<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donny Verdian &#187; water restriction</title>
	<atom:link href="http://donnyverdian.net/tag/water-restriction/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnyverdian.net</link>
	<description>ps: bukan catatan semata ™</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 06:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Berhemat Air</title>
		<link>http://donnyverdian.net/2009/11/25/berhemat-air.html</link>
		<comments>http://donnyverdian.net/2009/11/25/berhemat-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 17:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[water]]></category>
		<category><![CDATA[water restriction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnyverdian.net/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Air memang sumber daya alam yang bisa diperbaharui, tapi seiring berjalannya waktu dan semakin besarnya populasi manusia diperparah lagi dengan penyempitan lahan hijau yang berfungsi untuk menjaga air tanah, pembaharuan dari sembarang air menjadi air bersih menjadi perkara yang tidak terlalu mudah. Menjelang musim panas yang akan dimulai tepat pada 1 Desember 2009 ini, hampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div style="text-align:center;"><a href="http://view.picapp.com/default.aspx?term=water&amp;iid=300582" target="_blank"><img src="http://cdn.picapp.com/ftp/Images/0297/ff624c31-b7c3-4575-97ab-25fbd0402d4d.jpg?adImageId=7779087&amp;imageId=300582" border="0" alt="Glass of Mineral Water" width="320" height="480" /></a></div>
<p><script src="http://cdn.pis.picapp.com/IamProd/PicAppPIS/JavaScript/PisV4.js" type="text/javascript"></script></p>
<p>Air memang sumber daya alam yang bisa diperbaharui, tapi seiring berjalannya waktu dan semakin besarnya populasi manusia diperparah lagi dengan penyempitan lahan hijau yang berfungsi untuk menjaga air tanah, pembaharuan dari sembarang air menjadi air bersih menjadi perkara yang tidak terlalu mudah.</p>
<p>Menjelang musim panas yang akan dimulai tepat pada 1 Desember 2009 ini, hampir di setiap negara bagian di Australia diterapkan tata aturan <em>water restriction</em>, pengetatan aturan penggunaan air untuk keperluan umum. Seperti apakah penjabaran tata aturan tersebut, beberapa yang bisa kusebutkan diantaranya seperti pembatasan penggunaan air untuk pengisian kolam renang, aturan pelarangan menyirami tanaman dengan air hingga larangan untuk mencuci kendaraan pada jam-jam tertentu. Untuk mendapatkan informasi tentang water restriction khusus negara bagian New South Wales, silakan <strong><a href="http://www.sydneywater.com.au/Savingwater/WaterRestrictions/">klik di sini</a></strong>.</p>
<p>Tapi terlepas dari ada tidaknya aturan tersebut dan tak pandang dimanapun kita berada, kupikir hal-hal di bawah ini bisa dipertimbangkan sebagai sesuatu yang bisa menahan pemborosan penggunaan air untuk konsumsi rumah tangga. Demi bumi yang lebih menawan, masa depan kita sendiri dan mungkin agak berlebihan, akan tetapi.. demi anak cucu kita pula!</p>
<p><strong>Mandi empat menit!</strong><br />
Beberapa waktu yang lalu aku jalan-jalan bersama istri ke <strong>Taronga Zoo</strong>, di salah satu expo booth terpampang pengumuman dari <strong>Energy Australia</strong> yang mensosialisasikan gerakan <em>&#8220;Mandi (shower) cukup 4 menit!&#8221;</em><br />
Aku sempat terbelalak, <em>&#8220;What!!! Empat menit?? Itu bahkan belum cukup untuk membersihkan kedua kakiku!&#8221;</em></p>
<p>Tapi setelah kuamat-amati dan sedikit bertanya pada penjaga stand kenapa harus &#8220;hanya empat menit&#8221; jawabannya adalah karena efisiensi!  Tahukah kamu bahwa bahkan mandi selama empat menit di bawah shower itu sudah sama saja dengan menghabiskan energi sebesar energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan sebuah LCD tv selama delapan jam?<br />
Dan rata-rata moncong shower itu memuncratkan air sebanyak 9 liter per 1 menitnya?</p>
<p><strong>Mandi sehari sekali</strong><br />
Beberapa waktu lalu ketika aku memasang status di Facebook dan Twitter bahwa aku mandi hanya sekali, banyak teman berkomentar <em>&#8220;Jorok! Pantes bau!&#8221;</em><br />
O well, aku harus katakan bahwa kalau hal ini dilakukan di Indonesia memang benar-benar akan jorok dan bau karena tingkat humiditas (kelembaban) yang tinggi yang membuat kita mudah berkeringat dan kulit berminyak. Akan tetapi, di Australia, tingkat humiditas betul-betul rendah sehingga kulit tidak terlampau mudah untuk berkeringat apalagi berminyak. Jadi, mandi sehari sekali adalah sesuatu yang cukup tepat dalam rangka pengiritan debit air yang kita pergunakan serta mempertahankan kelembaban kulit.</p>
<p>Strategi paling tepat untuk mengatur &#8216;mandi sekali&#8217; kupikir adalah dengan mandi tepat menjelang tidur sehingga semua kotoran yang menempel seharian akan luruh, kita tidur dalam keadaan bersih dan keesokan paginya, kita bisa mulai beraktivitas kembali dalam kondisi yang juga tetap bersih.</p>
<p><strong>Siram Setengah dan Siram Penuh</strong><br />
Kebanyakan jamban toilet yang dipasarkan dan dipergunakan saat ini adalah jamban yang dilengkapi dengan <em>flush tank</em> untuk menyiram kotoran tubuh yang kita buang ke dalamnya. Tahukah kamu bahwa sekali kita pencet tombol yang penuh (biasanya ada dua opsi, tombol yang penuh dan tombol setengah), maka sekitar 7 &#8211; 8 liter air bersih tergelontorkan untuk membuang kotoran kita. Dan, bayangkan jika air bersih sebanyak itu dipergunakan untuk konsumsi minum, maka keperluan 1 &#8211; 2 hari bagi seseorang akan terpenuhi.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana cara mengiritnya?</strong><br />
Beberapa bulan terakhir ini aku memilih menggunakan tombol setengah untuk menyiram jamban ketika buang air kecil, dan tombol penuh untuk menyiram ketika buang air besar. Pola pikirku mudah, pergunakan air untuk menggelontor sesuai dengan besar kecilnya &#8220;hal&#8221; yang hendak digelontor <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Penggunaan Air Hujan</strong><br />
Penggunaan air hujan apabila ditunjang dengan peralatan yang memadai bisa dipergunakan dalam skala luas hingga misalnya ke pengisian flush tank di toilet serta pengisi air bak mesin cuci. Tapi tentu itu membutuhkan alat serta pemeliharan yang keduanya membutuhkan biaya.  Tanpa alat, bukannya kita tak bisa memanfaatkan air hujan. Beberapa contoh penggunaan air hujan untuk pemenuhan kebutuhan adalah dengan memanfaatkan ember untuk menampung air hujan dan bisa kita gunakan untuk mencuci mobil serta pakaian, juga bisa pula dimanfaatkan untuk menyirami tanaman.<br />
Namun meski demikian, beberapa isu terkait dengan penggunaan air hujan adalah isu kesehatan karena bisa saja air yang mengalir melalui atap rumah sudah terkontaminasi dengan polusi yang sebelumnya menempel di atap. Selain itu air hujan yang disimpan lama-lama di bak terbuka bisa dimanfaatkan nyamuk untuk berkembang biak.</p>
<p><strong>&#8216;Cebok&#8217; kering vs &#8216;Cebok&#8217; basah</strong><br />
Setahun selalu ketika pindah dari Indonesia ke Australia, &#8216;cebok&#8217; adalah sebuah jurang yang harus kulompati dari yang &#8216;basah&#8217; ke yang &#8216;kering&#8217;.<br />
Yang kumaksud dengan cebok basah adalah cebok (membersihkan permukaan dubur selepas buang hajat) dengan menggunakan air, sementara cebok kering adalah cebok dengan menggunakan tissue kering.<br />
Puji Tuhan aku bisa melaluinya dengan baik dan ditinjau dari sisi pengiritan air, aku menyumbang beberapa liter air setiap hari dengan tidak menggunakan air untuk mencebok.<br />
Tapi jangan ditanya soal bersih tidaknya, aku tetap tak mengiyakan bahwa cebok dengan tissue adalah lebih bersih ketimbang dengan air.<br />
Untuk itu aku mengatur waktu, bahwa waktu yang paling tepat untuk buang hajat adalah sesaat sebelum mandi sehingga sesudahnya kita bisa membilas permukaan dubur dengan air dan sabun.</p>
<p><strong>&#8216;Berhemat&#8217; Pakaian</strong><br />
Maksudku, kalau memang tidak terlalu kotor, jangan mencuci pakaian maupun celana setiap sekali pakai demi pengiritan air untuk mencuci. Aku juga terbiasa memilih baju/kaos yang bukan berwarna putih dan terlampau terang karena pemilihan warna-warna tersebut akan memudahkan pakaian kita tampak lebih mudah kotor.<br />
Untuk menakar kapan pakaian harus dicuci, aku biasa menggunakan standar &#8220;seberapa bau&#8221; pada bagian lipatan ketiak serta lengan untuk kemeja/kaos, atau pada bagian pantat dan selangkangan serta paha depan untuk celana. Keuntungan tinggal di daerah dengan kelembaban yang rendah seperti Australia, yang kurasai, adalah pakaian yang tak perlu dicuci bahkan dalam 3 kali pakai karena keringat yang sangat jarang keluar.</p>
<p>Oh ya, hal ini tentu tak berlaku untuk pakaian dalam termasuk kaus kaki. Untuk hal ini aku sangat stritch, menggantinya setiap hari satu kali. <img src='http://donnyverdian.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana dengan cara kalian menghemat air?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnyverdian.net/2009/11/25/berhemat-air.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

