<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; vintage</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/vintage/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hipstamatic</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 07:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[hipstamatic]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan di postingan sebelum ini. Begini isinya, &#8220;Don, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?&#8221; Hehe, baiklah&#8230;. Foto-foto yang kujepret saat acara syukuran ulang tahun istriku hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TIhUA4jXuxI/AAAAAAAAAE0/jMVqkLxCZm8/G_Photo_2.jpg" alt="" width="192" height="190" />Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan di <a href="http://donnyverdian.net/2010/09/06/kali-ini-to-the-point.html"><strong>postingan sebelum ini</strong></a>. Begini isinya,</p>
<p><em>&#8220;Don, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?&#8221;</em></p>
<p>Hehe, baiklah&#8230;.<br />
Foto-foto yang kujepret saat acara syukuran ulang tahun istriku hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan &#8216;mode&#8217; seperti itu.<br />
Aku sedang tergila-gila pada aplikasi iPhone yang bernama <a href="http://hipstamaticapp.com/"><strong>Hipstamatic!</strong></a> Hipstamatic adalah aplikasi seharga 2.95 AUD yang bisa diinstall di piranti iPhone dan memanfaatkan kamera yang menempel (embed) di iPhone serta pengolahan gambar digital, ia menghadirkan foto-foto dalam nuansa kuno/analog ala 1970-1980an. Hipstamatic sendiri aslinya adalah nama sebuah kamera yang digagas pada November 1982 oleh <a href="http://hipstamatic.com/"><strong>Bruce and Winston Dorbowski</strong></a> dengan tujuan awal membuat kamera dengan harga lebih rendah dari kamera yang sedang beredar di pasaran kala itu.  Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kuceritakan terkait dengan Hipstamatic ini.</p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://lh5.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TId8yCJNRqI/AAAAAAAAAEg/XSCaSCMtZok/G_Photo_1.jpg" alt="" width="192" height="190" />Proses olah digital yang disamarkan dengan proses pemotretan</strong><br />
Kalau kalian motret dengan kamera digital lalu memainkan efek-efek digital di software pengolah gambar sehingga menimbulkan efek kuno/analog, itu adalah dua proses yang tak bisa disatukan yaitu, memotret lantas mengolah. Nah, dengan Hipstamatic ini kita tak perlu lagi mengolah karena proses pengolahannya telah dikerjakan aplikasi dan seolah-olah disatukan dengan proses menjepret, modularisasi. Jadi, begitu kalian menjepret, tampilan mengisyaratkan proses tunggu untuk &#8220;developing&#8221; beberapa detik dan jadi!</p>
<p><strong>Lensa, Film dan Flash &#8216;lepasan&#8217;</strong><br />
Satu hal yang menarik dalam menjalankan hobi fotografi adalah bagaimana kita mampu memfasilitasi ide dan obyek pemotretan dengan mengkombinasikan alat fotografi terutama dengan lensa serta flash yang bisa diganti-ganti, lepasan. Namun, yang jadi tak menarik adalah ketika itu semua harus berhadapan dengan yang namanya biaya. Tentu kalian semua mengerti betapa beratnya menjalankan fotografi sebagai hobi karena mahalnya piranti-piranti seperti lensa dan flash bahkan konon ada banyak lensa yang harga satuannya sudah bisa untuk beli satu rumah jadi tipe sedang di kota-kota di Indonesia.</p>
<p>Nah, dalam aplikasi Hipstamatic, kita pun diberi keleluasaan untuk menambah lensa, flash dan bahkan film dengan cara membelinya secara terpisah di Application Store tentu dalam wujud virtual meski bayarnya ya tetap pake uang beneran.<br />
Dibandingkan dengan beli lensa dan flash asli, &#8216;belanja&#8217; di Application Store untuk kebutuhan &#8216;piranti fotografi&#8217; Hipstamatic tak ada apa-apanya. Hingga saat ini, harga lensa maupun film dan flash tambahan dipatok tak lebih mahal dari sebungkus rokok yaitu sekitar 0.99 cent.<br />
Murah bukan?</p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://lh3.ggpht.com/_bZbE1zcmZyA/TIhUmK7-YfI/AAAAAAAAAE4/BkMnEM7fG1o/G_Photo_3.jpg" alt="" width="192" height="190" />Motret tanpa mikir</strong><br />
Para pelaku hobi fotografi digital dengan taraf serius biasanya selalu mikir panjang sebelum motret karena mereka berorientasi pada bagus/tidaknya hasil foto mereka (dan semoga bukan karena mahalnya peranti fotografi yang telah mereka beli). Sementara dengan Hipstamatic, kita tak perlu mikir karena bisa dibilang hasil akhir pemotretan tak bisa ditebak tergantung keadaan objek dan bagaimana rangkaian lensa-flash-film mengolahnya. Barangkali ada yang bertanya, wah berarti semangatnya  sama dengan apa yang ditawarkan dengan kamera-kamera jenis Lomography dong? Absolutely yes karena heyyy&#8230;. para pecinta lomography, bahkan kalian bisa menemukan sang legendaris helga lens di Hipstamatic lho!</p>
<p><strong>Sebar&#8230; Sebarkan!</strong><br />
Kombinasi antara Hipstamatic dan Social Media (Flickr dan Facebook) adalah kerjasama yang apik. Selesai memotret dan melihat hasil, kalian bisa langsung mengunggah (halahh.. maksudnya meng-upload) hasil jepretan ke Facebook maupun Flickr. Jadi, nggak pake lama, kalian sudah bisa pamer ke teman-teman sejaringan tentang foto terbaru yang dipotret a minute ago! Meski demikian, khusus yang satu ini, aku menunggu feature tambahan untuk feature upload ke Google Photos/Picasa karena kebetulan aku tak menggunakan Flickr.</p>
<p>Nah, jadi buat kamu yang tiba-tiba mengirim pesan, di atas  jawabanku <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Penjuru</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 17:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tustel]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[penrose park]]></category>
		<category><![CDATA[photo]]></category>
		<category><![CDATA[vintage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas. Beberapa minggu yang lalu di sebuah Ahad yang kerontang, bersama istri dan ibu mertua, aku pergi ke Penrose Park, sebuah tempat peziarahan umat Katolik yang letaknya sekitar 150 km dari kota Sydney, NSW, Australia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.</em></p>
<p>Beberapa minggu yang lalu di sebuah Ahad yang kerontang, bersama istri dan ibu mertua, aku pergi ke <strong>Penrose Park</strong>, sebuah tempat peziarahan umat Katolik yang letaknya sekitar 150 km dari kota Sydney, NSW, Australia.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 495px">
	<img class=" " src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5QZcEnI/AAAAAAAAAMw/SGowxXAy9UM/001.jpg" alt="Sacred Place - Pintu gerbang menuju tempat peziarahan." width="495" height="330" />
	<p class="wp-caption-text">Sacred Place - Pintu gerbang menuju tempat peziarahan.</p>
</div>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5rzPFDI/AAAAAAAAAM0/nxDyTaEIZIQ/s640/002.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<p>Penrose Park bagiku pada akhirnya bukan lagi hanya bermakna sebagai tempat ziarah dan berdoa saja.<br />
Ia lebih cenderung menjadi batu penjuru yang layak untuk dikunjungi tiap-tiap aku mengenang tentang migrasiku ke Australia.<br />
Satu setengah tahun silam, satu tahun yang lalu, kemarin dan waktu-waktu yang akan datang&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5oOdIxI/AAAAAAAAAM4/32BVMCfMLyg/s640/003.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 427px">
	<img src="http://lh5.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM5uXRzHI/AAAAAAAAAM8/44fbX2xblHE/s640/005.jpg" alt="Di Penrose Park, pada sebuah lahan disediakan tempat untuk setiap komunitas-komunitas katolik migran membangun kapel (gereja kecil) untuk berdoa. Dan ini adalah kapel milik CIC (Catholic Indonesia Community) dengan bentuk bangunan rumah gadang." width="427" height="640" />
	<p class="wp-caption-text">Di Penrose Park, pada sebuah lahan disediakan tempat untuk setiap komunitas-komunitas katolik migran membangun kapel (gereja kecil) untuk berdoa. Dan ini adalah kapel milik CIC (Catholic Indonesia Community) dengan bentuk bangunan rumah gadang.</p>
</div>
<p>Aku seperti mendapatkan re-energi setiap pulang dari sana.<br />
Jangan berpikir yang bukan-bukan, ini bukan perkara magis melainkan justru kesadaranku terpacu untuk berpikir mengenang tentang apa yang telah kulalui, bersyukur untuk semua itu dan dari situlah ia mengisi optimisme untuk menatap yang ada di depan.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_Rd9gRsjPSek/SyGM535qiTI/AAAAAAAAANA/02b2uBodH-o/s640/006.jpg" alt="" width="427" height="640" /></p>
<p>Selamat berakhir pekan!</p>
<p><strong>Baca juga:</strong><br />
<a href="http://donnyverdian.net/2009/06/04/untaian-cinta-kepada-bundadi-penrose-park.html"> Untaian Cinta Kepada Bunda di Penrose Park</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/12/12/batu-penjuru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

