<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; U2</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/u2/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>U2 360 World Tour, Kenapa tak rugi nonton dua kali?</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/01/27/u2-360-world-tour-kenapa-tak-rugi-nonton-dua-kali.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/01/27/u2-360-world-tour-kenapa-tak-rugi-nonton-dua-kali.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 06:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran sedang, barangkali hal ini akan menjadi perhatian Anda. Tulisan ini memiliki tautan erat dengan tulisan sebelumnya berjudul Liputan U2 360 World Tour Sydney, lagu per lagu Temanku bertanya, &#8220;Don, kenapa kamu harus sampai dua kali nonton U2 concert!?&#8221; Dan berikut ini adalah alasan dan pertimbangan sebagai jawabanku. Pertunjukan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/01/27/u2-360-world-tour-kenapa-tak-rugi-nonton-dua-kali.html" title="Permanent link to U2 360 World Tour, Kenapa tak rugi nonton dua kali?"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/u2_series.jpg" width="250" height="250" alt="Post image for U2 360 World Tour, Kenapa tak rugi nonton dua kali?" /></a>
</p><p><em>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran sedang, barangkali hal ini akan menjadi perhatian Anda.<br />
Tulisan ini memiliki tautan erat dengan tulisan sebelumnya berjudul <a href="http://donnyverdian.net/2011/01/20/liputan-u2-360-world-tour-sydney-lagu-per-lagu.html"><strong>Liputan U2 360 World Tour Sydney, lagu per lagu</strong></a></em></p>
<p><span>T</span>emanku bertanya, <em>&#8220;Don, kenapa kamu harus sampai dua kali nonton U2 concert!?&#8221;</em><br />
Dan berikut ini adalah alasan dan pertimbangan sebagai jawabanku.</p>
<h3>Pertunjukan dengan sarana pendukung luar terbaik</h3>
<p>Dibanding dengan beberapa konser yang pernah kutonton secara langsung sebelumnya, U2 360 World Tour yang diselenggarakan di ANZ Stadium, Homebush, NSW, 13 &#8211; 14 Desember 2010 kemarin adalah yang terbaik ditilik dari sisi pengadaan sarana luar pendukung konser.</p>
<p>Pertama adalah transportasi.<br />
Pihak penyelenggara bekerja sama dengan penyedia transportasi umum (kereta api, bus dan ferry) untuk mengimbuhkan fasilitas transportasi bolak-balik dalam tiket yang dibeli penonton. Hal ini luar biasa karena kita tak lagi harus bingung untuk memikirkan transportasi terutama setelah konser usai yang berarti menjelang tengah malam. Sementara itu, bagi yang mau &#8216;sok-sokan&#8217; bawa mobil sendiri sih kupikir bukan ide yang bagus karena selain ongkos parkir dan bensin yang mahal, kalau sepulang konser tau-tau kena razia <em>RBT (Random Breath Test) </em>dan kita mesti bayar denda karena ketauan minum alkohol&#8230; ah mending tidak!</p>
<p>Tak hanya itu, fasilitas pendukung luar di sekitar venue juga menarik untuk diulas.<br />
Tak hanya diukur dari banyaknya toilet yang disediakan baik permanen maupun non-permanen, lebih dari itu, jajaran penjaja makanan serta outlet merchandise resmi (dan tak resmi!) berjajar dimana-mana. Biasanya, pada konser-konser lain yang kutonton sebelumnya, makanan hanya dijajakan di setiap lantai dekat pintu masuk venue yang merupakan fasilitas bawaan venue. Tapi, pada U2 360 World Tour ini, selain memanfaatkan fasilitas kios penyaji makanan yang ada, tepat di depan ANZ Stadium didirikan sederet booth yang berisi lebih dari sepuluh penjaja makanan yang masing-masing dipisahkan oleh papan pemisah. Makanan yang dijual pun beraneka ragam mulai dari hotdog, fish and chips, burger hingga thai dan chinesse food! Belum lagi penjual minuman dingin yang tak hanya terpatri pada booth tapi juga beberapa dijajakan secara keliling.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDF-3rDUOI/AAAAAAAAAzI/1lKv7jtz3Ls/u2_01.jpg" alt="" width="500" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">ANZ Stadium - the venue</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGBHI-hGI/AAAAAAAAAzU/u2L2czT2nQ0/u2_04.jpg" alt="" width="500" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">Kerumunan penonton di Olympic Park Station sepulang acara</p>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDF_mV-_dI/AAAAAAAAAzM/LkN37FbpmMk/u2_02.jpg" alt="" width="500" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">Deretan penjaja makanan</p>
</div>
<p>Sementara untuk urusan merchandise, di setiap pintu masuk terdapat satu outlet penjual merchandise resmi U2. Pada beberapa pintu yang barangkali dijadikan sebagai pintu utama, malah ketika kita sudah masuk ke venue, booth penjualan merchandise resmi U2 disediakan pula. Barang yang dijajakan sama persis antar outlet seperti t-shirt, jacket, sweater, topi, poster dan buku program acara. Tak seperti konser-konser sebelumnya yang kutonton, barang-barang merchandise U2 yang dijual bukan produksi lokal Australia, mungkin karena U2 memang telah teken kontrak dengan Live Nation sebagai penyelenggara merchandise, maka semua merchandise yang dijual berasal dari satu produsen yang sama.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGARzsmwI/AAAAAAAAAzQ/4mxgxGVNThU/u2_03.jpg" alt="" width="500" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">Merchandise outlet!</p>
</div>
<p>Eh tadi di atas kutulis yang tak resmi? Yup! Ternyata yang namanya pembajak tak hanya ada di negara-negara tertentu, Saudara!<br />
Di sini pun, saat konser U2 kujumpai beberapa yang menjual kaos dengan harga sangat miring, 20 dollar (harga t-shirt di outlet merchandise resmi adalah 50$)<br />
Meski banyak yang membeli, tapi aku memilih untuk tetap membeli kaos yang di outlet karena selain mutunya lebih bagus, kok rasanya akan sangat kurang ajar dan betapa aku tak tahu terimakasih kepada U2 karena mereka telah begitu baik membagikan musik nan indah itu?</p>
<p>Satu hal yang tak kalah menarik yang hendak kuceritakan adalah adanya sebuah mini-bar yang diadakan di sisi kanan stadium. Namanya juga bar, yang dijual kebanyakan minuman beralkohol semacam bir dan beberapa wiskhy-cola beraneka rupa nan menyenangkan serta menyegarkan. Tak hanya itu, di tengah bar yang separuhnya dibangun semi-permanen outdoor itu ditampilkan sebuah panggung yang menyajikan live performance dari band lokal yang membawakan lagu-lagu U2 (cover version).<br />
Coba kalian lihat foto di bawah, betapa mereka mencoba meniru abis-abisan gaya Bono, The Edge, Larry Mullen Jr dan Adam Clayton.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGB1rwM-I/AAAAAAAAAzY/rKWEly5sTEM/u2_05.jpg" alt="" width="500" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">U2 cover version! They&#39;re great though...</p>
</div>
<h3>Pertunjukan sosial (didukung oleh LSM)</h3>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGRj9Rh1I/AAAAAAAAAzc/oFXCecqdOy8/u2_06.jpg" alt="" width="500" height="185" />
	<p class="wp-caption-text">Booth LSM dan salah seorang activist mencari dukungan untuk Burma</p>
</div>
<p>U2 360 World Tour kemarin juga sarat dengan aksi peduli sosial yang diusung baik oleh U2 sendiri maupun beberapa organisasi yang diberi tempat dalam pelaksanaan konser.<br />
Sebut saja Demand Dignity, Amnesty International, One.Org (organisasi bentukan Bono) hingga Save Burma (Burma Campaign) yang sangat identik dengan perjuangan pembebasan Aung San Syu Kyii, tokoh perjuangan Burma yang kerap diusung U2 dalam berkarya.</p>
<p>Partisipasi LSM ini bukan pula hanya basa-basi. Sejak sebelum pertunjukan, SaveBurma misalnya menyebar begitu banyak volunteer untuk mengumpulkan dukungan lewat iPad yang ditenteng serta kaos bertuliskan Save Burma (lihat foto).</p>
<p>Di dalam pertunjukan sendiri, orang-orang dari lembaga Amnesty International kebagian untuk naik ke atas panggung, membawa lilin yang ditaruh di dalam gelas kaca besar dan diletakkan di pinggir panggung pada paruh akhir lagu Walk On. Sebelum Aung San Syu Kii dibebaskan akhir tahun lalu, ketika lagu Walk On dibawakan, mereka tidak membawa lilin tapi membawa topeng Aung San Syu Kii dan dipakai bersama-sama dengan penonton sebagai tanda simpati atas perjuangan Syu Kii.</p>
<p>Bono juga adalah biangnya! Ia sendiri adalah penyuara yang mujarab dalam perjuangan-perjuangan sosial. Di sela-sela lagu yang dibawakan, Bono menyuarakan ajakan untuk lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar.</p>
<h3>Jay-Z</h3>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGR5OG76I/AAAAAAAAAzg/8GsL3E6lxzY/u2_07.jpg" alt="" width="500" height="250" />
	<p class="wp-caption-text">Jay-z time!</p>
</div>
<p>Menonton u2 360 concert kemarin tak ubahnya seperti menonton dua konser besar sekaligus karena selain U2, Jay-Z yang ditunjuk sebagai artis pembuka sejatinya bukanlah hanya pembuka melainkan penyaji hiburan yang tak kalah serunya ketimbang &#8216;artis utama&#8217;, U2. Membawakan lebih dari delapan lagu andalan, Jay-Z dengan musik rap-nya adalah magnet ajaib yang membuat penonton yang sebenarnya masih malu-malu bergerak pun berjingkrak-jingrak karenanya; ya semacam pemanasan lah.</p>
<p>Tak hanya itu, suami penyanyi Beyonce dan juga salah satu pemilik klub basket NBA, New Jersey Nets ini pada hari pertama juga tampil bersama U2 dalam Sunday Bloody Sunday. Sayang aksi ini tak diulangnya pada malam kedua.</p>
<h3>The Claw, tata panggung, video dan audio yang menawan</h3>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGSB0u7BI/AAAAAAAAAzk/Yd-fzr-pVmE/u2_08.jpg" alt="" width="500" height="232" />
	<p class="wp-caption-text">The Claw.. the spaceship had been landed <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
<p>Menurutku, yang paling menonjol dari rangkaian U2 360 concert dibandingkan dengan konser-konser termutakhir grup musik lain dan juga dibandingkan dengan konser-konser U2 sebelumnya adalah bentuk panggung yang akhirnya menjadi trade mark dari U2 360 itu sendiri. Bahkan, kata &#8217;360&#8242; dalam label tour juga berasal dari bentuk panggung yang secara khusus dinamai The Claw itu.</p>
<p>Panggung yang merupakan hasil pemikiran Willie Williams dan Mark Fisher itu memiliki desain dan karakteristik yang unik.<br />
Dari sisi desain, The Claw sangatlah futuristik; berbentuk yang lebih mirip pesawat luar angkasa. Jadi, membayangkan The Claw di stadion bak kedatangan sebuah pesawat luar angkasa yang siap berpindah setelah konser usai. (Kenyataannya memang demikian! Empat jam sesudah konser selesai, proses pembongkaran The Claw biasa dimulai dan total pembongkaran membutuhkan waktu 3.5 hari serta memerlukan 120 truk untuk mengangkut ke tempat lain sebelum &#8216;pesawat&#8217; The Claw ditancapkan di tempat lain!!!)</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh4.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGSHGDflI/AAAAAAAAAzo/RQgz8AEmkTQ/u2_09.jpg" alt="" width="500" height="306" />
	<p class="wp-caption-text">Giant screen...</p>
</div>
<p>Secara konstruksi, The Claw memiliki sebuah panggung utama yang terletak di tengah dan dilengkapi sebuah ring luar memutari panggung yang terhubung dengan dua buah jembatan gerak dan bisa diakses oleh personil band untuk menyapa lebih dekat ke arah penonton yang berdiri di bibir panggung utama maupun pinggir ring luar. Tak hanya itu, pada sisi panggung utama, bagian tempat Larry Mullen Jr duduk dibelakang set drumnya, bisa diputar secara hidrolik hingga 360 derajat sehingga bisa saja pada lagu tertentu, posisi Larry Mullen Jr yang semula menghadap ke timur bisa menghadap ke arah yang lain.</p>
<p>Pada sisi atas panggung, masih di dalam &#8216;kungkungan&#8217; The Claw, dipasang giant screen yang merekam aktivitas konser plus memainkan beberapa pemandangan visual sepanjang acara, disajikan secara melingkar pula; mirip tabung yang terdiri dari panel-panel kecil yang bisa ditarik-ulur (expandable). Ketika lagu City of Binding Light yang megah itu digeber, panel-panel tersebut direnggangkan ke bawah hingga kira-kira hanya menyisakan lima meter di atas panggung utama lalu laser berwarna-warni digelontorkan via panel-panel yang sekarang membentuk rongga itu. Itu adalah pemandangan yang sangat menarik! Salah satu teman sesama Indonesian yang menonton saat itu bahkan sampai berujar,<em> &#8220;Gue ampe merinding pas bagian itu, Don! Keren abis!&#8221;</em></p>
<p>Dari sisi audio, secara pribadi aku harus memberikan catatan khusus bahwa pada beberapa saat penampilan, kerasnya volume audio yang disajikan membenamkan beberapa bagian detail musik yang harusnya justru muncul dan memperkaya presentasi lagu. Tapi, kabar terakhir (click <a href="http://www.u2.com/news/title/another-sound-win/">di sini</a> untuk link) menyebut bahwa sound production team-nya U2 360 Concert baru saja dinobatkan sebagai Best &#8217;2010 Tour Sound Production&#8217; oleh <strong>TEC (Technical Excellence and Creativity) Award</strong> di Los Angeles beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jadi, abaikan saja penilaian pribadiku soal audio di atas <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Lagu sama; kesan berbeda</h3>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh6.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGZdS09hI/AAAAAAAAAzw/labpVFEjfuU/u2_11.jpg" alt="" width="500" height="236" />
	<p class="wp-caption-text">Giant screen...</p>
</div>
<p>Dalam dua malam penampilan, bisa dibilang U2 hanya menyajikan beberapa perbedaan lagu yang dibawakan.<br />
Tapi, uniknya, meski membawakan lagu yang sama, kesan yang muncul sebenarnya tak sama benar. Analoginya barangkali seperti apakah mungkin seseorang dapat melakukan tanda tangan yang benar-benar identik? Tentu sangat jarang meski gestur dan bentuk &#8216;besar&#8217;nya sama, bukan?</p>
<p>Nah, itulah!  Ada perbedaan yang begitu kentara pada setiap lagu yang diulang untuk dinyanyikan yang akhirnya justru memperkaya persepsiku terhadap lagu-lagu mereka.</p>
<h3>ACHTUNG: U2</h3>
<p>Yup! Kalau bukan U2, kecuali dibayari, aku tak kan mau merogoh kocek sebegitu dalam untuk menonton dua kali konser pada dua malam berturut-turut.<br />
Kalau bukan U2, aku juga tak kan rela untuk mengambil cuti demi mengirit tenaga untuk nonton konser malam kedua.</p>
<p>Bagiku, U2 adalah supergrup.<br />
Larry Mullen Jr, Bono, The Edge serta Adam Clayton tak hanya memberi pembuktian dari sisi kedahsyatan karya namun juga visi mereka memandang dunia dan perubahannya, perjalanan karir mereka yang termaktub dalam paparan waktu yang tak singkat, juga kemampuan manajerial dari tim pendukung yang bekerja secara luar biasa sehingga menghadirkan sebuah konser yang sangat brilian dan tak mudah bagi grup/penyanyi manapun untuk menyaingi dalam hitungan kurang dari kurun satu dekade, barangkali.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 500px">
	<img src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/TUDGZmbyyNI/AAAAAAAAAz0/r-JDMei0Ox0/u2_12.jpg" alt="" width="500" height="303" />
	<p class="wp-caption-text">Orang tampan *eh <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/01/27/u2-360-world-tour-kenapa-tak-rugi-nonton-dua-kali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan U2 360 World Tour Sydney, lagu per lagu</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2011/01/20/liputan-u2-360-world-tour-sydney-lagu-per-lagu.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2011/01/20/liputan-u2-360-world-tour-sydney-lagu-per-lagu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 06:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1236</guid>
		<description><![CDATA[Menuliskan kembali ke dalam bentuk reportase tentang sesuatu yang menarik yang terjadi lebih dari sebulan lalu itu tak mudah terlebih setelah ada begitu banyak hal yang boleh terjadi sesudahnya yang juga tak kalah menariknya. Demikian pula yang terjadi dengan bagaimana caraku mereportase konser U2 360 World Tour yang digelar di ANZ Stadium, Homebush, NSW pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2011/01/20/liputan-u2-360-world-tour-sydney-lagu-per-lagu.html" title="Permanent link to Liputan U2 360 World Tour Sydney, lagu per lagu"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/U2-001.jpg" width="250" height="273" alt="Post image for Liputan U2 360 World Tour Sydney, lagu per lagu" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">M</span>enuliskan kembali ke dalam bentuk reportase tentang sesuatu yang menarik yang terjadi lebih dari sebulan lalu itu tak mudah terlebih setelah ada begitu banyak hal yang boleh terjadi sesudahnya yang juga tak kalah menariknya.</p>
<p>Demikian pula yang terjadi dengan bagaimana caraku mereportase konser U2 360 World Tour yang digelar di ANZ Stadium, Homebush, NSW pada 13 dan 14 Desember 2010 silam. Semua orang tahu betapa konser itu berarti bagiku, tapi terus terang liburan Natal-Tahun Baru yang tak kalah menariknya (karena untuk pertama kalinya setelah 2 tahun lebih bermigrasi aku liburan ke negeri asal, Indonesia) sedikit banyak merampas memori otak yang semula kucadangkan untuk menuliskan secara tuntas tentang kehebatan konser supergrup, U2, di sini.</p>
<p>Untung ada <a href="http://www.U2gigs.com">U2gigs.com</a> yang secara brillian sudah menjadi<em> library online</em>; memuat seluruh detail list lagu yang dinyanyikan lengkap dengan sejarah masing-masing lagu, berapa kali dinyanyikan, kapan terakhir kali dibawakan dan lain informasi lainnya. <strong>Wikipedia </strong>serta beberapa situs yang kuperoleh lewat <strong>Google </strong>akhirnya juga adalah pembantu-pembantu terbaik sehingga tulisan ini tertuntaskan.</p>
<p>Sengaja aku melukiskan jalannya konser dalam kemasan lagu per lagu yang dibawakan.</p>
<p>Jika ada waktu dan ingatan, aku akan menurunkan tulisan yang kedua yang semoga lebih pragmatis untuk dibaca.</p>
<p>Enjoy!</p>
<h3>Return Of The Stingray Guitar</h3>
<p>Sangat &#8216;ice breaking&#8217;.</p>
<p>Lagu ini bertempo sedang namun gagah, sanggup mengantar masing-masing personel (kecuali Larry Mullen Jr &#8211; drummer) untuk berlari kesana-kemari di atas panggung.</p>
<h3>Beautiful Day</h3>
<p>Lagu kojo dari album <strong>All That You Can&#8217;t Leave Behind</strong> ini dibawakan secara apik dan rancak; tak terlalu beda jauh dengan versi live yang sebelum-sebelumnya kulihat di DVD/Youtube.  Sangat cocok dijadikan lagu &#8216;pertama&#8217;, menaikkan adrenalin penonton.</p>
<p>Sayang, ujaran Bono yang mengganti kata <em>&#8220;See China right in front of you&#8221;</em> menjadi<em> &#8220;See Larry Mullen Jr right behind of you&#8221;</em> seperti yang ia lakukan di U2 360 World Tour di RoseBowl, Amerika Serikat, tak diucapkan. Meski demikian, Bono membawakan &#8216;<em>Blackbird</em>&#8216; Beatles di akhir lagu (snippet) dan pada malam kedua, Bono memilih <em>Sgt. Pepper&#8217;s Lonely Hearts Club Band</em> (Beatles) sebagai snippet mendampingi lagu ini.</p>
<h3>I Will Follow</h3>
<p>Single pertama dari album pertama yang tetap &#8216;bernyawa sama&#8217; dibawakan oleh orang-orang yang sama meski dengan beda usia lebih dari 30 tahun sejak U2 merilis I Will Follow.</p>
<p>Lagu ini tidak dibawakan pada pertunjukan malam kedua, 14 Desember 2010.</p>
<h3>New Year&#8217;s Day</h3>
<p>Lagu ini hanya dibawakan pada malam kedua, konon dalam beberapa konser terakhir, U2 memang selalu membawakan <em>I Will Follow</em> pada konser malam pertama, dan <em>New Year&#8217;s Day</em> pada malam kedua atau sebaliknya. Entah apa yang terjadi di U2 360 World Tour di Rio de Jenairo pertengahan tahun ini karena di sana U2 akan menggelar tiga malam konser berturut-turut, akankah jadi i Will Follow, New Year&#8217;s Day dan kembali ke I Will Follow? Entahlah.</p>
<p>Yang selalu menarik dari lagu ini adalah bagaimana cerdiknya The Edge memainkan instrumen piano dan gitar secara berurutan dan keduanya terdengar maksimal di telinga dan kali itu aku menyaksikannya secara langsung.</p>
<h3>Get On Your Boots</h3>
<p>Ah, akhirnya<em> &#8220;Future needs a big kiss&#8221;</em> jadi quote pengantar dari lagu ini. Sejak pertama kali mendengar single pertama dari album <strong>No Line on the Horizon</strong>, phrase tersebut sangat kusuka entah kenapa.</p>
<p>Pada awalan sebelum The Edge membesut gitar intronya, layar besar yang terpampang di atas panggung memunculkan tulisan tersebut dan Bono berteriak lantang, <em>&#8220;Future needs a big kiss&#8221;</em> dan seantero stadion pun menyala!</p>
<h3>Magnificent</h3>
<p>Personally, aku lebih suka lagu ini dibawakan versi live ketimbang rekaman studionya.</p>
<p>Alasannya adalah, besutan gitar The Edge lebih &#8216;nendang&#8217; di versi live nya dengan lebih memilih memainkan bagian yang di bagian rekaman dihadirkan lewat <em>synth</em>.</p>
<h3>Mysterious Ways</h3>
<p>Lagu ini, secara mengejutkan, dikemas dalam visualisasi yang cukup seksi. Menghadirkan siluet yang terkadang tak hanya tampak sebagai siluet sosok wanita telanjang dada menggeliat-geliat kesana kemari di giant screen. Ah, aku tak bisa membayangkan jika orang-orang fundamentalis agama itu datang kemari, pasti mereka berteriak-teriak menuntut pertunjukan itu dihentikan.</p>
<p>Eh iya, ada satu yang membedakan dari penampilan lagu ini di malam pertama dan kedua. Pada malam pertama, Bono memulai lagi ini dengan berkata <em>&#8220;Imagine&#8230; Nicole Kidman!&#8221;</em> tapi entah kenapa di malam kedua hal ini tak dilakukannya semoga bukan karena Nicole akhirnya lebih memilih menonton pertunjukan konser <strong>Bon Jovi</strong> yang juga digelar di Sydney dekat-dekat dengan tanggal &#8216;main&#8217; U2&#8230;</p>
<h3>Elevation</h3>
<p>Lagu ini <em>anthem </em>bagiku!</p>
<p>Tapi entah kenapa sejak nonton DVD Chicago concert dalam rangkaian Vertigo Tour, Elevation seperti agak sedikit kehilangan gregetnya.</p>
<p>Tak hanya karena tempo yang dibawakan lebih lambat dari versi rekamannya, tapi juga karena ada &#8216;gangguan&#8217; yang terjadi saat masuk reffrein setelah Bono menyanyikan bagian bridge. Pada bagian yang seharusnya hening tanpa musik itu, bantuan ketukan stick drum Larry dan petikan gitar The Edge itu menurutku malah &#8216;merusak&#8217; lagu yang sangat populer awal 2000-an ini.</p>
<p>Namun kekecewaaanku terobati pada malam kedua. U2 menyisipkan &#8216;<em>Creep</em>&#8216; koleksi Radiohead, simbol musik alternatif era 90-an, sebagai snippet!</p>
<h3>Until The End Of The World</h3>
<p>Ada yang diperbaharui dalam hal bagaimana U2 mengemas visualisasi lagu ini.</p>
<p>Sejauh yang kutahu, biasanya pada akhir lagu ini, Bono akan &#8216;bersandiwara&#8217; dengan The Edge. Keduanya maju ke depan, saling berhadapan, Bono biasanya lantas memasang dua telunjuk dan meletakkannya di jidatnya bak tanduk. Ia lantas menandak-nandak ke arah The Edge yang menyorongkan gitarnya, Bono terjatuh lalu di bagian paling akhir, Bono menendang-nendang gitar The Edge dan lagu usai.</p>
<p>Namun dalam U2 360 World Tour, atau setidaknya dalam konser dua malam yang kuhadiri di Sydney, visualisasi lagu dihadirkan memanfaatkan dua buah jembatan yang menghubungkan panggung utama dengan ring yang melingkari panggung. Adapun jembatan itu bisa diatur memutar dan menjelang paruh akhir lagu, baik Bono maupun The Edge, masing-masing menaiki jembatan yang berbeda. Menjelang lagu berakhir, kedua jembatan semakin didekatkan dan saat lagu benar-benar usai, Bono dan The Edge berusaha saling bersalaman namun jembatan sekonyong-konyong dijauhkan dan tepuk tangan pun membahana.</p>
<p>Lagu yang diambil dari album keluaran 1991, <strong>Achtung Baby</strong> ini ditutup dengan snippet yang indah, <em>Anthem </em>by Leonard Cohen.</p>
<h3>All I Want Is You / Need You Tonight (snippet) / Never Tear Us Apart (snippet) / Slide Away (snippet)</h3>
<p>Sejak konser di Honolulu pada akhir Vertigo Tour, 9 Desember 2006, All I want is You akhirnya dinyanyikan lagi pada konser malam kedua U2 di Sydney, 14 Desember 2010.</p>
<p>Lagu melankolis yang secara khusus dipersembahkan Bono untuk istrinya, Ali, ini mengalun begitu indah meski pada bait kedua, Bono sempat &#8216;lupa&#8217; lirik yang membuat Adam Clayton tak kuat menahan senyumnya dan lagu menjadi lebih panjang satu bar oleh karenanya.</p>
<p>Yang menarik, selain menempatkan dua lagu <em>Need You Tonight</em> dan <em>Never Tear Us Apart</em> milik INXS sebagai snippet (pada malam sebelumnya dibawakan di lagu Bad), U2 juga membawakan <em>Slide Away</em>, lagu yang pernah dinyanyikan duet antara Bono dengan almarhum <strong>Michael Hutchence</strong>, vokalis INXS, Australian yang wafat tahun 1997. Michael adalah sahabat baik Bono dan konon lagu <em>&#8220;Stuck in the moment&#8221;</em> ditulis salah satunya untuk Michael.</p>
<h3>Love Rescue Me</h3>
<p>Lagu yang terakhir kali dinyanyikan (bahkan hanya sebagai snippet) pada 21 Februari 2006 di konser Vertigo Tour yang digelar di Sao Paulo, Brazil ini pada malam kedua konser U2 di Sydney dinyanyikan lagi dalam suasana yang mengasyikkan. Lagu berirama agak sedikit country ini disatukan dengan<em> All I Want is You</em> meski menurutku<em> Love Rescue Me</em> bukan dijadikan snippet karena dinyanyikan secara utuh.</p>
<p>Bono, pada akhir lagu, sempat memimpin koor penonton dengan <em>sha la&#8230;la&#8230;la..la</em> beberapa saat hingga akhirnya The Edge berganti gitar dan memimpin masuk ke lagu berikutnya sementara Bono keki berujar<em> &#8220;Hey, aku masih ingin bernyanyi tapi kamu sudah ganti gitar?&#8221;</em></p>
<p><em></p>
<p></em></p>
<h3>Pride (In The Name Of Love)</h3>
<p>Lagu ini menghentak setelah sesi &#8216;menye-menye&#8217; <em>All I Want is You</em> dan <em>Love Rescue Me</em>.</p>
<p>Koor penonton membahana meneriakaan <em>&#8220;In the name of Love.. What more in the name of love&#8221;</em> meski sayang tak ada interaksi antara Bono dengan penonton yang identik dengan lagu ini; Bono seperti mengambil sesuatu dari dada dan dilempar ke penonton sambil berteriak &#8220;Love&#8221; dan dibalas sebaliknya.</p>
<p>Lagu ini tidak dibawakan pada malam pertama pertunjukan.</p>
<h3>I Still Haven&#8217;t Found What I&#8217;m Looking For</h3>
<p>Lagu klasik dari album <strong>The Joshua Tree</strong> yang dibawakan secara santai nan elegant diakhiri dengan koor penonton yang tak putus hingga akhirnya Bono harus geleng-geleng kepala dan bertepuk tangan demi terhentinya koor. Tak dibawakan di pertunjukan malam kedua.</p>
<h3>Do They Know It&#8217;s Christmas (snippet) / Stuck In A Moment</h3>
<p>Bono menyampaikan &#8220;Merry Christmas&#8221; dan membawakan <em>Do The Know It&#8217;s Christmas</em> milik Band Aid (ciptaan Bob Geldof) lalu dilanjut dengan<em> Stuck In a Moment</em> versi akustik yang bisa didengar dari mini album <em>&#8220;Seven&#8221;</em> (pasca <em>All That You Can&#8217;t Leave Behind</em> album keluar). Meski kocokan gitar Gibson The Edge sempat keliru kunci masuk reffrein yang kedua, tapi tarikan falseto-nya di <em>encore </em>lagu ini semakin memantapkan The Edge sebagai &#8220;Seseorang&#8221;, bukan sekadar pelengkap. Sayang, lagu ini tak dibawakan di pertunjukan malam kedua.</p>
<h3>Bad / Need You Tonight (snippet) / Never Tear Us Apart (snippet)</h3>
<p>Salah satu cara U2 merangkul penonton lokal adalah selain membawa rumor-rumor terbaru tentang negara itu dalam speechnya adalah juga dengan membawakan lagu milik group lokal seperti dalam lagu Bad ini, Bono menyuarakan <em>Need You Tonight</em> dan <em>Never Tear Us Apart </em>milik group band lawas asal Australia, INXS. Hah, dua? Iya&#8230;</p>
<p>Lagu ini tak dibawakan di pertunjukan malam kedua.</p>
<h3>In A Little While</h3>
<p>Tak disangka bahwa lagu yang &#8216;tak cukup terkenal&#8217; dari album <em>All That You Can&#8217;t Leave Behind</em> ini jadi semacam &#8216;ikon&#8217; dalam rangkaian tour U2 360 World Tour 2010.</p>
<p>Pada awal lagu, dalam dua malam yang kutonton, Bono mengajak seorang penonton wanita yang berdiri di baris terdepan untuk menemaninya bernyanyi di atas panggung.</p>
<p>Si perempuan duduk di bibir panggung lalu Bono.. oh dia tiduran di atas pangkuan si perempuan dengan bernyanyi:</p>
<p><em>A little girl with Spanish eyes</p>
<p>When I saw her first in a pram they pushed her by</p>
<p>Oh my, my how you&#8217;ve grown</p>
<p>Well it&#8217;s been, it&#8217;s been&#8230; a little while</em></p>
<p>Tak hanya itu, di akhir lagu, sambil terus berduaan di atas panggung, musik perlahan berhenti, lampu panggung meredup menyisakan bagian jembatan yang tetap menyala dengan Bono serta si perempuan itu di atasnya, lalu penonton diajak menyaksikan rekaman pidato dari<strong> Frank De Winne</strong>, seorang astronot dari International Space Station, sebuah stasiun luar angkasa sana.</p>
<p>Lho apa hubungannya? Simak penggalan lirik berikut:</p>
<p><em>A man dreams one day to fly</p>
<p>A man takes a rocket ship into the skies</p>
<p>He lives on a star that&#8217;s dying in the night</p>
<p>And follows in the trail, the scatter of light</em></p>
<p><em></p>
<p></em></p>
<h3>Miss Sarajevo</h3>
<p>Kalian yang kangen <strong>Pavarotti </strong>bernyanyi bersama dengan Bono dalam lagu ini memang akan selamanya kangen, tapi setidaknya, dalam dua malam itu U2 menghadirkan lagu sendu ini dengan tetap Bono mengambil alih bagian Pavarotti yang wafat beberapa tahun silam. Entah bagaimana Italiano menilai lafal Bono dalam ber-bahasa Italia menyanyikan encore lagu, tapi penjiwaannya atas lagu di atas segalanya.</p>
<h3>City Of Blinding Lights</h3>
<p>Lagu seru yang sempat dijadikan <strong>Barack Obama</strong> sebagai lagu kampanye kepresidenannya itu mengawali sesi yang baru dalam konser.</p>
<p>Screen yang berada di atas panggung yang semula statis mendadak memanjang ke bawah hingga kira-kira lima meter jaraknya dengan lantai panggung. Warna-warni laser dihasilkan melalui screen yang kini memiliki rongga antar sel dan kehadirannya mirip honeycomb, sarang madu yang gigantik.</p>
<p>Koor penonton tak terbendung ketika Bono dengan tangan terangkat mengajak kami semua bernyanyi <em>&#8220;Oh you look so beautiful tonight&#8221;</em></p>
<p><em>Yes, you do, Bono! You and your U2 look so beautiful that night!</em></p>
<h3>Vertigo</h3>
<p>Lagu gagah koleksi album<em> &#8220;How to Dismantle an Atomic Bomb&#8221;</em> ini diawali dengan koor yang mantap berteriak<em> &#8220;Unos, dos, tres, catorce&#8221;</em> dan Bono tak terhitung berapa kali melakukan kicking di lagu ini, ciri khasnya yang tak pernah hilang meski usia terus menua. Pada malam kedua, Vertigo tak ditampilkan sendirian, Bono menampilkan <em>Teenage Kicks</em> karya The Undertones sebagai snippet.</p>
<h3>Miss You (snippet) / Crazy Tonight / Relax (snippet) / Two Tribes (snippet)</h3>
<p>Diawali dengan penggalan lagu <em>Miss You</em>, milik Rolling Stones, lagu yang semula berjudul <em>I&#8217;ll Go Crazy If I Don&#8217;t Go Crazy Tonight</em> tapi lantas lebih tenar dengan <em>Crazy Tonight</em> ini dibawakan secara megah. (Pada malam kedua, Miss You dihilangkan). Lagu yang paling &#8216;nggak ngerock&#8217; dari album <strong>No Line on the Horizon</strong> ini diubah habis-habisan aransemennya menjadi sesuatu yang bernuansa techno, pop lengkap dengan visualisasi screen yang menarik. Larry Mullen Jr yang sedari tadi bersembunyi dibalik set drumnya, kali ini turun memutari panggung nyaris sepanjang lagu dengan menenteng perkusi mirip ketipung milik orang Flores menimpali Bono bernyanyi.</p>
<p>Lagu ini diakhiri dengan snippet <em>Relax </em>dan <em>Two Tribes</em> milik Frankie Goes To Hollywood.</p>
<h3>Sunday Bloody Sunday / Get Up Stand Up (snippet)</h3>
<p>Sunday Bloody Sunday dibawakan dengan tempo yang lebih cepat bahkan dari versi rekamannya yang rilis nyaris 26 tahun silam.</p>
<p>Tapi bukan itu kejutannya, karena di tengah lagu, ketika ketukan drum dipertahankan seperti suara marching band tentara berangkat perang, tiba-tiba Bono memanggil <strong>Jay-Z</strong>, si bintang tamu sekaligus bintang pembuka konser, untuk naik ke atas panggung dan menemani U2 menuntaskan lagu.</p>
<p>Jangan tanya bagaimana bagus dan serunya, semuanya tersimpan di memori otak dan enggan kukatakan ke kalian <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Get Up Stand Up</em>-nya Bob Marley tiba-tiba dimunculkan sebagai snippet.</p>
<p>Jujur kubilang, ini adalah puncak konser U2 pada malam pertama yang sayangnya tak diulang di malam kedua karena selain Jay-Z tak hadir, Get Up Stand Up yang &#8216;nyambung&#8217; itu tak dilantunkan.</p>
<h3>Scarlet</h3>
<p>Kehadiran lagu ini seperti mayat hidup karena sebelum ditampilkan sejak 25 November 2010 di Auckland, New Zealand, lagu ini terakhir kali ditampilkan secara live pada 3 September 1981 di London dalam sebuah sesi di BBC radio.</p>
<p>Keberadaan lagu ini malam itu terkait dengan berita pembebasan <strong>Aung San Syu Kii</strong>, tokoh pembebasan Burma yang menghabiskan lebih dari 20 tahun hidupnya sebagai tahanan rumah akibat represi penguasa di negaranya. Sebelum Bono menyanyikan lagu yang hanya memiliki satu kata &#8220;<em>Rejoice</em>&#8221; ini, ia berujar <em>&#8220;Su Kyii mengucapkan terimakasih pada kalian semua, U2 Fans, yang telah ikut menyuarakan pembebasan&#8221;</em> dan tepuk tangan pun kembali membahana.</p>
<h3>Walk On</h3>
<p>Awalnya, lagu ini diciptakan untuk Aung San Syu Kyii dan bahkan hingga sebelum Su Kyii dibebaskan, lagu ini ketika dibawakan dalam U2 360 World Tour, selalu menghadirkan visualisasi topeng Aung San Syu Kyii yang juga bisa dimiliki para penonton dan dipakai bersama-sama khusus dalam lagu ini (sebuah langkah yang lantas ditiru oleh kawan-kawan untuk menyuarakan aksi prihatin atas terbengkalainya kasus Munir sampai ke protes bagaimana menurunkan Nurdin Halid dari kursi ketum PSSI).</p>
<p>Setelah Su Kyii bebas, lagu ini bukan berarti kehilangan greget visual. Barisan orang-orang membawa lilin masuk di paruh akhir lagu ini. Lilin-lilin itu diletakkan di bibir panggung yang melingkar hingga lagu usai dinyanyikan.</p>
<p>Hmmm&#8230; ada yang mau niru cara ini lagi?</p>
<p>Oh ya, pada malam kedua, Bono secara tak dinyana membawakan <em>You&#8217;ll Never Walk Alone</em> milik Gerry and the Pacemakers, lagu wajib milik klub sepakbola Premier League Inggris, Liverpool FC.</p>
<h3>One</h3>
<p>Setelah panggung menggelap dan U2 beringsut mundur dari panggung, penonton sudah tahu bahwa inilah saat encore dari acara.</p>
<p>Tiba-tiba screen yang telah kembali ditarik ke atas menampilkan sosok<strong> The Most Rev. Dr. Desmond Mpilo Tutu</strong>, uskup Anglikan kulit hitam pertama Afrika Selatan yang bersama <strong>Nelson Mandela</strong> terkenal melawan apartheid di tahun 1980-an. Ia menyampaikan pidato yang khusus dibuat untuk rangkaian U2 360 World Tour ini sebagai wujud penyampaian rasa terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada rakyat miskin Afrika selama ini sekaligus ajakan untuk terus bersatu dan penyadaran atas keberadaan umat manusia yang sejatinya sama.</p>
<p>Menjelang pidato usai, synth yang dari tadi telah memainkan riff-riff lembut secara perlahan tiba-tiba dipecah oleh besutan gitar The menyuarakan intro One yang legendaris itu.</p>
<p>Satu kejutan yang menarik adalah, Bono, dengan gitar hijaunya memberikan fill in pada intro dengan sesuatu yang berbeda.</p>
<p>Mau tahu isi pidato Mr Tutu? Berikut ini lengkapnya:</p>
<p><em>The same people who marched for civil rights in the United States are the same people who protested Apartheid in South Africa, who are the same people who worked for peace in Ireland and are the same people who fought against debt slavery in the Jubilee Year 2000, who are the same beautiful people that I see when I look around this place tonight in 360 degrees.</em></p>
<p><em>We are those people.</p>
<p>We are the same person.</p>
<p>Because our voices were heard, millions more of our brothers and sisters are alive.</em></p>
<p><em>Thanks to the miracle of aids drugs and malaria drugs. They will be doctors, they will be ministers, they will be scientists who will live to solve great problems.</em></p>
<p><em>Yes there are many obstacles.</p>
<p>Of course there are always roadblocks in the way of justice.</em></p>
<p><em>But God will put a wind at our back and a rising road ahead. If we work with each other as one&#8230;</em> (disarikan dari <a href="http://www.lyricsvip.com/U2/Desmond-Tutu-Speech-Lyrics.html">sini</a>)</p>
<h3>Amazing Grace (snippet) / Where The Streets Have No Name</h3>
<p><em>One </em>berakhir, lampu panggung kembali redup menyisakan satu sorot yang ditujukan pada Bono.</p>
<p>Suara synth tetap bergemuruh menyisakan riff-riff kunci yang membloking suasana dan Bono menyuarakan <em>Amazing Grace</em> dalam satu alunan.</p>
<p>Ketika penonton masih riuh bertepuk tangan, The Edge secara cerdik mengulik fill in <em>Where The Streets Have No Name</em> secara perlahan dan lambat laun mengeras.</p>
<p>Selang beberapa bar, ketika mencapai puncaknya, Adam Clayton dan Larry Mullen Jr bersama-sama ikut &#8216;masuk&#8217; ditingkahi dengan screen yang semula gelap pekat dan kini berubah berbinar-binar.</p>
<p>Penonton pun bersorak dan berlompat seiring lagu yang sangat sukses disuarakan sejak 1987 ini.</p>
<p>Bagiku, selain pengubahan Crazy Tonight, penggabungan Amazing Grace dengan Where the Streets adalah inovasi yang sangat apik dari U2.</p>
<p>Pada malam kedua, U2 menyambung lagu ini dengan <em>All You Need is Love</em>-nya Beatles sebagai snippet.</p>
<h3>Hold Me, Thrill Me, Kiss Me, Kill Me</h3>
<p>Entah bagi kalian, tapi bagiku, kehadiran lagu &#8216;wajib&#8217; Batman era 90-an ini seperti agak &#8220;out of topic&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya dan satu lagu sesudahnya.</p>
<p>Tapi tak mengapa, toh lagu ini sudah amat jarang dibawakan sehingga ketika dikemukakan lagi, yang terngiang adalah kenangan era 90-an ketika aku begitu menikmati pagi ditingkahi suara &#8220;wah&#8221; pedal effect dari gitar The Edge dan suara Bono yang &#8220;so techno&#8221; menyuarakan lagu dengan judul yang merupakan plesetan lagu <strong>Harry Noble</strong>, Hold Me Thrill Me Kiss Me ini.</p>
<p>Oh ya, yang menarik, sebelum HMTMKMKM (begitu para U2 fans menyebutkan) dibawakan, screen menampilkan sosok yang sebenarnya amat ngetop ketika <em>Zoo TV</em> tour dibawakan awal dekade 90an. Semula aku mengira U2 akan membawakan The Fly atau Zoo TV, namun aku salah. Setelah berujar <em>&#8220;Turn On your Radio&#8221;</em> (yang lantas menjadi quote dari konser ini, kupikir, selain <em>&#8220;Future Needs a big kiss&#8221;</em>) wujud tokoh itu lantas berubah menjadi sebuah roda (wheel) yang tak lain adalah bentuk mic yang diinovasi oleh U2, dikendalikan kawat baja sehingga kuat bagi Bono untuk bergelantungan padanya.</p>
<p>Pada lagu ini, selain menggunakan mic berbentuk wheel tersebut, Bono masih menyelipkan mic cadangan yang terpasang di kerah jacket sehingga ketika ia harus bergelantungan ke sana-kemari menggunakan wheel mic, penyanyi bernama mula David Hewson ini masih bisa lantang bernyanyi tanpa kehilangan kualitas output yang didengar penonton konser.</p>
<p>Selain itu, Bono mengenakan jaket berhias titik-titik laser sebanyak 240 buah yang bisa memancarkan sinar merah mengagumkan. Jacket buatan <em>Moritz Waldemeyer</em> ini memang pada akhirnya menjadi ikon seri U2 360 World Tour dan Bono nyaris mengenakannya pada lagu ini atau pada <em>Violet </em>(malam kedua).</p>
<h3>Ultra Violet (Light My Way)</h3>
<p>Penampilan Ultra Violet pada malam kedua (tak dimainkan pada malam pertama tapi sering dimainkan di rangkaian konser U2 360 World Tour lainnya) adalah sesuatu yang &#8216;tak biasa&#8217; sebenarnya. Seperti halnya HMTMKMKM, Ultra Violet seperti sesuatu yang diselipkan di antara Where the Street&#8230; dan With or .. You.</p>
<p>Setting panggung, gerakan dan properti yang dipakai oleh U2 untuk lagu ini boleh dibilang sama persis dengan HMKMTMTM. Robotic voice memulai panggung yang pekat dengan dimunculkannya di screen dan sebelum berujar &#8220;Turn on your radio&#8221; ia membawakan ringkasan puisi lawas milik <em>&#8220;Funeral Blues&#8221; </em>(W. H. Auden) dan musik pun dimainkan.</p>
<h3>With Or Without You</h3>
<p>Konser U2 tanpa kehadiran lagu ini memang boleh dibilang seperti sayur ketinggalan garam.</p>
<p>With or Without You seperti diset menjadi akhir konser bagi U2. Meski aku sedikit kecewa karena tak dinyanyikannya snippet <em>&#8220;Summer Night&#8221;</em> yang legendaris itu, tapi OK lah.</p>
<p>Di akhir lagu, Bono mengucapkan &#8220;Good night&#8221;, meletakkan jacket pada hanger (sesuatu yang menurutku sangat tidak menarik! bayangkan, hanger ada di atas panggung!?) lalu mengkaitkan hanger itu pada mic berbentuk wheel dan robot menggerakkan wheel itu kesana kemari, ke atas penonton, lalu naik secara perlahan ke belakang screen.</p>
<h3>Moment of Surrender</h3>
<p>Seperti kubilang di atas, bagi sebagian orang yang &#8216;hidup di masa lalu&#8217;, With or Without You memang benar-benar menjadi penutup konser, karena mereka tak mengerti lagu yang dinyanyikan berikutnya, Moment of Surrender. Untung aku adalah orang yang tak mau hanya tinggal di masa lalu karena begitu menyukai album terbaru U2, <strong>No Line on the Horizon</strong> yang memuat salah satunya adalah lagu ini. Lagu yang konon sangat disukai oleh <em>Lars Ulrich</em> (Metallica) karena liriknya sangat mengena itu dinyanyikan dalam tempo yang syahdu.</p>
<p>Sebelumnya Bono meminta semua penonton untuk menyalakan semua mobile phone dan mengacungkannya ke atas; sebuah pemandangan yang bagi Bono adalah pemandangan langit berbintang, sebuah &#8220;Milky Way&#8221;.</p>
<p>The Edge lalu turun ke belakang bersatu dengan perangkat pianonya dengan gitar tetap digantungkan ke badan, mirip ketika ia memainkan New Year&#8217;s Day yang memang menuntut ia untuk memainkan dua instrumen itu secara bergantian.</p>
<p>Ada sedikit perbedaan dari cara Bono mengakhiri lagu ini pada dua malam yang kutonton. Pada malam pertama, Bono membiarkan lagu ini berakhir &#8216;begitu saja&#8217; tapi pada malam kedua, pada akhir lagu, ia menanggalkan rosario pemberian almarhum <strong>Paus John Paul II</strong> ke mic dan meninggalkan panggung begitu saja, mirip caranya meninggalkan panggung dalam konser di Chicago era Vertigo Tour, empat tahun silam.</p>
<p>Panggung meredup, personel U2 berpamitan dan konser yang sangat indah itupun mau tak mau, usai sampai di situ.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2011/01/20/liputan-u2-360-world-tour-sydney-lagu-per-lagu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>transformasi&#8230;</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 06:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[sydney]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini akan (telah) muncul tepat pada hari Senin, 13 Desember 2010 jam 5.00 pm (GMT + 10) (atau, 13.00 WIB). Pada saat yang kutentukan di atas, aku telah sedang menuju ke tempat penyelenggaraan acara U2-360 Concert di ANZ Stadium Arena, Homebush, NSW, Australia, bersatu dengan puluhan ribu orang lainnya untuk merayakan keajaiban Tuhan atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html" title="Permanent link to transformasi&#8230;"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin" src="http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blogU2.jpg" width="300" height="332" alt="Post image for transformasi&#8230;" /></a>
</p><p><span class="drop_cap">T</span>ulisan ini akan (telah) muncul tepat pada hari Senin, 13 Desember 2010 jam 5.00 pm (GMT + 10) (atau, 13.00 WIB).<br />
Pada saat yang kutentukan di atas, aku telah sedang menuju ke tempat penyelenggaraan acara<strong> U2-360 Concert</strong> di <strong>ANZ Stadium Arena</strong>, Homebush, NSW, Australia, bersatu dengan puluhan ribu orang lainnya untuk merayakan keajaiban Tuhan atas musik dan grup musik terdahsyat di dunia, U2.</p>
<p>Inilah saat dimana salah satu mimpi lawasku ter-realisasi.<br />
Saat dimana aku bisa bernyanyi bersama tembang-tembang kugiran semacam <em>Sunday Bloody Sunday</em>, <em>With or Without You</em> atau bahkan <em>Walk On</em> bersama penyanyi aslinya diiringi pemain band aslinya pula. Saat dimana aku tertransformasikan ke dalam golongan <strong>&#8220;Orang-orang yang pernah menonton U2 secara live&#8221;</strong> dari yang semula <strong>&#8220;Orang-orang yang belum pernah menonton U2 secara live&#8221;</strong></p>
<p>Dan, aku bersyukur atas semua ini!</p>
<p><em>U2 is an original species&#8230; there are colours and feelings and emotional terrain that we occupy that is ours and ours alone. <strong>(Bono &#8211; U2)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/12/13/1184.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Walk on</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/10/18/walk-on.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/10/18/walk-on.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 06:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Menikah adalah momentum yang mendebarkan, demikian kata sejuta orang.. atau semilyar barangkali&#8230; Tapi tahukah kamu bahwa momentum berada di mobil pengantin sendirian sebelum berangkat ke gereja untuk penerimaan sakramen pernikahan adalah sesuatu yang juga tak kalah mendebarkan dan mengharukan? Sebagai seorang individu yang hendak &#8216;disatukan&#8217;, momentum tersebut sangatlah penting. Bayangkan, sepanjang apapun perjalananmu semenjak lahir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Menikah adalah momentum yang mendebarkan, demikian kata sejuta orang.. atau semilyar barangkali&#8230;<br />
Tapi tahukah kamu bahwa momentum berada di mobil pengantin sendirian sebelum berangkat ke gereja untuk penerimaan sakramen pernikahan adalah sesuatu yang juga tak kalah mendebarkan dan mengharukan?</p>
<p>Sebagai seorang individu yang hendak &#8216;disatukan&#8217;, momentum tersebut sangatlah penting.<br />
Bayangkan, sepanjang apapun perjalananmu semenjak lahir hingga saat itu, sesusah dan se-menyenangkan apapun jalan hidupmu sebelumnya, se-jaya apapun masa lajangmu serta tak lepas dari berapa puluh ataupun barangkali ratus orang yang telah pernah sanggup kau taklukkan untuk jadi kekasihmu, semuanya akan berakhir saat supir mobil pengantinmu menginjakkan rem untuk menghentikan laju, tepat di depan pintu gereja!</p>
<p>Saat itulah, begitu kau buka pintu dan menapakkan kaki ke halaman gereja, semua orang hadir akan melongok dan melihatmu bukan lagi sebagai kamu yang dulu yang piawai, tapi kamu yang&#8230; <em>&#8220;Busettt! Ini anak berani bener nikahin anak orang? Pake acara sumpah-sumpah segala di depan Allah!?&#8221;</em></p>
<p>Lalu apa yang kulakukan saat itu, saat di mobil pengantin itu?<br />
Segera sesudah mobil bergerak menuju gereja tempat pemberkatan yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan, dari rumah tante yang dijadikan basecamp di Cibubur, aku merenung ke belakang tentang apapun yang telah kualami dan boleh terjadi sedari lahir hingga saat itu, baik-buruk dan susah-senang. Aku biarkan labirin-labirin otakku berekspresi mengenang semua itu, tak kulibatkan hati sedetik pun supaya secara mekanis, otak benar-benar optimal menghadirkan apa yang tanpa tedeng aling-aling bisa dihadirkan saat itu.</p>
<p>Lalu, kira-kira memasuki paruh akhir perjalanan, kuhentikan kenangan, lantas kudaraskan doa.<br />
Bersyukur atas penyertaanNya melalui orang tua, adikku, kerabat serta sahabat dan semua pihak yang telah menaburkan cinta ke dalam hidupku.<br />
Tak ketinggalan, aku mendoakan mereka yang pernah &#8216;singgah di hati&#8217;, mengucap maaf untuk segala salah yang pernah terbuat sekaligus terimakasih atas kasih mereka pada masa mereka&#8230; menatap langit; berharap ia memantulkan itu semua pada mereka.<br />
Masih dalam doaku, aku lalu membayangkan seorang diri sedang menutup pintu hati yang telah lama terbuka, mencangklongkan gembok pada lubang penghubung dahan pintu dengan temboknya, lalu menguncnya. Sesaat sesudahnya kutempelkan sebuah papan pada dahan pintu sebelah kiri dan menuliskan pesan singkat tapi jelas,<strong> &#8220;Maaf, pendaftaran sudah tutup!&#8221; <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>Kira-kira dua lampu lalu lintas menjelang gereja, kukeluarkan pemutar musik digital dari balik saku jas-ku, kusumpalkan corong ke telinga dan kuputar lagu yang telah lama kupersiapkan sebagai bakal &#8216;lagu terakhir&#8217; yang akan kuperdengarkan sebelum aku masuk ke lembaga pernikahan, <em>Walk On &#8211; U2</em>.</p>
<p><em>And love is not the easy thing<br />
The only baggage you can bring&#8230;<br />
And love is not the easy thing&#8230;<br />
The only baggage you can bring<br />
Is all that you can&#8217;t leave behind</em></p>
<p>Degup jantungku yang kian menderu itu seolah bersatu dengan suara Bono menyuarakan kisah tentang langkah tegap seseorang dalam menghadapi kehidupan, apapun itu persoalan dan tikungan-tikungan yang menunggu di depannya.</p>
<p>Happy 2nd anniversary, istriku! Mari terus melangkah bersama!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/10/18/walk-on.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8230;escape</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/09/30/escape.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/09/30/escape.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 07:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetusan]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, kantor tempatku bekerja, sebuah raksasa pengolahan dokumen dunia, mengadakan acara semacam &#8220;show and tell&#8221; tentang apa saja yang ada di portfolio kami masing-masing dalam bidang yang kami sama-sama tekuni, graphic design and web development . Bukan ajang saling pamer, tapi lebih ke soal menggali apa yang menjadi kapabilitas per orang serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="aligncenter" src="http://www.escape-button.com/esc_order.jpg" alt="" width="142" height="153" /></p>
<p>Beberapa hari yang lalu, kantor tempatku bekerja, sebuah raksasa pengolahan dokumen dunia, mengadakan acara semacam <em>&#8220;show and tell&#8221;</em> tentang apa saja yang ada di portfolio kami masing-masing dalam bidang yang kami sama-sama tekuni, graphic design and web development . Bukan ajang saling pamer, tapi lebih ke soal menggali apa yang menjadi kapabilitas per orang serta batasan-batasan yang barangkali justru melalui acara ini bisa didobrak oleh kapabilitas orang lain.</p>
<p>Kami lantas sibuk mempersiapkan diri.<br />
Manajer memberi waktu hingga dua minggu sebagai waktu mempersiapkan portfolio dan 30 menit untuk membawakannya dalam presentasi di depan semua anggota tim.</p>
<p>Jalannya presentasi sendiri berlangsung seru.<br />
Beberapa membawakan dalam format web, aku dan dua orang temanku, sementara yang lain lebih suka membawakan dalam format Powerpoint dan Adobe PDF format document.<br />
Meski patokan awal adalah 30 menit, tapi pada praktiknya tak jarang mblandhang sampai hampir satu jam tergantung pada seberapa banyak pertanyaan dari audiens yang dilayangkan terkait dengan karya-karya yang pernah kami hasilkan.</p>
<p>Di dalam tim, aku tergolong yang paling muda.<br />
Jadi tak seperti yang lainnya, praktis aku tak butuh waktu lama untuk mempresentasikan portfolio yang kususun berdasarkan pengalaman kerjaku sepuluh tahun terakhir lalu menjawab pertanyaan yang kalau kuhitung tak sampai lima dan dengan mudah kujawab. Berbeda jauh dengan teman yang hendak kuceritakan sebagai tokoh utama dari tulisan ini yang jika kuhitung-hitung tak kurang dari lima belas pertanyaan dilayangkan kepadanya selepas presentasinya yang apik.</p>
<p>Aku tak bisa menyebutkan namanya tapi sekadar gambaran, ia adalah yang paling senior baik dari sisi usia maupun pengalaman.<br />
Ia mulai berkiprah sejak komputer grafis masih berupa angan-angan yang tergantung di langit. Dalam presentasinya, ia bercerita betapa dulu ia harus berjuang mati-matian hanya untuk berkoordinasi dengan tukang cetak supaya warna yang ditumpahkan di kertas nantinya tak jauh melenceng dari apa yang dirancangnya di media konsep. Lalu ketika komputer mulai &#8216;masuk&#8217; diperkenalkan di area kerja, ia begitu keranjingan dengan fasilitas &#8220;Paint&#8221;, standard <em>what-so-called graphic design software</em> bawaan Microsoft Windows hingga kini pada akhirnya dengan susah payah, ia menyesuaikan diri dengan beberapa software pengolah grafis termutakhir.</p>
<p>Melalui presentasi yang disampaikan, aku dibuatnya takjub dengan berbagai karyanya yang meski ia bilang sebagai &#8220;sesuatu yang sangat mudah dikerjakan sekarang karena sudah ada banyak software design graphic bertebaran&#8221; tapi tetap memiliki greget sebagai karya yang luar biasa pada masanya. Terlebih saat ia membuka lembar portfolio sampai pada sosok tokoh kartun yang sangat kukenal (dan kuyakin kalian yang tumbuh di era 90-an pasti juga kenal tapi aku tak ingin menyebutnya karena kode etik) yang ternyata adalah karya aslinya! Aku sampai tergeleng-geleng bagaimana ia menjelaskan proses pembuatan dari sangat dasar hingga akhirnya sampai pada proses final yang memakan waktu sangat lama dan membutuhkan tenaga dan daya kreasi yang luar biasa.</p>
<p>Setelah menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang bertubi-tubi datang kepadanya, ia pun menutup presentasinya nan gemilang itu dengan berkata &#8220;Apa yang kusampaikan barusan tentu tak sebanding dengan apa yang kalian capai dalam setidaknya 10 tahun terakhir karena pada dasarnya apa yang kukerjakan dalam waktu bertahun-tahun barangkali bisa dikerjakan anak-anak jaman sekarang dalam waktu 1 bulan menggunakan skillnya!&#8221; Tepuk tangan dan tempik sorak meriap memenuhi ruangan menyambut presentasinya yang luar biasa sementara aku malah termangu dibuatnya.</p>
<p>Aku tercenung sesaat. Aku membayangkan bahwa barangkali ketika usiaku sama dengannya, akupun akan berujar yang sama, merasa bahwa apa yang kukerjakan di masa lalu adalah sebuah hal yang jika dibandingkan dengan kemajuan jaman kala itu nanti menjadi sesuatu yang tak terlalu berarti. Jika saat ini, apa yang kukerjakan adalah &#8220;The Big Wow&#8221;, apa jadinya nanti pada 20-30 tahun mendatang di saat ada milyaran &#8220;Wow&#8221; yang lainnya memenuhi dunia ini?</p>
<p>Presentasi pun usai dibawakan oleh semua anggota tim secara bergiliran tapi rasa penasaran tentang apa yang kupikirkan di atas masih kecamuk.<br />
Kuputuskan untuk menyambangi temanku tadi sekedar untuk memberikan apresiasi tentang tokoh kartun idolaku yang teryata adalah karyanya.<br />
&#8220;<em>It&#8217;s awesome!</em>&#8221; ujarku padanya sambil mengulurkan tangan menyelamati.<br />
&#8220;Thanks, Donny&#8230;tapi apa yang kusampaikan tadi telah menjadi sejarah masa lalu, kan?&#8221;<br />
&#8220;Ah, kau merendah&#8230; semua karya memiliki masanya. <em>And all of yours were the best in that decade, right?</em>&#8221;<br />
Ia hanya mengangkat bahu sembari tersenyum.</p>
<p>&#8220;Hmmm, boleh aku lihat sekali lagi portfoliomu?&#8221; pintaku padanya.<br />
<em>&#8220;Oh, no worries!&#8221; </em></p>
<p>Lalu kamipun duduk. Ia tampak berapi-api menjelaskan kembali bagian demi bagian sama seperti yang ia jelaskan di depan tim tadi. Ia barangkali berharap aku memperhatikan hasil karyanya, tapi bagiku itu tak terlalu penting lagi karena aku sudah tahu bahwa karyanya luar biasa dan itu adalah lebih dari cukup. Justru lebih penting bagiku untuk memperhatikan bagaimana ia membawakan sesuatu yang ia banggakan tentang masa lalu yang telah diraihnya. Aku merasakan betapa ia telah mulai renta tapi semangat dan daya untuk tetap maju adalah sesuatu yang dominan tampak darinya.</p>
<p>Bono, vokalis U2 yang terkenal itu, dalam lagu <strong>Moment of Surrender</strong> menuliskan bagaimana nasib sebuah bintang (dalam arti sesungguhnya; benda langit) yang menua, meredup lalu menjadi sebuah bintang mati yang pekat dan tak berpijar adalah layaknya nasib seseorang yang telah melewati masa jayanya. <em>I did not notice the passers-by And they did not notice me</em> demikian tulisnya. Masa memang memiliki kadaluarsa dalam prespektif manusia yang tinggal di dalamnya dan bukan dari prespetkif manusia yang hidup di masa sesudahnya dan demikianlah terus-menerus selanjutnya.</p>
<p>&#8220;<em>So, what do you think, Donny?</em>&#8221; tanya temanku menoleh ke arahku yang duduk di belakangnya sambil tersenyum menantikan pendapatku menyoal presentasnya.<br />
&#8220;<em>Ah&#8230; as i said before, that&#8217;s fantastic!</em>&#8221; ujarku tersenyum Ia menganguk-angguk sambil tersenyum, layar pun ditutup dan dengan telunjuk tangannya yang mulai bergetar tanpa bisa dikontrolnya, ditekannya tombol escape pertanda pertunjukan telah usai digelar&#8230;</p>
<p><em>*Untuk CR&#8230; You&#8217;re the man!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/09/30/escape.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>U2, Penguasa Dekade 00</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/12/30/u2-penguasa-dekade-00.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/12/30/u2-penguasa-dekade-00.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 17:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[decade]]></category>
		<category><![CDATA[rollingstone]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya tak terlalu mengejutkan ketika majalah musik kesohor, RollingStone, memberi gelar begitu banyak kepada grup rock asal Irlandia, U2 pada edisi khusus dekade 00 (2000 &#8211; 2010) yang beberapa waktu lagi akan kita tinggalkan ini. Bersama Bruce Springteen, MIA, Beyonce, Kaye West, Radiohead, Arcade Fire serta Jack White, U2 dipatenkan menjadi artis/grup band terbaik dekade [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div id="_mcePaste">
<p><img class="alignleft" src="http://i.realone.com/assets/rn/img/4/8/7/8/31248784-31248785-large.jpg" alt="" width="124" height="171" />Sebenarnya tak terlalu mengejutkan ketika majalah musik kesohor, <strong><a href="http://www.rollingstone.com">RollingStone</a></strong>, memberi gelar begitu banyak kepada grup rock asal Irlandia, <strong>U2</strong> pada edisi khusus dekade 00 (2000 &#8211; 2010) yang beberapa waktu lagi akan kita tinggalkan ini.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Bersama <strong>Bruce Springteen, MIA, Beyonce, Kaye West, Radiohead, Arcade Fire</strong> serta <strong>Jack White</strong>, U2 dipatenkan menjadi artis/grup band terbaik dekade ini. Tiga studio album U2 yang dirilis sepanjang dekade ini juga mendapat penghargaan sebagai album terbaik dekade ini, masing-masing adalah <strong>All That You Can&#8217;t  Leave Behind</strong> (ATYCLB &#8211; urutan 13), <strong>No Line on the Horizon</strong> (NLOTH &#8211; 36) dan <strong>How to Dismantle an Atomic Bomb</strong> (HtDaAB di urutan 68). Sementara itu, single kugiran <strong>Beautiful Day</strong> (dari album ATYCLB) berada di urutan ke-9 sebagai lagu terbaik dekade, <strong>Moment of Surrender</strong> (NLOTH) di urutan 36 dan <strong>Vertigo</strong> (HtDaAB) di urutan ke-64.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, di antara begitu banyak grup serta artis baru yang bermunculan dan bertumbangannya banyak grup lama karena kehilangan penggemar, kenapa U2 begitu melejit dan berkilau memasuki usia karir yang ke-30 ini?</p>
</div>
<div><strong>Kembalinya Era Rock</strong></div>
<div id="_mcePaste">
<p>Tak bisa tidak, arus musik dunia yang cenderung menguat ke arah rock n roll di awal milennium sangat menguntungkan U2 yang juga baru &#8216;kembali&#8217; dari era musik eksperimen pada <strong>Zooropa</strong> dan <strong>Pop</strong>, dua album yang dirilis sepanjang dekade 90-an.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>ATYCLB lantas menjadi &#8216;album pembuka&#8217; yang begitu baik untuk U2 membuka dekade 00 dengan menempatkan <strong>Elevation, Beautiful Day</strong> serta <strong>Walk On</strong> sebagai single unggulan. Tak ada looping serta sampling yang mendominasi nyaris semua lagu di album tersebut selain besutan gitar berdistorsi tebal yang dimainkan <strong>The Edge</strong> bertarung dengan <em>low rhytm</em> yang dikawal <strong>Larry</strong> (drum) dan <strong>Adam</strong> (bass) mengiringi <strong>Bono</strong> yang seperti tak bisa diredam keliarannnya dalam berolah vokal meski dengan usia sekalipun.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>HtDaAB adalah mesiu kedua yang meyakinkan banyak penggemar bahwa U2 memang telah benar-benar kembali ke arus rock yang sama dengan ketika mereka meluncurkan <strong>Sunday Bloody Sunday, I Will Follow</strong> dan <strong>Out of Control</strong> nyaris tiga dekade silam.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Tak lebih dari dua tahun setelah <strong>Vertigo World Tour</strong> yang digelar untuk rilis album HTDaAB berakhir, U2 kembali membesut NLOTH sebagai album keduabelas yang dijadikan sebagai penutup dekade serta banyak dibilang sebagai album terbaik sepanjang karir mereka. Irama rock yang kental lewat <strong>Breath, Magnificant </strong>serta <strong>Stand Up</strong>, slow ballad mengulang ONE pada <strong>Moment of Surrender</strong>, serta sedikit sentuhan &#8216;techno&#8217; pada <strong>I&#8217;ll Go Crazy &#8230;</strong> adalah bekal lebih dari cukup untuk Bono dkk membombardir dunia.</p>
</div>
<div>
<p>Dalam hal ini, U2 patut berterimakasih pada <strong>Radiohead, Bruce Springteen, Bob Dylan, Van Halen</strong> hingga<strong> Led Zeppelin</strong> yang lewat album-album mereka di dekade ini (beberapa adalah album reuni) menjaga tensi rock serta menjauhkan dunia dari kembalinya trend rap-metal serta boyband yang entah sisi apa yang mereka jual sebenarnya, suara, musikalitas atau &#8230; penampilan fisik semata&#8230;</p>
</div>
<div><strong>Merasuk ke Jaman</strong></div>
<div id="_mcePaste">
<p>Tanggap dan mau beradaptasi hingga &#8216;merasuk ke jaman&#8217; adalah satu kekuatan lain U2 diluar musikalitas yang jarang dimiliki grup lain.</p>
</div>
<div>
<p>Mereka menyadari betul bahwa musik di era ini bukan melulu berarti kita pergi ke toko musik, mengambil CD dan kaset yang kita suka lalu membayar ke kasir sebelum membawanya pulang. Ini adalah era dimana musik dapat dikaitkan begitu saja di dunia baru yang bernama internet, di-download lalu diputar di alat pemutar musik digital yang besarnya rata-rata bahkan tak lebih dari bungkus rokok yang biasa dipasarkan.</p>
</div>
<div>Bukti yang pertama adalah bagaimana U2 mau membuka diri terhadap tawaran <strong>Apple inc</strong>., produsen <strong>iPod</strong>, untuk menjadi endorsment artists/group pada produk mereka berbarengan dengan diluncurkannya HTDaAB.</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Maka jadilah iPod U2 Exclusive yang dijual terbatas lengkap dengan tanda tangan keempat personel di belakang bodi.</p>
</div>
<div>
<p>Lima tahun sesudahnya, selepas NLOTH mengguncang pasar, U2 kembali berhasil &#8216;membaca&#8217; pasar dan melihat betapa pengaruh <strong>Blackberry</strong> begitu mendunia. Alhasil, <strong>Research in Motion (RIM) </strong>sebagai produsen tunggal Blackberry sepakat menjadi sponsor utama gelaran tur konser 360 yang begitu sukses dan menawarkan ide orisinal.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">Dan yang terakhir, masih hangat dalam ingatan, betapa U2 menjadi pionir dalam hal pembagian hak streaming konser secara cuma-cuma via <strong>Youtube.com</strong>, situs sosial berbasis video streaming.</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Ups, ada yang nyaris terlupa, dalam hal pengoptimalan fungsi website, U2.com adalah salah satu contoh situs yang rajin terupdate, terintegrasi dengan merchandise store serta memiliki sistem keanggotaan yang terintegrasi dengan berbagai macam tawaran &#8216;real&#8217; seperti kemudahan mendapatkan tiket konser, diskon pada beberapa jenis produk yang dijual serta download materi-materi yang khusus diperuntukkan anggota situs.</p>
</div>
<div id="_mcePaste"><strong>Old Soldiers never die!</strong></div>
<div id="_mcePaste">
<p>Analoginya begini, ketika sedang berada di Jogja dan ingin makan ayam goreng dan uang di dompet memungkinkan, aku akan lebih memilih makan di Ayam Goreng Suharti yang jelas-jelas piawai dan kesohor dalam hal mengolah ayam menjadi masakan yang lezat <em>(damn! i miss my Indonesia!)</em> ketimbang <em>fried chicken-fried chicken</em> yang bertebaran di pinggiran jalan bermodalkan dada, paha ayam, tepung terigu dan minyak goreng yang diramu oleh para ahli masak amatiran kelas mahasiswa.</p>
</div>
<div>
<p>Sama halnya dengan musik, ketika pasar kembali mendewakan rock sementara banyak grup yang masih belum berorientasi ke sana, U2 adalah jawaban.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Lebih mudah dan melegakan untuk membongkar kembali koleksi album lama U2 macam <strong>Boy, October, Unforgetable Fire</strong> atau <strong>Joshua Tree</strong> daripada membeli CD baru dari grup musik baru yang belum tentu beraliran rock melainkan masih &#8216;kemungkinan ini group rock&#8217; tersebut.</p>
</div>
<div><strong>Tema Universal</strong></div>
<div id="_mcePaste">Era 00 ditandai dengan begitu banyak peristiwa mengenaskan mulai dari teror (WTC 9/11), perang Irak, bencana alam hingga issue global warming yang mengkhawatirkan. Manusia pun dibuat letih dan issue kasih untuk sesama, penyelematan kemanusiaan serta wajah dunia pada umumnya adalah sesuatu yang jauh lebih tangguh ketimbang &#8220;cinta&#8221;.</div>
<div>
<p>Dan U2 adalah penebar semangat kasih yang revolusioner.</p>
</div>
<div id="_mcePaste">
<p>Adalah benar bahwa All I Want is You itu lagu cinta &#8216;menye-menye&#8217; khusus dari Bono ke Ali, istrinya, tapi selain itu, setidaknya hingga puluhan hits yang mendunia, U2 selalu bercerita tentang indahnya kasih dan cinta terhadap sesama, antar umat manusia.</p>
</div>
<div>Simaklah Walk On yang memuat cerita pilu Aung San Suu Kyi, Where The Street Have No Name yang mengalunkan melodi sendu tentang Afrika lengkap dengan Nelson Mandelanya, Miss Sarajevo yang meneriakkan semangat anti perang di Serbia-Bosnia, hingga One, anthem yang tampaknya bakalan evergreen yang bicara tentang cinta yang terlarang antara sesama jenis.</div>
<div>
<p>Tak semua manusia pada setiap saat mau bicara tentang cinta dengan lawan jenisnya meski pada setiap saat sepanjang hidupnya, mau tak mau, manusia akan berbicara banyak tentang interaksi antar manusia, dan U2 melagukannya dengan sangat baik, kugiran!</p>
</div>
<div>Selamat menyambut tahun baru 2010, dekade ke 21 dalam tarikh masehi.</div>
<div id="_mcePaste">Semoga kita semakin diberkati olehNya dan hidup kita menjadi terang bagi sesama.</div>
<div id="_mcePaste">We&#8217;re one!</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/12/30/u2-penguasa-dekade-00.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir DVD U2</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/03/20/banjir-d-v-d-u2.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/03/20/banjir-d-v-d-u2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 13:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana caramu menikmati hidup dan hasil jerih payah yang telah kau dapatkan? Bagiku, salah satunya adalah dengan membeli apa yang selama ini kita inginkan lalu menikmatinya di saat senggang. Hari rabu minggu lalu, bersama istri sepulang kerja, kami menyempatkan diri untuk pergi ke JB Hifi, toko elektronik dan penjual DVD/VCD/CD hingga laser disc yang sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>
Bagaimana caramu menikmati hidup dan hasil jerih payah yang telah kau dapatkan?<br />
Bagiku, salah satunya adalah dengan membeli apa yang selama ini kita inginkan lalu menikmatinya di saat senggang.</p>
<p>
Hari rabu minggu lalu, bersama istri sepulang kerja, kami menyempatkan diri untuk pergi ke JB Hifi, toko elektronik dan penjual DVD/VCD/CD hingga laser disc yang sangat terkenal di seantero Australia. Sejak beberapa minggu yang lalu, aku sudah mengincar untuk membeli beberapa DVD konser U2 yang belum aku miliki dan setelah berunding dengan istri (karena jumlahnya cukup banyak dan harganya lumayan mahal) akhirnya terbelilah DVD-DVD itu.</p>
<p>
Hati senang? Pasti!<br />
Bersyukur? Harus! <br />
Hanya Tuhan yang memampukanku untuk berpenghasilan, Ia pula yang memberi saya otak, hati, talenta serta selera untuk menjadi penggemar berat grup musik hebat, U2!
</p>
<p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0247.jpg" alt="U2" /></p>
<p/>
<p><b>U218 Videos<br /></b><br />
Berisi 19 video plus 9 extra!<br />
Dikeluarkan dua tahun sesudah album How to Dismantle an Atomic Bomb dan tiga tahun sebelum No Line on the Horizon.<br />
Video yang wajib ditonton adalah Walk On, lagu yang sangat menyemangati yang ditujukan untuk apresiasi terhadap perjuangan Aung San Suu Kyi.
</p>
<p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0248.jpg" alt="U2" /></p>
<p><b>The Best of 1990-2000 Videos<br /></b><br />
memuat 16 video &#8220;jawara&#8221; koleksi U2 tahun 1990 &#8211; 2000.<br />
Yang paling menarik adalah Miss Sarajevo, lagu sendu tentang perang di Sarajevo, featuring Luciano Pavarotti.</p>
<p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0249.jpg" alt="U2" /></p>
<p><b>Rattle and Hum Videos<br /></b><br />
Adalah rangkaian konser pendukung album Joshua Tree(1987).<br />
Ada dua video yang paling menarik di antara 20 yang termuat di keping DVD. I Still Havent Found What Im Looking For, dinyanyikan di gereja bersama anggota koor yang kebanyakan orang afro-amerika, dan yang satu lagi adalah Where the Streets Have No Name yang dimainkan secara sangat baik dan bersemangat muda, karena waktu itu mereka memang masih muda <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0250.jpg" alt="U2" /></p>
<p><b>Under a Blood Red Sky<br /></b><br />
Menurutku ini adalah konser yang paling powerfull! Berisi 17 lagu.<br />
Tantangan terberat menonton DVD ini adalah karena U2 waktu itu belum memiliki hits-hits seperti With or Without You, One, Beautiful Day apalagi Moment of Surrender.<br />
So, bisakah kamu mencintai U2 dengan mengandalkan Out of Control, I Will Follow, dan ahhh iya untung masih ada Sunday Bloody Sunday <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0251.jpg" alt="U2" /></p>
<p><b>Zoo, Live From Sydney<br /></b><br />
Lagu-lagunya banyak bener!  23 lagu!<br />
Menarik karena si Bono berdandan ala Macphisto pada paruh akhir konser.<br />
Yang lebih menarik lagi karena di lagu Mysterious Ways, penarinya adalah Morleigh Steinberg, orang yang pada tahun 2002 lantas diperistri The Edge.</p>
<p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0252.jpg" alt="U2" /></p>
<p><b>No Line on the Horizon Exclusive Box Set<br /></b><br />
Dan, ini gongnya!<br />
Kutunggu sejak pre-order melalui Amazon.Com sebulan yang lalu akhirnya minggu kemarin datang juga!<br />
Rada nyesel sih kenapa aku nggak beli di JB Hifi saja dan nggak usah jauh-jauh beli ke Amazon meski harganya sedikit lebih mahal di sini.<br />
Tapi nggak nyesel dan sangat-sangat jauh dari nyesel melihat konten exclusive BoxSet ini: CD, DVD (termasuk vclipnya Gets On Your Boots), poster dan buku foto 64 halaman karya Anton Corbijn! Memukau!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/03/20/banjir-d-v-d-u2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review No Line on the Horizon</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/03/05/review-no-lineonthe-horizon.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/03/05/review-no-lineonthe-horizon.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 13:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Kalau disuruh menyebut lima kata yang menggambarkan album terbaru U2 bertajuk No Line on the Horizon, maka kata-kata itu adalah rock, kontemplatif, energik, dinamis, melodius. Kalau disuruh menyingkatnya menjadi satu kata saja maka tiada lain selain: GILA! Usai sudah penantian panjang itu! Lima tahun&#8230; ya, lima tahun setelah release How to Dismantle an Atomic Bomb [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p align="center"><img src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0229.jpg" alt="U2" /></p>
<p>
Kalau disuruh menyebut lima kata yang menggambarkan album terbaru <a href="http://www.u2.com">U2</a> bertajuk <a href="http://www.nolineonthehorizon.com">No Line on the Horizon</a>, maka kata-kata itu adalah rock, kontemplatif, energik, dinamis, melodius. Kalau disuruh menyingkatnya menjadi satu kata saja maka tiada lain selain: GILA!</p>
<p>
Usai sudah penantian panjang itu!<br />
Lima tahun&#8230; ya, lima tahun setelah release <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/How_to_Dismantle_an_Atomic_Bomb">How to Dismantle an Atomic Bomb (2004)</a>, per 2 Maret 2009 yang lalu (27 February 2009 direlease di Irlandia, Belanda, Jerman dan Australia) U2 secara resmi menggeber No Line on The Horizon sebagai album studio yang ke-12 yang direlease sejak awal karir mereka di akhir dekade 1970-an yang lampau.</p>
<p>
Dan akhir dari penantian panjang ini bukan hanya oase, bukan sebuah basa-basi.<br />
Album ini adalah sebuah album yang &#8220;benar-benar&#8221; sebenarnya.<br />
Bukan hanya album yang &#8220;asal-asalan&#8221; yang asal memenuhi kerinduan para U2 mania, asal bisa semakin menggendutkan pundi-pundi uang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bono">Bono</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Larry_Mullen,_Jr.">Larry Mullen Jr</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adam_Clayton">Adam Clayton</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Edge">The Edge</a>, oh jauh dari itu! Sama sekali jauhnya!</p>
<p>
<img class="tekskiri" src="http://www.donnyverdian.net/images/foto/donnyverdian0230.jpg" alt="No Line on the Horizon" />No Line on the Horizon adalah karya prestisius dan ambisius!<br />
Bahkan seorang Larry Mullen Jr, drummer U2, bisa berujar bahwa sepanjang kariernya ia tak pernah menemui materi yang sebagus di album ini. Dan kenyataannya memang demikian, sejak <i>No Line on The Horizon</i> yang dipasang di track pertama hingga akhir <i>Cedar of Lebanon</i> yang melodius yang ada di track terakhir, kita seperti digelontori sebuah karya indah yang sambung-menyambung!</p>
<p>
Kalau boleh aku bilang lagi, mendengarkan keseluruhan 11 lagu yang ada di album itu tanpa kita melihat siapa U2-nya agaknya membuat kita merasa bahwa album ini seperti buatan anak umur 30 tahunan yang masih energik tapi sudah berkonsep, sama sekali tak bisa kita sangka bahwa menjelang usia setengah abad para personilnya, U2 masih mampu mendaraskan himne rock and roll yang sejati dan &#8220;fatty&#8221; ini!</p>
<p>
Kekuatan album ini menurutku tetap bersandar pada karakter U2 yang sudah sangat matang. Mereka tidak memasukkan unsur-unsur yang kelewat baru dalam album ini selain ide dan semangat.</p>
<p>
Dari sisi lirik misalnya, karakter seorang Bono dan sesekali dibantu The Edge, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brian_Eno">Brian Eno</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Daniel_Lanois">Daniel Lanois</a> tampak betul menjadi tulang punggung setiap lagu.<br />
Cinta dibicarakan sebagai sesuatu yang universal mungkin kedengarannya sudah bukan hal yang baru lagi, tapi menurutku U2 kali ini justru tidak berbicara tentang cinta yang mendalam dan mendayu atau cinta yang sok universal, tapi U2 lewat lirik-liriknya adalah entitas yang menghampiri cinta itu sendiri dan memandangnya dari luar!</p>
<p>
Coba dengarkan <i>Stand up Comedy</i> dan dengarkan Bono bicara tentang cinta yang tak digelontorkan sedemikian besarnya.<br />
Cinta yang juga harus diusahakan dengan usaha yang terbaik <i>&#8220;Stop helping God across the road like a little old lady&#8221;</i><br />
Tapi di bagian bridge, masih pada lagu yang sama, pengukuhan cinta sebagai sesuatu yang &#8220;tertinggi&#8221; dimuntahkan dengan sangat kuat melalui lirik <i>&#8220;God is love, And love is evolutions very best day&#8221;</i><br />
&#8220;God is love&#8221;?<br />
Ya, nggak salah, kalian nggak salah, kata-kata itu memang diambil Bono dari Injil, seperti yang biasa ia lakukan pada banyak lagu-lagu lainnya.</p>
<p>
Atau hampiri juga <i>Magnificent</i>, selain keywords <i>&#8220;Only love can reset your mind&#8221;</i> kalau menurutku justru bagian lirik di bawah ini adalah bagian yang terbaik:</p>
<p>
<i>Only love<br />
Only love can leave such a mark<br />
But only love<br />
Only love can heal such a scar<br /></i></p>
<p>
Masih dalam hal lirik, satu hal menarik lainnya yang menurutku adalah hasil adaptasi mereka terhadap gegap gempita media IT, adalah dengan meletakkan beberapa &#8220;jargon&#8221; IT di lagu <i>Unknown Caller</i>:</p>
<p><i><br />
Restart and re-boot yourself<br />
Youre free to go<br />
Oh, oh<br />
Shout for joy if you get the chance<br />
Password, you, enter here, right now</i></p>
<p>
Terus terang, lagu yang beberapa bagiannya dikerjakan di taman terbuka sebuah hotel di Fez, Maroko, Afrika Utara itu adalah salah satu yang paling kusukai dari album ini.</p>
<p>
Dari sisi musikalitas? Oh No! Kalau aku dianugerahi sepuluh jempol barangkali aku tetap harus menebas jempol orang lain untuk memberikan 100 thumbs up!</p>
<p>
Sisi yang lebih banyak diambil alih oleh The Edge sebagai arsitek ini bukan menjadi sisi pendukung keunggulan lirik yang dikomandoi Bono. Ia bukan pula sebagai pattern yang selalu sama dari lagu ke lagu dari album ke album. Musikalitas U2 selalu beranjak dinamis dari album ke album!</p>
<p>
Dua hal yang paling kusukai dari album ini adalah efek sampling yang thanks God dikurangi begitu banyak dan &#8220;penggemukan&#8221; karakter sound secara keseluruhan sehingga menjadikannya lebih rock n roll, lebih garang.<br />
Terus terang sebagai seorang yang konvensional dalam hal musik, aku sempat sangat tidak bisa menikmati album <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zooropa">Zooropa</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pop_(album)">Pop</a> yang penuh dengan sampling-sampling &#8220;nggak keruan&#8221; dan lebih menjagokan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/All_That_You_Can%27t_Leave_Behind">All That You Cant Leave Behind</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/How_to_Dismantle_an_Atomic_Bomb">How to Dismantle an Atomic Bomb</a> serta <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Joshua_Tree">Joshua Tree</a>, tentu saja sebelum <i>No Line on the Horizon</i> direlease.</p>
<p>
Kita mulai saja dari si pemain bass Adam Clayton.<br />
Permainan bas mantan tunangan Naomi Campbell ini sangat kentara memberi &#8220;sesuatu yang istimewa&#8221; pada beberapa lagu seperti <i>Gets on Your Boots</i>, <i>Unknown Caller</i> serta bagian akhir <i>Cedars of Lebanon</i> dimana ia bersama dengan The Edge memainkan satu melodi yang sama. Ia bukan pelengkap ataupun pemberi layer pada snare dan bass drum Larry Mullen Jr, tapi justru disinilah keistimewaan U2 dimana semenjak dulu, grup musik asal Irlandia ini tak jarang menempatkan bass dan drum sebagai pemelihara ritme dan sekaligus memberikan pattern-pattern rhytm, sesuatu yang di band lain biasa diberikan pada gitar maupun keyboard.</p>
<p>
Permainan Larry Mullen Jr masih tetaplah sama dan boleh dibilang ia tetap landasan yang kokoh tak hanya bagi kelahiran U2 dimana ia menjadi Sang Pemula-nya, tapi juga pada setiap lagu yang membutuhkan kehadiran permainan drumnya.</p>
<p>
Yang lain yang ada di album ini adalah penggarapan sound dari permainan drumnya yang menawan!<br />
Inovasi seperti merekam suara drumnya secara live di lagu <i>Unknown Caller</i> (di Fez Maroko) serta penajaman karakter suara simbalnya seperti tampak di <i>Momment of Surrender</i> adalah hal sesuatu yang luar biasa.<br />
Nuansa dan ketebalan drum set yang dimainkannya jadi tak se-flat biasanya.</p>
<p>
The Edge? Ah apa yang perlu diulas dari Sang Profesor itu?<br />
Permainan gitarnya kalau kubilang mengalami improvisasi yang sangat kentara ketimbang album sebelumnya. Satu ciri yang kuyakin diamini oleh semua orang yang mendengarkan album ini adalah adanya penggemukan karakter sound distorsinya.<br />
Simak saja <i>Breathe</i>, <i>Gets on Your Boots</i> atau yang sangat tampak adalah <i>Unknown Caller</i>.</p>
<p>
Ia memang tetap tak memainkan melodi-melodi super cepat seperti gitaris lainnya angkatannya, juga tak memainkan melodi distorsi kotor yang sederhana khas Seattle Sound 90an, tapi ia adalah ia, The Edge bisa melakukan drive terhadap gitarnya seperti menyuarakan dan menampilkan sosoknya dalam balutan chord-chord sederhananya.</p>
<p>
Ada lagi?<br />
Yup! Pada beberapa lagu, pemakaian sound garage organ (organ mirip organ-organ gereja) memperkaya sound lagu. Simak pada <i>Moment of Surrender</i> dan <i>Unknown Caller</i>.</p>
<p>
Lalu pemakaian suara yang dihasilkan dari tepukan tangan (claps) pada <i>Moment of Surrender</i> adalah sesuatu yang brillian! Pada lagu yang menurutku paling sendu dan sekaligus kontemplatif itu, tepukan tangan pada bagian intro lagu memberikan tambahan sentuhan &#8220;manusia&#8221;.</p>
<p>
Aku jadi tak bisa membayangkan bagaimana nanti aransemen U2 pada lagu ini ketika dibawakan secara live.<br />
Sudah pasti kita akan terhibur seperti halnya ketika kita diajak berteriak &#8220;No more&#8221; sambil bertepuk tangan di tengah lagu <a href="http://donnyverdian.net/196-Sunday-Bloody-Sunday.html"><i>Sunday Bloody Sunday</i></a> yang legendaris itu!</p>
<p>
Lalu kalau ditanya soal lagu yang terbaik, meski di awal kubilang semua lagunya adalah yang terbaik, maka tak bisa kumengelak menjawab untuk memberikan list terurut dari yang terbaik sebagai berikut:</p>
<p><i><br />
&#8220;Moment of Surrender&#8221;<br />
&#8220;Unknown Caller&#8221;<br />
&#8220;Ill Go Crazy If I Dont Go Crazy Tonight&#8221;<br />
&#8220;Stand Up Comedy&#8221;<br />
&#8220;Get on Your Boots&#8221;<br />
&#8220;Magnificent&#8221;<br />
&#8220;No Line on the Horizon&#8221;<br />
&#8220;White as Snow&#8221;<br />
&#8220;Breathe&#8221;<br />
&#8220;Fez ? Being Born&#8221;<br />
&#8220;Cedars of Lebanon&#8221;</i></p>
<p>
So tunggu apalagi? Dapatkan CD dan exclusive box setnya baik dari toko-toko kaset di Indonesia maupun dari <a href="http://www.amazon.com/Line-Horizon-Limited-Poster-Book/dp/B001O5W6CK/ref=pd_bbs_sr_2?ie=UTF8&#038;s=music&#038;qid=1236291671&#038;sr=8-2">Amazon.Com</a>.<br />
Atau mau bajakan? Ah aku tak berani menganjurkannya karena bagaimanapun juga aku akan sangat malu kalau harus membajak lagu-lagu terbaik dari sebuah grup terbaik sepanjang masa itu!
</p>
<p>
Sumber info <a href="http://www.u2.com">U2.com</a>, <a href="http://www.U2-Indonesia.com">U2-Indonesia.com</a>, <a href="http://www.wikipedia.org">Wikipedia</a>, <a href="http://promo.q4music.com/q4music/u2/inside.shtml">Q Magazine (Jan09 Edition)</a></p>
<p>Sumber foto dari <a href="http://www.gossipboulevard.com/wp-content/uploads/2008/12/u2nolineon.jpg">sini</a> dan <a href="http://www.therockdose.com/wp-content/uploads/2009/01/u2-no-line-on-the-horizon-thumb.jpg">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/03/05/review-no-lineonthe-horizon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Two Hearts Beat As One</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/09/20/two-hearts-beat-as-one.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2008/09/20/two-hearts-beat-as-one.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 13:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Kepergian Bono bersama Ali, istrinya, untuk berbulan madu ke Afrika tak hanya berarti having fun saja. Ketika mereka sedang berada di Karibia, Two Hearts Beat As One pun tercipta olehnya. Lagu ini lagu cinta? Sepertinya demikian tapi, ah bukan Bono namanya kalau ia tak bisa misterius dalam melemparkan sebuah ide melalui jalinan kata yang membentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p align="center"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/uIuAFBRyjj4&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/uIuAFBRyjj4&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object>
</p>
<p>
Kepergian <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bono">Bono</a> bersama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ali_Hewson">Ali</a>, istrinya, untuk berbulan madu ke<br />
Afrika tak hanya berarti having fun saja. Ketika mereka sedang berada di Karibia, <i>Two Hearts Beat As One</i> pun tercipta olehnya.</p>
<p>
Lagu ini lagu cinta?<br />
Sepertinya demikian tapi, ah bukan Bono namanya kalau ia tak bisa misterius dalam melemparkan sebuah ide melalui jalinan kata yang membentuk lirik lagu.<br />
Tapi satu hal yang pasti, <i>Two Hearts Beat As One</i> adalah lagu yang tersimpan pada track ke tujuh dari album ketiga <a href="http://www.u2.com">U2</a>, <i>War</i>.</p>
<p>
Boleh jadi nyawa lagu ini terletak pada permainan <i>bassline</i> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adam_Clayton">Adam Clayton</a> yang sangat khas.<br />
Sejak awal hingga akhir lagu, permainan lelaki kelahiran 13 Maret 1960 dan yang pernah dekat dengan supermodel <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naomi_Campbell">Naomi Campbell</a> ini<br />
memang kentara sementara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Edge">The Edge</a> hanya memberikan <i>riff-riff</i> medium yang tak terlalu menonjol mengiringi Bono yang menyanyikan liriknya.</p>
<p>
Pembuatan videoclip <i>Two Hearts Beat As One</i> dikerjakan di Montmartre, Paris pada bulan Maret 1983 dengan melibatkan aktor <a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Peter_Rowan_(actor)&#038;action=edit&#038;redlink=1">Peter Rowan</a>, akan tetapi tidak seperti video-video lain yang ada di<br />
dalam album, video klip ini tidak dimasukkan dalam video klip kompilasi, entah mengapa.</p>
<p>
Menilik dari sisi live performance-nya, <i>Two Hearts Beat As One</i> pertama kali dimainkan pada 26 Februari 1983 pada penampilan pertama <i>War Tour</i> dan nyaris selalu dimainkan<br />
dalam setiap konser tur tersebut. Pada putaran kedua War Tour hingga putaran keempat <i>Unforgettable Fire Tour</i>, lagu ini biasa dimainkan berbarengan sesudah lagu &#8220;Surrender&#8221;.<br />
Sejak saat itu Two Hearts Beat As One semakin jarang dimainkan dan tercatat 29 April 1985 adalah tour terakhir dimana U2 memainkan lagu ini.<br />
Akan tetapi, fakta juga mencatat bahwa meski tak dimainkan secara utuh, <i>encore</i> lagu ini pernah juga dimainkan pada <i>LoveTown Tour</i> pada 27 Desember 1989 di Dublin.<br />
Di masa-masa yang akan datang sangat mungkin Bono dan kawan-kawan memainkan lagi lawas tersebut seperti yang pernah terjadi pada Konser di Slane Castle, 2001,<br />
ketika tiba-tiba U2 membawakan single dalam album pertama mereka, <a href="http://donnyverdian.net/157-BOY,-Sisa-Punk-70-an-?.html">Boy</a>, yaitu <a href="http://donnyverdian.net/146-Out-of-Control.html">Out of Control</a>.</p>
<p>
So, seperti apa lirik lagu yang juga adalah single kedua dari album War ini ?<br />
Simak berikut ini</p>
<p>
<strong>Two Hearts Beat As One</strong></p>
<p>
I dont know, I dont know which side Im on.<br />
I dont know my right from left or my right from wrong.<br />
They say Im a fool, they say Im nothing<br />
But if Im a fool for you oh, thats something.<br />
Two hearts beat as one.<br />
Two hearts beat as one.<br />
Two hearts.</p>
<p>
I cant stop to dance<br />
Honey, this is my last chance<br />
I said, cant stop to dance<br />
Maybe this is my last chance.<br />
Two hearts beat as one.<br />
Two hearts beat as one.<br />
Two hearts.</p>
<p>
Beat on black, beat on white<br />
Beat on anything, dont get it right.<br />
Beat on you, beat on me, beat on love.</p>
<p>
I dont know<br />
How to say whats got to be said<br />
I dont know if its black or white<br />
Theres others see it red<br />
I dont get the answers right<br />
Ill leave that to you<br />
Is this love out of fashion<br />
Or is it the time of year?<br />
Are these words distraction<br />
To the words you wanna hear?<br />
Two hearts beat as one.<br />
Two hearts beat as one.<br />
Two hearts.</p>
<p>
I try to spit it out<br />
Try to explain.<br />
The way I wanna feel<br />
Oh, yeah, two hearts.</p>
<p>
Well I cant stop to dance.<br />
Maybe this is my last chance.<br />
And I said, I cant stop to dance.<br />
Maybe this is my last chance.<br />
I said dont stop to dance<br />
Maybe this is my last chance.<br />
I said I cant stop to dance.<br />
Maybe this is our last chance.<br />
I said dont stop to dance.<br />
Maybe this is our last chance.<br />
Oh, oh</p>
<p>
Sumber:</p>
<p><a href="http://www.songfacts.com">SongFact</a>, <a href="http://www.wikipedia.org">Wikipedia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2008/09/20/two-hearts-beat-as-one.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Refugee</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2008/09/11/the-refugee.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2008/09/11/the-refugee.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 13:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[U2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wordpress/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Setelah cukup banyak membaca artikel tentang lagu-lagu U2 utamanya yang dirilis pada awal-awal karier mereka, dekade 80-an, ternyata ada cukup banyak lagu yang sebenarnya bagus namun sayangnya tak pernah dibawakan secara live oleh band asal Irlandia ini. Padahal konon, dan tampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan penggemar lebih banyak menantikan bagaimana band kesayangan mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p align="center"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kdcvsZRij40&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/kdcvsZRij40&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>
Setelah cukup banyak membaca artikel tentang lagu-lagu <a href="http://www.u2.com">U2</a> utamanya yang dirilis pada awal-awal karier mereka, dekade 80-an, ternyata ada cukup banyak lagu<br />
yang sebenarnya bagus namun sayangnya tak pernah dibawakan secara <i>live</i> oleh band asal Irlandia ini. Padahal konon, dan tampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan penggemar<br />
lebih banyak menantikan bagaimana band kesayangan mereka membawakan lagu di atas panggung ketimbang hanya mendengarkan <i>studio version-</i>nya saja.<br />
Ibarat pelukis, tantangan untuk membawakan lagu secara live itu bak beranikah ia menggambar sebuah obyek langsung di hadapan penggemar yang tentu sangat mengagumi proses demi<br />
proses yang terjadi hingga lukisan utuh terselesaikan.</p>
<p>
Demikian juga halnya dengan <strong>The Refugee</strong>, lagu keenam yang termuat dalam album ketiga U2, <i>War</i>.<br />
Lagu yang memiliki durasi sepanjang 3:40 menit dan diproduseri oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bill_Whelan">Bill Whelan</a> ini sebenarnya cukup bagus.<br />
Diawali dengan suara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cowbell_(instrument)"><i>cowbell</i></a> selama 4 birama yang melaju sendirian<br />
(tak mutlak sendirian sebenarnya karena pada dua birama terakhir suara drum <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Larry_Mullen,_Jr.">Larry Mullen Jr</a> mulai masuk),<br />
lagu ini sebenarnya menawarkan kekayaan bunyi perkusi yang sangat rancak dipadu dengan <i>drum set</i> yang dimainkan Larry Mullen Jr pada saat yang bersamaan.<br />
Seperti dalam <a href="http://donnyverdian.net/205-New-Years-Day.html">New Years Day</a>, pada The Refugee <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Edge">The Edge</a><br />
seolah membiarkan Larry Mullen Jr bermain-main dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adam_Clayton">Adam Calyton</a> (bass) pada bait-bait lagu sementara baru pada<br />
penggalan-penggalan akhir bait serta keseluruhan reffrein, riff gitar The Edge yang banyak dimainkan dengan menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Slide_guitar">slide guitar</a><br />
mendominasi.</p>
<p>
Mendengarkan The Refugee tanpa kita harus tahu artinya terlebih dahulu adalah layaknya mendengarkan sebuah mars yang menggebu-gebu dan menghentak-hentak penuh semangat.<br />
Aku adalah orang yang percaya bahwa semangat dalam lagu tak harus dibangun dengan musik garang atau makna lirik yang meledak-ledak saja, akan tetapi artikulasi dan penekanan emosi<br />
dari sang vokalis dalam mengucapkan kata per kata yang ada dalam lirik lagu itu adalah kuncinya. Dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bono">Bono</a>, ah lagi-lagi dia,<br />
sangat mengerti bagaimana membuat The Refugee menjadi lebih kuat karena gaya pengucapan kata-katanya yang kuat tanpa harus berteriak-teriak.</p>
<p>
Lalu apa sebenarnya makna yang dibawakan U2 dalam The Refugee?<br />
Entahlah, tapi yang jelas dari apa yang kubaca, The Refugee kemungkinan berbicara mengenai perjuangan hidup imigran Irlandia-Amerika dan Afrika-Amerika.<br />
Perjuangan imigran yang harus pergi dari negaranya karena peperangan.<br />
Perjuangan seorang refugee.</p>
<p>
<strong>The Refugee</strong></p>
<p>
War, war<br />
Shes the refugee<br />
I see your face<br />
I see you staring back at me<br />
War, war<br />
Shes the refugee<br />
Her mama say one day<br />
Shes gonna live in America</p>
<p>
In the morning, she is waiting<br />
Waiting for the ship to sail<br />
Sail away</p>
<p>
War, war<br />
Her papa go to war<br />
He gonna fight, but he dont know what for<br />
War, war<br />
Her papa go to war<br />
Her mama say one day<br />
Hes gonna come back from far away</p>
<p>
Help me<br />
How can you help me?</p>
<p>
In the evening<br />
She is waiting<br />
Waiting for her man to come<br />
And take her by her hand<br />
And take her to this promise land</p>
<p>
War, war<br />
Shes a pretty face<br />
But at the wrong time<br />
In the wrong place<br />
War, war<br />
Shes a pretty face<br />
Her mama say one day<br />
Shes gonna live in America<br />
Yeah, America</p>
<p>
War, war<br />
Shes a refugee<br />
Shes coming back, shes coming, keep you company<br />
War, war<br />
Shes a refugee<br />
Her mama say one day<br />
Shes gonna live in America</p>
<p>
Sumber:</p>
<p><a href="http://www.songfacts.com">SongFact</a>, <a href="http://www.wikipedia.org">Wikipedia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2008/09/11/the-refugee.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

