terhadap rakyatnya. Kalaupun ada, penekanan pada &#8220;Harus Antri&#8221; hanya tampak di beberapa spot dalam bentuk pembuatan lajur antri baik permanen (biasa menggunakan pipa/papan) atau semi-permanen (menggunakan pita yang bisa diulur-tarik seperti yang kerap kulihat dulu di antrian nasabah di bank-bank di Indonesia).</p>
<p>Tapi meski demikian, bukan berarti di sini tidak ada kekacauan dalam antrian.<br />
Apa yang kutulis di awal tulisan adalah satu contoh kecil dari sekian banyak yang berhasil &#8216;kupotret&#8217; selama ini.</p>
<p>Lalu apa penyebabnya, kok bisa masih pula ada begitu banyak kasus antrian yang tak &#8216;rapi&#8217;?<br />
Entahlah, tapi kalau boleh mengira-ira, ledakan penduduk yang kebanyakan bersumber pada imigrasi yang membludak ke negeri ini adalah penyebabnya.<br />
Perbandingan antara semakin banyaknya orang yang butuh mengakses suatu pemenuh kebutuhan dengan jumlah outlet/gateway (terjemahannya apa ya.. Pintu layanan?) pemenuhan kebutuhan yang tak seimbang pada akhirnya melahirkan bottle neck, solusinya tiada lain adalah antri! Tapi sayangnya, tak semua pendatang itu dengan mudah mengalami inkulturasi budaya termasuk budaya antri ini sehingga selama proses itu masih diusahakan, antri pada akhirnya hanyalah  menjadi sebuah keniscayaan&#8230; sebuah titik pencapaian yang mbuh kapan tercapainya <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kejadian lain yang menarik untuk kuceritakan di sini terkait dengan budaya antri  terjadi sekitar setahun silam ketika aku masih bekerja di kantor terdahulu yang mengharuskanku untuk menggunakan transportasi umum dari kantor ke city lalu lanjut dari city ke rumah.</p>
<p>Waktu itu, di halte <strong>Queen Victoria Building (QVB)</strong>, seorang pria berbadan tinggi kekar serta bertampang sangar menerobos antrian masuk ke bus kota yang telah memanjang sekitar 20 meter lebih. Ia sepertinya tahu bahwa ia memiliki &#8216;modal&#8217; lebih dari cukup karena kegaharannya itu untuk mengatup bibir dan pandangan orang-orang di sekelilingnya yang tentu saja sebenarnya jengkel dengan ulahnya.</p>
<p>Tapi sayang, semua itu tak ada artinya ketika (lagi-lagi) seorang ibu dengan gagah berani berdiri di depan pintu bus lalu memaki-maki si kekar untuk kembali ke antrian. Dengan wajah tertunduk dan merah padam, si kekar itu kembali ke antrian dan si ibu lantas mendapat tepuk tangan dari kami, para pengantri yang tak seberani dia.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa si ibu itu begitu berani melawan si kekar padahal ia bukanlah petugas dan hanya sesama calon penumpang?<br />
Jawabannya adalah karena ada kepastian hukum yang membela si ibu jika si kekar mempermasalahkan tindakannya. Jangankan ke ranah hukum formal, aku membayangkan seandainya si kekar itu tetap menerjang si ibu, kuyakin sopir bus tak kan menerimanya dan serta merta akan meminta si kekar keluar, <em>&#8220;Get out now! Atau aku panggil polisi!&#8221;</em>. Bisa dibayangkan andai apa yang dikatakan supir itu benar, setibanya polisi ke tempat itu maka sebuah <em>criminal record</em> akan mengotori jalan hidup si kekar dan itu bukan perkara yang menyenangkan untuk hidup di negara yang memiliki tata administrasi dan pengarsipan <em>&#8216;track record&#8217;</em> seseorang yang jitu seperti di sini.</p>
<p>Muara pemikiranku sebenarnya adalah, perlunya peran pemerintah atau siapapun itu penyelenggara &#8216;antrian&#8217; untuk mendukung pola antrian yang terjadi. Pemerintah harus tanggap dan menghormati budaya antri yang tumbuh di masyarakat. Ketidakpedulian pemerintah terhadap antrian yang tercipta sebagai budaya baik hanya akan mematikan &#8216;roh&#8217; disiplin dan mau sabar yang ditunjukkan mereka yang mau antri.</p>
<p>Ah, aku tiba-tiba jadi ingat cerita yang pernah dialami oleh seseorang di negeri antah-berantah&#8230;<br />
Alkisah, nyaris 20 tahun silam di sebuah sekolah menengah pertama, seorang bocah ingusan yang hendak membayar kewajiban iuran pendidikan/SPP mencoba berlaku benar dengan mengantri di depan loket pembayaran. Sekonyong-konyong, serombongan orang lantas mendorong si bocah itu hingga ia terjatuh, jidatnya yang lebar bahkan sempat terbentur ke bibir loket hingga beberapa hari kemudian lamanya ada lebam biru di sana.</p>
<p>Susah payah terbangun dari tubrukan, si Ingusan itu mencoba menghardik rombongan orang tadi. &#8220;Kenapa kalian menabrakku?! Kalo mau bayar ya antri!&#8221;<br />
Bukannya meminta maaf karena kesalahan yang diperbuatnya, rombongan orang itu malah memelotot ke arah si Ingusan sembari berkata &#8220;Jangan lagak ah!&#8221; beberapa teman lainnya pun lantas ikut mengerubungi si Ingusan yang tersudut.</p>
<p>Karena takut, si Ingusan akhirnya mengalah dan memberi jalan terlebih dulu pada Gerombolan Ngawur itu tadi untuk membayar SPP duluan. Barulah beberapa saat kemudian ketika akhirnya tiba kesempatan untuk si Ingusan membayar, sesuatu yang tak dinyana terjadi.</p>
<p>Si penjaga loket sebagai wakil dari sekolah yang seharusnya menyalahkan si penabrak malah menegur si bocah. Demikian katanya<br />
<strong>&#8220;Makanya, besok-besok jangan berdiri di depan loket biar nggak ketabrak lagi ya&#8230;&#8221;</strong></p>
<p><em>Oh la la&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/12/02/antri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MyZone</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/05/08/myzone.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/05/08/myzone.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 16:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[mymulti]]></category>
		<category><![CDATA[myzone]]></category>
		<category><![CDATA[nsw]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Barangkali aku salah, tapi tampaknya setiap persoalan yang muncul di dunia ini memiliki satu pola sebab yang sama yaitu pertambahan populasi orang yang semakin banyak berakibat pada semakin banyaknya kebutuhan. Sementara itu, sarana-sarana pemenuhannya tak bertambah secepat pertambahan populasi atau bahkan sebaliknya, menyusut dan tak bisa diperbaharui lagi. Bukti termudah dari hal di atas adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Barangkali aku salah, tapi tampaknya setiap persoalan yang muncul di dunia ini memiliki satu pola sebab yang sama yaitu pertambahan populasi orang yang semakin banyak berakibat pada semakin banyaknya kebutuhan. Sementara itu, sarana-sarana pemenuhannya tak bertambah secepat pertambahan populasi atau bahkan sebaliknya, menyusut dan tak bisa diperbaharui lagi.<span id="more-644"></span></p>
<p>Bukti termudah dari hal di atas adalah pada masalah transportasi serta kemacetan lalu lintas. Ada sekian banyak orang (dan akan semakin membanyak) yang harus memindahkan diri dari satu tempat ke tempat lainnya setiap hari sementara kapasitas pemakaian jalan akan semakin tak mampu untuk menampung semuanya.</p>
<p>Tak hanya di Jakarta, di Sydney pun transportasi dan buruknya penanganan kemacetan lalu lintas adalah momok yang menghantui setiap waktu. Malah, dalam sebuah ulasan kabar beberapa waktu lalu, dituliskan bahwa jumlah kendaraan pribadi di Sydney dan sekitarnya telah melebihi jumlah penduduk kota yang terkenal dengan Opera House-nya ini. Hal ini tentu menakjubkan! Tinggal menghitung hari (jika tak teratasi) dan kemacetan di sini akan sebelas dua belas dengan kemacetan parah di kota-kota besar lainnya di dunia.</p>
<p>Jalan keluar sebenarnya bukannya tidak ada, sebutlah sistem transportasi publik.<br />
Bisa dibilang sistem transportasi publik di Sydney sangat baik. Pemerintah menyediakan jasa layanan kereta api yang terdiri dari beberapa lines dengan daya jangkau yang luas serta manajemen penjadwalan yang sangat baik. Moda transportasi bis juga disediakan oleh pemerintah selain pula ada beberapa private coach, penyelenggara bis-bis swasta yang menjalankan operasinya hingga ke pelosok-pelosok dengan standard yang kurang lebih sama. Belum lagi ferry yang meski tak terlalu banyak, namun mengingat adanya kawasan perairan baik teluk maupun muara-muara sungai mengingat Sydney terletak di bibir lautan, moda tarnsportasi air jenis ini tetap dioperasikan terutama untuk mengangkut warga yang tinggal di sekitar Parramatta River, Taronga, Manly dan sekitarnya.</p>
<p>Tapi sebagaimana lazimnya persoalan di seputar jalan keluar, maka efektifitas adalah kendalanya.<br />
Beberapa menilai bahwa meski sudah bagus, tapi sistem transportasi publik masih dirasa kurang terpadu dan mahal.<br />
Aku adalah salah satu yang setuju dengan alasan itu.<br />
Bayangkan, sebelum 18 April lalu, dalam seminggu aku mengeluarkan setidaknya 114 dollar untuk membiayai layanan publik transport yang kutumpangi. Solusi saat itu adalah weekly ticket system, dimana kita bisa membeli tiket seminggu dengan sistem bayar di depan. Sisi baik dari penggunaan weekly ticket ini adalah adanya diskon sekitar 20% dari harga normalnya. Sisi buruknya, kita jadi terpaku untuk tetap menggunakan moda transportasi dan jalur yang sama persis dengan apa yang kita beli pada awal minggu. Jadi seandainya aku harus kerja lembur dan kehabisan jalur yang kubeli tiketnya secara weekly, bisa dibilang selain rugi satu putaran, aku juga harus merugi karena membayar uang tiket jenis transportasi yang lain lagi.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S-O7nTfTDGI/AAAAAAAAAng/unkl2tKP1Dw/mymulti.jpg" alt="" width="510" height="250" /></p>
<p>Untunglah, per 18 April 2010 yang lalu, pemutakhiran sistem ticketing dilakukan oleh pemerintah.<br />
Sasarannya adalah kemudahan integrasi tiket antar-moda transport serta penurunan harga tiket. Paket kebijaksanaan ini dinamakan sebagai <strong><em>MyZone</em></strong> system. Pemerintah membagi empat jenis tiket yaitu <strong>MyTrain </strong>(khusus untuk mereka yang menggunakan kereta), <strong>MyBus </strong>(untuk pengguna bus), <strong>MyFerry </strong>(untuk pengguna ferry) serta bagi mereka yang ingin mengkombinasikan semuanya, bisa memilih paket <strong>MyMulti</strong>.</p>
<p>MyMulti ini menarik karena selain sangat murah, klasifikasi harganya tergantung pada dua variabel yaitu periode kadaluwarsa (harian, mingguan, tiga bulanan atau tahunan) dan seberapa jauh kamu bepergian dan berada di area mana kamu biasa ber-transportasi. Ada MyMulti Zona 1 untuk area seputar kota Sydney termasuk kawasan inner-suburb, Zona 2 untuk area seputar kota Sydney, inner suburb plus daerah-daerah di sekitarnya, dan Zona 3 yang akan melayani kamu kemanapun kamu pergi sejauh dimana ada layanan transportasi di seantero negara bagian New South Wales.</p>
<p>Lalu harganya semurah apa?<br />
Begini, kalau dalam weekly ticket model lama aku harus membayar sekitar 100 dollar, maka dengan MyMulti Zona 2 (karena aku tinggal dan bertransportasi di zona tersebut) aku cukup membayar 48 dollar saja per minggunya.</p>
<p>Murah bukan? Menyenangkan?<br />
Bang Foke, <em>r u there?</em></p>
<p>Klik di sini untuk selengkapnya soal <a href="http://myzone.nsw.gov.au/">MyZone System.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/05/08/myzone.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Leicchardt</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 17:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Leicchardt adalah mini Italy di selatan katulistiwa. Kakak ipar istriku yang asli Italy pun, ketika berkunjung kemari, harus merasa perlu memotret beberapa spot di sana untuk dikirimkan ke ibunya sekadar untuk menunjukkan bahwa nun jauh di Australia sini, pernak-pernik budaya khas Italy masih sanggup ditemukan. Aku sendiri belum pernah pergi ke Italy dan hanya tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div id="_mcePaste">Leicchardt adalah mini Italy di selatan katulistiwa.</div>
<div>Kakak ipar istriku yang asli Italy pun, ketika berkunjung kemari, harus merasa perlu memotret beberapa spot di sana untuk dikirimkan ke ibunya sekadar untuk menunjukkan bahwa nun jauh di Australia sini, pernak-pernik budaya khas Italy masih sanggup ditemukan.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viKXKYJI/AAAAAAAAAY0/cSErg8pfkSg/001.jpg" alt="" width="550" height="365" /></div>
<div>
<p>Aku sendiri belum pernah pergi ke Italy dan hanya tahu tentang seperti apa kira-kira gambarannya dari beberapa film berlatar belakang Italy yang pernah kutonton seperti <em>Godfather </em>dan <em>Italian Job</em>. Tapi dari apa yang kulihat, tampaknya memang sedikit bagian dari Italy telah dihadirkan dengan sedemikian baiknya di Leicchardt. Gedung apartemen berwarna-warni ceria lengkap dengan kursi-kursi santai yang ditampakkan di teras berteralis besi yang tak terlalu luas dengan sebuah penunjuk waktu besar terpampang di atapnya, pelataran publik yang lapang dengan lampu-lampu menawan, kursi taman panjang, patung, air mancur serta burung-burung yang seenak hati bercengkrama disela-sela kaki pengunjung&#8230;</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viF3EXzI/AAAAAAAAAY4/O3k-ZRHupwA/002.jpg" alt="" width="550" height="483" /></div>
<div>
<p>Lalu kenapa ada Italy di Australia? Australia pada dasarnya adalah negara berkonsep multi-rasial dan multi-kultural, jadi tak heran kalau kampung Italy, sama halnya dengan kampung-kampung lainnya ada dan terselenggara dengan baik di sini menyatu sekaligus berdampingan dengan orang-orang dari suku bangsa lainnya.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viRb_BHI/AAAAAAAAAY8/XZGpsUTCNnc/003.jpg" alt="" width="400" height="539" /></div>
<div>
<p>Ingin mencari makanan dan barang-barang khas Vietnam, datanglah ke Cabramatta. Mau lihat pertunjukan barongsay saat imlek tiba dan rindu rempah-rempah khas China? Daerah-daerah seperti Sussex St (city), Chatswood, Eastwood, Carlingford dan Flamington adalah basisnya.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">Orang-orang Korea beserta rumah makan BBQ nya bisa ditemui di Campsie sementara orang-orang Jepang ada di daerah Willoughby dan St Leonard (dan lucunya sangat jarang resto Jepang ditemukan di dua daerah itu!).</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Sementara orang-orang India dan bolonya bisa dicari di daerah Parramatta, Strathfield dan kebanyakan daerah barat Sydney sana. Orang-orang Thailand, meski susah untuk menspesifikasikan kampung khasnya, tapi uniknya nyaris di semua suburb selalu dengan mudah ditemukan restaurant Thai. Atau kalau mau masakan-masakan halal khas timur tengah? Lakemba dan Auburn adalah tempatnya.</p>
</div>
<div><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S24viYlPm_I/AAAAAAAAAZA/VVwe_3AWlzs/004.jpg" alt="" width="400" height="599" /></div>
<div>
<p>Kampung Indonesia? Meski tak terlalu signifikan, tapi di kawasan Eastern Suburb kita bisa temui banyak restaurant Indonesia dan toko-toko grocery Indonesia. Ketika berjalan-jalan di sana, tak jarang telingamu akan mendengar kata-kata &#8220;Gue!&#8221;, &#8220;Loe!&#8221; , atau makian semacam &#8220;Bangsat!&#8221; &#8220;Anjing, loe!&#8221;  dan sebagainya.</p>
</div>
<div>
<p>Yang membanggakan, kawasan eastern suburb, tempat yang banyak ditinggali orang-orang Indonesia ini adalah tergolong kawasan di Sydney dengan harga properti yang sangat mahal karena letaknya yang merapat ke pantai namun sekaligus tak jauh dari pusat kota.</p>
</div>
<div>
<p>Sebuah oase dari sekian banyak gelontoran berita yang memprihatinkan tentang Indonesia?</p>
<p>Bisa jadi!</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/02/10/leicchardt.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Watsons Bay</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 17:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[watsons bay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah. Dibandingkan Bondi dan Manly, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah. Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEJ0wvZFI/AAAAAAAAAT0/FCTnBAoyeSg/watsonsbay_1.jpg" alt="" width="550" height="342" /></p>
<p>Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah.<br />
Dibandingkan <strong>Bondi</strong> dan <strong>Manly</strong>, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKEc_h0I/AAAAAAAAAT4/UFRXh5QcaKQ/watsonsbay_2.jpg" alt="" width="400" height="612" /></p>
<p>Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 menit perjalanan dari Sydney ini berpasir putih serta berkarang pada beberapa bagian sisinya dengan ombak yang nyaris tak ada, tergantikan oleh alun serta riak karena watsons Bay hanyalah ceruk dan tidak menghadap ke lautan lepas.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKGc5mrI/AAAAAAAAAT8/jxFIclW-f5M/watsonsbay_3.jpg" alt="" width="400" height="600" /></p>
<p>Sementara nun jauh di belakangnya, gugusan <em>skycrapers </em>Sydney CBD menjadi latar pemandangan yang menyatu dengan matahari, yang ketika kudatangi sore itu tampak men-emas dan nyaris larut tenggelam ke peraduannya.</p>
<p>Beberapa buah kursi , meja serta alat pemanggang makanan yang terpatri permanen di hamparan rumput yang terletak di bibir pantai lantas menjadi tempat paling menarik karena dengan cuma-cuma kita bisa menikmati Watsons Bay sembari mengaso dan menyantap daging panggang bersama orang-orang yang kita cintai di sana.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/S1BEKFz7tKI/AAAAAAAAAUA/C5yy7i6FT5A/watsonsbay_4.jpg" alt="" width="550" height="550" /></p>
<p>Tapi kalau mau yang lebih nyaman, namun tak cuma-cuma, deretan kafe serta rumah makan pun tersedia.<br />
Alunan musik berirama swing, gelas-gelas anggur dan keratan daging dibakar yang lantas dinamai steak, pria-pria berjas dan wanita-wanita bergaun indah&#8230; mereka semua bersatu pula untuk mengagumi keindahan Watsons Bay di senja itu&#8230;</p>
<p>Selamat berakhir pekan, selamat beriang ria!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/01/16/watsons-bay.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luna Park</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/11/14/luna-park.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/11/14/luna-park.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 17:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[luna park]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[taman ria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas. Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu taman ria ternama di Sydney, Luna Park. Letaknya berada di sisi barat sebelah bawah Harbour Bridge; sudut-menyudut dengan Sydney Opera House, bangunan yang menjadi landmark [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p style="text-align: center;"><strong>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 438px">
	<img class=" " title="Luna Park 001" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwApBcj8I/AAAAAAAAAGk/MAjZKcit1pI/s640/lunapark_01.jpg" alt="" width="438" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Warna-warni dan... berputar!</p>
</div>
<p>Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu taman ria ternama di Sydney, Luna Park.<br />
Letaknya berada di sisi barat sebelah bawah Harbour Bridge; sudut-menyudut dengan Sydney Opera House, bangunan yang menjadi landmark kota Sydney itu.<br />
Satu ciri khas yang menjadi keunikan Luna Park adalah meskipun namanya taman ria, tapi ia berada di tengah kungkungan gedung-gedung lantai tinggi perkantoran yang angkuh dan menawarkan keganasan dan kerasnya persaingan hidup; sebuah keterbalikan yang berhimpitan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 540px">
	<img class=" " title="Luna Park 002" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwA94VdJI/AAAAAAAAAGo/Ojp53OiNPRo/lunapark_02.jpg" alt="" width="540" height="637" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Terhampar di langit nan biru!</p>
</div>
<p>Luna Park menempati areal yang tak begitu luas dengan anjungan permainan yang jumlahnya tak terlampau banyak.<br />
Kalau kalian terbiasa dengan luas dan komplitnya Dunia Fantasi di Ancol, kujamin akan sedikit kecewa melihat &#8216;sempitnya&#8217; Luna Park. Aku tak berlebihan kalau berani bilang bahwa Luna Park ini dari sisi luas areal tak ubahnya seperti sebuah arena pasar malam tahunan yang digelar di alun-alun, namun bedanya ia permanen sejak dibuka pada 4 Oktober 1935.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 466px">
	<img class=" " title="Luna Park 003" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwA_xRq5I/AAAAAAAAAGs/AhEFq4ZbvBM/s640/lunapark_03.jpg" alt="" width="466" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Mlongo...</p>
</div>
<p>Meski lebih kecil dan sederhana, satu hal yang stereotipikal bahwa dimanapun dan seperti apapun adanya taman ria, mereka mewarisi dan menawarkan satu hal yang sama, yaitu keriaan. Taman ria tak ubahnya seperti sebuah stasiun yang menyiarkan aura keriaan; memaksa orang untuk berada pada frekuensi perasaan yang sama, meninggalkan duka, sedih, dendam serta hal-hal negatif lainnya lewat warna-warni, gelak tawa, tantangan permainan hingga makanan dan minuman ringan yang dijual di sekitarnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px">
	<img title="Luna Park 004" src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwBBMwZDI/AAAAAAAAAGw/NSYqtEWqvak/s640/lunapark_05.jpg" alt="" width="465" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Paras-paras yang tak ceria di taman ria</p>
</div>
<p>Namun sekali-kalinya, ia kerap gagal pula karena keriaan bukanlah harga mati yang hadir tanpa resiko.<br />
Kecelakaan pada sisi operasional anjungan permainan hingga tingkat kerawanan aksi para pencopet serta-merta akan menyulap suasana, menguapkan keriaan dan menghadirkan duka yang pekat dalam sekejap.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 540px">
	<img title="Luna Park 005" src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SvtwBPo6fXI/AAAAAAAAAG0/UcFU2iuyY-k/lunapark_06.jpg" alt="" width="540" height="360" />
	<p class="wp-caption-text">Luna Park: Padat, menyiarkan keceriaan</p>
</div>
<p>Hidup memang selalu begitu polanya, ada yang tiba-tiba muncul sebagai efek dari yang mendadak tergantikan&#8230;<br />
Selamat berakhir pekan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/11/14/luna-park.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

